A. Deskriftif Data Penelitian
2. Uji hipotesis
Pengujian hipotesis yang dilakukan secara parsial bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen memengaruhi variabel dependen secara signifikan.
(1).Uji t
a. Untuk melihat arah koefisien, hipotesis diterima jika koefisien searah dengan hipotesis
b. Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh masing-masing variabel independen secara individu dalam menerangkan variasi variabel dependen.
Berikut hasil perhitungan uji t yang disajikan pada tabel 4.13. Tabel 4.13 Hasil Uji t Model T Sig. (Constant) -.498 .619 ROA 2.249 .027 IOS -.547 .586 SG .482 .631 a. Dependen Variabel : DPR
Berdasarkan tabel 4.13 maka dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Pengujian hipotesis pertama
H1: Profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan deviden.
Berdasarkan tabel hasil uji regresi linier berganda diperolehnilai koefisien regresi sebesar 0,187 hal itu menunjukan arah koefisien positif. Artinya
terjadinya hubungan positif antara profitabilitas (ROA) terhadap kebijakan deviden (DPR).dan nilai signifikansi sebesar 0,027 dengan nilai t hitung sebesar 2,249 dimana nilai t hitung tersebut lebih kecil dari t tabel (2,249 1,65895).Sehingga dapat disimpulkan bahwa profitabilitas (ROA)berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kebijakan deviden. Di sebabkan nilai signifikan 0,027 lebih kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis pertama di terima.
2. Pengujian hipotesis kedua
H2: kesempatan investasi (IOS) berpengaruh negative terhadap kebijakan deviden. Berdasarkan tabel hasil uji regresi linier berganda diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -0,18.hal itu menunjukan arah koefisien negatif. Artinya terjadinya hubungan negatif antara kesempatan investasi (IOS) terhadap kebijakan deviden (DPR) dannilai signifikansi sebesar 0,586 dengan nilai t hitung sebesar -0,547dimana nilai t hitung tersebut lebih kecil dari t tabel -0,547 ).Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesempatan investasi (IOS)tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan
deviden. Di sebabkan nilai signifikan 0,547 lebih besar dari 0,05 Sehingga hipotesis kedua di tolak. 3. Pengujian hipotesis ketiga
H3: pertumbuhan perusahaan (SG) berpengaruh negatif terhadap kebijakan deviden. Berdasarkan tabel hasil uji regresi linier berganda diperoleh nilai koefisien regresi sebesar-0,018 hal itu menunjukan arah koefisien negatif artinya terjadinya hubungan negatif antara pertumbhan perusahaan (SG) terhadap kebijakan deviden (DPR) . dannilai signifikansi sebesar 0,966 dengan nilai t hitung sebesar -0,482dimana nilai t hitung tersebut lebih kecil dari t tabel -0,482 ).Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan perusahaan (SG)tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kebijakan deviden. Di sebabkan nilai signifikan 0,966 lebih besar dari 0,05 Sehingga hipotesis ketiga di tolak.
3. Pembahas
(1).Uji Secara Parsial
a. Pengaruh Profitabilitas (Prof) terhadap Kebijakan Deviden (DPR)
Hasil analisis statistik variabel profitabilitas diperoleh t hitung bernilai 2,249 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,027 Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kebijakan deviden memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebujakan deviden(DPR), sehingga hipotesis pertama diterima.
Dari hasil tersebut dapat di simpulkan perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi memiliki proporsi laba yang tinggi disebabkan perusahaan yang profitabilitas tinggi memiliki tingkat keuantungan yang timggi dari penjualan, sehingga dengan proporsi laba yang tinggi perusahaan mampu membayarkan deviden yang dijanjikan kepada investor. Jadi perusahaan yang profitabilitasnya tinggi akan memiliki pengaruh yang kuat terhadap kebijakan deviden. Berdasarkan teory signaling merupakan signal oleh perusahaan karena perusahaan tersebut yakin bahwa prospek perusahaan baik dimasa mendatang dimana aliran kas yang diharapkan meningkat dimana perolehan tingkat deviden yang meningkat tersebut dapat bisa dibayarkan.
b. Pengaruh Kesempatan Investasi (IOS) Terhadap Kebijakan Deviden (DPR).
Hasil analisis statistik variabel kesempatan investasi diperoleh t hitung bernilai 0,547 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,586 Nilai signifikansi lebihbesar dari 0,05, sehingga
dapat disimpulkan bahwa kesempatan investasitidak pengaruh signifikan terhadap kebujakan deviden (DPR), sehingga hipotesis kedua ditolak.
Argumen sebelumnya yang mengatakan kesemptan investasi itu merupakan suatu kesempatan untuk berkembang, perusahan yang mengalami pertumbuhan akan memilih banyak kesempatan investasi sebagai jalan untuk mengembangkan perusahaan. Kesempatan investasi bertujuan meningkatkan pertumbuhan perusahaan dimana pereusahaan lebih cenderung mengunakan dana yang berasal dari sumber dana internal disebabkan sumber dana internal lebih disukai untuk membiayai kegiatan reinvestasi karena dana tersebut memiliki resiko dan dana yang lebih rendah. Hal tersebut tidak sesuai dengan hasil penelitian, kemungkinan para investor memandang lain dengan besar kecilnya kesempatan investasi perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden, kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh investai yang dilakukan perusahaan dari peluang yang didapatkan perusahaan belum tentu mendapatkan keuntungan yang optimal diperoleh perusahaan tersebut dikarenakan perusahaan menyalahgunakan kesempatan yang di dapatkan. Sehingga pandangan investor dalam mengukur kemampuan perusahaan semakin kecil disebabkan kesempatan
investor mendapatkan fitback dari penanaman modal semakin kecil.
c. Pengaruh pertumbuhan perusahaan (SG) terhadap kebijakan deviden (DPR).
Hasil analisis statistik variabel profitabilitas diperoleh t hitung bernilai 0,482 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,966 Nilai signifikansi lebihbesar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa kebijakan deviden tidak pengaruh signifikan terhadap kebujakan deviden (DPR), sehingga hipotesis ketiga ditolak.
Argument sebelumnya yang mengatakan semakin cepat tingkat pertumbuhan suatu perusahaan , maka semakin besar pula kebutuhan dana yang diperlukan untuk membiayai pertumbuhan. Semakin besar kebutuhan dana untk waktu mendatang maka perusahaan lebih senang untuk mnanamkan labanya daripada membayarkan sebagian deviden kepada pemegang saham. Hal tersebut tidak sesuai dengan penelitan bahwa tingi rendahnya pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden, kemungkinan disebabkan investor tidak melihat dari sedi pertumbuhan penjualannya tetapi dilihat dari profitabilitasnya dan kemampuan perusahaan.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dijelaskan di atas, penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
1. Profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan deviden yang di proksi dengan Deviden Per Share (DPR). Hasil penelitian ini dapat menunjukan perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi memiliki proporsi laba yang tinggi disebabkan perusahaan yang profitabilitas tinggi memiliki tingkat keuantungan yang timggi dari penjualan, sehingga dengan proporsi laba yang tinggi perusahaan mampu membayarkan deviden yang dijanjikan kepada investor. Jadi perusahaan yang profitabilitasnya tinggi akan memiliki pengaruh yang kuat terhadap kebijakan deviden. Berdasarkan teory signaling merupakan signal oleh perusahaan karena perusahaan tersebut yakin bahwa prospek perusahaan baik dimasa mendatang dimana aliran kas yang diharapkan meningkat dimana perolehan tingkat deviden yang meningkat tersebut dapat bisa dibayarkan.
2. Kesempatan investasi yang di proksi Invesment Opportunity Set (IOS) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kebijakan Deviden yang diwakili oleh Deviden Per Share (DPR). Hasil penelitian ini menunjukan besar kecilnya besar atau kecilnya keempatan investaasi
tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh investai yang dilakukan perusahaan dari peluang yang didapatkan perusahaan belum tentu mendapatkan keuntungan yang optimal diperoleh perusahaan tersebut dikarenakan perusahaan menyalahgunakan kesempatan yang di dapatkan. Sehingga pandangan investor dalam mengukur kemampuan perusahaan semakin kecil disebabkan kesempatan investor mendapatkan fitback dari penanaman modal semakin kecil.
3. Pertumbuhan penjualan yang di proksiksn dengan Sales growth (SG) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Kebijakan Deviden yang diwakili oleh Deviden Per Share (DPR). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tinggi rendahnya pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden, kemungkinan disebabkan investor tidak melihat dari sedi pertumbuhan penjualannya tetapi dilihat dari profitabilitasnya dan kemampuan perusahaan..
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan yang dijelaskan sebelumnya, dapat disampaikan beberapa saran antara lain :
1. Bagi penelitian selanjutnya
a. Penambahan variabel-variabel yang mempengaruhi kebijakan deviden, tidak terbatas hanya menggunakan variabel yang ada dalam penelitian ini. Sehingga dapat memperluas pemahaman tentang kebijakan deviden
b. Penggunaan periode penelitian yang lebih panjang dan terbaru yang dapat menggambarkan keadaan yang paling update pada setiap sampel perusahaan yang terdapat di pasar modal. Sehingga dapat menggali informasi yang membuat penelitimudah menjelaskan hasil penelitian tersebut.
C. Keterbatasan
1. Jenis perusahaan yang dijadikan sampel yaitu perusahaan manufaktur pada periode 2010 – 2014. Sehingga peneliti punya keterbatasan dalam penjelasan penelitian ini.
2. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya 3 variabel yaitu kepemilikan institusional, profitabilitas dan ukuran perusahaan. Kemungkinan banyak factor lain yang dapat mempengaruhi struktur modal. Namun tidak di teliti dalam penelitian ini sehingga menjadi keterbatasan peneliti.
3. Data sampel perusahaan hanya didasarkan pada data ICMD, anunual report, dan yang mengungkapkan laporan keuangan perusahaan tahunan periode 2010 - 2014, diharapkan dapat lebih akurat bila menggunakan data tahunan yang lebih lama.
Utang, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Kesempatan Investasi terhadap Kebijakan Dividen” Skripsi. Surakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Subekti, Imam dan Indra Wijaya Kusuma. (2001). “Asosiasi antara set Kesempatan Investasi dengan Kebijakan Pendanaan dan Dividen Perusahaan, serta Implikasinya pada Perubahan Harga Saham” Jurnal riset akuntansi Indonesia Vol. 4, No. 1, Januari 2001. Surabaya: Universitas Brawijaya.
Syarifah, Isyana. (2006). “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Dividen Per Lembar Saham pada Perusahaan yang Tergabung dalam LQ-45” Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.
Aloysius, Steven Wibowoput.”Pengaruh Leverage Dan Growth Opportunities Terhadap Kebijakan Deviden” Perusahaan Manufaktur Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2011
Yusuf, Muhammad. (2005). “ Analisis Hubungan antara Berbagai Gabungan Proksi Investment Opportunity Set dan Real Growth dengan Menggunakan Pendekatan Confirmatory Factor Analysis.” Jurnal Akuntansi dan Investasi vol. 6 No. 2 Juli 2005.
Suardi Yakub #1, Suharsil #2, Jufri Halim#3.(2014).” Pengaruh Profitabilitas Dan Invesment Opportunity Set Terhadap Deviden Tunai Perusahaan Go Publik Sektor Perbankan Bursa Efek Indonesia.” Jurnal Saintikom Vol. 13, No. 1, Januari 2014
Maulidiyah, Nur Azmi dan Agung Listiadi.(2014).” Analisis Pengaruh Profitabilitas Dan Ios Terhadap Kebijakan Dividen Dengan Likuiditas