• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

3.5 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis

3.5.2 Uji Hipotesis

1. Uji Simultan (Uji F)

Untuk menguji cocok atau tidaknya model regresi yang dihasilkan digunakan uji F dengan prosedur sebagai berikut :

H0 : β1 = ...= βj = 0

(X1....X22, tidak berpengaruh terhadap Y)

H1 : βj≠ 0

(X1....X22, berpengaruh terhadap Y)

Dimana j = 1,2,....22

Dengan F hitung sebesar : R2/ K Fhit=

(1- R2) / (n – k - 1)

Keterangan : R2=koefisien korelasi berganda

Ketentuan pengujian :

a. Jika tingkat signifikansi (p-value) ≥ 0,05 maka H 0 diterima dan H1

ditolak.

b. Jika tingkat signifikansi (p-value) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1

diterima.

2. Uji Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji seberapa besar tingkat pengaruh beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Dengan

menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : H0 : βj = 0

(bahwa variabel bebas X1....X22, tidak terdapat pengaruh secara parsial

terhadap Y ) H1 : β1 ≠ 0

(variabel bebas X1,..X22,terdapat pengaruh secara parsial terhadap Y )

Dimana j = 1,2,....22, : variabel ke j sampai dengan ke 22

Perhitungan nilai t dengan menggunakan uji thitung dengan rumus :

thit =

Keterangan : Bi = Koefisien regresi

Ketentuan pengujian :

a. Jika tingkat signifikansi (p-value) ≥ 0,05 maka H 0 diterima dan H1

ditolak.

b. Jika tingkat signifikansi (p-value) < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima.

4.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian dan Penyajian Data

4.1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial Belanda tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Bursa efek di Batavia selama terjadi Perang Dunia I dan II mengalami vakum. Pada tanggal 10 Agustus 1977 bursa efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Dan pada tanggal 16 Juni 1989 Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT. Bursa Efek Surabaya.

Penggabungan PT. Bursa Efek Surabaya (BES) ke dalam PT. Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang kemudian menjadi PT. Bursa Efek Indonesia (BEI), telah mulai tanggal 30 November 2007. Bursa hasil merger tersebut telah memulai operasional pertamanya pada tanggal 3 Desember 2007. Hadirnya Bursa Efek tunggal ini diharapkan akan meningkatkan efisiensi industri Pasar Modal di Indonesia dan menambah daya tarik masyarakat untuk berinvestasi. Sinergi merger ini diharapkan meningkatkan pertumbuhan Pasar Modal kita baik dalam kapitalisasi pasar, jumlah emiten, dan jumlah investor baik lokal maupun asing. Harapan kedepan Pasar Modal Indonesia akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat memahami peran Surabaya sebagai salah satu basis utama penggerak perekonomian di wilayah Indonesia Timur. BEI kemudian melalui Sentra Informasi dan Edukasi (SIE) di Surabaya akan semakin meningkatkan kegiatan sosialisasinya mengenai Pasar Modal sebagai alternatif investasi bagi masyarakat umum, alternatif pendanaan bagi perusahaan. Harapan BEI, dengan sosialisasi tersebut akan menyumbang peningkatan jumlah investor dan perusahaan tercatat (Emiten) baik dari Jawa Timur maupun dari wilayah sekitarnya. Peningkatan jumlah perusahaan tercatat akan menyokong pertumbuhan perekonomian daerah melalui peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang

baik (Good Corporate Governance)di perusahaan dan sekitarnya.

Pertumbuhan industri Pasar Modal Indonesia beberapa tahun terakhir yang sedemikian pesat, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan kemutakhiran sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) yang telah beroperasi, dengan sistem

baru yang akan menangani semua produk financial (saham, obligasi dan

derivative) dalam satu platform.

Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah PT. Inti

Kapuas Arowana Tbk yang listing di BEI. Adapun gambaran umum mengenai

perusahaan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang menjadi sampel, secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut :

PT. Inti Kapuas Arowana Tbk (Perusahaan) didirikan pada tanggal 16 Maret 1999 dengan nama PT. Inti Indah Karya Plasindo berdasarkan akta Notaris Ruth Karliena, S.H., No. 17 dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-14036.Th.1999

tanggal 2 Agustus 1999. Melihat peluang dan tantangan yang besar di industri ikan hias khususnya arowana, PT Inti Kapuas Arowana Tbk. pada awal tahun 2005 me-reposisi bidang usaha perseroan dengan menfokuskan diri pada industri arowana. Selain mengambil alih usaha penangkaran ikan arowana tradisional di Pontianak, perseroan melakukan akuisisi lahan yang telah dikembangkan menjadi tambak-tambak penangkaran baru dan modern. Semua kegiatan penangkaran dilakukan perseroan bersama dengan anak perusahaan, PT Istana Bahari. Di bidang distribusi, pada bulan Juni 2005, Inti Kapuas membuka outlet pertamanya di Jakarta. Selain melayani pembelian dan penjualan langsung baik retail maupun grosir, di outlet ini tersedia layanan penyewaan dan perawatan ikan. Dalam waktu dekat perseroan akan kembali membuka outlet-outlet baru di kota-kota besar di Indonesia.

Dalam pemasaran Arowana Super Red, Inti Kapuas mengembangkan

merek dagang “Shelook RED” sebagai jaminan mutu. Shelook red merupakan

merek dagang esklusif PT Inti Kapuas Arowana Tbk. Kata Shelook red (she looks

red) yang secara harafiah diterjemahkan sebagai : Dia (wanita itu) terlihat merah,

dimaksudkan untuk melukiskan keindahan arowana Inti Kapuas layaknya seorang gadis yang cantik dengan rona indah kemerahan. Kata Shelook merupakan penulisan ulang kata siluk yang dalam bahasa asli masyarakat pedalaman Kalimantan berarti arowana.

Keseriusan, komitmen dan profesionalisme perusahaan dalam

pengembangan industri Arowana tercermin dari kenyataan bahwa saat ini Inti Kapuas Arowana merupakan satu-satunya perusahaan penangkaran dan perdagangan ikan arowana yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada

tanggal 28 September 2002, perusahaan memperoleh surat pemberitahuan efektif atas pendaftaran emisi saham No. S-2117/PM/2002 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) untuk mengadakan penawaran umum perdana atas 3.360.000.000 saham kepada masyarakat dan mencatakan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

4.1.2 Penyajian Data

4.1.2.1Deskripsi Nilai Variabel-Variabel Penelitian

Adapun deskripsi nilai variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1.

Deskripsi Nilai Variabel Penelitian

NO. VARIABEL PERIODE (TAHUN) RERATA

2007 2008 2009 2010 2011 1 Y 100.00 -58.22 179.70 -22.61 -88.82 22.01 2 X1 10.83 26.59 1.98 37.42 15.18 18.40 3 X2 6.38 21.23 14.10 17.71 121.61 36.21 4 X3 10.80 26.56 17.26 21.64 15.11 18.27 5 X4 0.69 0.74 0.81 0.85 0.75 0.77 6 X5 0.13 0.05 0.07 0.06 0.08 0.08 7 X6 0.12 0.05 0.07 0.06 0.08 0.07 8 X7 0.06 0.02 0.02 0.02 0.03 0.03 9 X8 19.48 37.05 33.26 35.70 27.41 30.58 10 X9 334.36 406.58 702.79 1343.25 166.25 590.64 11 X10 0.80 0.61 0.46 0.50 0.49 0.57 12 X11 3.51 4.54 0.00 3.57 5.27 3.38 13 X12 102.71 79.37 107.97 100.94 68.29 91.86 14 X13 1519.45 356.37 291.60 15.57 65.49 449.69 15 X14 2.35 10.10 1.23 2.31 5.50 4.30 16 X15 0.86 0.63 0.48 0.50 0.52 0.60 17 X16 0.64 0.49 0.47 0.57 0.58 0.55 18 X17 0.17 0.39 0.37 -2.52 0.11 -0.30 19 X18 0.56 0.63 0.69 0.72 0.73 0.66 20 X19 0.56 0.28 0.71 0.43 0.05 0.41 21 X20 0.45 0.17 0.33 0.22 0.03 0.24 22 X21 0.45 0.17 0.33 0.22 0.03 0.24 23 X22 0.46 0.18 0.33 0.22 0.03 0.25 Sumber : Lampiran 1.

4.1.2.2Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi.

Berikut adalah ulasan untuk masing-masing variabel :

1. Kinerja keuangan perusahaanPerusahaan (Y)

Kinerja keuangan perusahaanperusahaan adalah pengukuran prestasi perusahaan sebagai akibat dari proses pengambilan keputusan manajemen yang menyangkut efektivitas pemanfaatan modal, efisiensi dan rentabilitas dari kegiatan perusahaan. Hal itu dapat diketahui dari gambar 4.1:

Gambar 4.1

Grafik Kinerja keuangan perusahaandari PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada Gambar 4.1, nilai kinerja keuangan perusahaanuntuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 179.70 pada tahun 2009. Sedangkan nilai kinerja keuangan perusahaanterendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar -88.82 dan dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 22.01. Fluktuasi data yang sangat tajam pada variabel kinerja keuangan perusahaan (Y) ini disebabkan karena PT. Inti Kapuas Arwana Tbk. baru berdiri tahun 2007 sehingga belum ada kestabilan keuangan perusahaan.

2. Current Ratio (X

1)

Current ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Hal itu dapat diketahui dari gambar 4.2 :

Gambar 4.2

Grafik Current Ratio dari PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.2, nilai Current Ratio untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki

nilai tertinggi sebesar 26.59 pada tahun 2008. Sedangkan nilai Current

Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 10.83 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 18,40. 3. Cash Ratio (X

2)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan

kas yang tersedia dalam perusahaan dan modal (efek/cash equivalents)

yang dapat segera diuangkan. Hal itu dapat diketahui dari gambar 4.3 :

Gambar 4.3

Grafik Cash Ratio dari PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.3, nilai rata-rata Cash Ratio untuk PT. Inti

nilai tertinggi sebesar 21.23 pada tahun 2008. Sedangkan nilai Cash Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 6.38 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 36.21.

4. Quick Ratio (X

3)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid.

Gambar 4.4

Grafik Quick Ratio dari PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.4, nilai Quick Ratio untuk PT. Inti Kapuas

Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai

Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 10.80 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 18.27. 5. Working Capital to Total Assets Ratio (X

4)

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas dari total

aktiva dan posisi modal kerja (netto).

Gambar 4.5

Grafik Working Capital to Total Assets Ratio PT. Inti Kapuas Arowana

Tbk Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.5, nilai Working Capital to Total Assets

Ratio untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.81 pada tahun 2010.

Sedangkan nilai Working Capital to Total Assets Ratio terendah dari

perusahaan ini adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 0.63 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.77.

6. Total Debt to Equity Ratio (X

5)

Menunjukkan bagian dari setiap Rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk keseluruhan hutang.

Gambar 4.6

Grafik Total Debt to Equity Ratio PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.6, nilai Total Debt to Equity Ratio untuk

PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.13 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Total Debt to Equity Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2008 yaitu sebesar 0.05 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.08.

7. Total Debt to Total Capital Asset (X

6)

Menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan hutang atau berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin hutang.

Gambar 4.7

Grafik Total Debt to Total Capital Asset PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.7, nilai Total Debt to Total Capital Asset

untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.12 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Total Debt to Total Capital Asset terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2008 yaitu sebesar 0.05 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.08.

8. Long Term Debt to Equity Ratio (X

7)

Menunjukkan bagian dari setiap Rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk hutang jangka panjang.

Gambar 4.8

Grafik Long Term Debt to Equity Ratio PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.8, nilai Long Term Debt to Equity Ratio

untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.06 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Long Term Debt to Equity Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2008 yaitu sebesar 0.02 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.03.

9. Tangible Assets Debt Coverage (X

8)

Rasio ini berfungsi untuk mengukur besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjang setiap rupiahnya.

Gambar 4.9

Grafik Tangible Assets Debt Coverage PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.9, nilai Tangible Assets Debt Coverage

untuk PT. Inti Kapuas Arowana yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 37.05 pada tahun 2008. Sedangkan nilai

Tangible Assets Debt Coverage terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 11.95 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 30.58.

10.Time Interest Earned Ratio (X

9)

Rasio ini digunakan untuk menafsirkan besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga hutang jangka panjang.

Gambar 4.10

Grafik Time Interest Earned Ratio PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.10, nilai Time Interest Earned Ratio

untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 1343.25 pada tahun 2010. Sedangkan

nilai Time Interest Earned Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada

tahun 2011 yaitu sebesar 166.25 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 590.64.

11.Total Asset Turnover Ratio ( X

10)

Rasio ini mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan

Gambar 4.11

Grafik Total Asset Turnover Ratio PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.11, nilai Total Asset Turnover Ratio untuk

PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011

memiliki nilai tertinggi sebesar 0.80 pada tahun 2007. Sedangkan nilai Total

Asset Turnover Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2009 yaitu sebesar 0.46 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.57.

12.Receivable Turnover (X

11)

Merupakan rasio yang berfungsi untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu.

Gambar 4.12

Grafik Receivable Turnover PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.12, nilai Receivable Turnover untuk PT.

Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 5.27 pada tahun 2011. Sedangkan nilai

Receivable Turnover terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2009 yaitu sebesar 3.33 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 3.38.

13.Average Collection Period (X

12)

Rasio ini menafsirkan periode rata-rata yang diperlukan untuk mengumpulkan piutang.

Gambar 4.13

Grafik Average Collection Period PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.13, nilai Average Collection Period untuk

PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 108.04 pada tahun 2009. Sedangkan nilai

Average Collection Period terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 68.29 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 91.86.

14.Inventory Turnover (X

13)

Merupakan rasio yang mengukur kemampuan dana yang tertanam

dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu atau likuiditas dari

Gambar 4.14

Grafik Inventory Turnover PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.14, nilai Inventory Turnover untuk PT.

Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 356.37 pada tahun 2008. Sedangkan nilai

Inventory Turnover terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2010 yaitu sebesar 15.57 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 449.69.

15.Average Days Inventory (X14)

Rasio ini digunakan untuk menafsirkan periode menahan persediaan rata-rata atau periode rata-rata persediaan barang berada dalam gudang.

Gambar 4.15

Grafik Average Days Inventory PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.15, nilai Average Days Inventory untuk

PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 10.10 pada tahun 2008. Sedangkan nilai

Average Days Inventory terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2009 yaitu sebesar 1.23 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 4.30

16.Working Capital Turnover (X

15)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja (netto)

Gambar 4.16

Grafik Working Capital Turnover PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.16, nilai Working Capital Turnover untuk

PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 1.27 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Working Capital Turnover terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2009 yaitu sebesar 0.609 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.60

17.Gross Profit Margin (X

16)

Gambar 4.17

Grafik Gross Profit Margin PT. Inti Kapuas Ar owana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.17, nilai Gross Profit Margin untuk PT.

Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 1.00 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Gross Profit Margin terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2009 yaitu sebesar 0.47 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.55

18.Operating Profit Margin (X17)

Rasio ini digunakan untuk mengukur laba operasi sebelum bunga dan

Gambar 4.18

Grafik Operating Profit Margin PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.18, nilai Operating Profit Margin untuk

PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.44 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Operating Profit Margin terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 0.27 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar -0.30

19.Operating Ratio (X18)

Rasio ini digunakan untuk menghitung biaya operasi per Rupiah penjualan.

Gambar 4.19

Grafik Operating Ratio PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.19, nilai Operating Ratio untuk PT. Inti

Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki

nilai tertinggi sebesar 0.73 pada tahun 2011. Sedangkan nilai Operating

Ratio terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2007 yaitu sebesar 0.56 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.66 20. Net Profit Margin (X19)

Rasio ini digunakan untuk mengukur mengukur keuntungan netto per

Gambar 4.20

Grafik Net Profit Margin PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.20, nilai Net Profit Margin untuk PT. Inti

Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki

nilai tertinggi sebesar 0.56 pada tahun 2007. Sedangkan nilai Net Profit

Margin terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 0.05 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.41 21.Rate of Return on Total Assets (X20)

Rasio ini menunjukkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi dan saham).

Gambar 4.21

Grafik Rate of Return on Total Assets PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.21, nilai Rate of Return on Total Assets

untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.46 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Rate of Return on Total Assets terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 0.03 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.24

22.Rate of Return on Investment (X21)

Rasio ini digunakan untuk mengukur mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan

Gambar 4.22

Grafik Rate of Return on Investment PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.22, nilai Rate of Return on Investment

untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.45 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Rate of Return on Investment terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 0.03 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.24

23.Rate of Return on Net Worth (X22)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa.

Gambar 4.23

Grafik Rate of Return on Net Worth PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

Periode 2007 – 2011

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arwana tahun 2007 – 2011 (data diolah)

Berdasarkan pada gambar 4.23 nilai Rate of Return on Net Worth

untuk PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang diteliti dari tahun 2007 sampai 2011 memiliki nilai tertinggi sebesar 0.48 pada tahun 2007. Sedangkan nilai

Rate of Return on Net Worth terendah dari perusahaan ini adalah pada tahun 2011 yaitu sebesar 0.03 dengan nilai rerata selama periode 2007 – 2011 adalah sebesar 0.25.

4.2. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

4.2.1 Hasil Uji Asumsi Klasik 4.2.1.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti

sebaran (distribusi) normal. Berdasarkan hasil perhitungan uji kolmogorov

Tabel 4.2

One-Sample Kolmogorov Sminorv Test

No. Variabel Sig. Decision

1 X1 0,993 The Distribution of X1 is normal

2 X2 0,334 The Distribution of X2 is normal

3 X3 0,999 The Distribution of X3 is normal

4 X4 0,977 The Distribution of X4 is normal

5 X5 0,846 The Distribution of X5 is normal

6 X6 0,933 The Distribution of X6 is normal

7 X7 0,692 The Distribution of X7 is normal

8 X8 0,926 The Distribution of X8 is normal

9 X9 0,903 The Distribution of X9 is normal

10 X10 0,770 The Distribution of X10 is normal

11 X11 0,663 The Distribution of X11 is normal

12 X12 0,751 The Distribution of X12 is normal

13 X13 0,535 The Distribution of X13 is normal

14 X14 0,741 The Distribution of X14 is normal

15 X15 0,795 The Distribution of X15 is normal

16 X16 0,977 The Distribution of X16 is normal

17 X17 0,321 The Distribution of X17 is normal

Dokumen terkait