• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pengujian Prasyarat Analisis

2. Uji homogenitas

Uji Homogenitas dilakukan untuk mengetahui sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Pengujian Homogenitas yang digunakan adalah Uji F. Tabel distribusi F selanjutnya disebut tabel F digunakan dengan cara membandingkannya nilai Fhitung dengan nilai Ftabel yang didapat dari tabel F. F tabel dicari dengan cara sebagai berikut: 1) Menentukan nilai α apakah 0,01 atau

0,05; 2) Menghitung df atau dk dengan rumus F = , sehingga didapat pembilang dan penyebut; 3) Dalam tabel F terdapat dk untuk pembilang dan dk untuk penyebut sehingga ditulis F(dk pembilang,dk penyebut); 4) Mencari nilai tersebut didalam tabel F, dengan kriteria : Fhitung ≤ F tabel, maka data

homogen dan jika Fhitung≥ F tabel, maka data tidak homogen.10

3. N-gain

Hasil penelitian yang diperoleh diuji dengan menggunakan nilai gain yang ternormalisasi, yaitu perbandingan antara rata-rata pertumbuhan nyata dengan pertumbuhan rata-rata maksimum yang mungkin. Yaitu dengan rumus11

N-gain =% % % Dimana:

Sf = nilaifinal / posttest

Si = nilaiinitial / pretest

10 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Pengantar Statistik Edisi Kedua,

(Jakarta:Bumi Aksara,2008) cet 2, h.113-114.

11Richard R. Hake, Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses,Journal Am. J. Phys., Vol. 66, No. 1, January 1998,h. 65.

Dengan: No N-gain Kemajuan 1 > 0,7 Tinggi 2 0,7 > N-gain > 0,3 Sedang 3 < 0,3 Rendah 4. Uji Hipotesis

Jika data berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen, maka pengujian hipotesis dilakukan dengan t-test12, dengan rumus:

t =

Keterangan:

1 : rata-rata data kelompok 1

2 : rata-rata data kelompok 2

Sgab : nilai deviasi standar gabungan data kelompok 1 dan kelompok 2 n1 : banyak data kelompok 1

n2 : banyak data kelompok 2

5. Statistik Hipotesis

Adapun hipotesis statistik dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

- Ho:

µ

1=

µ

2,Tidak terdapat pengaruh penggunaan media audio-visual terhadap hasil belajar siswa.

- Ha:

µ

1≠

µ

2, Terdapat pengaruh penggunaan media audio-visual terhadap hasil belajar siswa

Dimana:

µ

1= Rata-rata nilai kelas eksperimen

µ

2= Rata-rata nilai kelas kontrol

50

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media

audio-visual terhadap hasil belajar siswa yang dilaksanakan di SMP N 13 Tangerang Selatan. Data hasil belajar biologi siswa berdasarkan pada tujuan yang telah dirumuskan meliputi data nilai pretest dan posttest dari dua kelas yang berbeda. Kelas eksperimen dalam pembelajaran menggunakan media

audio-visualdan kelas kontrol dalam pembelajaran menggunakan PPT. Jumlah sampel pada kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing sebanyak 35 siswa. Konsep biologi yang disampaikan pada penelitian ini adalah Sistem Organisasi Kehidupan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media audio-visual terhadap hasil belajar siswa, maka hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kontrol akan di analisis.

1. Data Hasil BelajarPretest

Data hasil pretest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.1. di bawah ini :

Tabel 4.1. Data HasilPretest1

Data Kelas Eksperimen Kontrol Nilai tertinggi 90 80 Nilai terendah 30 35 Mean 49,9 55 Modus 38,9 47 dan 61,6 Median 46,8 54,5 Simpangan baku 15,1 10,4 Jumlah siswa 35 34 1Lampiran 6, 7, dan 8

Berdasarkan nilai mean, modus, median, dan simpangan baku mewakili seperangkat data yang cenderung menyebar. Data yang diperoleh dari hasil test yang dilaksanakan sebelum diberikannya perlakuan (pretest), dinyatakkan bahwa kedua kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda dipengetahuan awal. Hal tersebut ditunjukan dari nilai tertinggi dan nilai terendah pretest yang tersebar merata.

2. Data Hasil BelajarPosttest

Data hasil posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.2. di bawah ini :

Tabel 4.2. Data HasilPosttest2

Data Kelas Eksperimen Kontrol Nilai tertinggi 100 100 Nilai terendah 45 35 Mean 78,4 71 Modus 88,3 84,8 Median 78,5 73,5 SD 13,7 15 Jumlah siswa 35 34

Berdasarkan data hasil perhitunganposttest yang mencakup nilai mean, modus, median, dan SD mewakili seperangkat data yang cenderung memusat. Data yang diperoleh dari hasil test yang dilaksanakan setelah diberikannya perlakuan (posttest), mengalami peningkatan pada kelas ekperimen.

.

3. Data Hasil Normal Gain Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Perhitungan N gain dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan pemahaman konsep siswa. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan alat pengumpul data yaitu tes objektif berupa pilihan ganda. Untuk mengetahui hasil penelitian, maka dilakukan Gain untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan pemahaman konsep siswa setelah perlakuan dilakukan yang berasal dari hasil selisih antara posttest dan pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Serta membandingkan normal gain dari kedua kelas tersebut.

Hasil perhitungan N-gain pada kelompok eksperimen dan kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Hasil Perhitungan Uji Normal Gain

Kategori Jumlah Siswa

Eksperimen Kontrol

Tinggi 8 4

Sedang 21 18

Rendah 6 12

Rata-rata 0,53 0,38

Berdasarkan hasil perhitungan N-gain pada Tabel 4.3 di atas, pada kelompok eksperimen terdapat 8 siswa atau sebesar 23% dengan kategori tinggi, 21 siswa atau sebesar 60% dengan kategori sedang, dan 6 siswa atau sebesar 17% dengan kategori rendah, sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 4 siswa atau sebesar 12% dengan kategori tinggi, 18 siswa atau sebesar 53% dengan kategori sedang, dan 12 siswa atau sebesar 35% dengan kategori rendah. Sedangkan nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 0,53 dan kelompok kontrol sebesar 0,38. Terdapat perbedaan N-gain yang diperoleh dari kedua kelas sampel, yaitu nilai tertinggi yang diperoleh dari persentase pada kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol yakni 23% berbanding 12%. Begitupun pada kategori sedang yakni 60% berbanding 53%, sedangkan bertolak belakang pada kategori rendah, dimana

kelas kontrol memiliki jumlah presentase yang lebih besar dibandingkan kelas eksperimen yakni 17% berbanding 35%.

B. Pengujian Prasayarat Analisis

Sebelum dilakukan uji hipotesis terhadap data hasil penelitian dengan menggunakan uji-t (analisis parametrik) untuk melihat pengaruh dari media yang digunakan, maka perlu dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yaitu:

1. Uji Normalitas

Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui data populasi berdistribusi normal, yang dilakukan dari data nilai pretest dan nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan uji Liliefors. Nilai LTabel

diambil berdasarkan nilai pada Tabel nilai kritis L untuk uji Liliefors pada taraf signifikan 5%. Kolom kesimpulan dibuat didasarkan pada ketentuan pengujian normalitas, yaitu jika Lo < LTabel maka dinyatakan data berdistribusi normal. Sebaliknya jika Lo > LTabel maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal. Semua nilai Lo tersebut berada dibawah nilai kritis LTabel pada uji Liliefors untuk kelas eksperimen dengan N=35 maka = 0,05 yaitu 0,152. Sedangkan untuk kelas kontrol dengan N=34 maka = 0,150. Untuk lebih jelas mengenai data pengujian normalitas terhadap data kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat pada Tabel di bawah ini:

Tabel 4.4. Hasil Uji Normalitas Pretes

No. Statistik Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

1 N 35 34

2 Lhitung 0.146 0.146

3 LTabel 0,150 0,152

Kesimpulan Lhitung< LTabel Distribusi Normal

Lhitung< LTabel Distribusi Normal

Berdasarkan data pada Tabel 4.4. didapatkan hasil bahwa Lhitung data nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih kecil dari pada LTabel.Oleh karenanya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua data (eksperimen dan kontrol) berdistribusi secara normal, dengan kata lain sampel dapat mewakili populasi.

Tabel 4.5. Hasil Uji Normalitas Postes

No. Statistik Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

1 N 35 34

2 Lhitung 0.085 0.085

3 LTabel 0,150 0,152

Kesimpulan Lhitung< LTabel Distribusi Normal

Lhitung< LTabel Distribusi Normal

Berdasarkan data pada Tabel 4.5. didapatkan hasil bahwa Lhitung data nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih kecil dari pada LTabel.Oleh karenanya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua data (eksperimen dan kontrol) berdistribusi secara normal, dengan kata lain sampel dapat mewakili populasi.

2. Uji homogenitas

Setelah kedua sampel penelitian tersebut dinyatakan berdistribusi normal, selanjutnya adalah mencari nilai homogenitasnya dengan menggunakan uji Fisher. Kriteria pengujian yang diguanakan adalah jika Fhitung < FTabel maka Ho diterima, kedua data tersebut adalah homogen namun jika Fhitung > FTabel maka Ho ditolak, berarti kedua data tersebut adalah tidak homogen.

Setelah dilakukan pengujian terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel. 4.6. Hasil Uji Fisher Data Pretes Uji-fisher (Homogenitas) S12(kontrol) 154.545 S22(ekperimen) 231.597 F-hitung 1.499 F-Tabel 1,767

Kesimpulan Fhitung < FTabel (variansi kedua Kelas homogen)

Berdasarkan pada Tabel 4.6. diperoleh F-hitung sebesar 1,038

dengan taraf signifikansi 95% (α=0,05%) dengan F-Tabel sebesar 1,767. Maka kedua kelas penelitian tersebut dinyatakan bersifat homogen, karena memenuhi kriteria F-hitung < FTabel (1,038 < 1,767).

Tabel. 4.7. Hasil Uji Fisher Data Postes

Uji-fisher (Homogenitas)

S12(kontrol) 143.170

S22(ekperimen) 131.723

F-hitung 1.087

F-Tabel 1,767

Kesimpulan Fhitung < FTabel (variansi kedua Kelas homogen)

Berdasarkan pada Tabel 4.7. diperoleh F-hitung sebesar 1,038 dengan taraf signifikansi 95% (α=0,05%) dengan F-Tabel sebesar 1,767. Maka kedua kelas penelitian tersebut dinyatakan bersifat homogen, karena memenuhi kriteria F-hitung < FTabel (1,038 < 1,767).

Dokumen terkait