BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.2.8. Uji Kausalitas
Dilihat dari angka determinant of sample covariance matrix : 9.244.678.123 > 0 mengindikasikan tidak terjadi multicolinierity atau singularity dalam data ini sehingga asumsi terpenuhi. Dengan demikian besaran koefisien regresi masing-masing faktor dapat dipercaya sebagaimana terlihat pada uji kausalitas di bawah ini.
Tabel 4.8. Data Uji Kausalitas
Ustd Std
Faktor Faktor Estimate Estimate Prob. WOM Brand_Community 0.046 0.545 0.000
Batas Signifikansi ≤ 0,10
Sumber : Lampiran
4.3. Hasil Uji Pengujian Hipotesis Penelitian
Dilihat dari tingkat Prob. arah hubungan kausal, maka hipotesis yang menyatakan bahwa :
Faktor Brand Community berpengaruh positif terhadap Faktor WOM, dapat diterima [Prob. kausalnya 0,000 < 0,10 [signifikan [positif].
4.4 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa variabel komunitas merek berpengaruh positif terhadap WOM (Word Of Mouth). Hasil ini menunjukkan bahwa anggota komunitas Honda Beat memberikan dampak yang positif dengan menceritakan merek Honda Beat kepada orang lain sehingga akan membentuk keyakinan konsumen dan konsumen semakin loyal menggunakan merek tersebut seperti menggunakan Honda Beat dalam melakukan pekerjaan. Pembicaraan mengenai Honda Beat terjadi bila salah satu anggota menanyakan masalah mengenai Honda Beat yang menyebabkan para anggota lainnya membicarakan Honda Beat. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Yuswohady (2008) mengenai hubungan antara komunitas merek dengan word of mouth. Anggota dalam komunitas merek merupakan konsumen yang menjadi juru bicara yang efektif. Word of mouth sendiri telah menjadi suatu fenomena yang menarik di dalam dunia pemasaran dan komunikasi, dimana word of mouth menjadi salah satu kekuatan dalam pasar (Kotler, 2000). Saat ini kekuatan word of mouth mulai disadari dan dimanfaatkan oleh banyak perusahaan, mengingat iklan-iklan di media massa tidak lagi efektif sebagai alat promosi karena konsumen hanya bisa mengingat lima sampai tujuh iklan per hari (Schiffman dan Kanuk, 2000). Word of mouth lebih dipercaya dibandingkan oleh seorang sales person, dan dapat menjangkau konsumen lebih cepat daripada iklan maupun direct-mail, karena kekuatan word of mouth terletak pada kemampuannya dalam memberikan rekomendasi (referral).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dengan menggunakan SEM (Stuctural Equation Modeling) dan pembahasan hasil penelitian yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan bahwa variabel komunitas merek berpengaruh positif terhadap WOM (Word Of Mouth) dapat diterima
5.2 Saran
Sehubungan dengan hasil analisa data yang telah disajikan dihasil penelitian,maka dapat dikemukakan beberapa saran yang bermanfaat, antara lain :
a. Sepeda Motor Honda Beat sebaiknya bisa menunjukkan diferensiasi
produknya, sehingga produk tersebut memiliki ciri khas tersendiri
dibandingkan dengan motor lainnya. Mengingat ketatnya persaingan industri otomotif menyebabkan konsumen sulit membedakan karakteristik dari masing-masing produk motor yang ada.
b. Sepeda Motor Honda Beat harus lebih optimal dalam menggarap atau mengedukasi target marketnya, seperti banyak mengadakan event-event olahraga, musik atau pendidikan secara berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk tersebut. Serta lebih peduli dan memperhatikan sektor komunitas motor Honda Beat yang selama ini masih didirikan oleh konsumen
c. Sebagai pertimbangan untuk penelitian berikutnya, disarankan agar menggunakan variabel lain diluar penelitian ini.
Findings from Sweden”, Journal of Marketing vol. 58.
Antinah. 2009. Prinsip Pemasaran. Terjemahan Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga Basalamah, 2010, Pengaruh Komunitas Merek terhadap Word of Mouth, Jurnal
Bisnis & Birokrasi, Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, Jan–Apr 2010
Darmayana, Widya, 2007, Analisis Faktor-Faktor Bauran Pemasaran Yang. Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Pembeli Rumah Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 15, No. 1
Dharmmesta, B.S. (2002). Loyalitas Pelanggan: Sebuah Kajian Konseptual Sebagai Panduan Bagi Penelitian Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. E r i d a, 2009, Pengaruh Kepuasan Konsumen Dan Insentif Terhadap Perilaku Wom (Word-Of-Mouth) Konsumen Jasa Angkutan Penumpang Bis Antar Kota Antar Propinsi Kelas Eksekutif Di Bandung. Jurnal Manajemen Pemasaran Modern, Vol. 1 No.1 Januari-Juni 2009
Ferdinand, Agusty, 2002, Structural Equation Modeling dalam penelitian Manajemen, Edisi kedua, BP Undip Semarang.
Griffien , 1995, Mangement, Skill and Aplication, McGraw Hill Companies, New York
Hair, J.F. et. al. 1998, Multivariate Data Analysis, Fifth Edition, Prentice-Hall International, Inc., New Jersey.
Hartline, Michael D. and O.C. Ferrell, 1996, “The Management of Customer-Contact Service Employees : An Empirical Investigation”, Journal of Marketing. 60 (4) : 52-70.
Irawan, Handi, 2003, Prinsip Kepuasan Pelanggan, PT. Elexmedia Komputindo, Kelompok Gramedia, Jakarta.
Kotler, P., 1990. Manajemen Pemasaran; Analisis, perencanaan dan pengendalian Jilid II. Jakarta: Erlangga.
___________, 1997, Dasar-dasar pemasaran Edisi Bahasa Indonesia Jilid 2, Prehallindo, Jakarta.
___________,2000, Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium, Jakarta, Prehallindo.
___________, 2004. Manajemen Pemasaran; Analisis, perencanaan, implementasi dan pengendalian (edisi ke-7). Jakarta: Fakultas Ekonomi Indonesia
___________, & Amstrong, G. 2003. Marketing An Introduction (3rd). Amerika: Prentice – Hall, inc.
Oliver, 1980, A Cognitive Model of the Antedecents and Consequences of Satisfaction Decisions, Journal of Marketing Research.
Parasuraman, A., Leonard L.Berry, 1991,”Marketing Service, Competing Through Quality,” The Free Press, A Division of Mcmillan, Inc, New York. Schiffman, L.G., & Kanuk, L.L. 2000. Consumer Behavior. 7th edition. New
Jersey: Prentice Hall International.
Sekaran, Uma, 2000,” Research Methods For Business,” A Skill Building Aproach, Third Edition, John Wiley & Sons, Inc.
Sellyana dan Dharmmesta, 2002, Pengaruh Ketidakpuasan Konsumen, Karakteristik Kategori Produk, dan Kebutuhan Mencari Variasi Terhadap Keputusan Perpindahan Merek, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 17, NO. 1, 2002, 91 -104
Silverman, George, 2003,”How to Harness Word-of-Mouth: Guide to Peer Selling,” Market Navigation, Inc, Http/www.mnav.com/wom.htm. Sumarsono, 2002, Metodologi Penelitian, Edisi Pertama, Fakultas Ekonomi, UPN
”Veteran” Jawa Timur.
_________, 2004. Metode Penelitian (edisi revisi), Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jatim, Surabaya
Suratno, 2001, Manajemen Pemasaran di Indonesia, Salemba Empat, Jakarta
Swasta,Basu dan Irawan, 1996, Manajemen Pemasaran Modern. Edisi kedua, penerbit Liberty Yogyakarta, Yogyakarta.
Tabachnick B.G. and Fidel, L.S., 1998, Using Multivariate Statistics, Third Edition, Harper Collins College Publisher, New York.
Tjiptono, Fandy. 2003. Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Liberty : 42. Winardi, 1995,”Kamus Ekonomi,” Penerbit Mandar Maju, Bandung.
Zeithaml, Valerie A. and Mary Jo Bitner, 2000,”Service Marketing,” Integrating Customer Focus Across the Firm, International Edition, Second Edition, mcGrow-Hill Higher Education, USA.