METODOLOGI PENELITIAN
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Data dan Pembahasan
3. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi R2 yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan nilai adjusted R2 pada saat mengevaluasi model regresi terbaik. Dikarenakan dalam penelitian ini menggunakan lebih dari satu variabel independen.
Berdasarkan hasil regresi pada tabel 4.5 dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R-Squared sebesar 0.839041, hal ini menunjukkan bahwa variasi variabel dependen (DPK) secara bersama-sama mampu dijelaskan oleh variasi variabel independen (inflasi, kurs, NBH) sebesar 83,9 persen. Sedangkan sisanya sebesar 16,1 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti.
104 C. Pembahasan Analisis Ekonomi
Dari hasil analisis regresi berganda menunjukkan dari ketiga variabel tersebut Inflasi, Kurs, Nisbah Bagi Hasil (NBH) terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah.
Variabel X yang berpengaruh signifikan negativ adalah Inflasi. Hal ini ditunjukan dengan diperolehnya t-hitung sebesar -3.309462 dengan tingkat signifikan 0.0026. Karena tingkat signifikan lebih kecil dari 0.05 maka secara parsial inflasi berpengaruh secara signifikan dan negatif terhadap DPK. Hal ini
sesuai dengan teori dimana inflasi “ akan mengurangi hasrat masyarakat
menabung sehingga pertumbuhan dana perbankan yang bersumber dari masyarakat akan menurun” (Pohan, 2008b:52). Tingkat inflasi akan sangat
mengganggu kestabilan ekonomi terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap dimana akan terjadi pengeluaran yang lebih sedangkan pendapatan tetap, jika hal demikian terjadi maka dapat disimpulkan dana untuk di tabung menjadi sedikit atau bahkan tidak ada dana untuk ditabung di Bank.
Variabel X selanjutnya adalah kurs. Kurs terhadap DPK berpengaruh positif, diperoleh hasil t-hitung sebesar 12.48257 dengan tingkat signifikan 0.0000. Karena tingkat signifikan lebih kecil dari 0.05 maka secara parsial Kurs berpengaruh secara signifikan positif terhadap DPK.
105
Pada penelitian sebelumnya yang berjudul“ Analisis Pengaruh Nilai Kurs, Tingkat Inflasi dan Tingkat Suku Bunga Terhadap DPK Bank Devisa di Indonesia (Periode Triwulan I 2003 – Triwulan III tahun 2008)”, yang ditulis
oleh Aldrin Wibowo dan Susi Suhendra. dengan variabelnya Kurs, Inflasi dan Suku Bunga. Menunjukkan bahwa Kurs berpengaruh positif terhadap DPK 10 Bank devisa. Dan dapat di simpulkan apabila tingkat kurs naik sebanyak 1% maka DPK di 10 Bank Devisa naik sebesar 47.382,476 juta. Dengan begitu ketika nilai per satu dollar meningkat maka akan meningkatkan DPK di bank Syariah. Hal ini kemungkinan terjadi karena masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya di bank Syariah saat harga dollar naik ketimbang membelanjakannya, karena harga terutama yang di import mengalami kenaikan harga.
Artinya meskipun kurs relatif fluktuatif para nasabah tetap menabung atau menitipkan dananya di bank syariah sehingga meningkatkan DPK, diantaranya melalui deposito mudharabah, tabungan mudharabah dan giro wadiah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat yang cukup besar dalam hal menabung atau menitipkan uangnya pada bank syariah sekalipun kurs rupiah terhadap dollar meningkat.
Sedangkan Nisbah Bagi hasil (NBH) tidak berpengaruh signifikan terhadap DPK perbankan syariah. diperoleh hasil t-hitung sebesar 0.692322 dengan tingkat signifikan 0.4944. Karena tingkat signifikan lebih besar dari 0.05
106 maka secara parsial NBH tidak berpengaruh secara signifikan positif terhadap DPK.
Hal ini didukung oleh penelitian Mohammad Nurdian Farikh dengan
penelitiannya yang berjudul “ Faktor-faktor yang Mempegaruhi dana Pihak ketiga Bank Syariah dan Konvensional di Indonesia”. Dengan variabelnya
Inflasi, SBI, IHSG, m2, tingkat bunga tabungan Bank konvensional dan tingkat bagi hasil Bank Syariah. Dari penelitian ini dinyatakan bahwa tingkat bagi hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap DPK Bank syariah. hal tersebut merupakan sinyal bahwa nasabah perbankan syariah memiliki ketahanan secara prinsip terhadap nilai-nilai relijius dimana hubungan antara nasabah dan banker merupakan tolong menolong dan tidak dilandasi saja oleh faktor financial, artinya besar kecilnya nilai NBH tabungan Perbankan syariah tidak akan mempengaruhi besar kecilnya pada DPK perbankan syariah, dikarenakan masyarakat lebih tertarik karena keamanannya dan ketaatan beragamanya ketimbang nisbah bagi hasil tabungan untuk menyimpan dananya di perbankan syariah. Mengingat kondisi negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Jadi, faktor tersebut itu juga yang dapat mempengaruhi tingkat DPK pada bank syariah.
Bagi perbankan syariah Dana Pihak Ketiga itu sangat penting dan vital dimana apabila jumlah tingkat DPK itu menurun maka akan berpengaruh juga pada penurunan pembiayaan perbankan syariah di Indonesia dan akan
107 menyebabkan penurunan profitabilitas perbankan syariah kemudian pada akhirnya akan melemahkan perkembangan juga pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia, begitupun sebaliknya.
108 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Inflasi, Kurs, dan Nisbah Bagi Hasil terhadap Dana Pihak Ketiga perbankan syariah di Indonesia pada periode Desember 2010-Juli 2013.
Berdasarkan hasil pengolahan data dengan Hasil dari regresi OLS (Ordinary Least Square) dari penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh
Inflasi, Kurs dan Nisbah Bagi Hasil (NBH) terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) di Indonesia Periode Desember 2010 – Juli 2013”, dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Secara parsial variabel Inflasi mempunyai pengaruh signifikan negative terhadap DPK dan Kurs mempunyai pengaruh signifikan Positif terhadap DPK perbankan syariah di Indonesia, NBH tabungan Bank Syariah tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap DPK perbankan syariah di Indonesia.
2. Secara simultan Inflasi, kurs dan NBH secara bersama-sama mempunyai mempunyai pengaruh signifikan terhadap DPK Bank Syariah (DPK) perbankan syariah di Indonesia.
109 3. Nilai adjusted R-squared sebesar 0.839041, hal ini menunjukkan bahwa variasi variabel dependen (DPK) secara bersama-sama mampu dijelaskan oleh variasi variabel independen (Inflasi, Kurs dan NBH) sebesar 83.9% persen sedangkan sisanya sebesar 16.1% persen dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti.
B. Implikasi
Beberapa implikasi yang ditujukan bagi Pemerintah, bank syariah dan peneliti berikutnya dalam menjalankan kegiatan ekonomi syariah :
1. Bagi Pemerintah
Dalam hal ini sekiranya Pemerintah lebih mempertimbangkan regulasi-regulasi tentang DPK perbankan syariah di Indonesia yang diantaranya sebagai pengontrol, menghitung, mengawasi, melihat pertumbuhan atau perkembangan DPK perbankan syariah agar market share di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dimana kita semua tahu jika Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk mayoritas beragama islam terbesar di dunia, dengan potensi tersebut seharusnya pemerintah mendukung sepenuhnya terhadap pengembangan bisnis syariah di Indonesia.
2. Bagi Bank Syariah
Dalam meningkatkan DPK perbankan syariah yang perlu diperhatikan adalah dengan memaksimalkan dan lebih memfokuskan pada Inflasi, dan kurs. Sebab pada Inflasi dan Kurs ini yang paling berpengaruh signifikan
110 terhadap DPK perbankan syariah. Sedangkan Nisbah Bagi Hasil (NBH) tidak terlalu diperhatikan karena naik atau turunnya NBH likuiditas perbankan syariah terjamin. Akan tetapi meskipun begitu NBH tetaplah penting di perbankan syariah. Hal ini untuk menambah ketertarikan masyarakat dalam menitip dananya di Bank Syariah.
3. Bagi Peneliti
Pada kedepannya penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi studi lanjutan, khususnya penelitian mengenai DPK perbankan syariah di Indonesia sehingga dapat memberikan hasil penelitian yang lebih akurat dan memenuhi segala kekurangan yang ada pada penelitian ini.
111