HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6 Uji Hipotesis
4.6.1 Uji Simultan (Uji F)
Uji bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama sama atau simultan terhadap variabel tak bebas. Berdasarkan Tabel 4.7, diketahui nilai F hitung sebesar 9,692 > 2,492 (F tabel) dan nilai Prob. (F-statistics) sebesar 0,000 < 0,05. Dengan demikian disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas, yakni Ukuran Perusahaan, Struktur Modal, Profitabilitas, Leverage dan Earning per share secara simultan, berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
4.6.2 Uji Parsial (Uji statistic t)
Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen yaitu Ukuran Perusahaan, Struktur Modal, Profitabilitas, Leverage dan Earning Per Share secara langsung mempengaruhi variable dependen secara signifikan atau tidak. Uji t dilakukan menggunakan model Random Effect sebagaimana direkomendasikan pada uji Hausman.
Tabel 4.7 Uji t
Dependent Variable: Y
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 08/30/19 Time: 12:55
Sample: 2014 2018 Periods included: 5
Cross-sections included: 16
Total panel (balanced) observations: 80
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
X1 -3.568852 9.974226 -0.357807 0.7215
Cross-section random 9.465594 0.8917
Idiosyncratic random 3.298474 0.1083
Weighted Statistics
R-squared 0.395727 Mean dependent var 1.148454 Adjusted R-squared 0.354898 S.D. dependent var 4.159440 S.E. of regression 3.340788 Sum squared resid 825.9041 F-statistic 9.692259 Durbin-Watson stat 3.204724 Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.245316 Mean dependent var 7.458375 Sum squared resid 8045.347 Durbin-Watson stat 0.328984 Sumber : Lampiran 9
Hasil uji signifikansi pengaruh secara parsial (uji-T) berdasarkan Tabel 4.7 sebagai berikut:
1. Nilai koefisien dari variabel ukuran perusahaan adalah -3,5688, yakni bernilai negatif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Diketahui nilai probabilitas dari variabel ukuran perusahaan adalah 0,7215, yakni > 0,05, maka variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
2. Nilai koefisien dari variabel struktur modal adalah 6,2096, yakni bernilai positif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Diketahui bahwa nilai probabilitas dari variabel struktur modal adalah 0,0000, yakni < 0,05, maka variabel struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
3. Nilai koefisien dari variabel profitabilitas adalah 0,2371, yakni bernilai positif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Diketahui bahwa nilai probabilitas dari variabel profitabilitas adalah 0,0146, yakni < 0,05, maka variabel profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
4. Nilai koefisien dari variabel leverage adalah -12,5859, yakni bernilai negatif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel leverage berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Diketahui bahwa nilai probabilitas dari
variabel leverage adalah 0,0756, yakni > 0,05, maka variabel leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
5. Nilai koefisien dari variabel earning per share adalah -0,0030, yakni bernilai negatif. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan variabel earning per share berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Diketahui bahwa nilai probabilitas dari variabel earning per share adalah 0,3373, yakni > 0,05, maka variabel earning per share berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
4.7 Pembahasan
4.7.1 Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan.
Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Variabel Ukuran Perusahaan mempunyai koefisien bertanda negatif sebesar -3,568852 dan tingkat probabilitas 0,7215 > 0,05. Artinya Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Hal ini tidak sejalan dengan teori signal (signaling theory) bahwa semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan semakin mudah perusahaan memperoleh sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak manajemen untuk meningkatkan nilai perusahaan. Kemungkinan yang dapat terjadi dari hasil penelitian ini bahwa perusahaan lebih cenderung menyukai pendanaan internal dibandingkan dari hutang, sehingga ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap penggunaan sumber dana eksternal (Asandimitra, 2014)
Hasil penelitian ini sejalan dengan Eka (2017) dan Lany (2016), namun
tidak sejalan dengan penelitian Mikhy & Vivi (2016) yang menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
4.7.2 Analisis Pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan.
Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah Struktur Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Variabel Struktur Modal mempunyai koefisien bertanda positif sebesar 6,2096 dan tingkat probabilitas 0,0000 < 0,05. Artinya Struktur Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Teori trade off menyatakan bahwa apabila terjadi pertambahan hutang, akan menyebabkan meningkatnya nilai perusahaan (Nemati & Joriah, 2012).
Sehingga hal yang dapat dilakukan oleh manajer keuangan adalah hati-hati dalam menetapkan struktur modal perusahaan dengan tujuan akan dapat mengoptimalkan nilai perusahaan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan Heven & Fitty (2016), namun tidak sejalan dengan penelitian Nauval (2018) yang menyatakan bahwa Struktur Modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
4.7.3 Analisis Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan.
Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Variabel Profitabilitas mempunyai koefisien bertanda positif sebesar 0,2371 dan tingkat probabilitas 0,0146 < 0,05. Artinya Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Perusahaan yang memiliki Profitabilitas yang cukup tinggi akan mendapatkan dana yang cukup, sehingga perusahaan dapat meningkatkan kinerjanya yang berakibat pada meningkatnya Nilai Perusahaan. Perusahaan menghasilkan laba, maka nilai perusahaan akan naik yang terlihat dari kenaikan harga sahamnya. Perusahaan yang berhasil meningkatkan profitabilitas setiap tahunnya, maka akan membuat ketertarikan banyak investor. Investor akan mempercayai perusahaan yang mampu menghasilkan profit yang besar karena return yang diperoleh juga besar, sehingga hal tersebut menjadi sinyal positif bagi investor dari perusahaan. Keadaan tersebut akan digunakan manajer perusahaan untuk memperoleh sumber modal dalam bentuk saham.
Hasil penelitian ini sejalan dengan Ayu & Ary (2013), namun tidak sejalan dengan penelitian (Nauval, 2018) yang menyatakan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
4.7.4 Analisis Pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan.
Hipotesis keempat dalam penelitian ini adalah Leverage berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Variabel Leverage mempunyai koefisien bertanda negatif sebesar -12.5859 dan tingkat probabilitas 0,0756 > 0,05. Artinya Leverage berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Investor memandang perusahaan manufaktur di Indonesia telah memasuki batas trade off dimana penambahan hutang memiliki biaya yang lebih besar dari manfaat yang akan diperoleh dari penambahan hutang tersebut. Peningkatan hutang memiliki arti bahwa perusahaan sedang mengalami keterbatasan arus kas
yang akan menyebabkan bertambahnya biaya modal baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Investor menilai penambahan hutang akan mengakibatkan bertambahnya biaya bunga dan resiko kebangkrutan, yang besarnya lebih tinggi dari pada manfaat yang akan diperoleh perusahaan sehingga peningkatan hutang akan menyebabkan penurunan nilai perusahaan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan Sofyaningsih & Hardiningsih (2011), namun tidak sejalan dengan penelitian Gusti & Gede (2016) yang menyatakan bahwa Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
4.7.5 Analisis Pengaruh Earning Per Share terhadap Nilai Perusahaan.
Hipotesis kelima dalam penelitian ini adalah Earning Per Share berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Variabel Earning Per Share mempunyai koefisien bertanda negatif sebesar -0.0030 dan tingkat probabilitas 0,3373 > 0,05. Artinya Earning Per Share berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
Hal ini menunjukkan perusahaan yang mampu menghasilkan laba per lembar saham akan menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, namun belum tentu akan bisa memenuhi harapan pemegang saham terutama terhadap pembagian dividen karena peruahaan lebih memilih menggunakan laba untuk investasi di masa depan (Burhanuddin, 2009).
Hasil penelitian ini sejalan dengan Novi & Ahmad (2013), namun tidak sejalan dengan penelitian Sakti (2009) yang menyatakan bahwa Earning per share berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
BAB V