• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Kesesuaian (Test Goodness Of Fit) Model Dan Uji Hipotesis

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

2. Pengempaan/Pemerasan Getah

4.4. Hasil Analisis Pengaruh Jumlah Daun Gambir, Tenaga Kerja Pengolahan, Alat Pengolahan, Pengalaman dan Kelembagaan Petani

5.2.3. Uji Kesesuaian (Test Goodness Of Fit) Model Dan Uji Hipotesis

Setelah dilakukan uji asumsi, maka dilakukan uji kesesuaian model dan uji hipotesis. Hasil analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi getah gambir kering disajikan pada Tabel 19. Tabel 19 menunjukkan bahwa terdapat lima variable yang berpengaruh terhadap variable hasil produksi getah gambir kering (Y1), yaitu jumlah daun gambir (X1), tenaga kerja pengolahan (X2), alat pengolahan (X3), pengalaman (X4) dan kelembagaan (X5).

Untuk mempermudah pembacaan hasil dan interpretasi analisis regresi, maka digunakan bentuk persamaan yang berisi konstanta dan koefisien-koefisien regresi yang didapat dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya.

Persamaan regresi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi getah gambir kering adalah sebagai berikut

5 227 14 4 194 2 3 958 148 2 041 0 1 235 0 483 19 1 , , X , X , X , X , X Y      

Pada model regresi ini, nilai konstanta yang tercantum adalah sebesar 19,483. Hal ini menunjukkan bahwa besar efek rata-rata dari seluruh variable bebas terhadap variabel produksi getah gambir kering adalah sebesar 19,483. Namun karena variabel jumlah daun gambir, tenaga kerja pengolahan, alat pengolahan, pengalaman dan kelembagaan tidak mungkin bernilai nol atau tidak ada sama sekali maka nilai ini diabaikan dari model regresi.

Tabel 19. Hasil Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Produksi Getah Gambir Kering

No Variabel Bebas Koefisien

Regresi thitung Sig.

Keterangan 5% 10%

Konstanta 19,483 0,235 0,815

1 Jumlah daun gambir 0,235 7,478 0,000 n n

2 Tenaga kerja pengolahan 0,041 0,170 0,866 tn tn 3 Alat pengolah daun

gambir 148,958 2,190 0,034 n n 4 Pengalaman 2,194 0,561 0,578 tn tn 5 Kelembagaan 14,277 0,257 0,798 tn tn R2 0,646 Fhitung 16,091 Signifikansi F 0,000 Keterangan: tn = Tidak berpengaruh nyata n = Berpengaruh nyata

Sumber: Analisis Data Primer (Lampiran 2)

Tabel 19 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) yang

diperoleh adalah sebesar 0,646. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 64,6% variasi produksi getah gambir kering (Y1) telah dapat dijelaskan oleh variabel jumlah daun gambir (X1), tenaga kerja pengolahan (X2), alat pengolahan (X3),

pengalaman (X4) dan kelembagaan (X5). Sedangkan sisanya, sebesar 35,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum dimasukkan ke dalam model.

Variabel lain yang mempengaruhi dan nilainya cukup tinggi ini terjadi diduga karena produksi yang dihitung dalam penelitian ini adalah daun gambir yang hanya mampu diolah petani dan bukan total produksi yang dapat dihasilkan. Petani hanya memanen daun gambir dan kemudian mengolah sesuai dengan ketersediaan tenaga kerja dan jumlah alat yang tersedia untuk mengolah.

Untuk menguji hipotesis secara serempak, dilakukan dengan uji F, dan secara parsial, dilakukan dengan uji t, dengan tingkat signifikansi dalam penelitian

ini menggunakan α 10% atau 0,1. Hasil pengujian hipotesis diuraikan dalam

bagian berikut.

1. Uji pengaruh variabel secara serempak

Hasil uji pengaruh variabel secara serempak dengan menggunakan uji F disajikan pada Tabel 19. Tabel 19 menunjukkan bahwa nilai signifikansi F adalah sebesar 0,000. Nilai yang diperoleh lebih kecil dari probabilitas kesalahan yang

ditolerir, yaitu α 10% atau 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak atau H1 diterima, yaitu variabel jumlah daun gambir (X1), tenaga kerja pengolahan (X2), alat pengolahan (X3), pengalaman (X4) dan kelembagaan (X5), secara serempak, berpengaruh nyata terhadap variabel produksi getah gambir kering (Y1).

2. Uji pengaruh variabel secara parsial

Setelah dilakukan uji pengaruh variabel secara serempak, pembahasan dilanjutkan dengan pengujian pengaruh variabel secara parsial. Hasil uji pengaruh variabel secara parsial dengan menggunakan Uji t disajikan pada Tabel 19.

a. Jumlah Daun Gambir

Tabel 19 menunjukkan bahwa variabel jumlah daun gambir memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,000. Nilai yang diperoleh lebih kecil dari probabilitas

kesalahan yang ditolerir, yaitu α 10% atau 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa

H0 ditolak atau H1 diterima, yaitu variabel jumlah daun gambir (X1), secara

parsial, berpengaruh nyata terhadap variabel produksi getah gambir kering (Y1). Nilai koefisien regresi sebesar 0,235 menunjukkan bahwa setiap adanya pertambahan jumlah daun gambir sebesar 1 kg/ha/tahun, maka akan terjadi pertambahan produksi getah gambir sebesar 0,235 kg/ha/tahun. Sebaliknya, jika terjadi penurunan jumlah daun gambir akan menyebabkan turunnya produksi getah gambir kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah daun gambir berada antara 100 kg/ha/tahun sampai dengan 2.800 kg/ha/tahun dengan rata-rata 1344,58 kg/ha/tahun. Jumlah daun gambir di bawah 1344,58 kg/ha/tahun adalah sebesar 44%, yaitu sebanyak 22 orang, dan yang di atas 1344,58 kg/ha/tahun adalah sebesar 56%, yaitu sebanyak 28 orang.

Jumlah daun gambir berpengaruh positif terhadap produksi getah gambir kering. Daun merupakan bahan baku utama dalam pengolahan gambir. semakin banyak daun yang diolah, tentu akan semakin banyak getah yang akan dihasilkan. Dengan demikian jumlah daun gambir berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi gambir kering.

b. Tenaga Kerja Pengolahan

Berdasarkan Tabel 19 yang menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja pengolahan memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,866. Nilai yang diperoleh lebih besar dari probabilitas kesalahan yang ditolerir, yaitu α 10% atau 0,1. Hal ini

menunjukkan bahwa H0 diterima atau H1 ditolak, yaitu variabel tenaga kerja

pengolahan (X2), secara parsial, tidak berpengaruh nyata terhadap variabel produksi getah gambir kering (Y1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja pengolahan berada antara 40 HKO sampai dengan 480 HKO dengan rata-rata 205,64 HKO. Jumlah tenaga kerja pengolahan di bawah 205,64 HKO adalah sebesar 46%, yaitu sebanyak 27 orang, dan yang di atas 205,64 HKO adalah sebesar 54%, yaitu sebanyak 29 orang.

Dari hasil penelitian, petani menyatakan bahwa petani merasakan keterbatasan tenaga kerja. Tenaga kerja yang digunakan hanya terbatas pada tenaga kerja keluarga, sedangkan tenaga kerja luar keluarga sangat sulit. Kenyataan bahwa petani gambir di Kabupaten Pakpak Bharat hanya menggunakan tenaga kerja suami istri. Kalaupun ada tenaga kerja luar adalah pada waktu pembukaan lahan saja. Keterbatasan petani dalam memanen dan mengolah gambir adalah petani hanya memanen dan mengolah sesuai kemampuan saja. Tenaga kerja diduga akan berpengaruh terhadap produksi gambir jika ketersediaan alat pengolahan cukup memadai.

c. Alat pengolahan

Berdasarkan Tabel 19 yang menunjukkan bahwa variabel alat pengolahan memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,034. Nilai yang diperoleh lebih kecil dari

probabilitas kesalahan yang ditolerir, yaitu α 10% atau 0,1. Hal ini menunjukkan

bahwa H0 ditolak atau H1 diterima, yaitu variabel alat pengolahan (X3), secara

parsial, berpengaruh nyata terhadap variabel produksi getah gambir kering (Y1). Nilai koefisien regresi sebesar 148,958 menunjukkan bahwa produksi getah gambir kering apabila menggunakan alat pengolahan modern (jenis hidrolik) lebih

tinggi dengan selisih sebesar 148,958 kg/ha/tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menggunakan alat pengolahan tradisional (kempa) adalah sebesar 86% sampel, yaitu sebanyak 43 orang, dan yang menggunakan alat pengolahan modern (jenis hidrolik) adalah sebesar 14% sampel, yaitu sebanyak 7 orang.

Alat pengolahan daun gambir berpengaruh signifikan terhadap produksi gambir. Alat pengolahan yang digunakan terdiri dari dua macam yaitu manual dan hidrolik. Mengolah dengan alat press jenis hidrolik lebih cepat. Jika menggunakan alat press tradisional, daun harus dipress beberapa kali untuk mengeluaarkan seluruh getah yang terdapat dalam daun, namun jika menggunakan alat press hidrolik cukup dilakukan satu kali press saja. Dengan demikian dalam waktu yang sama, getah yang dihasilkan dengan alat press hidrolik lebih banyak jika dibandingkan dengan alat press manual.

d. Pengalaman

Berdasarkan Tabel 19 yang menunjukkan bahwa variabel pengalaman bertani gambir memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,578. Nilai yang diperoleh

lebih besar dari probabilitas kesalahan yang ditolerir, yaitu α 10% atau 0,1. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima atau H1 ditolak, yaitu variabel pengalaman

bertani gambir (X2), secara parsial, tidak berpengaruh nyata terhadap variabel produksi getah gambir kering (Y1). Nilai koefisien regresi sebesar 2,914 menunjukkan bahwa setiap adanya pertambahan pengalaman bertani gambir sebesar 1 tahun, maka akan terjadi pertambahan produksi getah gambir sebesar 2,914 kg/ha/tahun. Sebaliknya, jika terjadi penurunan pengalaman bertani gambir akan menyebabkan turunnya produksi getah gambir kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pengalaman bertani gambir berada antara 1 tahun

sampai dengan 25 tahun dengan rata-rata 7,81 tahun. Jumlah pengalaman bertani gambir di bawah 7,81 tahun adalah sebesar 38%, yaitu sebanyak 19 orang, dan yang di atas 7,81 tahun adalah sebesar 62%, yaitu sebanyak 31 orang.

Pengalaman bertani tidak berpengaruh karena teknologi yang digunakan dalam melakukan usaha pengolahan gambir adalah teknologi yang sederhana dan tidak mengalami perubahan yang besar sejak dulu, sehingga cara petani dalam melakukan usaha pengolahan gambir tidak berbeda walaupun petani tersebut masih baru ataupun sudah lama melakukan usaha pengolahan gambir ini. Teknologi yang digunakan juga relatif sederhana sehingga mudah dipelajari walaupun petani masih baru dalam usaha pengolahan gambir.

e. Kelembagaan

Berdasarkan Tabel 19 yang menunjukkan bahwa variabel kelembagaan memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,798. Nilai yang diperoleh lebih kecil dari

probabilitas kesalahan yang ditolerir, yaitu α 10% atau 0,1. Hal ini menunjukkan

bahwa H0 ditolak atau H1 diterima, yaitu variabel kelembagaan (X5), secara

parsial, tidak berpengaruh nyata terhadap variabel produksi getah gambir kering (Y1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang merupakan anggota kelompok tani adalah sebesar 76% sampel, yaitu sebanyak 38 orang, dan petani yang bukan merupakan anggota kelompok tani adalah sebesar 24% sampel, yaitu sebanyak 12 orang.

Dari hasil penelitian, petani yang menjadi anggota kelompok yani 76 % belum menunjukkan pengaruh yang positif terhadap peningkatan produksi gambir dan diketahui bahwa walaupun petani sudah memiliki lembaga kelompok tani, tetapi belum ada kegiatan rutin yang dilakukan untuk pengembangan dan

peningkatan produksi tanaman gambir. Kelompok tani dibentuk sebatas untuk mendapatkan bantuan pemerintah bukan untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273/KPTS/OT.160/4/2007 bahwa pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peranan, peran serta petani dan anggota masyarakat lainnya dengan menumbuhkembangkan kerja antar petani dan pihak lain yang terkait untuk mengembangkan usahataninya.

Pembinaan kelompok tani diharapkan dapat menggali potensi, memecahkan masalah usahatani anggotanya secara lebih efektif dan memudahkan dalam mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya melalui sistem penyuluhan.

Dokumen terkait