HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data
2. Uji Lanjut Anava
Berdasarkan hasil uji hipotesis, maka perlu dilakukan uji lanjut analisis variansi atau uji lanjut anava menggunakan Tes Scheffe. Adapun Uji lanjut Anava dilakukan untuk hipotesa H0 yang ditolak.
a. Prestasi Belajar Kognitif.
Untuk prestasi belajar kognitif , hipotesa yang perlu diuji lanjut dengan Anava adalah hipotesa 1 (Ho1) dan hipotesa 3 (Ho3)
commit to user 1) Hipotesis 1
Hipotesisyang diotolak adalah ( H01 ) tidak ada perbedaan prestasi belajar Fisika antara siswa yang diberi pembelajaran berbasis inkuiri bebas termodifikasi dengan lab riil dan lab virtual. Adapun hasil uji lanjut untuk mengetahui media lab. riil dan lab virtuil mana yang memiliki pengaruh signifikan tersaji dalam tabel 4.28, dan gambar 4.9 di bawah.
Tabel 4.28 . Estimated Marginal Means terhadap pembelajaran
Dependent Variable:kognitif Media Mean Std.
Error 95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound LAB RIIL 86.492 1.558 83.362 89.622 LAB VIRT 81.804 1.455 78.880 84.727
commit to user
Pada grafik 4.9 ini diketahui bahwa media terbagi menjadi 2 kategori yaitu lab riil dan virtuil. Berdasarkan nilai rata-rata kognitif yang diperoleh siswa pada pembelajaran dengan lab riil lebih tinggi daripada lab virtuil. Jadi pembelajaran dengan lab riil lebih besar pengaruhnya daripada lab virtuil terhadap prestasi belajar kognitif.
2) Hipotesis 3
Hipotesa yang ditolak adalah Hipotesis (H03 ) tidak ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik dan visual. Dapat juga dilihat prestasi belajar kognitif seluruh siswa sudah cukup tinggi. Adapun hasil uji lanjut untuk mengetahui gaya belajar kinestetik dan gaya belajar visual mana yang memiliki pengaruh signifikan pada prestasi belajar. Data tersebut tersaji dalam tabel 4.29 dan diperjelas dengan histogram pada gambar 4.10
Tabel 4.29. Estimated Marginal Means terhadap Gaya Belajar
Dependent Variable:kognitif
gaya_belajar Mean Std. Error
95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Kinestetik
86.713 1.609 83.479 89.947 Visual
commit to user
Gambar . 4.10.Grafik Estimed Marginal Means of Prestasi : gaya belajar
Pada grafik 4.10 ini diketahui siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik mendapat nilai rata-rata kognitif lebih tinggi dari pada siswa yang memiliki gaya belajar visual, jadi siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar kognitif.
b. Prestasi Belajar Afektif 1) Hipotesis 3
Hipotesa yang ditolak (H03) adalah tidak ada pengaruh gaya belajar (kinestetik dan visual) terhadap prestasi belajar. Adapun hasil uji lanjut untuk mengetahui gaya belajar (kinestetik dan visual tersaji dalam tabel dan gambar di bawah.
commit to user
Tabel . 4.30 Estimated Marginal Means terhadap gaya belajar
Dependent Variable:afektif
gaya_bela
jar Mean Std. Error
95% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Kinestetik
89.143 1.390 86.349 91.936
Visual
82.270 1.207 79.845 84.695
Gambar .4.11. Grafik Estimed Marginal Means of Prestasi : gaya belajar Pada grafik 4.11 ini diketahui bahwa gaya belajar terbagi menjadi 2 kategori yaitu kinestetik dan visual. Berdasarkan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik mendapat nilai rata-rata afektif lebih tinggi dari pada siswa yang
commit to user
memiliki gaya belajar visual, jadi siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik lebih besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar afektif.
2) Hipotesis 6
Hipotesa yang ditolak ( H06 ) adalah tidak ada interaksi kemampuan berpikir (abstrak dan konkret) dengan gaya belajar (kinestetik dan visual) terhadap prestasi belajar.
Tabel . 4.31. Estimated Marginal Means terhadap kemampuan berpikir*gaya belajar Dependent Variable:afektif kemampuan_ berpikir gaya_belaj ar Mean Std. Error 95% Confidence Interval
Lower Bound Upper Bound Abstrak Kinestetik 86.000 2.047 81.886 90.114 Visual 82.940 1.881 79.160 86.721 Konkret Kinestetik 92.286 1.881 88.506 96.066 Visual 81.600 1.512 78.561 84.639
Dari data Tabel di atas diketahui bahwa siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik dan kemampuan berpikir abstrak tinggi memperoleh rata-rata prestasi psikomotor lebih tinggi dibandingkan siswa yang memliki gaya belajar visual dan kemampuan berpikir konkret. Demikian pula pada siswa yang memiliki gaya belajar visual. Profil efek dari pengaruh dapat dilihat pada grafik berikut;
commit to user
Gambar .4.12. Grafik Estimed Marginal Means of Prestasi : kemampuan berpikir*gaya belajar
Berdasarkan gambar grafik memperlihatkan tidak ada perpotongan garis antara gaya belajar (kinestetik dan visual) dengan kemampuan berpikir, hal ini berarti interaksi gaya belajar dengan kemampuan berpikir tidak terlihat. Walaupun tidak ada perpotongan garis, bila garis pada gaya belajar kinestetik dan visual ditarik garis lurus akan terjadi perpotongan garis. Hal itu sudah bisa dikatakan adanya interaksi gaya belajar dengan kemampuan berpikir
commit to user 3. Hasil Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa
a. Ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang diberi pembelajaran berbasis inkuiri bebas termodifikasi dengan lab riil dan lab virtual.
b. Tidak ada perbedaan prestasi belajar afektif antara siswa yang diberi pembelajaran berbasis inkuiri bebas termodifikasi dengan lab riil dan lab virtual.
c. Tidak ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang kemampuan berpikir abstrak dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kongkrit.
d. Tidak ada perbedaan prestasi belajar afektif antara siswa yang kemampuan berpikir abstrak dengan siswa yang memiliki kemampuan berpikir kongkrit.
e. Ada perbedaan prestasi belajar kognitif antara siswa yang memilki gaya belajar kinestetik dan visual.
f. Ada perbedaan prestasi belajar afektif antara siswa yang memilki gaya belajar kinestetik dan visual.
g. Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan kemampuan berpikir siswa terhadap prestasi belajar kognitif.
h. Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan kemampuan berpikir siswa terhadap prestasi belajar afektif.
commit to user
i. Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif.
j. Tidak ada interaksi antara media pembelajaran dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar afektif .
k. Tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir siswa dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif.
l. Ada interaksi antara kemampuan berpikir siswa dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar afektif.
m. Tidak ada interaksi antara media belajar, kemampuan berpikir siswa dan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar kognitif.
n. Tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir siswa dengan gaya belajar siswa terhadap prestasi belajar afektif.
D. Pembahasan Hasil Penelitian