• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH VARIABEL-VARIABEL RASIO KEUANGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Pada PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang Listing di Bursa Efek Indonesia).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH VARIABEL-VARIABEL RASIO KEUANGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Pada PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang Listing di Bursa Efek Indonesia)."

Copied!
129
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur

Oleh :

VICTOR SUBAY NPM. 0842010009

YAYASAN KESEJ AHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” J AWA TIMUR

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS

(2)

PENGARUH VARIABEL-VARIABEL RASIO KEUANGAN

TERHADAP KINERJ A KEUANGAN PERUSAHAAN

(Studi Pada PT. Inti Kapuas Arowana Tbk yang Listing di Bursa Efek Indonesia)

Disusun Oleh :

VICTOR SUBAY NPM. 0842010009

Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Skripsi

Menyetujui,

Pembimbing Utama

Dr. J OJ OK D, S.Sos, M.Si NPT. 370119500421

Mengetahui,

DEKAN

(3)

segala karunia serta rahmat-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi

dengan judul “Pengaruh Variabel-Variabel Rasio Keuangan Terhadap

Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Pada PT Inti Kapuas Arowana

Tbk Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia).”

Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan

terima kasih kepada Dr. Jojok. D, S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing yang

telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan

petunjuk sehingga terselesaikannya skripsi ini. Pada kesempatan ini, penulis

juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Dra. Hj. Suparwati, Dra. M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Dra. Lia Nirawati, M.Si, selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi

Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan

Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Dra. Siti Ning Farida, M.Si, selaku Sekretaris Program Studi Ilmu

Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

4. Seluruh dosen Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran “

(4)

6. Semua pihak yang berperan serta dalam penulisan laporan ini.

Dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi ini, penulis menyadari

banyak kekurangan, untuk itu, penulis senantiasa bersedia dan terbuka dalam

menerima saran dan kritik yang bersifat membangun.

Besar harapan penulis agar skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi

semua pihak. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga

Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk bagi kita semua.

Amin.

Surabaya, Desember 2012

(5)

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

ABSTRAKSI ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 9

BAB II LANDASAN TEORI ...10

2.1 Penelitian Terdahulu ...10

2.2 Landasan Teori ...12

2.2.1 Manajemen Keuangan ...13

(6)

2.2.2.2 Jenis-Jenis Saham ...16

2.2.2.3 Karakteristik Saham ...17

2.2.2.4 Keuntungan dan Resiko Saham ...20

2.2.3 Laporan Keuangan ...22

2.2.3.1 Pengertian Laporan Keuangan ...22

2.2.3.2 Tujuan dan Pemakaian Laporan Keuangan ...23

2.2.3.3 Karakteristik Laporan Keuangan ...24

2.2.3.4 Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan ...25

2.2.3.5 Keterbatasan Laporan Keuangan ...26

2.2.4 Analisis Laporan Keuangan ...27

2.2.4.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan ...27

2.2.4.2 Tujuan Analisis Laporan Keuangan ...28

2.2.5 Analisis Rasio Keuangan ...29

2.2.5.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan ...29

2.2.5.2 Jenis-Jenis Rasio Keuangan ...30

2.2.6 Kinerja Keuangan ...37

2.2.6.1 Pengertian Kinerja Keuangan ...37

2.2.6.2 Tujuan Penilaian Kinerja Keuangan ...38

2.2.7 Variabel-Variabel Rasio Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan ...39

(7)

Perusahaan ... 40

2.2.7.3 Pengaruh Quick Ratio Terhadap Kinerja Keuangan

Perusahaan ... 40

2.2.7.4 Pengaruh Working Capital to Total Assets Ratio Terhadap

Kinerja Keuangan Perusahaan ... 40

2.2.7.5 Pengaruh Total Debt to Equity Ratio Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 40

2.2.7.6 Pengaruh Total Debt to Total Capital Assets Terhadap

Kinerja Keuangan Perusahaan ... 41

2.2.7.7 Pengaruh Long Term Debt to Equity Ratio Terhadap

Kinerja Keuangan Perusahaan ... 41

2.2.7.8 Pengaruh Tangible Assets Debt Coverage Terhadap

Kinerja Keuangan Perusahaan ... 41

2.2.7.9 Pengaruh Times Interest Earned Ratio Terhadap

Kinerja Keuangan Perusahaan ... 42

2.2.7.10 Pengaruh Total Assets Turnover Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 42

2.2.7.11Pengaruh Receivable Turnover Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 43

2.2.7.12 Pengaruh Average Collection Period Terhadap Kinerja

(8)

2.2.7.14 Pengaruh Average Days Inventory Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 44

2.2.7.15 Pengaruh Working Capital Turnover Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 44

2.2.7.16 Pengaruh Gross Profit Margin Terhadap Kinerja Keuangan

Perusahaan ... 44

2.2.7.17 Pengaruh Operating Profit Margin Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan... 45

2.2.7.18 Pengaruh Operating Ratio Terhadap Kinerja Keuangan

Perusahaan ... 45

2.2.7.19 Pengaruh Net Profit Margin Terhadap Kinerja Keuangan

Perusahaan ... 45

2.2.7.20 Pengaruh Rate of Return on Total Assets Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 46

2.2.7.21 Pengaruh Rate of Return on Investment Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 46

2.2.7.22 Pengaruh Rate of Return on Net Worth Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan ... 47

2.3 Kerangka Berpikir ... 47

(9)

3.2 Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling ... 60

3.2.1 Populasi dan Sampel ... 60

3.2.2 Teknik Penarikan Sampling ... 61

3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 61

3.4 Uji Asumsi Klasik ... 61

3.5 Teknik Analisis dan Uji Hipotesis ... 65

3.5.1 Teknik Analisis ... 65

3.5.2 Uji Hipotesis ... 66

DAFTAR PUSTAKA

(10)

Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi Pada PT. Inti

Kapuas Arowana Tbk yang Listing di Bursa Efek Indonesia).

Analisis rasio keuangan merupakan analisis yang paling banyak digunakan untuk menunjukkan tingkat keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan, serta

memberi gambaran kelemahan dan kemampuan financial perusahaan dari tahun

ketahun.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh baik secara simultan dan parsial variabel-variabel rasio keuangan terhadap variabel Kinerja keuangan perusahaan(Y).

Populasi penelitian ini adalah laporan neraca dan laba rugi PT. Inti Kapuas Arowana Tbk. sejak berdiri pada tahun 2007 sampai dengan sekarang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi PT. Inti Kapuas Arowana Tbk. pada periode 2007 – 2011

dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan

dengan teknik dokumentasi dan analisis data yang digunakan analisis regresi linier berganda.

Berdasarkan hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa dari 22 variabel bebas hanya 3 variabel yang dimasukkan dalam analisis data karena 19 variabel bebas lainnya terbukti terjadi multikolinieritas sehingga dikeluarkan dari analisis

data dalam model penelitian ini. Adapun ketiga variabel tersebut adalah Current

Ratio (X1), Working Capital Turnover (X15), dan Rate of Return on Investment

(X21). Berdasarkan hasil dari analisis regresi linier berganda dapat diketahui

bahwa baik secara simultan dan parsial variabel Current Ratio (X1), Working

Capital Turnover (X15), dan Rate of Return on Investment (X21) berpengaruh

signifikan terhadap variabel Kinerja keuangan perusahaan(Y). Variabel Rate of

Return on Investment (X21) merupakan variabel bebas yang memiliki pengaruh

yang paling dominan terhadap variabel kinerja keuangan perusahaan (Y).

(11)

Victor Subay, NPM. 0842010009, Variables Influence Financial Ratios

The purpose of this study was to determine the effect of both simultaneously and partial financial ratio variables on financial performance variables (Y). The population of this research is the balance sheet and profit and loss PT. Inti Kapuas Arowana Tbk. since its establishment in 2007 until now. The sample used in this study are the financial statements of the balance sheet and income statement PT. Inti Kapuas Arowana Tbk. in the period 2007 - 2011 using purposive sampling technique. Data collection was done by using the documentation and analysis of the data used multiple linear regression analysis.

Based on the test results show that the classical assumption of 22 independent variables only 3 variables included in the data analysis because the 19 other independent variables shown to occur multicollinearity thus excluded from data analysis in this research model. The three variables are Current Ratio (X1), Working Capital Turnover (x15), and the Rate of Return on Investment (X21). Based on the results of multiple regression analysis can be seen that both variables simultaneously and partially Current Ratio (X1), Working Capital Turnover (x15), and the Rate of Return on Investment (X21) a significant effect on a company's financial performance variables (Y). Variable Rate of Return on Investment (X21) is a free variable that has the most dominant influence on a

company's financial performance variable (Y).

(12)

1.1 Latar Belakang Penelitian

Dunia usaha agrobisnis di Indonesia berkembang dengan sangat pesat

akhir-akhir ini, termasuk diantaranya usaha penangkaran ikan hias arwana asia

(Scleropages Formosus), khususnya arwana jenis super red. Penyebaran arwana

super red, hanya ada di Kalimantan Barat, terdapat di Kapuas Hulu (Sungai Tawang, Sungai Puyam, Sungai Seriang), dan danau-danau di Kalimantan Barat

(Danau Aji, Danau Saih, Danau Maid, Danau Siluk). Ikan hias arwana super red

yang banyak dikenal juga sebagai ikan Naga atau ikan Kayangan banyak memikat

masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri. Pemanfaatan arwana umumnya

untuk pets sebagai sarana hobi, warna sisik yang cerah, gerakan yang lamban

tetapi anggun, dan liukan tubuh yang indah bisa menjadi obat stres bagi yang

memandangnya. Harga jenis super red di pasaran dalam negeri ukuran 10

sentimeter sekitar Rp, 4 - 5 juta. Itupun tergantung kualitas, sedangkan harga

pasaran luar negeri umumnya lebih besar sekitar dua kali lipat. Statusnya sebagai

hewan yang dilindungi dalam The Convention on International Trade In

Endangered Species (CITES) Appendix I menunjukkan betapa langkanya ikan hias yang diyakini sebagai salah satu peninggalan jaman purbakala ini. Status

Appendix I dalam CITES berarti ikan ini termasuk dalam daftar tumbuhan dan satwa liar yang sudah langka. Pemanfaatannya harus diawasi secara ketat, yaitu:

untuk konservasi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan. Bukan semata-mata untuk

(13)

CITES melalui Keputusan Presiden RI nomor 43 tahun 1978, yang selanjutnya membawa konsekuensi perdagangan tumbuhan dan satwa liar yang dilaksanakan

pemerintah Indonesia harus mengikuti ketentuan-ketentuan CITES. Sebagai

pelaksana Otoritas Pengelola CITES di Indonesia adalah Departemen Kehutanan

sesuai Peraturan Pemerintah nomor 8 tahun 1999. Banyaknya permintaan

(demand) akan ikan jenis ini dan langkanya ketersediaan di habitat aslinya

membuat banyak usaha penangkaran ikan hias arwana super red bermunculan di

Indonesia pada era awal tahun 2000-an. Maraknya usaha penangkaran membuat

arwana menjadi komoditi komersial. Pasarannya dari lokal hingga internasional.

Hingga kini, jumlah penangkar ikan arwana mencapai 172 unit, yang tersebar di

empat kabupaten: Ketapang, Pontianak, Sintang, dan Kapuas Hulu. Di Kapuas

Hulu, banyak masyarakat yang menangkar arwana skala rumah tangga. Secara

perizinan, usaha ini tergolong ilegal. Mereka memiliki keengganan mengurus izin

karena usahanya skala kecil dengan jumlah induk yang tak banyak. Belum lagi

waktu mengurus izin cukup lama dengan birokrasi yang berbelit-belit.

Dari sisi pemodalan, usaha penangkaran arwana perlu dana yang besar.

Untuk bibit indukan penangkaran yang matang secara kelamin dengan umur

empat tahun, harganya berkisar Rp. 25 juta-Rp. 30 juta per ekor. Pembuatan

kolam mencapai Rp. 50 juta per kolam siap pakai. Hal ini menunjukkan bahwa

memiliki kemampuan menangkarkan ikan arwana dengan benar bukan menjadi

satu-satunya jaminan bahwa bisnis penangkaran dan perdagangan ikan arwana

akan berhasil, namun juga diperlukan modal yang kuat dan manajemen keuangan

yang sangat baik untuk dapat bertahan dalam bisnis ini. Oleh karena itu banyak

(14)

daya saing dan efisiensinya. Untuk tujuan tersebut maka perusahaan

membutuhkan dana yang relatif besar. Ada berbagai cara untuk dapat

mendapatkan dana, dan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk adalah satu-satunya

perusahaan penangkaran dan perdagangan ikan Arwana yang berusaha

mendapatkan tambahan modal melalui menjual sebagian besar sahamnya di pasar

modal.

Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen

keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan seperti saham, obligasi,

reksadana dan waran. Pasar modal tersebut mempertemukan pihak yang

membutuhkan dana jangka panjang dan pihak yang membutuhkan sarana investasi

terpercaya dan prospektif. Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian

suatu negara karena pasar modal mempunyai fungsi untuk meningkatkan efisiensi

dalam perekonomian.

Saham merupakan salah satu instrumen pasar modal. Membeli suatu

saham mempunyai resiko cukup yang tinggi dibandingkan dengan investasi

lainnya. Terutama resiko yang ada di saham lapis bawah. Sehingga informasi

mengenai kinerja suatu saham ini sangat dibutuhkan oleh para investor sebagai

bahan pertimbangan didalam menginvestasikan dananya pada suatu saham di

pasar modal para investor memerlukan tolak ukur atas kinerja suatu saham.

Kinerja keuangan perusahaan dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor

internal. Pengaruh dari faktor eksternal antara lain valas, inflasi, dan suku bunga.

Pengaruh dari faktor internal dapat dilakukan dengan cara melalui perhitungan

rasio keuangan perusahaan. Rasio keuangan merupakan informasi penting dari

(15)

disajikan kinerja keuangan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk kurun waktu selama 4

(empat) tahun, yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.1. Kinerja Keuangan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk Tahun 2008-2011

No. Tahun Laba Bersih

Sumber : Laporan Keuangan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk periode Tahun 2007 - 2011 (data diolah)

Bedasarkan tabel 1.1. di atas, dapat diketahui bahwa kinerja keuangan

perusahaan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk kurun waktu selama 4 (empat) tahun

menujukan kecendurungan penurunan kinerja keuangan perusahaan kecuali pada

tahun 2009 kinerja keuangan perusahaan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk

peningkatan yang sangat signifikan yaitu sebesar 179,70%.

Sawir (2005) mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan sangat

dibutuhkan untuk memahami informasi laporan keuangan. Analisis rasio

keuangan merupakan alternatif untuk menguji apakah informasi keuangan

bermanfaat untuk melakukan klasifikasi atau prediksi terhadap harga saham.

Analisis rasio keuangan didasarkan pada data keuangan historis yang tujuan

utamanya memberikan suatu indikasi kinerja perusahaan pada masa yang akan

(16)

Ada empat jenis rasio keuangan yaitu rasio likuiditas (Current Ratio, Cash Ratio, Quick Ratio, dan Working Capital to Total Assets Ratio), rasio leverage (Total Debt to Equity Ratio,Total Debt to Total Capital Asset,Long Term Debt to Equity Ratio, Tangible Assets Debt Coverage,Time Interest Earned Ratio), rasio

aktivitas (Total Asset Turnover Ratio, Receivable Turnover, Average Collection

Period, Inventory Turnover ,Average Days Inventory, Working Capital Turnover), dan rasio profitabilitas (Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Operating Ratio, Net Profit Margin, Rate of Return on Total Assets, Rate of Return on Investment, Rate of Return on Net Worth).

Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh pertimbangan

dalam rangka membantu mengevalusi posisi keuangan dan hasil operasi

perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan

estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja

perusahaan pada masa mendatang. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan

analisa rasio keuangan karena hasil analisis rasio keuangan akan lebih informatif

dan relevan bagi para pengambil keputusan maupun bagi para pemakai laporan

keuangan secara keseluruhan.

Analisa rasio keuangan adalah perbandingan antara dua/kelompok data

laporan keuangan dalam satu periode tertentu, data tersebut bisa antar data dari

neraca dan data laporan laba rugi. Tujuannya adalah memberi gambaran

kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut di atas, maka dalam

(17)

-Variabel Rasio Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan (Studi

Pada PT Inti Kapuas Arowana Tbk Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia).”

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah tersebut, rumusan masalah penelitian ini

adalah sebagai berikut :

1. Apakah variabel-variabel rasio keuangan yang terdiri dari Current Ratio

(X1), Cash Ratio (X2), Quick Ratio (X3), Working Capital to Total Assets

Ratio (X4), Total Debt to Equity Ratio (X5), Total Debt to Total Capital Assets (X6), Long Term Debt to Equity Ratio (X7), Tangible Assets Debt

Coverage (X8), Times Interest Earned Ratio (X9), Total Assets Turn Over

(X10), Receivables Turnover (X11), Average Collection Period (X12), Inventory

Turnover (X13), Average Day Inventory (X14), Working Capital Turnover

(X15), Gross Profit Margin (X16), Operating Profit Margin (X17), Operating

Ratio (X18), Net Profit Margin (X19), Rate of Return on Total Assets (X20),

Rate of Return on Investment (X21 ), Rate of Return on Net Worth (X22 ) secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Inti Kapuas

Arowana Tbk. ?

2. Apakah variabel-variabel rasio keuangan yang terdiri dari Current Ratio

(X1), Cash Ratio (X2), Quick Ratio (X3), Working Capital to Total Assets

(18)

Assets (X6), Long Term Debt to Equity Ratio (X7), Tangible Assets Debt

Coverage (X8), Times Interest Earned Ratio (X9), Total Assets Turn Over

(X10), Receivables Turnover (X11), Average Collection Period (X12), Inventory

Turnover (X13), Average Day Inventory (X14), Working Capital Turnover

(X15), Gross Profit Margin (X16), Operating Profit Margin (X17), Operating

Ratio (X18), Net Profit Margin (X19), Rate of Return on Total Assets (X20),

Rate of Return on Investment (X21 ), Rate of Return on Net Worth (X22 ) secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan PT. Inti Kapuas

Arowana Tbk. ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan variabel-variabel rasio keuangan

yang terdiri dari Current Ratio (X1), Cash Ratio (X2), Quick Ratio (X3),

Working Capital to Total Assets Ratio (X4), Total Debt to Equity Ratio (X5),

Total Debt to Total Capital Assets (X6), Long Term Debt to Equity Ratio

(X7), Tangible Assets Debt Coverage (X8), Times Interest Earned Ratio

(X9), Total Assets Turn Over (X10), Receivables Turnover (X11), Average

Collection Period (X12), Inventory Turnover (X13), Average Day Inventory

(19)

Profit Margin (X17), Operating Ratio (X18), Net Profit Margin (X19), Rate of

Return on Total Assets (X20), Rate of Return on Investment (X21 ), Rate of Return on Net Worth (X22 ) terhadap kinerja keuangan PT. Inti Kapuas Arowana Tbk.

2. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel-variabel rasio keuangan

yang terdiri dari Current Ratio (X1), Cash Ratio (X2), Quick Ratio (X3),

Working Capital to Total Assets Ratio (X4), Total Debt to Equity Ratio (X5),

Total Debt to Total Capital Assets (X6), Long Term Debt to Equity Ratio

(X7), Tangible Assets Debt Coverage (X8), Times Interest Earned Ratio

(X9), Total Assets Turn Over (X10), Receivables Turnover (X11), Average

Collection Period (X12), Inventory Turnover (X13), Average Day Inventory

(X14), Working Capital Turnover (X15), Gross Profit Margin (X16), Operating

Profit Margin (X17), Operating Ratio (X18), Net Profit Margin (X19), Rate of

(20)

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis

terkait dengan pengembangan ilmu Administrasi Bisnis utamanya teori

Manajemen Keuangan yang terkait dengan variabel-variabel rasio keuangan yang

mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

1.4.2 Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh manajemen

perusahaan sebagai dasar menetapkan kebijakan keuangan yang berhubungan

dengan variabel-variabel rasio keuangan yang mempengaruhi kinerja keuangan

perusahaan serta kaitannya dengan meningkatnya harga saham. Bagi investor

hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam

pengambilan keputusan berinvestasi pada saham di pasar modal, terutama yang

berhubungan dengan variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja keuangan

perusahaan.

Selain bermanfaat untuk manajemen perusahaan dan investor, penelitian

ini juga dapat dipakai sebagai bahan referensi untuk penelitian yang akan datang

(21)

2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian yang menguji pengaruh rasio keuangan terhadap kinerja

keuangan perusahaan telah banyak dilakukan, namun penelitian yang

menganalisis dan menguji pengaruh rasio keuangan terhadap kinerja keuangan

perusahaan terutama pada perusahaan penangkaran dan perdagangan ikan arwana

belum ditemukan dalam publikasi-publikasi ilmiah. Oleh karena itu, dibawah ini

akan disajikan secara ringkas hasil-hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan

variabel-variabel dalam penelitian ini.

Sujiati Putri (2002). Penelitian yang berjudul “Evaluasi Kinerja

Perusahaan dengan Analisis Rasio Keuangan PT. Komatsu Indonesia Periode

1998-2002”. Pengukuran ini menggunakan analisis rasio keuangan yang meliputi

rasio likuiditas (current ratio, quick ratio, cash ratio), rasio solvabilitas (total debt to equity ratio, total debt to total Asset ratio), ratio aktivitas (inventor turn over ratio, total Assets turn over, fixed Asset turn over ratio, day sales outstanding),

rasio profitabilitas (gross profit margin, net profit margin, return on Investment,

return on equity). Penelitian ini diharapkan dapat diidentifikasi kelebihan, kelemahan dan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi guna mencapai suatu

perbaikan kinerja ke arah yang lebih baik. Hasil penelitian ini menunjukkan

bahwa rasio likuiditas PT. Komatsu Indonesia secara keseluruhan dalam keadaan

yang aman dan menunjukkan peningkatan yang berarti bagi perusahaan, begitu

(22)

bahwa perusahaan mempunyai kemampuan kemampuan untuk membayar utang.

Sedangkan profitabilitas cenderung mengalami penurunan yang disebabkan oleh

kecil laba yang dihasilkan perusahaan dan kerugian yang dialami perusahaan.

Rasio aktivitas yang cederung mengalami penurunan yang kenaikan penjualan

yang tidak sebanding dengan total aktiva dan modal kerja.

Berdasarkan uraian diatas, bahwa penelitian Sujiati Putri (2002) dengan

penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan yaitu menggunakan

analisis rasio keuangan yang meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio

aktivitas, rasio profitabilitas dan rasio nilai pasar atau secara keseluruhan

menggunakan 16 variabel sebagai variabel penelitian. Dan perbedaannya yaitu

pada perusahaan yang diteliti. Penelitian Sujiati Putri (2002) menguji dan

menganalisis rasio keuangan PT. Komatsu Indonesia Periode 1998-2002,

sedangkan pada penelitian ini melakukan penelitian pada perusahaan kategori

perusahaan lapis kedua yang listing di BEI periode 2006-2009.

Riyadi Arie (2006). Penelitian yang berjudul “Analisis Rasio Keuangan

Sebagai Alat untuk Menilai Kinerja keuangan Pada Perusahaan Asuransi

Kerugian yang Go Publik Di Bursa Efek Indonesia”. Permasalahan yang diambil

adalah apakah rasio Early Warning System mampu memprediksi kinerja keuangan

pada perusahaan Asuransi kerugian yang go publik di Bursa Efek Indonesia.

Hipotesis yang diambil adalah diduga bahwa 14 rasio Early Warning System

dapat memprediksi kinerja keuangan di masa yang akan datang. Hasil penelitian

ini adalah bahwa diantara 14 rasio early warning system yang diajukan dalam

(23)

memprediksi kinerja keuangan di masa yang akan datang tidak terbukti

sebenarnya.

Penelitian Riyadi Arie (2006) berjudul “Analisis Rasio Keuangan Sebagai

Alat untuk Menilai Kinerja keuangan Pada Perusahaan Asuransi Kerugian yang

Go Publik Di Bursa Efek Indonesia” dengan penelitian ini juga memiliki

persamaan dan perbedaan. Persamaannya yaitu menggunakan analisis rasio

keuangan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan yang listing BEI.

Perbedaannya yaitu penelitian Riyadi Arie (2006) menggunakan 14 variabel

sebagai variabel penelitian dan berfokus pada perusahaan asuransi, sedangkan

pada penelitian ini menggunakan 16 variabel sebagai variabel penelitian dan

berfokus pada perusahaan lapis kedua yang listing di BEI.

2.2 Landasan Teori

Tujuan utama dari suatu perusahaan adalah meningkatkan kemakmuran

pemilik perusahaan (pemegang saham) yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai

perusahaan yang tercermin dari harga saham perusahaan. (Husnan, 2004 : 54).

Untuk mencapai semua hal itu, terlebih dahulu investor melakukan evaluasi

kinerja keuangan pada perusahaan yang telah listing di Bursa Efek Indonesia

(BEI). Banyaknya saham perusahaan yang ada di Bursa Efek Indonesia membuat

investor harus mencermati variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja

(24)

2.2.1 Manajemen Keuangan

2.2.1.1 Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan adalah manajemen yang mengkaitkan pemerolehan

(acquitition), pembiayaan atau pembelanjaan (financing) dan manajemen aktiva dengan tujuan secara menyeluruh dari suatu perusahaan. Selain itu, manajemen

keuangan juga dapat diartikan sebagai semua kegiatan atau aktivitas perusahaan

yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana yang dibutuhkan oleh

perusahaan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien

mungkin.(Sartono, 2001 : 2).

Ruang lingkup manajemen keuangan terdiri dari :

1. Pembicara tentang keputusan-keputusan dalam bidang keuangan yaitu

keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dan kebijaksanaan

deviden dengan tujuan memaksimumkan nilai perusahaan atau

memaksimumkan kemakmuran pemegang saham.

2. Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen keuangan yaitu penggunaan

dana dan memperoleh dana, melalui keputusan-keputusan investasi,

pembelanjaan dan kebijaksanaan deviden agar nilai perusahaan

meningkat.

2.2.1.2 Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan

A. Fungsi Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung

jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara

lain meliputi keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha

(25)

manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai

perusahaan. (Moeljadi, 2006 : 9)

Keputusan dalam manajemen keuangan antara lain :

1. Keputusan investasi (Investment decision)

Keputusan ini meliputi penentuan aktiva riil yang dibutuhkan untuk

dimiliki perusahaan.

2. Keputusan pembelanjaan (Financing decision)

Keputusan yang berkaitan dengan bagaimana mendapatkan dana

yang akan digunakan untuk memperoleh aktiva riil yang

diperlukan.

3. Keputusan manajemen aktiva

Keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan atau penggunaan

aktiva dengan efisien (biasanya lebih memperhatikan manajemen

aktiva lancar (kas, piutang, dan pendanaan).

B. Tujuan Manajemen Keuangan

Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan

nilai perusahaan. Akan tetapi dibalik tujuan tersebut masih terdapat

konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai

kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan

akan meningkat, sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk

obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa

nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk

(26)

maka tujua manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk

memaksimalisasi nilai saham perusahaan atau memaksimalisasi harga

saham. (Sartono, 2001 : 6)

Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan nilai perusahaan dengan

pertimbangan sebagai berikut :

1. Memaksimumkan nilai bermakna lebih luas daripada

memaksimumkan laba, karena memaksimumkan nilai berarti

mempertimbangkan pengaruh waktu terhadap nilai uang.

2. Memaksimumkan nilai berarti mempertimbangkan berbagai resiko

terhadap arus pendapatan perusahaan.

3. Mutu arus dana yang diharapkan diterima di masa akan datang

yang mungkin beragam.

2.2.2 Saham

2.2.2.1 Pengertian Saham

Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan

dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas. Wujud saham adalah selembar

kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik

perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. (Darmadji dan Fakhrudin,

2001 : 5).

Menurut Suad Husnan (2004 : 29) sekuritas merupakan secarik kertas yang

menunjukkan hak pemodal (yaitu pihak yang memiliki kertas tersebut) untuk

(27)

sekuritas tersebut, dan bagian kondisi yang memungkinkan pemodal tersebut

menjalankan haknya.

Saham merupakan salah satu bagian dari beberapa alternatif yang dapat

dipilih untuk berinvestasi. Dengan membeli saham suatu perusahaan, berarti telah

menginvestasikan dana dengan harapan akan mendapatkan keuntungan dari hasil

penjualan kembali saham tersebut.

2.2.2.2 J enis-J enis Saham

Saham merupakan suatu hak kepemilikan dari perusahaan yang diperjual

belikan. Adapun saham dibagi menjadi dua yaitu saham biasa dan saham preferen.

(Darmadji dan Fakhruddin, 2001 : 6)

A. Saham Biasa

Saham biasa adalah saham yang tidak memperoleh hak istimewa.

Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memperoleh dividen

sepanjang perseroan memperoleh keuntungan. Pemilik saham mempunyai

hak suara pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) sesuai dengan

jumlah saham yang dimilikinya (one share one vote). Pada likuidasi

perseroan, pemilik saham memiliki hak memperoleh sebagian dari

kekayaan setelah semua kewajiban dilunasi.

Saham biasa (common stock) merupakan salah satu jenis efek yang paling

banyak diperdagangkan di pasar modal. Bahkan saat ini dengan semakin

banyaknya emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa efek, perdagangan

saham semakin marak dan menarik para investor untuk terjun dalam jual

(28)

bukti penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi dalam suatu

perusahaan. Apabila seorang investor membeli saham, maka ia akan

menjadi pemilik dan disebut sebagai pemegang saham perusahaan

tersebut. Saham biasa ada dua jenis yaitu

1. Saham atas nama yaitu nama pemilik saham tertera di atas saham

tersebut.

2. Saham atas unjuk yaitu nama pemilik saham tidak tertera di atas saham,

tetapi pemilik saham adalah yang memegang saham tersebut. Seluruh

hak-hak pemegang saham akan diberikan pada penyimpan saham

tersebut.

B. Saham Preferen

Saham preferen merupakan saham yang diberikan atas hak untuk

mendapatkan dividen dan/ atau bagian kekayaan pada saat perusahaan

dilikuidasi lebih dahulu dari saham biasa, di samping itu mempunyai

preferensi untuk mengajukan usul pencalonan direksi/ komisaris.

2.2.2.3 Karakteristik Saham

Setiap saham memiliki karakter tersendiri, tetapi secara garis besar saham

dapat dibedakan berdasarkan sebagai berikut :

A. Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar merupakan perhitungan dari harga saham dikalikan

dengan jumlah lembar saham yang beredar di pasar (bursa). Berdasarkan

(29)

1. Saham berkapitalisasi besar.

Saham-saham yang berkapitalisasi besar ini sering disebut dengan

saham unggulan Blue Chip atau saham papan atas. Yang masuk ke

dalam kategori ini biasanya saham yang kapitalisasi pasarnya

mencapai lebih dari 10 triliun Rupiah. Ciri-cirinya adalah perusahaan

tersebut memiliki fundamental yang bagus. Selain itu, perusahaan ini

juga memiliki kinerja yang kuat, bergerak di bidang industri yang

dibutuhkan orang banyak, mampu mencetak untung besar, dan rutin

membagikan dividen.

2. Saham berkapitalisasi sedang

Yang termasuk ke dalam kategori ini biasanya memiliki kapitalisasi

pasar dalam jumlah yang sedang antara 1 milyar - 10 triliun Rupiah.

Biasanya saham-saham ini dikenal juga dengan sebutan Second Linier

atau saham lapis kedua. Biasanya yang termasuk ke dalam kategori ini

adalah saham-saham perusahaan yang fundamental perusahaannya

cukup bagus, tapi masih dalam prospek berkembang. Tingkat

keaktifan saham ini relatif stabil di lantai bursa tetapi tidak menutup

kemungkinan ada saham lapis kedua yang sangat aktif

diperdagangkan.

3. Saham berkapitalisasi kecil.

Jumlah saham yang kapitalisasinya kecil di bursa cukup banyak.

Saham-saham ini dikenal dengan sebutan saham Third Linier atau

saham lapis ketiga. Biasanya, saham-saham di lapis ketiga ini

(30)

harganya pun pada umumnya cenderung murah. Selain itu, biasanya

saham-saham yang kapitalisasinya kecil jarang disentuh oleh para

pemegang saham. Alhasil, saham-saham seperti ini lebih sering tidur

daripada bergerak.

B. Likuiditas

Likuiditas suatu saham akan mempengaruhi mudah tidaknya

mendapatkan saham atau menjual saham. Berdasarkan likuiditas,

karakteristik saham dibagi menjadi :

1. Saham Berlikuiditas Tinggi.

Saham yang tingkat likuiditasnya tinggi akan mempermudah investor

untuk mendapatkan dan ingin menjual saham tersebut, biasanya ada

pembeli yang siap menampung saham tersebut. Saham-saham yang

tergolong kategori ini adalah saham-saham yang berkapitalisasi pasar

besar dan fundamental yang bagus. Tapi, tidak semua saham

berfundamental bagus likuiditasnya tinggi. Ada sebuah perusahaan

memiliki fundamental yang bagus, tapi sahamnya tidak likuid.

2. Saham Musiman (cyclical stock).

Biasanya, saham-saham seperti ini baru akan bergerak aktif, jika ada

kejadian tertentu yang mempengaruhi kondisi bisnis pada saham

tersebut, baik itu kejadian politik atau ekonomi. Misal : saham pada

PT Matahari Putra Prima. Saham emiten yang berkode MPPA ini

biasanya bergerak aktif saat musim liburan atau menjelang Hari Raya.

Biasanya, pada saat seperti itu orang akan belanja besar-besaran.

(31)

3. Saham Tidur.

Saham-saham ini likuiditasnya sangat rendah dan baru bisa bergerak

kalau ada suatu aksi korporasi atau suatu berita yang terkait dengan

eksistensi emitennya. Bahkan, pergerakannya bisa sangat drastis dan

informasi yang ada mengenai perusahaan tersebut seringkali hanya

berupa rumor saja. Akibatnya, saham tidur ini biasanya sering jadi

sasaran gorengan.

2.2.2.4 Keuntungan dan Resiko Saham

A. Keuntungan

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001 : 8-10) pada dasarnya ada dua

keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham

yaitu :

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan

dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen

diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam

RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka

pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu

yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada

dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak

mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai artinya

(32)

dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham atau dapat pula berupa

dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan

dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang

pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham

tersebut.

2. Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual saham,

apabila harga penjualan diatas harga pembeliannya. Capital gain

terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar

sekunder.

B. Resiko Saham

1. Capital Loss

Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana

investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.

2. Resiko Likuidasi

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh

Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak

klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh

kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan

perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan

perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional

kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa

kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh

(33)

dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut

untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan

perusahaan.(Darmadji dan Fakhruddin, 2001 : 11).

2.2.3 Laporan Keuangan

2.2.3.1 Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Munawir (2007 : 2), laporan keuangan adalah hasil dari proses

akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data

keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang

berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

Laporan keuangan yang dihasilkan oleh pihak manajemen suatu

perusahaan merupakan hasil akhir dari proses atau kegiatan-kegiatan akuntansi

yang dilakukan oleh perusahaan. laporan keuangan dibuat untuk

mempertanggungjawabkan kegiatan perusahaan terhadap pemilik dan memberi

informasi mengenai posisi keuangan yang telah dicapai perusahaan. Laporan

keuangan adalah suatu laporan tertulis yang merupakan bentuk pandangan secara

wajar mengenai posisi keuangan., kinerja dan arus kas perusahaan yang

bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka

membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban

manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka

(IAI, 2002).

Melalui laporan keuangan itu, secara periodik dilaporkan informasi

(34)

1. Informasi mengenai sumber-sumber ekonomi, kewajiban dan modal

perusahaan.

2. Informasi mengenai perubahan-perubahan dalam sumber-sumber

ekonomi netto atau kekayaan bersih (modal = aktiva dikurangi

kewajiban), yang timbul dari aktivitas perusahaan dalam rangka

memperoleh laba.

3. Informasi mengenai hasil usaha perusahaan yang dapat dipakai

sebagai dasar untuk menilai dan membuat estimasi tentang

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

4. Informasi mengenai perubahan sumber-sumber ekonomi dan

kewajiban yang disebabkan oleh aktivitas pembelanjaan dan investasi.

5. Informasi penting lainnya yang berhubungan dengan lapran keuangan,

seperti kebijaksanaan akuntansi yang dianut oleh perusahaan.

2.2.3.2 Tujuan dan Pemakaian Laporan Keuangan

Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK (Prosedur Standar Akuntansi

Keuangan) paragraf 12 mengemukakan tujuan dari laporan keuangan adalah

menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta

perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar

pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.(IAI, 2002)

Tujuan dari laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang

menyangkut posisi keuangan, kenerja serta perubahan posisi keuangan suatu

perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar pemakai dalam pengambilan

(35)

2.2.3.3 Karakteristik Laporan Keuangan

Karakteristik kualitatif laporan keuangan merupakan ciri khas yang

membuat informasi dalam keuangan tersebut berguna bagi pemakai dalam

pengambilan keputusan ekonomi. Terdapat empat karakteristik pokok kualitatif

lapran keuangan menurut IAI (2002 ; 6-10) yaitu :

1. Dapat dipahami

Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan

adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh para pemakai.

Dalam hal ini, para pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang

memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan

untuk mempelajari informasi kompleks yan seharusnya dimasukkan dalam

laporan keuangan tidak dapa dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan

bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai

tertentu.

2. Relevan

Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan

pemakai dalam proses pengambilan keputusan, informasi memiliki

kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai

dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini

atau masa depan, menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di

masa lalu.

3. Keandalan

(36)

dapat diandalkan pemakaiannya sebagai penyajian yang tulus dan jujur

dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat

disajikan.

4. Dapat dibandingkan

Pemakai harus dapat mempertimbangkan laporan keuangan perusahaan

antar periode untuk mengidentifikasikan kecenderungan posisi dan kinerja

keuangan. Pemakai juga harus dapat membandingkan laporan keuangan

antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan secara relatif. Oleh

karena itu pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan

peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk

perusahaan yang berbeda.

2.2.3.4 Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan

Menurut Munawir (2007 : 13-14) Laporan keuangan suatu perusahaan

biasanya terdiri atas 4 jenis laporan :

1. Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada

tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir tahun. Disebut sebagai daftar

yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam

neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan

perusahan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh

tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu, dapat diperoleh informasi

tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik

(37)

2. Laporan rugi laba adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu

perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang

diperoleh dan rugi yang dialami.

3. Laporan perubahan modal adalah laporan yang menunjukkan perubahan

modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui

laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal

selama periode tertentu.

4. Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat

mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan

(termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan didalam

menghasilkan kas di masa mendatang.

2.2.3.5Keterbatasan Laporan Keuangan

Menurut Munawir (2007 : 9-11) Laporan keuangan mempunyai

kelemahan antara lain :

1. Laporan keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan

laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara.

2. Laporan keuangan menunjukkan angka yang kelihatannya bersifat pasti dan

tepat, tetapi dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda

atau berubah-ubah.

3. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat

mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan.

4. Laporan keuangan yang bersifat sejarah (historis) yang merupakan laporan

(38)

5. Laporan keuangan yang bersifat umum dan bukan untuk memenuhi keperluan

tiap-tiap pemakai.

6. Laporan keuangan itu bersifat konservatif dalam sikapnya menghadapi

ketidakpastian.

7. Laporan keuangan lebih menekankan keadaan yang sebenarnya dilihat dari

sudut ekonomi daripada berpegang pada formilnya.

8. Laporan keuangan menggunakan istilah teknis,sering terdapat

istilah-istilah yang umum tetapi diberi pengertian yan khusus.

2.2.4 Analisis Laporan Keuangan

2.2.4.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan adalah penerapan alat-alat dan teknik analitis

terhadap laporan keuangan dan data terkait untuk mendapatkan perkiraan dan

kesimpulan yang berguna bagi suatu analisis bisnis.

Analisis laporan keuangan adalah suatu proses yang penuh pertimbangan

dalam membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil perusahaan pada masa

sekarang dan masa lalu. Tujuan utamanya menentukan estimasi dan prediksi yang

paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan di masa yang akan

datang.

Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan ditujukan untuk

mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat resiko atau tingkat

kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio

keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat

(39)

datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan

gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh

suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu. Keadaan inilah yang digunakan

untuk menilai kinerja keuangan. Informasi mengenai kinerja keuangan suatu

perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur,

pemerintahan, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang

berkepentingan.

Arti penting analisis laporan keuangan yaitu :

1. Bagi pihak manajemen yaitu untuk mengevaluasi kinerja perusahaan,

kompensasi dan pengembangan karier.

2. Bagi pemegang saham yaitu untuk mengetahui kinerja perusahaan,

pendapatan, dan keamanan investasi.

3. Bagi kreditur yaitu untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang

beserta bunganya.

4. Bagi pemerintah yaitu pajak, persetujuan untuk go public.

5. Bagi karyawan yaitu sebagai penghasilan yang memadai, kualitas hidup dan

keamanan kerja.

2.2.4.2 Tujuan Analisis Keuangan

Menurut Munawir (2007 : 31-33) analisis keuangan seringkali menilai

suatu usaha berdasarkan :

1. Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu

(40)

jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba

rugi (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.

2. Solvabilitas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi seluruh

kewajibannya yang diukur dengan membuat perbandingan seluruh kewajiban

terhadap seluruh aktiva dan perbandingan seluruh kewajiban terhadap

ekuitas.

3. Likuiditas adalah kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban

lancarnya yang diukur dengan menggunakan perbandingan antara aktiva

lancar dengan kewajiban lancar.

4. Stabilitas adalah kemampuan perseroan dalam mempertahankan usahanya

dalam jangka waktu panjang tanpa harus menderita kerugian. Untuk menilai

stabilitas perseroan digunakan laporan laba rugi dan neraca keuangan

perseroan serta berbagai indikator keuangan dan non keuangan lainnya.

2.2.5 Analisis Rasio Keuangan

2.2.5.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan

Menurut Sawir (2005 : 6) untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi

perusahaan, analis keuangan memerlukan beberapa tolak ukur. Tolok ukur yang

sering dipakai adalah rasio atau indeks, yang menghubungkan dua data keuangan

yang satu dengan yang lainnya. Analisis dan inteprestasi dari macam-macam rasio

dapat memberikan pandangan yang lebih baik tentang kondisi keuangan dan

prestasi perusahaan bagi para analis yang ahli dan berpengalaman dibandingkan

analisis yang hanya didasarkan atas data keuangan sendiri-sendiri yang tidak

(41)

Analisa rasio keuangan adalah perbandingan antara dua/kelompok data

laporan keuangan dalam satu periode tertentu, data tersebut bisa antar data dari

neraca dan data laporan laba rugi. Tujuannya adalah memberi gambaran

kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ketahun.

2.2.5.2J enis-J enis Rasio Keuangan

Menurut Riyanto (2001 : 254) rasio-rasio keuangan dikelompokkan

menjadi empat kelompok dasar yaitu likuiditas, leverage, aktivitas, dan

profitabilitas.

a. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)

Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur likuiditas perusahaan. Rasio

likuiditas terdiri dari :

1. Current Ratio

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan

perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan

aktiva lancar. Current Ratio dapat dihitung dengan rumus :

Current Assets Current Ratio =

Current Liabilities

2. Cash Ratio

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan

perusahaan dalam membayar hutang yang segera harus dipenuhi

dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan modal (efek/cash

(42)

Cash + Cash Equivalents Cash Ratio =

Current Liabilities

3. Quick Ratio

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan

perusahaan dalam membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan

aktiva lancar yang lebih likuid. Quick Ratio dapat dihitung dengan

rumus :

Current Assets - Inventory Quick Ratio =

Current Liabilities

4. Working Capital to Total Assets Ratio

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas dari total

aktiva dan posisi modal kerja (netto). Working Capital to Total Assets

Ratio dapat dihitung dengan rumus:

Current Assets – Current Liabilities

Working Capital to Total Assets Ratio =

Total Assets

b. Rasio Leverage

Rasio yang digunakan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva

perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio yang ada dalam rasio leverage

adalah :

1. Total Debt to Equity Ratio

Menunjukkan bagian dari setiap Rupiah modal sendiri yang dijadikan

(43)

Current Liabilities + Long Term Debt Total Debt to Equity

Ratio =

Total Equity

2. Total Debt to Total Capital Asset

Menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang

dibelanjai dengan hutang atau berapa bagian dari aktiva yang digunakan

untuk menjamin hutang. Rasio dapat dihitung dengan rumus :

Current Liabilities + Long Term Debt

Total Debt to Total

Capital Asset Ratio = Total Assets

3. Long Term Debt to Equity Ratio

Menunjukkan bagian dari setiap Rupiah modal sendiri yang dijadikan

jaminan untuk hutang jangka panjang. Rasio ini dapat dihitung dengan

rumus :

Long Term Debt Long Term Debt to Equity Ratio =

Total Equity

4. Tangible Assets Debt Coverage

Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin hutang

jangka panjang setiap Rupiahnya. Rasio ini dapat dihitung dengan

rumus :

Total AssetsIntangibles AssetsCurrent Liabilities Tangible Assets

Debt Coverage = Long Term Debt

5. Time Interest Earned Ratio

Besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga hutang jangka

(44)

EBIT Time Interest Earned Ratio =

Interest Expense

c. Rasio Aktivitas

Rasio akitivitas mengukur sampai seberapa besar efektifitas perusahaan

dalam mengerjakan sumber-sumber dananya (inventory turnover, average

collection period dan lain sebagainya). Rasio aktivitas terdiri dari : 1. Total Asset Turnover Ratio

Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam

dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau

kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan revenue.

Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Net Sales

Total Asset Turnover Ratio =

Total Assets

2. Receivable Turnover

Rasio ini berfungsi untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam

dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu. Rasio ini dapat

dihitung dengan rumus yaitu :

Credit Sales

Receivable Turnover =

Average Account Receiveable

3. Average Collection Period

Rasio ini digunakan untuk menafsirkan periode rata-rata yang

diperlukan untuk mengumpulkan piutang. Rumusnya yaitu :

Average Account Receiveable x 360

Average Collection Period =

(45)

4. Inventory Turnover

Merupakan rasio yang mengukur kemampuan dana yang tertanam

dalam inventory berputar dalam suatu periode tertentu atau likuiditas

dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock. Rasio ini dihitung

dengan rumus yaitu :

Cost of Goods Sold

Inventory Turnover =

AverageInventory

5. Average Days Inventory

Rasio ini digunakan untuk menafsirkan periode menahan persediaan

rata-rata atau periode rata-rata persediaan barang berada dalam gudang.

Rumusnya yaitu :

Rasio profitabilitas disebut juga sebagai rasio keuntungan yaitu rasio yang

(46)

keputusan-keputusan (Profit Margin on Sales, Return on Total Assets,

Return on Net Worth dan lain sebagainya). Rasio profitabilitas terdiri dari : 1. Gross Profit Margin

Rasio ini mengukur laba bruto per Rupiah penjualan. Rasio ini dihitung

dengan rumus :

Net SalesCost of Goods Sold

Gross Profit Margin =

Net Sales

2. Operating Profit Margin

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba operasi sebelum

bunga dan pajak (net operating income) yang dihasilkan oleh setiap

Rupiah penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Net SalesCost of Goods Sold

Operating Expense

Operating Profit Margin =

Net Sales 3. Operating Ratio

Merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung biaya operasi per

Rupiah penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Cost of Goods Sold + Operating Expense Operating Ratio =

Net Sales

4. Net Profit Margin

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan netto per

Rupih penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Net Income after Tax Net Profit Margin =

(47)

5. Rate of Return on Total Assets

Rasio ini menunjukkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan

dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua

investor (pemegang obligasi dan saham). Rasio ini dihitung dengan

rumus yaitu :

EBIT Rate of Return on Total Asset =

Total Assets

6. Rate of Return on Investment

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari

modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk

menghasilkan keuntungan netto. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus

yaitu :

Net Income after Tax Rate of Return on Investment =

Total Assets

7. Rate of Return on Net Worth

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari

modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham

preferen dan saham biasa. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Net Income after Tax Rate of Return on Net Worth =

(48)

2.2.6 Kinerja Keuangan

2.2.6.1 Pengertian Kinerja Keuangan

Setiap organisasi (termasuk perusahaan) akan selalu dihadapkan pada

permasalahan menyangkut kinerja. Kinerja sangat penting artinya bagi setiap

organisasi, sehingga hampir semua organisasi menggunakan kinerja untuk

mengukur kemampuan, keberhasilan dan kegagalan mereka didalam mengelola

sumber daya agar tercapai tujuan.

Kinerja adalah suatu usaha formal yang dilakukan oleh perusahaan untuk

mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas perusahaan yang telah

dilaksanakan pada periode waktu tertentu (Hanafi, 2003 : 69)

Pengukuran kinerja merupakan analisis data serta pengendalian bagi

perusahaan. Pengukuran digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan diatas

kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Bagi

investor informasi mengenai kinerja perusahaan dapat digunakan untuk melihat

apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut

atau mencari alternative lain. Selain itu, pengukuran juga dilakukan untuk

memperlihatkan kepada penanam modal maupun pelanggan atau masyarakat

secara umum bahwa perusahaan memiliki kreditibilitas yang baik.

Menurut Halim (2003 : 17) kinerja keuangan perusahaan mempengaruhi

harga saham. Apabila kinerja keuangan perusahaan baik maka nilai usaha akan

tinggi. Dengan nilai usaha yang tinggi membuat para investor melirik perusahaan

tersebut untuk menanamkan modalnya sehingga akan terjadi kenaikan harga

saham. Sebaliknya apabila terdapat berita buruk mengenai kinerja keuangan

(49)

Menurut Meriewaty dan Yuli (2005 : 106) kinerja keuangan perusahaan

adalah pengukuran prestasi perusahaan yang ditimbulkan sebagai akibat dari

proses pengambilan keputusan manajemen yang kompleks dan sulit karena

menyangkut efektivitas pemanfaatan modal, efisiensi dan rentabilitas dari

kegiatan perusahaan. Laba, pertumbuhan laba, aktiva, penjualan, dan

pertumbuhan saham merupakan salah satu indikator kinerja dalam suatu

perusahaan. Salah bentuk informasi akuntansi yang penting dalam proses

penilaian kinerja perusahaan adalah rasio-rasio keuangan perusahaan untuk

periode tertentu. Dengan rasio-rasio keuangan tersebut akan tampak jelas berbagai

indikator keuangan yang dapat mengungkapkan kondisi keuangan perusahaan

maupun kinerja yang telah dicapai perusahaan untuk periode tertentu.

2.2.6.2 Tujuan Penilaian Kinerja Keuangan

Penilaian kinerja keuangan sangat penting artinya bagi setiap perusahaan,

sehingga hampir semua perusahaan menggunakan kinerja keuangan untuk

mengukur kemampuan, keberhasilan dan kegagalan mereka didalam mengelola

sumber daya agar tercapai tujuan.

Menurut Munawir (2002, 31-33) tujuan penilaian kinerja keuangan yaitu :

1. Untuk mengetahui tingkat likuiditas yaitu kemampuan perusahaan

untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi tau

kemampuan untuk memenuhi kewajiban saat ditagih.

2. Untuk mengetahui tingkat solvabilitas yaitu kemampuan perusahaan

untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan

(50)

3. Untuk mengetahui tingkat rentabilitas yaitu menunjukkan kemampuan

perusahaan untuk menghasilkan laba dalam periode tertentu.

4. Untuk mengetahui stabilitas usaha yaitu kemampuan perusahaan

untuk melakukan usahanya dengan stabil, yang diukur dengan

mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar

kembali pokok hutangnya dengan tepat waktu, serta kemampuan

perusahaan untuk membayar deviden secara teratur kepada pemegang

saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

2.2.7 Variabel-Variabel Rasio Keuangan Yang Mempengaruhi Kinerja

Keuangan Perusahaan

Hubungan antara rasio dengan kinerja adalah agar dapat menunjukkan

perubahan dalam kondisi keuangan atau kinerja operasi saham, dan dapat

membantu menggambarkan kecenderungan serta pola perubahan tersebut yang

pada giliranya dapat menunjukkan kepada analis terhadap resiko dan peluang bagi

perusahaan yang ditelaah. (Erich A. Helfert, 1997 : 68)

2.2.7.1Pengaruh Current Ratio Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan

Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup hutang

lancar yang juga disebut sebagai modal kerja, karena modal kerja merupakan

selisih lebih antara aktiva lancar diatas hutang lancar. Manajer akan melihat

kinerja perusahaan berdasarkan keuntungan atau laba dari setiap kegiatan operasi

yang dilakukan. Semakin tinggi nilai current ratio, maka semakin baik kinerja

(51)

2.2.7.2Pengaruh Cash Ratio Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan

Rasio ini untuk menguji kemampuan membayar (kolektibilitas) hutang

yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek

yang dapat segera diuangkan. Semakin tinggi nilai rasio ini menunjukkan kinerja

keuangan yang semakin bagus (Bambang Riyanto, 2001 : 256)

2.2.7.3Pengaruh Quick Ratio Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan

Rasio ini untuk menguji kemampuan membayar (kolektibilitas) kewajiban

lancar bilamana terjadi krisis yang nyata, dengan asumsi bahwa tidak ada nilai

pada persediaan sama sekali. Semakin tinggi nilai rasio ini berarti kondisi

perusahaan dalam mengatasi hutang jangka pendek semakin baik. (Bertouche and

Knight, 2001 : 96)

2.2.7.4Pengaruh Working Capital to Total Assets Ratio Terhadap Kinerja

Keuangan Perusahaan

Menunjukkan likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja netto.

Semakin tinggi nilai rasio ini menunjukkan semakin tingginya likuiditas aktiva

perusahaan. (Bambang Riyanto, 2001 : 256)

2.2.7.5Pengaruh Total Debt to Equity Ratio Terhadap Kinerja Keuangan

Perusahaan

Rasio ini menunjukkan proporsi dana perusahaan yang bersumber dari

hutang, hal ini membawa konsekuensi peningkatan resiko keuangan bagi

perusahaan. Bila kondisi industri baik, tercermin dari peningkatan penjualan,

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Tabel 3.1.
Tabel 4.1.
Gambar  4.1 Grafik Kinerja keuangan perusahaandari PT. Inti Kapuas Arowana
+7

Referensi

Dokumen terkait

3.4 Mengenal teks cerita diri/ personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata

Microarray memiliki dimensi data yang sangat besar oleh karena itu, untuk meningkatkan akurasi diagnosis kanker tersebut maka dibandingkan dengan teknik

Berdasarkan hasil dari pengolahan data ditemukan bahwa karyawan restoran hotel X puas karena merasa senang dengan pekerjaan yang dilakukan. Selain itu para karyawan juga

If we wanted every tmux session to start in the same default folder, or automatically open a split window, we could bake that right in to our default configuration, simply by using

Terima kasih yang sebesar-besarnya peneliti ucapkan pada Hyang Budha yang telah melancarkan, memberikan jalan serta melindungi penulis sehingga mampu

Pencatatan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka penatausahaan obat- obatan secara tertib, baik obat-obatan yang diterima, disimpan, dan di distribusikan maupun

Selanjutnya dalam Pasal 10 PP 69/1999 mengenai kewajiban produsen produk pangan untuk mencantumkan label halal pada makanan yang dikemas yaitu : setiap orang yang

Perciformes was a predominant order with 18 families, 44 genera and 67 species (Figure 2), where Serranidae is predominant family with 14 species followed by Lutjanidae