• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

2.2 DASAR TEORI

2.2.8. Uji Hipotesis

( )

[

å å

-

å å

][

åå

-

(å )

]

-= 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N rxy …………..(Rumus 3.1) Keterangan:

r xy = Koefisien korelasi suatu butir N = Cacah objek

X = Skor Butir Y = Skor total

Untuk menarik kesimpulan tentang hubungan tersebut digunakan interprestasi nilai r sebagai berikut:

a. Bila r = 0, berarti tidak ada korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat.

b. Bila r = 1 atau mendekati 1, berarti tidak ada korelasi sempurna positif, berarti ada hubungan variabel bebas dengan variabel terikat c. Bila r = -1 atau mendekati -1, berarti korelasi sempurna negatif,

berarti bahwa variabel bebas mengalami kenaikan, maka variabel terikat akan mengalami penurunan.

2.2.8 Uji Hipotesis

Tidak seperti variabel moderating, variabel intervening merupakan variabel antara atau mediating, fungsinya memediasi hubungan variabel independen (bebas) dengan variabel dependen (terikat/tidak bebas). Untuk menguji pengaruh variabel intervening digunakan metode analisis regresi linier berganda. Adapun rumus persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

commit to user 32

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e1 …………...(Rumus 3.2) Keterangan:

a = Konstanta (besaran yang mengukur nilai Y pada waktu tidak ada pengaruh X).

b17 = Koefisien regresi yang mengukur besarnya pengaruh X terhadap Y.

X1 = Perencanaan (Identifikasi, durasi, dan perencanaan urutan kerja yang tidak lengkap dan tersusun dengan baik).

X2 = Kesulitan Finansial

X3 = Kurangnya Pengalaman Kontraktor X4 = Keterlambatan Penyedia Material

X5 = Dana Dari Pemilik Yang Tidak Mencukupi Y = Pembengkakan Biaya

e1, 2 = Measurement Error/Residual (kesalahan pengukuran)

2.2.8.1 Uji Ketepatan Model (Uji F dan R2) 1) Uji F

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Kuncoro, 2001: 98). Salah satu cara melakukan uji F adalah dengan membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut tabel: apabila nilai F hasil perhitungan > nilai F menurut tabel maka hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen (Kuncoro, 2001: 99).

commit to user 33

Rumus Uji F yang digunakan seperti yang dikemukakan oleh Bambang Setiaji (2006: 31) sebagai berikut:

( )

(

l R

)

n k l k R Freg -= / 2 2 ………...(Rumus 3.3) Di mana k = konstanta.

Jika F hitung sudah lebih besar dari 4; maka model di atas sudah tepat (fit) (Setiaji; 2006: 32).

2) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat (Kuncoro, 2001: 100). Nilai koefisien determinasi adalah diantara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi-variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi-variabel dependen, dengan kata lain dapat diartikan.

Koefisien ini digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kekuatan variabel independen terhadap variabel dependen, dengan menggunakan rumus: R2 =

( )

( )

å

å

U -U U -U ~ ~ ) ………..(Rumus 3.4) Uˆ : Y estimasi U~ : Y rata-rata

Nilai koefisien R2 berkisar 0 sampai 1, jika nilai koefisien R2 hitung semakin mendekati angka 1 maka variabel independennya semakin kuat berpengaruh terhadap variabel independennya.

commit to user 34

2.2.8.2 Uji t Statistik (Uji Parameter Penduga/Estimate)

Uji t statistik digunakan untuk menguji apakah variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y). Pengujian ini dilakukan dengan asumsi bahwa variabel-variabel lain adalah nol.

Langkah-langkahnya sebagai berikut: 1) Menentukan Hipotesis

Ho: b = 0 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

Ha: b = 0 : Ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

2) Menentukan batas derajat signifikan

Batas derajat signifikansi yang digunakan adalah 5%. 3) Menentukan kriteria pengujian

H0 diterima apabila -ttabel£ thit£ ttabel atau Asymp.sig > 0,05 H0 ditolak apabila thit > ttabel atau t < - ttabel atau Asymp.sig< 0,05

4) Perhitungan nilai t dengan rumus sebagai berikut: Sb b t= ………...(Rumus 3.5) b = koefisien regresi Sb = standar error

commit to user 35

2.2.9 Cara pemilihan Sampling

Gambar 2. 3 Pemilihan sampling (Sumber : Ismiyati, 2007) 2.2.9.1 Probability Sampling

Probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel.

Ada 4 cara pengambilan sampel yang termasuk secara Probability Sampling, adalah sebagai berikut:

1) Simple Random Sampling

Simple random sampling adalah suatu tipe sampling probabilitas, di mana peneliti dalam memilih sampel dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota populasi untuk ditetapkan sebagai anggota sampel. Dengan teknik semacam itu maka terpilihnya individu menjadi anggota sampel benar-benar atas dasar faktor kesempatan (chance), dalam arti memiliki kesempatan yang sama, bukan karena adanya pertimbangan subjektif dari peneliti. Teknik ini merupakan teknik yang paling objektif, dibandingkan dengan teknik-teknik sampling yang lain.

TEKNIK SAMPLING

Non Probability Sampling

Probability Sampling

1. Simple Random Sampling 2. Propotionate Stratified Random

Sampling

3. Dispropotionate Stratified Random Sampling

4. Area (Cluster) Sampling (Sampel menurut daerah)

1. Sampling Sistematis 2. Sampling Kuota 3. Sampling Aksidental 4. Purposive Sampling 5. Sampling Jenuh 6. Snowball Sampling

commit to user 36

2)Propotionate Stratified Random Sampling

Propotionate stratified random sampling adalah pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional, dilakukan sampling ini apabila anggota populasinya heterogen (tidak sejenis).

3)Dispropotionate Stratified Random Sampling

Dispropotionate stratified random sampling adalah pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata tetap sebagian ada yang kurang proporsional pembagiannya, dilakukan sampling ini apabila anggota populasi heterogen (tidak sejenis). 4) Area (Cluster) Sampling (Sampel menurut daerah)

Teknik ini dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bahwa populasi penelitiannya tersebar di berbagai wilayah.

2.2.9.2 Non Probability Sampling

Non probability sampling merupakan teknik penarikan sampel yang memberi peluang /kesempatan yang tidak sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel.

Ada 6 cara pengambilan sampel yang termasuk secara Non probability sampling, adalah sebagai berikut:

1) Sampling Sistematis

Sampling sistematis adalah teknik pengambilan dari suatu daftar berdasarkan suatu urutan tertentu.

2) Sampling Kuota

Sampling kuota adalah metode memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang diinginkan.

3) Sampling aksidental

Samping aksidental adalah sampel yang diambil dari siapa yang kebetulan ada.

4) Purposive Sampling

Purposive sampling dilakukan dengan mengambil orang-orang yang terpilih oleh peneliti menurut ciri-ciri khas khusus yang

commit to user 37

dimiliki oleh sampel itu. Sampel yang purposive adalah sampel yang dipilih dengan cermat sehingga relevan dengan rancangan penelitian.

5) Sampling Jenuh

Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil.

6) Snowball Sampling

Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak.

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan cara purposive sampling.

2.2.10 Program dan cara kerja SPSS (Statistical Product and Service

Dokumen terkait