• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

D. Uji Instrumen Penelitian

    Pelayanan yang diberikan seluruh karyawan memuaskan dibandingkan dengan klinik kecantikan lainnya

8

C. Sumber Data

1. Data primer

Jenis data dalam penelitian adalah data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner ( Umar, 2000 : 130). Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner pada saat penelitian. Dalam data penelitian ini data primer adalah data tentang analisis kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan pada klinik kecantikan LBC di Yogyakarta.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari perusahaan klinik kecantikan LBC yang meliputi sejarah perusahaan, personalia, pemasaran, dan struktur organisasi.

D. Uji Instrumen Penelitian

Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, maka untuk mengukur kevalidan dan keandalanya diakukan pengujian terlebih dahulu.

  Adapun alat pengujian tersebut meliputi :

1. Pengujian Validitas

Untuk menguji kevalidan kuisioner maka digunakan tekhik korelasi Product Moment (Umar 2000: 316).

∑ ∑

dinyatakan valid

Keterangan :

: koefisien korelasi tiap item

X : nilai setiap item Y : nilai total semua item

N : banyaknya responden

Besarnya r dapat diperhitungkan dengan menggunakan korelasi dengan taraf signifikasi (α) =5%. Apabila hasil pengukuran r menunjukan hasil lebih besar atau sama dengan sigifikasi 5% maka item tersebut dikatakan valid.

Analisis korelasi berguna untuk menentukan suatu besaran yang mengatakan bagaimana kuat hubungan suatu variabel dengan variabel lain. Jadi, tidak mempersoalkan apakah suatu variabel tertentu tergantung dengan variabel lain. Simbol dari besaran korelasi adalah r. Nilai koefisien r berkisar antara -1 sampai +1yang kriterianya pemanfaatannya dijelaskan sebagai berikut ( Umar 2000: 314) :

26   

   

a. Jika, nilai r > 0, artinya terlah terjadi hubungan yang linear positif, yaitu besar nilai variabel X (independen), maka besar pula nilai variabel Y (dependen) atau semakin kecil nilai variabel X (independen), maka makin kecil pula nilai variabel Y (dependen)

b. Jika, nilai r < 0, artinya terlah terjadi hubungan yang linear negatif, yaitu makin kecil nilai variabel X (independen), maka makin besar nilai variabel Y (dependen) atau makin besar nilai variabel X ( independen), maka makin kecil pula nilai variabel Y (independen)

c. Jika, nilai r = 0, artinya tidak ada hubunga sama sekali antara variabel X (independen) dengan variabel Y ( dependen).

d. Jika, nilai r = 1 atau r = -1 telah terjadi hubungan linear sempurna, berupa garis lurus, sedangkan untuk nilai r yang makin mengarah ke angka 0 maka garis makin tidak lurus. Untuk mengetahui validitas sebuah instrumen dalam penelitian terlebih dahulu item instrumen diujicobakan kepada responden. Dalam hal ini penguji mencoba kepada 30 responden. Uji validitas dengan menggunakan program SPSS. Jumlah responden dalam pengujuian ini (N) = 30 responden, dk (N-2) = 28 taraf signifikansi 5% sehingga diperoleh r tabel 0,361.

 

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitias adalah kestabilan dan keandalan alat ukur. Tujuanya untuk mengetahui sejauh mana pengukuran dapat memberikan hasil relatif tidak berbeda bila pengukuran kembali pada subjek yang sama. Dengan menggunakan rumus Alpha (Umar 2000: 207).

Keterangan:

R11 = reliabilitas instrumen

K = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal ∑σb2 = jumlah varian butir

σ 2 t = varian total E. Teknik Analisis Data

Secara umum ada dua macam hubungan antara dua variabel atau lebih, yaitu bentuk hubungan dan keeratan hubungan. Untuk mengetahui bentuk hubungan digunakan analisis regresi. Untuk keeratan hubungan dapat diketahui dengan analisis korelasi. Analisis regresi dipergunakan untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks. Jika X1, X2, … , Xi adalah variabel-variabel independen dan Y

28   

   

adalah variabel dependen, maka terdapat hubungan fungsional antara X dan Y, di mana variasi dari X akan diiringi pula oleh variasi dari Y. Secara matematika hubungan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: Y = f(X1, X2, …, Xi, e), di mana : Y adalah variabel dependen, X adalah variabel independen dan e adalah variabel residu (disturbance term).

1. Uji Prasyarat Analisis (

http://www.scribd.com/doc/54189577/39/Uji-asumsi-klasik)

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Sebagai dasar bahwa uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka model regresi dianggap tidak valid dengan jumlah sampel yang ada. Ada dua cara yang biasa digunakan untuk menguji normalitas model regresi tersebut yaitu dengan analisis grafik (normal P-P plot) dan analisis statistik (analisis Z skor skewness dan kurtosis) one sample Kolmogorov-Smirnov Test.

b. Uji Linearitas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan yaitu studi empiris linier, kuadrat, atau kubik. Ada tiga uji yang bisa dilakukan untuk mendeteksi yaitu uji Durbin Watson, uji Ramsey, dan uji Langrange Multiplier.

 

2. Regresi Linear Sederhana( Umar 2000: 24)

a. Untuk menjawab hipotesis apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada klinik kecantikan LBC. Untuk menguji hipotesis menggunakan uji regresi sederhana dengan formula sebagai berikut :

Y=a+bX1 Keterangan :

Y = kepuasan konsumen X = kualitas pelayanan a = intersep

b = koefisien regresi (slop)

untuk mencari nilai a dan b mengunakan dua persamaan sebagai berikut

Regresi sederhana, bertujuan untuk mempelajari hubungan

antara dua variabel. Model Regresi sederhana adalah

yˆ =a+bx

, di mana,

yˆ

adalah variabel tak bebas (terikat), X adalah variabel

bebas, a adalah penduga bagi intersap (α), b adalah penduga bagi koefisien regresi (β), dan α, β adalah parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistik sampel.

Rumus yang dapat digunakan untuk mencari a dan b adalah:

X b Y N X b Y a=

= . .

30       

( )

( )

2 2 . . .

= X X N Y X Y X N b Keterangan: i

X = Rata-rata skor variabel X

i

Y = Rata-rata skor variabel Y

a. Kriteria Penolakan Hipotesis 1. Rumusan Hipotesis

Ho : tidak ada pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

Ha : ada pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. 2. Penetapan Kriteria Penolakan Hipotesis

Ho diterima jika p value (sig.) > 0,05, maka tidak ada pengaruh positif dan signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

Ha diterima jika p value (sig.) < 0,05, maka ada pengaruh positif dan sigifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

31 

BAB IV

Dokumen terkait