Uji validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument .Soal yang dibuat diuji
61
validitasnya melalui validitas konstruk dan validitas isi instrumen.Validitas isi instrument adalah validitas tes yang biasanya dilakukan oleh ahli untuk menentukan apakah tes itu valid dalam hasil untuk penyelidikannya (Sugiono, 2011:122).
Validitas isi instrumen (judgment) dilakukan oleh 2 orang ahli yaitu ahli di bidang pembelajaran dan ahli di bidang konten.Untuk analisis uji validitas isi ini digunakan rumus :
= + + +
Keterangan:
V = Validitas isi
D = Jumlah relevan untuk kedua pakar A = Jumlah tidak relevan untuk kedua pakar B = Jumlah tidak relevan pakar 1
C = Jumlah tidak relevan pakar 2
(Gregori dalam Ernayati, 2012) Keriteria validitas isi sebagai berikut:
0, 80 – 100 Sangattinggi 0, 60 - 0, 79 Tinggi 0, 40 - 0, 59 Sedang 0, 20 - 0, 39 Rendah 0, 00 - 0, 19 Sangat rendah (Candiasa, 2010:57)
2. Validitas konstruk
Data evaluasi yang baik sesuai dengan kenyataan disebut data valid. Agar dapat diperoleh data yang valid, instrumen atau alat untuk mengevaluasinya harus valid (Arikunto, 2012: 85). Nilai validitas dapat ditentukan dengan menentukan koefisien produk moment yang dihitung dengan
62
menggunakan rumus korelasi product moment dengan rumus angka kasar.
Perumusannya sebagai Berikut:
= ∑ − (∑ )(∑ )
∑ − (∑ )² ∑ − (∑ )²
Keterangan:
N = Jumlahsubjek
∑X = Skor yang diperolehsubyekpadasetiapsoal
∑Y = Skor total
rxy= Koefisienkorelasiantara variable X dan Y (validitassoal) (Arikunto, 2010:172)
Kriteria :
Jika t hitung > t tabel berarti valid, sebaliknya t hitung <t tabel berarti tidak valid.
Dalam penelitian ini uji konstruk dilakukan pada siswa kelas VIII MTS NW Kabar dimana siswanya yang sudah mempelajari terlebih dahulu atau mendapatkan materi pembelajaran yang digunakan peneliti dalam penelitian.
Untuk perhitungan korelasi product momen dilakuakan dengan menggunakan program computer Microsoft excel 2007. Hasil uji coba instrument hasil belajar berupa koefisien r xy dapat dilihat pada lampiran 10. Dari 30 butir soal yang dibuat peneliti dan di uji cobakan, didapatkan hasil semuasoal valid.
Kemudian yang valid tersebut dapat dipergunakan dalam penelitian.
Tabel 3.3 Hasil Validitas Konstruk Instrumen Hasil Belajar
Kreteria soal Nomor soal Juml
ah Valid 1,2,3,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,17,18,19
,20,22,23,28,29,30
23
Tidak valid 4,16,21,24,25,26,27 7
Jumlah 30
a. Reliabilitas instrumen Reabilitas sejauh mana ajeg, relative beda.Reliabilitas menunjukkan taraf ketetapan ketetapan hasil
Reabilitas yaitu :
r11=
−1 n
n
Keterangan :
r11 = indeks reliabilitas n = cacah butir
= variansi
2
s = variansii
Koefisien reliabilitas
63 instrumen
Reabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsitensi) suatu mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan relative tidak berubah walaupun diteskan pada situasi beda.Reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu menunjukkan konsisten hasil pengukurannya yang diperlihatkan
ketetapan dan ketelitian hasil. Reliabel tes berhubungan hasil tes.
Reabilitas tes bentuk pilihan ganda menggunakan
∑
− 2
2
1 St si
reliabilitas instrumen butir instrumen
= variansi skor total
= variansi korbutirke-i
(Arikunto, 2010:109).
reliabilitas menurut Hamzah (2001: 144) sebagai berikut:
keajegan (konsitensi) suatu tes, yakni menghasilkan skor yang situasi yang
berbeda-suatu tes mampu pengukurannya yang diperlihatkan dalam berhubungan dengan
rumus Alpha,
berikut:
64
Tabel 3.3 Interpretasi Kefisien Reliabilitas Harga r11 Korelasi
1 Sempurna
0,99-0,81 Sangat tinggi 0,80-0,61 Tinggi 0,60-0,41 Sedang 0,40-0,21 Rendah 0,20-0.01 Sangat rendah
Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan oleh peneliti, dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel 2007 dapat diperoleh nilai KR 30 = 1,079 sesuai criteria yang ada bahwa tingkat derajat reliabilitas soal yang dibuat peneliti sangat tinggi. Hal ini berarti intrumen sudah layak di pergunakan sebagai instrument penelitian.
b. Daya Beda
Daya beda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah). Untuk mengetahui daya pembeda dari setiap item soal digunakan rumus.
DB = = PA− PB
D = daya beda
J = jumlah peserta tes
JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah
BA - BB JA JB
65
BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar
(Arikunto, 2012: 228) Tabel.3.6. Kriteria Daya Pembeda Soal
No Nilai Kriteria
1 0,00 sampai 0,20 Kurang
2 0,21 sampai 0,40 Cukup
3 0,41 sampai 0,70 Baik
4 0,71 sampai 1,00 Baik sekali
(Arikunto, 2012: 232) Berdasarkan perhitungan dari daya pembeda soal diperoleh soal yang berkriteria tidak baik sebanyak 1 soal,soal berkeriteria baik sebanyak 14, soal yang berkeriteria cukup sebanyak 10 dan soal yang berkriteria baik sekali sebanyak 5 soal.(lampiran 12)
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.7. Hasil Daya Pembeda
Daya Pembeda Nomor Soal Jumlah
Tidak baik 27 1
Cukup 3,4,6,9,10,15,16,18,21,26 10 Baik 2,5,7,8,11,12,14,17,19,20,23,28,
29,30
14
Baik Sekali 1,13,22,24,25, 5
Jumlah 30
66 c. Tingkat Kesukaran
Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Untuk mengukur tingkat kesukaran soal digunakan rumus sebagai berikut:
P = Keterangan :
P = indeks kesukaran
B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan benar JS = jumlah seluruh siswa peserta tes (Arikunto, 2012: 223)
Tabel.3.8. Kriteria Indeks Kesukaran Soal
No Nilai Kriteria
1 P 0,00 sampai 0,30 Sukar
2 P 0,31 sampai 0,70 Sedang
3 P 0,71 sampai 1,00 Mudah
(Arikunto, 2012: 225) Berdasarkan perhitungan dari derajat kesukaran soal diperoleh soal yang berkriteria sedang sebanyak 4 soal dan kriteria mudah sebanyak 23 soal dan soal berkereteria sukar sebanyak 3 soal.(lampiran 13)
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel. 3.9. Derajat Kesukaran Tingkat
Kesukaran
Nomor Soal jumlah
Sedang 5,7,9,10 4
Mudah 1,2,3,4,6,11,12,13,14,15,17,18,19,20,21, 22,23,24,25,26,28,29,30
23
Sukar 8,16,27 3
Jumlah 30soal
67 H. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan angkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dalam penelitian adalah mengumpulkan data (Sugiyono, 2013:308).Dalam penelitian ini, peneliti menerapkan teknik pengumpulan data melalui tes, tes pilihan ganda.Tes pilihan ganda ini diberikan kepada siswa sesudah menerapkan metode pembelajaran NHT (Numbered head together) dengan posttest.
1. TeknikAnalisis Data a. Uji Prasyarat
b. Uji normalitas data dengan menggunakan rumus Chi Square ( ) seperti di bawahini:
= ∑ ( − )
Keterangan:
X² = Chi Kuadrat
fo = frekuensi/jumlah data hasil observasi fh = jumlah/frekuensi yang diharapkan
(Arikunto, 2010:333).
c. Uji homogenitas data dengan menggunakan rumus seperti di bawah ini:
= 1² 2² Keterangan:
F = koefisien F
S1² = varian kelompok 1 (yang besar) S2² = varian kelompok 2 (yang kecil) (Sugiyono, 2010:213)
d. Menghitung Nilai Rata-rata (Mean) dan Hasil Tes Nilai Rata-RataPer Indikator
68
( )
+
− +
− +
−
= −
2 1 2
1
2 2 1 2 2 1 2 1
2 1
1 1 2
) (
) (
n n n
n
s n n s n n
X t X
Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok ersebut. Rata-rata (mean) ini didapat dengan menjumlahkan data seluruh ndividu yang ada pada kelompok tersebut. Hal ini dapat dirumuskan seperti rumus di bawah ini:
Me = ∑!"
#
Keterangan:
Me = Mean (rata-rata)
∑ = Epsilon (baca jumlah) Xi = Nilai X ke-i sampai ke-n N = Jumlah individu
(Sugiyono, 2010:49) 2. UjiHipotesis
Uji hipotesis penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar biologi yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran biologi dengan metode pembelajaran koopratif learning.Uji hipotesis dilakukan dengan uji t-test dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan:
x1 = Rata-rata prestasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif learning
x2 = Rata-rata prestasi siswa dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional
n1 = Jumlah responden dengan menggunakan metode pembelajaran
69 kooperatif learning
n2 = Jumlah responden dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional
2
S1 = Standar deviasi dengan menggunakan pembelajaran metode kooperatif learning
2
S2 = Standar deviasi dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional
(Sugiono, 2010: 138)
Kriteria : Jika –ttabel ≥ thitung atau ttabel≥ thitung maka Ha ditolak Ho diterima dengan (dk) = = n1 + n2 – 2 dan Jika thitung> -t table atau thitung>ttabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak, dengan (dk) = n1 + n2 - 2
71 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian