HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data
2. Uji Homogenitas
Jenis tes yang digunakan untuk uji homogenitas adalah Tes Levene’s. Rangkuman hasil uji homogenitas untuk data prestasi belajar kognitif disajikan dalam Tabel 4.24 dan untuk data prestasi belajat afektif disajikan dalam tabel 4.25.
a. Uji Homogenitas prestasi kognitif
Tabel 4.24.Rangkuman Uji Homogenitas Presatasi Belajar Kognitif
No Faktor (P-value) Keputusan Ho Kesimpulan 1 Media lab riil dan lab
virtual 0,232
Ho diterima Homogen 2 Kemampuan berpikir 0,936 Ho diterima Homogen 3 Gaya belajar 0,976 Ho diterima Homogen 4 Media lab riil dan lab
virtuil * Kemampuan berpikir
0,706 Ho diterima Homogen
5 Media lab riil dan lab virtuil * gaya belajar
0,372 Ho diterima Homogen 6 Kemampuan berpikir *
Gaya belajar
0,829 Ho diterima Homogen
7 Setiap Sel 0,822 Ho diterima Homogen
Berdasarkan rangkuman uji homogenitas prestasi belajar kognitif pada tabel 4.24 nampak bahwa semua nilai uji atau semua P-value> 0.05 maka
commit to user
semua H0 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data prestasi belajar kognitif berasal dari populasi yang homogen.
b. Uji Homogenitas prestasi belajar Afektif
Tabel 4.25. Rangkuman Uji Homogenitas Prestasi Belajar Afektif
No Faktor (P-value) Keputusan Ho Kesimpulan
1 Media lab riil dan lab virtual
0,799
Ho diterima Homogen
2 Kemampuan berpikir
0,484
Ho diterima Homogen
3 Gaya belajar 0,371 Ho diterima Homogen
4 Media lab riil dan lab virtuil * Kemampuan berpikir
0,871 Ho diterima Homogen
5 Media lab riil dan lab virtuil * gaya belajar
0,683 Ho diterima Homogen
6 Kemampuan berpikir * Gaya belajar
0,289 Ho diterima Homogen
7 Setiap Sel 0,563 Ho diterima Homogen
Berdasarkan rangkuman uji homogenistas prestasi belajar afektif pada tabel 4.25 nampak bahwa semua nilai uji atau semua P-value> 0.05, maka semua H0 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data prestasi belajar afektif berasal dari populasi yang homogen. Berdasarkan hasil uji homogenitas dapat ditentukan uji hipotesis yang akan digunakan yaitu dengan statistik parametrik.
commit to user C. Uji Hipotesis 1. Uji Anava
a. Hasil uji analisis variansi untuk prestasi belajar kognitif siswa
Dari hasil analisis of varians dengan langkah General Linear Model baik prestasi kognitif dan afektif akan diringkas psda tabel 4.26.
Tabel 4.26. Nilai ANAVA p-value
No . Yang diUji F hitung p-value
Hipotesis Hasil Uji
1. Pembelajaran lab. Riil dan virtual
4.839 0.033 H0A ditolak ada Perbedaan (berpengaruh)
2. kemampuan_berpikir 0.779 0.382 H0B diterima Tidak ada
Perbedaan (Tidak berpengaruh)
3. Gaya_belajar 5.796 0.020 H0c ditolak ada Perbedaan
(berpengaruh)
4. pembelajaran_ lab. Riil dan virtuil * kemampuan berpikir 0.140 0.710 H0AB diterima Tidak Ada Interaksi (tidak berpengaruh) 5. pembelajaran_ lab. Riil
dan virtuil * Gaya_belajar 0.000 0.982 H0AC diterima Tidak Ada Interaksi (tidak berpengaruh) 6. kemampuan_berpikir* Gaya_belajar 1.541 0.220 H0BC diterima Tidak Ada Interaksi (tidak berpengaruh) 7. pembelajaran_ lab. Riil
dan virtuil* kemampuan berpikir* Gaya_belajar 0.047 0.829 H0ABC diterima Tidak Ada Interaksi (tidak berpengaruh)
Berdasarkan hasil Tests of Between-Subjects Effects tersebut , jika P-value> 0,05 maka Ho diterima, dan jika P-value< 0,05 maka Ho ditolak.. Hasil uji
commit to user
menunjukan ada ada 2 hipotesis yang ditolak yaitu hipotesis no 1 dan hipotesis no 4. Kesimpulan yang bisa diperoleh berdasarkan hasil uji hipotesis yang terdapat dalam tabel 4.26 adalah sebagai berikut :
1) Hipotesis 1
H01 : Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran berbasis inkuiri bebas termodifikasi dengan lab riil dan lab virtuil.
Berdasarkan hasil uji hipotesis 1 pada tabel 4.23, diperoleh P-value = 0.033 (p < 0.05) maka hipotesis H01 ditolak, sehingga dapat simpulkan bahwa : Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diberi pembelajaran berbasis inkuiri bebas termodifikasi dengan lab riil dan lab virtuil.
2) Hipotesis 2
H02: Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa yang kemampuan berpikir abstrak dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kongkrit.
Berdasarkan hasil uji hipotesis 2 pada tabel 4.23 diperoleh P-value = 0.382 (p < 0.05) maka hipotesis H02 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memilik kemampuan berpikir abstrak dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kongkrit 3) Hipotesis 3
H03 : Tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memilki gaya belajar kinestetik dan visual.
Berdasarkan hasil uji hipotesis 3 pada tabel 4.23, diperoleh P-value = 0.020 (p < 0.05) maka hipotesis H03 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa :
commit to user
Ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memilki gaya belajar kinestetik dan yang memiliki gaya belajar visual.
4) Hipotesis 4
H04 : Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan kemampuan berpikir siswa terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan hasil uji hipotsis 4 pada tabel 4.23 diperoleh P-value = 0.071 (P < 0.05) maka H04 diterima, sehingga dari membandingkan kedua nilai tersebutdapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa : Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan kemampuan berpikir siswa terhadap prestasi belajar.
5) Hipotesis 5
H05 : Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar .
Berdasarkan hasil uji hipotesis 5 pada tabel 4.23 diperoleh P-value = 0.982 (p < 0.05) maka hipotesis H05 diterima, sehingga dari membandingkan kedua nilai tersebut dapat ditarik sebuah kesimpuan bahwa : Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar.
6) Hipotesis 6
H06 : Tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir siswa dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar Fisika.
Berdasarkan hasil uji hipotesis 6 pada tabel 4.23 diperoleh P-value= 0.977 (P > 0.05) maka H06 diterima, sehingga dari membandingkan kedua nilai
commit to user
tersebut dapat disimpulkan bahwa: Tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir siswa dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar.
7) Hipotesis 7
H07:Tidak ada interaksi antara media belajar, kemampuan berpikir siswa dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar Fisika.
Berdasarkan hasil uji hipotesis 7 pada tabel 4.23 diperoleh P-value= 0.829 (P > 0.05) maka H07 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada interaksi antara media belajar, kemampuan berpikir siswa dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar.
b. Hasil uji analisis variansi untuk prestasi belajar afektif siswa. Tabel 4.27. Nilai ANAVA p-value
No. Yang diUji F hitung p-value Hipotesi s Hasil Uji
1. Pembelajaran lab. Riil