• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5 Uji Hipotesis

Setelah peneliti menyelesaikan tabel tunggal dan tabel silang pada setiap hasil dari variabel, maka langkah selanjutnya yang peneliti lakukan, yaitu menguji hipotesis. Pengujian hipotesis ini berguna untuk mengetahui apakah hipotesis dalam penelitian ini ditolak atau diterima. Peneliti terlebih dahulu melakukan uji tingkat hubungan antara kedua variabel, peneliti menggunakan rumus koefisien korelasi Spearman's Rho Rank-Order Correlation dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25. Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.28

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan pada uji hipotesis pada tabel 4.28 dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statical Product and Service Solution) versi 25 diperoleh hasil koefesien korelasi (rs) sebesar 0,621 dengan angka signifikasi (Sig. 2-tailed) =

0,000. Hal tersebut berarti terdapat korelasi yang cukup berarti pada uji hipotesis ini karena angka signifikasi < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara Konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya dengan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik stambuk 2017 & 2018. Selanjutnya untuk melihat tinggi rendahnya korelasi digunakan skala Guilford, yaitu sebagai berikut (Kriyantono, 2006:169) :

0 : tidak ada korelasi

<0,20 : korelasi rendah sekali 0,20 - 0,40 : korelasi rendah tapi pasti 0,41 - 0,70 : korelasi yang cukup berarti 0,71 - 0,90 : korelasi yang tinggi; kuat

0,91 - 1,00 : korelasi sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan

1 : korelasi sempurna

Berdasarkan skala Guilford, terdapat koefesien korelasi (rs) sebesar 0,621 yang berada pada skala angka 0,41 – 0,70 yang berarti menampilkan korelasi yang cukup berarti. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini diterima dengan korelasi yang cukup berarti. Hal tersebut menunjukkan bahwa konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya memiliki hubungan yang cukup berarti dengan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik stambuk 2017 & 2018.

Kemudian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya dengan Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik stambuk 2017 & 2018. Dengan menggunakan rumus koefisien determinasi, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut:

KD = r x 100%

KD = 0,621 x 100%

KD = 0,385641 x 100%

KD = 38,5641%

KD = 38,5%

Hasil tersebut menampilkan bahwa perilaku imitasi terhadap mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik stambuk 2017 & 2018 dalam penelitian ini adalah sebesar 38,5641 dan peneliti membulatkan menjadi 38,5%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya sebesar 38,5% terhadap Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik stambuk 2017 & 2018. Selebihnya di pengaruhi oleh faktor-faktor lain sebesar 61,5% seperti promosi, produk, gaya hidup (lifestyle) dan lain-lain.

4.6. Pembahasan

Setelah peneliti melakukan serangkaian penelitian yang berjudul pengaruh tayangan YouTube beauty vlogger terhadap perilaku imitasi mahasiswi FISIP USU, di mulai dari observasi yaitu peneliti juga mengadakan penelitian kelapangan guna untuk bertanya tentang beauty vlogger Tasya Farasya dan penggunaan make-up pada mahasiswi, juga melalui kuesioner yaitu tabel tunggal, tabel silang dan uji hipotesis bertujuan untuk meneliti hasil dari tujuan penelitian ini. Selanjutnya peneliti akan menghubungkan antara teori yang digunakan dengan hasil yang sudah di dapat.

Komunikasi pada saat sekarang ini tidak hanya dapat berupa komunikasi langsung antar pribadi namun bisa juga melalui media dan sarana lainnya. Salah satunya adalah media baru (new media) yang sering digunakan untuk bekomunikasi seperti internet. Internet memiliki banyak sekali situs-situs online yang dapat menyambungkan komunikasi antar inividu maupun antar kelompok.

Salah satu situs internet yang paling populer saat ini adalah situs YouTube.

YouTube yang menjadi salah satu media baru (new media) sangat kuat terpaannya bagi penggunanya yang salah satunya adalah mahasiswi. YouTube juga menjadi salah satu media penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dimana komunikatornya adalah para beauty vlogger dan komunikannya adalah penontonnya. Kuatnya terpaan media baru (new media) dikalangan mahasiswi dapat dilihat dari seringnya mahasiswi mengakses media sosialnya setiap hari bahkan terdapat banyak mahasiswi yang terkena dampak melakukan tindakan adanya media baru (new media).

Dengan adanya kemunculan beauty vlogger di YouTube, perusahaan yang terjun dalam bidang kecantikan pun memanfaatkan para beauty vlogger tersebut untuk mencoba dan review (mengulas) produk-produk yang mereka jual untuk diberitahukan dan disebarluaskan kepada para penonton. Dalam memberikan review atau ulasan, seorang beauty vlogger dituntut untuk mendapatkan kepercayaan dari penonton dan juga memiliki keahlian . Hal inilah yang kemudian mampu menarik perhatian penonton. Maka dalam hal ini khususnya mahasiswi, banyak menonton konten tutorial make-up beauty vlogger di YouTube yang salah satunya adalah beauty vlogger bernama Tasya Farasya.

Dari hasil penelitian, responden menyatakan sering menonton konten YouTube Tasya Farasya hal ini dibuktikan dengan data 45 orang dari 91 responden dengan persentase 49,5% menyatakan menonton konten YouTube Tasya Farasya diatas 5 kali, dan 23 orang dari 91 responden dengan persentase 25,3% menyatakan selalu menonton konten video terbaru yang diunggah Tasya Farasya di YouTube. Hal inilah yang membuat responden mengenal tentang Tasya Farasya lewat YouTube milik pribadinya. Alasan responden tahu tentang Tasya Farasya, karena Tasya Farasya adalah satah satu beauty vlogger yang memiliki banyak konten mengenai tutorial make-up, maka para responden biasanya akan mencari inspirasi untuk menggunakan make-up melalui pencarian video tutorial di YouTube. 46 orang dari 91 responden dengan persentase 50,5% selalu menggunakan make-up setiap harinya. Dan jarang menggunakan make-up terdapat 44 orang dari 91 responden dengan persantase 48,4% yang beralasan para responden menggunakan make-up hanya saat untuk kepentingan seperti akan ada acara ataupun kegiatan lainnya.

Selama membuat video konten YouTube, adanya jumlah subscribers dan viewers dari seorang beauty vlogger sangat diperlukan untuk membuat para pengguna atau penonton YouTube tertarik. 67 orang dari 91 responden setuju dengan jumlah subscribers dan viewers yang dimiliki oleh Tasya Farasya di YouTube membuat para responden tertarik untuk menonton. Alasannya Tasya Farasya memiliki jumlah viewers yang tinggi disetiap konten videonya dan Tasya Farasyapun dinilai aktif menggunggah konten video di YouTube miliknya. Selain itu pada tabel 4.5 adanya 34 orang dari 91 responden yang menyatakan sangat

setuju bahwa jumlah subscribers dan viewers yang dimiliki Tasya Farasya membuat para responden tertarik untuk menonton. Setelah memiliki subscribers dan viewers, Tasya Farasya juga mendapatkan kepercayaan akan konten YouTube miliknya, pada tabel 4.6, 67 orang dari 91 responden dengan persentase 73,6%

menyatakan setuju bahwa viewers dan subscribers yang dimiliki Tasya Farasya membuat responden percaya akan konten YouTube miliknya. Responden yakin video yang berisi informasi dan gaya hidup (lifestyle) Tasya Farasya dapat dijadikan pembelajaran diri yang positif. Untuk 23 responden lainnya dengan persentase 25,3% menyatakan sangat setuju hal inilah yang mendasari mereka untuk menonton video-video yang di upload Tasya Farasya karena mereka percaya bahwa Tasya Farasya dapat memberikan informasi yang jujur dan baik.

Nama Tasya Farasya cukup populer dikalangan para beauty vlogger lainnya, bagaimana tidak pada tabel 4.7 dijelaskan bahwa 78 orang dari 91 responden menyatakan sangat setuju, 13 orang dari 91 responden menyatakan setuju, bahkan tidak ada responden yang menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Menurut responden bahwa nama Tasya Farasya sudah tidak asing lagi dalam dunia kecantikan baik menjadi Brand Ambassador suatu produk hingga kolaborasi dengan produk kecantikan lainnya.

Dalam membuat konten review produk, sebaiknya seorang beauty vlogger mampu memberikan keterangan produk dan menjelaskan lengkap tentang produk, sehingga penonton dapat mengandalkan review yang diberikan beauty vlogger.

Berdasarkan hasil penelitian, responden menyatakan bahwa Tasya Farasya sudah dapat diandalkan dalam memberikan review produk di YouTube, dapat dilihat pada tabel 4.10 dijelaskan bahwa 55 orang dari 91 responden dengan persentase 60,4% menyatakan setuju dan 36 orang dari 91 responden. Tidak ada yang menyatakan kurang setuju dan tidak setuju. Karena mampu mendapatkan kepercayaan penonton dan andal dalam memberikan review, Tasya Farasya pun mampu mempengaruhi responden untuk membeli produk-produk yang di review oleh dirinya di Youtube. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.12, dijelaskan bahwa 50 orang dari 91 responden dengan persentase 54,9% menyatakan setuju, dan 25 orang dari 91 responden dengan persentase 27,5% menyatakan sangat setuju membeli produk yang di review oleh Tasya Farasya di YouTube.

Selanjutnya, sebagai sumber terpercaya yakni mengikuti dan peka terhadap tren kecantikan serta berpengalaman dalam bidang kecantikan, dari hasil penelitian, responden menyatakan bahwa konten YouTube Tasya Farasya yang mereka tonton selalu mengikuti dan peka terhadap tren kecantikan serta berpengalaman dalam bidang kecantikan. Dapat dilihat pada tabel 4.17 dan tabel 4.18. Pada tabel 4.17 dijelaskan bahwa 32 orang dari 91 responden dengan persentase 35,2% menyatakan setuju dan 59 orang dari 91 responden dengan persentase 64,8% menyatakan sangat setuju bahwa Tasya Farasya mengikuti dan peka terhadap tren kecantikan. Dan untuk tabel 4.18 dijelaskan bahwa 11 orang dari 91 responden dengan persentase 12,1% menyatakan setuju dan 79 orang dari 91 responden dengan persentase 86,8% menyatakan sangat setuju bahwa Tasya Farasya berpengalaman dalam bidang kecantikan.

Setelah menonton konten video review dan tutorial make-up di YouTube, biasanya responden tertarik pada suatu produk make-up, maka responden cenderung mendiskusikan kepada orang di sekitar mengenai produk make-up tersebut. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.21, 57 orang dari 91 responden dengan persentase 62,6% menyatakan setuju ataupun sering mendiskusikan tentang tutorial make-up oleh Tasya Farasya di YouTube kepada orang di sekitar dengan alasan untuk berbagi tips atau trick yang telah didapatkan saat menonton, dan 16 orang dari 91 responden dengan persentase 17,6% menyatakan sangat setuju yang artinya sering mendiskusikan tentang tutorial make-up oleh Tasya Farasya di YouTube kepada orang di sekitar. Didukung dengan menyarankan produk yang di review oleh Tasya Farasya kepada orang sekitar. Dapat dilihat pada tabel 4.22, 46 responden dengan persentase 50,5% menyatakan setuju dan sering mendiskusikan produk yang di review oleh Tasya Farasya setelah menonton di YouTube kepada orang di sekitar, dan 11 orang dari 86 responden dengan persentase 12,1%

menyatakan sangat setuju untuk menyarankan produk yang di review oleh Tasya Farasya kepada orang lain.

Berdasarkan hasil penelitian, dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus koefisien korelasi (rank-order correlation coefficient) oleh Spearman antara dua variabel, yaitu konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya dengan perilaku imitasi mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik, maka diperoleh hasil

sebesar 0,621. Berdasarkan skala Guilford angka 0,613 berada di antara 0,41-0,70.

Dengan demikian, dapat diuraikan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti dalam pengaruh konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya terhadap perilaku imitasi mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik USU.

Hasil korelasi dapat dilihat berdasarkan perbandingan nilai probabilitas dan tanda */** (flag of significant) yang diberikan SPSS adalah 0,01. Jika nilai signifikasi <0,05 maka hipotesis diterima dan jika nilai signifikasi >0,05 maka hipotesis ditolak. Maka dapat diambil keputusan bahwa pengaruh konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya terhadap perilaku imitasi mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik USU adalah signifikan. Hasil tersebut sekaligus menerima hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh antara konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya terhadap perilaku imitasi mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU. Stambuk 2017 dan 2018. Pengaruh konten tutorial make-up YouTube Tasya Farasya terhadap perilaku imitasi mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Politik USU sebesar 38,5% sedangkan 61,5% bersumber dari faktor lain seperti promosi, produk, gaya hidup (lifestyle) dan lain-lain.

Uji hipotesis merupakan hasil akhir dari keseluruhan analisis data. Setelah seluruh nilai-nilai diperoleh, maka akan dilanjutkan dengan membuat kesimpulan dan saran pada BAB V.

BAB V

Dokumen terkait