HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6 Uji Hipotesis
4.6.1 Uji Simultan (Uji F)
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) = 66 dan jumlah parameter (k)
= 4, sehingga diperoleh df1 = 4-1 =3 ; df2= (n-k) = 66-4 = 62 pada α = 0,05 maka diperoleh Ftabel = 2,752. Berdasarkan Tabel 4.7, diketahui nilai F hitung (2,7982) >
Ftabel (2,752) dan nilai Prob. (F-statistics) 0,0473 < 0,05. Dengan demikian disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas, yakni Laba Bersih, Arus Kas Operasi dan Investment Opportunity Set secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen.
4.6.2 Uji Parsial (Uji statistic t)
Tabel 4.7 Uji t
Dependent Variable: Y?
Method: Pooled EGLS (Cross-section random effects) Date: 12/03/19 Time: 21:49
Sample: 2013 2018 Included observations: 6 Cross-sections included: 11
Total pool (balanced) observations: 66
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 1.561135 1.512197 1.032362 0.3059
Laba Bersih -0.372011 0.164333 -2.263765 0.0271
Arus Kas Operasi 0.195886 0.090400 2.166896 0.0341
Investment Opportunity Set 0.310768 0.120576 2.577365 0.0123
Effects Specification
S.D. Rho
Cross-section random 0.340783 0.1617
Idiosyncratic random 0.775805 0.8383
64
Lanjutan Tabel 4.7
Weighted Statistics
R-squared 0.119252 Mean dependent var 2.430160
Adjusted R-squared 0.076635 S.D. dependent var 0.806392 S.E. of regression 0.774877 Sum squared resid 37.22691
F-statistic 2.798239 Durbin-Watson stat 2.130342
Prob(F-statistic) 0.047366
Sumber : Lampiran 9
Dengan n = 66, df1= n-k = 62 pada α = 0,05, maka diperoleh ttabel 1,9983.
Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 4.7 diperoleh hasil uji signifikansi pengaruh secara parsial (uji-t) sebagai berikut:
1. Nilai koefisien dari variabel Laba Bersih adalah -0,3720, yakni bernilai negatif dengan t hitung -2,2637 < -1,9983 dan nilai probabilitas 0,0271< 0,05. Dengan demikian variabel Laba Bersih berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Jika Laba Bersih meningkat 1 persen maka Kebijakan Dividen akan turun signifikan sebesar -0,3720 persen, demikian sebaliknya.
2. Nilai koefisien dari variabel Arus Kas Operasi adalah 0,1958 yakni bernilai positif dengan t hitung 2,166 > 1,9983 dan nilai probabilitas adalah 0,0341 <
0,05. Dengan demikian variabel Arus Kas Operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Jika Arus Kas Operasi meningkat 1 persen maka Kebijakan Dividen akan naik signifikan sebesar 0,1958 persen, demikian sebaliknya.
3. Nilai koefisien dari variabel Investment Opportunity Set adalah 0,3107 yakni bernilai positif dengan t hitung 2,5773 > 1,9983 dan nilai probabilitas 0,0123
< 0,05. Dengan demikian variabel Investment Opportunity Set berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Jika Investment
Opportunity Set meningkat 1 persen maka Kebijkan Dividen akan naik signifikan sebesar 0,3107 persen, demikian sebaliknya.
4.7 Pembahasan
4.7.1 Analisis Pengaruh Laba Bersih terhadap Kebijakan Dividen.
Berdasarkan hasil uji hipotesis, diketahui hipotesis pertama dalam penelitian ini bahwa variabel Laba Bersih mempunyai koefisien bertanda negatif sebesar-0,3720 dan tingkat probabilitas 0,0271<0,05. Laba Bersih berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Jika Laba Bersih meningkat 1 persen maka Kebijakan Dividen akan turun signifikan sebesar -0,3720 persen, demikian sebaliknya
Hal ini berarti sesuai dengan teori clientele effect yang menyatakan bahwa kelompok pemegang saham yang membutuhkan penghasilan saat ini lebih menyukai suatu dividend payout ratio yang tinggi dan sebaliknya kelompok pemegang saham yang tidak membutuhkan uang saat ini lebih senang jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan (Syahyunan, 2013).
Menurut Revee, et al (2010) bahwa laba dalam jumlah yang besar tidak selalu berarti bahwa perusahaan dapat membayar dividen. Hal ini menunjukkan perusahaan cenderung untuk menggunakan pendanaan internal yang bersumber dari laba ditahan.
Hal ini tidak sesuai dengan teori bahwa laba bersih berpengaruh dalam penentuan pembagian dividen dimana perusahaan akan meningkatkan pembayaran dividen jika keuntungan yang diperoleh meningkat. Maka semakin tinggi laba bersih yang diperoleh perusahaan maka semakin besar dividen yang
66
dibagikan kepada para pemegang saham (Hery, 2015).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zarah (2018), Achmad (2016) dan Cahyo (2014). Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Fitriani (2012) dan Annisa (2016) yang menyatakan bahwa laba bersih berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen.
4.7.2 Analisis Pengaruh Arus Kas Operasi terhadap Kebijakan Dividen.
Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah Arus Kas Operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Variabel Arus Kas Operasi mempunyai koefisien bertanda positif sebesar 0,1958 dan tingkat probabilitas 0,0341< 0,05. Jika Arus Kas Operasi meningkat 1 persen maka Kebijakan Dividen akan naik signifikan sebesar 0,1958 persen, demikian sebaliknya. Hal ini berarti semakin besar nilai arus kas operasi yang dihasilkan oleh perusahaan maka semakin tinggi pula tingkat dividen kas yang dibagikan kepada para pemegang saham.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa arus kas yang bersumber dari aktifitas operasi merupakan ukuran terbaik dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh dana yang cukup untuk guna terus memelihara kemampuan operasi perusahan, melunasi hutang dan membayar dividen sehingga semakin naik jumlah arus kas operasi maka dividen kas akan meningkat juga (Fahmi, 2012). Stice, et al (2009) menyatakan bahwa arus kas yang positif mengindikasikan bahwa bisnis dapat berjalan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Manurung (2009), Fitriani (2012),Achmad (2016) dan Zarah (2018). Sementara berbeda
dengan penelitian yang dilakukan oleh Cahyo (2014) dan Irawan, et al (2011) bahwa arus kas operasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen.
4.7.3 Analisis Pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Kebijakan Dividen.
Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah Investment Opportunity Set berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Variabel Investment Opportunity Set mempunyai koefisien bertanda positif sebesar 0,3107 dan tingkat probabilitas 0,0123< 0,05 Investment Opportunity Set berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Jika Investment Opportunity Set meningkat 1 persen maka Kebijakan Dividen akan naik signifikan sebesar 0,3107 persen, demikian sebaliknya.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori “Signaling Hypothesis” bahwa suatu kenaikan dividen merupakan informasi kepada para investor bahwa manajemen suatu perusahaan diperkirakan memiliki prospek yang baik di masa yang akan datang (Sartono, 2009). Hal ini diindikasikan terjadi karena dengan menaikkan rasio pembayaran dividen manajemen perusahaan ingin memberikan informasi kepada investor maupun calon investor bahwa perusahaan memiliki prospek yang bagus sehingga investor lebih berminat berinvestasi kedalam perusahaan. Jika perusahaan dapat menarik investor untuk berinvestasi ke dalam perusahaannya, maka perusahaan tersebut akan lebih mudah memperoleh tambahan modal guna membiayai kesempatan investasi. Perusahaan juga berupaya menjalankan kebijakan dividen yang stabil sehingga para investor
68
tertarik untuk melakukan peluang investasi di perusahaan tersebut.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan jika suatu perusahaan memiliki banyak peluang investasi yang menguntungkan, hal ini cenderung akan menghasilkan sasaran rasio pembayaran dividen yang rendah, dan sebaliknya. Jika perusahaan memiliki sedikit peluang investasi yang menguntungkan maka akan menaikkan sasaran rasio pembayaran dividen (Brigham dan Houston, 2011).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Cahyo (2014), Hananeh (2013) dan Widi (2018). Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sumaini, et al (2014) bahwa Investment Opportunity Set berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen.
BAB V