• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1.5 Uji Kesesuaian (Test Goodness of Fit Model)

Besar nilai koefisien determinasi (R2) dapat dilihat pada Tabel 5.7.

Tabel 5.7 Nilai Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .994a .988 .987 6.10302

Sumber : Analisi Data dengan SPSS

Tabel 5.7 menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh adalah sebesar 0.988. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 98,80 % variasi variabel terikat pendapatan ternak sapi telah dapat di jelaskan oleh variabel bebas Produksi (X1), Biaya Tenaga Kerja (X2), Biaya Pakan (X3), dan Pendekatan Inseminasi Buatan (D1) Sedangkan sisanya sebesar 1,20%

dipengaruhi oleh variabel lain yang belum dimasukkan ke dalam model.

5.1.5.2 Uji Serempak ( Uji F) Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Ternak Sapi

Untuk menguji hipotesis secara serempak,dilakukan dengan uji F. Hasil uji secara serempak dengan uji F dapat dilihat pada Tabel 5.8.

Tabel 5.8. Hasil Pengujian Secara Serempak (Uji F) ANOVAb

Model Sum of Squares DF Mean Square F Sig.

1 Regression 9.850 4 2.462 661.120 .000a

Residual 1.155 31 3.725

Total 9.965 35

Sumber : Analisi Data dengan SPSS

Pada Tabel 5.8 hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 ≤ 0.05. Nilai yang diperoleh lebih kecil dari probabilitas kesalahan yang di tolerir yaitu 0,000 hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya variabel bebas Produksi (X1), Biaya Tenaga Kerja (X2), Biaya Pakan (X3), dan Pendekatan Inseminasi Buatan (D1) secara serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu pendapatan usaha ternak.

5.1.5.3 Uji Parsial ( Uji t ) Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Ternak Sapi

Tabel 5.9. Hasil Pengujian Secara Parsial (Uji t) Coefficientsa

Sumber : Analisi Data dengan SPSS

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh model persamaan liniernya sebagai berikut :

Y = -8805,744+ 107.136 X1 – 0, 714 X2 – 1,4 X3 – 47.016 D

b0 = Koefesien intercept (nilai konstanta) X1 = Produksi daging (Kg)

X2 = Biaya tenaga kerja (Rp) X3 = Biaya Pakan (Rp)

D = 0 : Pendekatan Kawin Alam

= 1 : Pendekatan Inseminasi Buatan (IB)

a. Pengaruh Produksi Daging ( X1 ) Terhadap Pendapatan Usaha Ternak Sapi

Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel produksi memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,000 ≤ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak

dan H1 diterima yang berarti variabel bebas produksi berpengaruh nyata terhadap variabel terikat pendapatan. Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel bebas produksi bertanda positif sebesar 107.136. Hal ini menunjukkan bahwa setiap ada kenaikan produksi daging sapi sebesar 1 kg maka akan terjadi kenaikan pendapatan usaha ternak sapi sebesar Rp 107.136.

Produksi daging sapi tidak hanya bergantung kepada jumlah ternak ternak (kuantitas) namun juga perlu perhatian dalam peningkatan mutu (kualitas) daging tersebut. Dengan manajemen pemeliharaan yang baik mulai dari pemilihan bakalan indukan, perawatan, sanitasi kandang, pemberian pakan, vitamin dan obat-obatan mampu menghasilkan produksi daging sapi yang berkuantitas dan berkualitas. Hasil tersebut sesuai dengan hipotesis pertama bahwa produksi berpengaruh terhadap pendapatan usaha ternak sapi didaerah penelitian.

b. Pengaruh Biaya Tenaga Kerja ( X2 ) Terhadap Pendapatan Usaha Ternak Sapi

Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel biaya tenaga kerja memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,000 ≤ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti variabel bebas biaya tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap variabel terikat pendapatan.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel bebas biaya tenaga kerja bertanda negatif. Hal ini menunjukkan bahwa setiap ada kenaikan biaya tenaga kerja sebesar Rp 1000 maka akan terjadi penurunan pendapatan usaha ternak sapi sebesar Rp 714. Dalam usaha ternak sapi, tenaga kerja memiliki peran yang sangat besar menyangkut berhasil tidaknya usaha ternak sapi. Karena setiap hari tenaga kerja dibutuhkan dalam setiap tahapan pemeliharaan sapi. Hasil tersebut sesuai dengan hipotesis pertama bahwa biaya

tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan usaha ternak sapi didaerah penelitian.

c. Pengaruh Biaya Pakan ( X3 ) Terhadap Pendapatan Usahat Ternak Sapi Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel biaya pakan memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,012 ≤ 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti variabel bebas biaya pakan berpengaruh nyata terhadap variabel terikat pendapatan.

Hasil estimasi menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi variabel bebas biaya pakan bertanda negatif sebesar -1.4. Hal ini menunjukkan bahwa setiap ada kenaikan biaya pakan sebesar Rp 1000, maka akan terjadi penurunan pendapatan usaha ternak sapi sebesar Rp 1.400. Hasil tersebut sesuai dengan hipotesis pertama bahwa biaya pakan berpengaruh terhadap pendapatan usaha ternak sapi didaerah penelitian.

d. Pengaruh Pendekatan Inseminasi Buatan ( D1 ) Terhadap Pendapatan Usahat Ternak Sapi

Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel pendekatan inseminasi buatan memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,89 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak yang berarti pendekatan inseminasi buatan secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan. Dengan kata lain pendapatan peternak yang tidak menggunakan inseminasi buatan lebih tinggi disbanding pendapatan peternak yang menggunakan inseminasi buatan.

Hal ini disebabkan karena kebijakan SIWAB belum sepenuhnya diterapkan. Biaya yang dikeluarkan untuk inseminasi mulai dari Rp 35.000-Rp100.000 sesuai dengan jenis bakal anakan yang disuntikan. Biaya inseminasi buatan jenis sapi lokal, aceh dan bali sebesar Rp 35.000 – Rp 50.000, sedangkan biaya inseminasi buatan jenis sapi limosin, simental dan brahman sebesar

Rp50.000 – Rp 100.000. Selain biaya yang cukup mahal, kualitas semen juga harus bagus, apabila tidak bagus resiko gagal akan besar hal ini menyebabkan perlakuan inseminasi buatan yang berulang sehingga menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi.

Selain biaya faktor indukan juga sangat mempengaruhi berhasil tidaknya Inseminasi buatan. Resiko gagal lebih besar apabila indukan tidak memenuhi kriteria. Indukan yang layak untuk di Inseminasi adalah indukan yang sehat, kebutuhan pakannya cukup dan cukup umur. Jenis anakan yang akan disuntikan juga harus disesuaikan dengan jenis induknya. Bakal anakan jenis sapi lokal, aceh dan bali harus di masukkan kedalam rahim indukan yang tidak cukup besar, sedangkan jenis anakan limosin, simental dan brahman harus dimasukkan kedalam rahim indukan yang besar agar potensi selamat saat hamil dan melahirkan besar. Hasil tersebut tidak sesuai dengan hipotesis pertama bahwa pendekatan inseminasi buatan tidak berpengaruh terhadap pendapatan usaha ternak sapi didaerah penelitian.

5.2. Kontribusi Usaha ternak Sapi terhadap Pendapatan Rumah Tangga Peternak

Sumber pendapatan responden berasal dari sektor pertanian maupun non pertanian. Usaha-usaha yang dilakukan pada sekor pertanian meliputi usaha ternak sapi, usaha ternak selain sapi poton ( kambing, ayam) dan pertanian usaha selain beternak yaitu kebun karet, kebun kelapa sawit, ubi kayu. Usaha yang dilakukan responden diluar sektor pertanian meliputi buruh bangunan, guru, karyawan dan wiraswasta.

Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi terhadap pendapatan rumah tangga peternak merupakan perbandingan antara pendapatan dari usaha ternak sapi dengan pendapatan rumah tangga peternak. Besar pendapatan dan kontribusi

masing-masing sumber pendapatan terhadap total pendapatan keluarga peternak sapi dapat dilihat pada Tabel 6.0.

Tabel 6.0 Kontribusi Masing-Masing Pendapatan Terhadap Total Pendapatan Keluarga

No Sumber Pekerjaan Rp %

1. Usaha Ternak Sapi 76.079.681 76 %

2. Usaha Non Ternak

a. PNS 333.300 0,19 %

b. Karyawan 3.205.546 2,02 %

c. Wiraswasta 4.083.331 3,46 %

d. Kedai 1.500.000 1,08 %

e. Petani 15.305.560 17,25 %

Total Rata-Rata Pendapatan 100.507.458 100 % Sumber : Data Primer Diolah

Berdasarkan Tabel 6.0 dapat dilihat bahwa rata-rata nilai kontribusi pendapatan usaha ternak sapi sebesar 76 %. Adapaun sumber pendapatan diluar pendapatan meliputi PNS, karyawan, wirastwasta, kedai, petani memberikan kontribusi sebesar 24 % terhadap total pendapatan keluarga. Berdasarkan nilai yang diperoleh dapat dikatakan bahwa usaha ternak sapi merupakan usaha pokok bagi rumah tangga peternak. Hasil tersebut sesuai dengan hipotesis kedua bahwa terdapat kontribusi pendapatan usaha ternak sapi terhadap total pendapatan keluarga.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Faktor Produksi, biaya tenaga kerja dan biaya pakan berpengaruh nyata terhadap pendapatan, sedangkan faktor inseminasi buatan tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan.

2. Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi terhadap total pendapatan rumah tangga tinggi, artinya usaha ternak sapi merupakan usaha pokok bagi rumah tangga responden.

6.2 Saran

Adapun saran yang dapat di sampaikan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Kepada Peternak

Menanamkan kesadaran akan pentingnya pengetahuan mengenai usaha ternak dan turut aktif dalam pembangunan peternakan yaitu dengan ikut berpartisipasi dalam program maupun kebijakan pemerintah.

2. Kepada Pemerintah

Agar lebih memperhatikan kondisi peternak yang ada di pelosok desa, karena desa merupakan penyumbang produksi daging yang cukup besar bagi Indonesia. Pemerintah juga harus lebih aktif dalam melayani kebutuhan peternak sapi dengan meningkatkan kualitas pelayanan termasuk petugas yang langsung terjun ke masyarakat peternak.

3. Kepada Peneliti Selanjutnya

Agar peneliti selanjutnya lebih mendalami mengenai program inseminasi buatan dimana program tersebut cukup membantu masyarakat dalam efesiensi pejantan dan lebih menspesifikkan kontribusi pendapatan diluar usaha ternak sapi terhadap pendapatan keluarga.

41

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z. 2002. Penggemukan Sapi. Agromedia Pustaka Jakarta

Anonimous, 2009. Rancangan Rencana Strategis Kementrian Pertanian Tahun 2010- 2014. Kementrian pertanian. Jakarta.

Arikunto, S. (2008). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik: Jakarta:

Rhineka Cipta

Aritonang, D. 1993. Perencanaan dan Pengelolaan Usaha. Penebar Swadaya.

Jakarta

Assauri, Sofyan, 1980. Manajemen Produksi, Penerbit FE-UI, Jakarta,

Ball, P.J.H dan Petters, A.R. 2004 Reproduction in Cattle. Third edition.

Blackwell science. Philadelphia.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2016. dalam Statistika Peternakan Sumatera Utara

Gustiyana, H. 2003. Analisis Pendapatan Usahatani untuk Produk Pertanian.

Salemba empat, Jakarta..

Hoddi A.H, dan Rombe, M.B. 2011. Analisis Pendapatan Peternakan Sapi di Kec.

Tanete Rilau Kab. Barru. Jurnal Agribisnis Vol (3). Fakultas Peternakan.

Universitas Hasanuddin. Makassar.

Khairul Saleh (2005) “Kajian Komparatif dan Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan dan Tingkat Keberhasilannya di Provinsi Riau

Mulyono, H. 2007. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Petrnak Sapi Potong.

Nugroho, B.A.( Dalam B. Suryanto) 2006. Pengembangan agribisnis peternakan pola bantuan usaha ekonomi produktif (Studi di Provinsi Sulawesi Utara).

Riady, M. (Dalam B. Setiadi H ) 2004. Tantangan dan Peluang Peningkatan Produksi Sapi Menuju 2020.

Simanjuntak dkk, 2003. Produktivitas Kerja Pengertian dan Ruang Lingkupnya.

Prisma, Jakarta.

Sariubang, M. dan S.N. Tambing. 2009. Efektifitas Penyuntikan Estro Plan Terhadap Penyerentakan Berahi Sapi Bali Di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan.

Soekartawi. 2002. Analisis Usahatani. Jakarta: Universitas Indonesia.

Soekartawi. 1994. Teori Ekonomi Produksi ; Dengan Pokok Bahasan analisis Fungsi Cobb-Douglas. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Suryana, 2009. Pengembangan Usaha ternak Sapi Berorientasi Agribisnis dengan Pola Kemitraan, Jurnal Litbang Pertanian

Tri Wahyuni. 2017. “Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pendapatan Kelompok Ternak Sapi di Desa Penyesawan Kecamatan Kampar Studi Kasus Kelompok Tani Bukik Batang Potai”. Skripsi.

Winardi, J. 2011. Aspek Bauran Pemasaran dan Pendapatan : Raja Grafindo Persada

Yeni Marliani. 2008. “Analisis Kontirbusi Pendapatan Sapi Perah Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Peternak Anggota KPSBU Lembang, Kabupaten Bandung”.Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

No sampel

Jantan Betina Jantan Betina jantan Betina Jantan Betina

1 3 0 0 0 5 2 0 0 0 0 0

Mutasi ternak No sampel

Hilang (ekor) Jual (ekor)

Ank (<1 Thn)

Muda (1-2,5 thn) Dewasa (>2,5 th)

Ank (<1 Thn) Muda (1-2,5 thn) Dewasa (>2,5 th)

Jantan Betina Jantan Betina Jantan Betina Jantan Betina

1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1

Akhir (ekor) januari 2018

No sampel Anak (<1 Thn) Muda (1-2,5 Thn) Dewasa (>2,5 Thn)

Jantan Betina Jantan Betina

1 2 2 0 0 4

Awal (ekor)

Januari 2017 Mutasi Ternak

Akhir (ekor) januari 2018 Lahir (ekor) Mati (ekor) Hilang (ekor) Jual (ekor)

Total 399 104 5 0 93 405

Rataan 11,08 2,88 0,13 0 1,84 11,25

Perkembangna ternak sapi : Jumlah ternak awal + jumlah ternak lahir : 399 + 104 = 503

Pengurangan ternak sapi : jumlah ternak mati + jumlah ternak hilang +jumlah ternak dijual : 5 + 93 = 98

Jumlah akhir ternak sapi : perkembangan ternak – pengurangan ternak : 503 – 98 = 405

No

Jantan Betina jantan betina jantan betina jantan betina

1 40 213,3 0 0 600 50 0 0 0 0 0

Mutasi ternak No sampel

Hilang (ekor) Jual (ekor)

Ank (<1 Thn)

Muda (1-2,5 thn) Dewasa (>2,5 th)

Ank (<1 Thn) Muda (1-2,5 thn) Dewasa (>2,5 th)

jantan betina jantan Betina Jantan Betina jantan betina

1 0 0 0 0 0 0 66,6 0 0 120

Akhir (ekor) januari 2018

No sampel Anak (<1 Thn) Muda (1-2,5 Thn) Dewasa (>2,5 Thn)

Jantan Betina jantan Betina

1 140 160 0 0 520

No

Jantan Betina jantan betina jantan betina jantan betina

1 4.000 32.000 0 0 60.000 5.000 0 0 0 0 0

Mutasi ternak No sampel

Hilang (ekor) Jual (ekor)

Ank (<1 Thn)

Muda (1-2,5 thn) Dewasa (>2,5 th)

Ank (<1 Thn) Muda (1-2,5 thn) Dewasa (>2,5 th)

jantan betina jantan Betina jantan betina jantan betina

1 0 0 0 0 0 0 10.000 0 0 12.000

Akhir (ekor) januari 2018

No sampel Anak (<1 Thn) Muda (1-2,5 Thn) Dewasa (>2,5 Thn)

Jantan Betina jantan betina

1 14.000 24.000 0 0 52.000

Total 536.000 397.000 477.000 307.000 2.259.000

Rataan 14.889 11.028 13.250 8.528 62.750

Asumsi Harga Sapi :

1. Sapi Po, Bali dan Aceh

- Anak ( jantan dan betina ) : Rp 2.000 - Rp 7.000 - Muda (jantan dan betina) : Rp 7.000 - Rp 12.000 - Dewasa (jantan dan betina) : Rp 12.000 - Rp 17.000 2. Sapi Simental, Limousin dan Brahman

- Anak (jantan dan betina) : Rp 3.000 - Rp 12.000 - Muda (jantan dan betina) : Rp 12.000 - Rp 17.000 - Dewasa (jantan dan betina) : Rp 17.000 - Rp 23.000

Awal (ekor) Januari 2017

Mutasi Ternak

Akhir (ekor) januari 2018 Lahir (ekor) Mati (ekor) Hilang (ekor) Jual (ekor)

Total 4.234.300 260.500 61.500 0 1.021.000 4.997.000

Rataan 117.619 7.236 1.708 0 28.361 138.805

Rupiah/Tahun).

Rupiah/Tahun).

Rupiah/Tahun).

No sampel

Tali

Total penyusutan (000 Rp) unit Nilai awal (000

No Sampel

Cangkul Sapu Lidi

Total

No sampel Pakan Hijauan

Rataan 20.508,333 48 1.686,361 541.667 22.784,694

No sampel

Pembuatan kandang

Pemberian

pakan/minum mengangon Sanitasi kandang Total curahan

kerja

No sampel

Pembuatan kandang Pemberian

pakan/minum Mengangon Sanitasi kandang Total curahan

kerja

No sampel Penyusutan Bakalan

Sapi Peralatan Pakan Obat-obatan dan

vitamin IB Tenaga Kerja Bahan bakar Listrik Total biaya produksi

1 473,2 15.000 105 17.965 450 0 10.600,5 1.212,5 280 46.086,2

Rataan 451 20.972,222 113,472 22.784,694 457,222 113,6 16.033,37 1.531,875 268,333 62.728,875

No sampel Jumlah ternak pendekatan Total penerimaan Total biaya

Produksi Pendapatan bersih usahaternak

1 8 Alam 122.000 46.086,2 65.913,8

Total 405 4.997.000 2.258.131,5 2.738.868,5

Rataan 11,25 138.805 62.728,875 76.079.681

No

(Januari 2017 – Januari 2018) (000 Rupiah / Tahun)

No sampel Jumlah ternak Pendapatan usahaternak sapi (Rp) Pendapatan non usahaternak sapi (Rp)

Total pendapatan keluarga (Rp)

Rp % Rp %

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

PENDAPATAN 1.0875E8 7.12456E7 36

PRODUKSI 1249.3611 697.92902 36

BIAYA PAKAN 1.1242E7 5.28210E6 36

BIAYA TENAGA KERJA 1.6476E7 4.59385E6 36

PENDEKATAN .5000 .50709 36

a. Predictors: (Constant), INSEMINASI , BIAYA PAKAN, BIAYA TENAGA KERJA, PRODUKSI b. Dependent Variable: PENDAPATAN

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 9.850E16 4 2.462E16 661.120 .000a

Residual 1.155E15 31 3.725E13

Total 9.965E16 35

a. Predictors: (Constant), INSEMINASI , BIAYA PAKAN, BIAYA TENAGA KERJA, PRODUKSI b. Dependent Variable: PENDAPATAN

Coefficientsa

a. Dependent Variable: PENDAPATAN

Tahun)

No Sampel

Pendapatan diluar Usaha Ternak Sapi

PNS Karyawan Wiraswasta Kedai Petani Total Pendapatan

Rp % Rp % Rp % Rp % Rp % Rp %

Dokumen terkait