METODOLOGI PENELITIAN
4.3 Analisis Data .1 Uji Instrumen .1 Uji Instrumen
4.3.4 Pengujian Hipotesis
4.3.4.2 Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar persentase perubahan atau variasi dari variabel dependen bisa dijelaskan oleh perubahan atau variasi dari variabel independen. Dengan mengetahui nilai koefisien determinasi dapat dijelaskan kebaikan dari model regresi dalam memprediksi variabel dependen. Semakin tinggi nilai koefisien determinasi akan semakin baik kemampuan variabel independen dalam menjelaskan perilaku variabel dependen. Hasil pengujian koefisien determinasi dapat dilihat dari nilai R square pada tabel berikut :
Tabel 4.34
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .830a .689 .686 3.568
a. Predictors: (Constant), Co-Branding b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian
Sumber : Data Primer yang Diolah Menggunakan SPSS 16.0, 2017
Berdasarkan tabel, koefisien determinasi memiliki R square sebesar 0,689.
Hal ini berarti 68,9% keputusan pembelian (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel independen yitu variabel Co-Branding. Sedangkan sisanya (100% - 68,9% = 31,1%) dijelaskan oleh variabel-variabel lain diluar model yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
4.4 Pembahasan
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Co-Branding memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang menggunakan laptop berlogo Intel Inside. Uji Validitas menunjukkan bahwa nilai r hitung keseluruhan indikator yang diuji bernilai positif dan lebih besar dari r tabel (0,1654). Jadi, dapat disimpulkan bahwa masing-masing butir pernyataan adalah valid.
Uji Reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha dari tiap-tiap variabel lebih besar dari 0,6, yang berarti bahwa kuesioner yang merupakan indikator-indikator dari variabel tersebut adalah reliabel atau handal. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai Cornbach Alpha hasil pengujian yang telah dilakukan yaitu : Co-Branding (X) sebesar 0,944 dan Keputusan Pembelian (Y) sebesar 0,886.
Semua variabel independen penelitian berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Hal ini dapat dilihat dari hasil dari uji t yang menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai signifikansi kurang dari 0,01 dan t hitung lebih besar dari t tabel.
Variabel independen mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 68,9%.
Sedangkan 31,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Melalui regresi sederhana, pengujian hipotesis menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan pada variabel Co-Branding terhadap keputusan pembelian. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik Co-Branding maka semakin meningkat meningkat pula keputusan pembelian. Hasil perolehan data empiris mendapatkan Co-Branding laptop berlogo Intel Inside dinilai baik.
Hal ini dibuktikan dengan perolehan persentase nilai deskriptif analisis variabel yang banyak bernilai baik, dan nilai tertinggi untuk variabel X adalah 80,6% dari maksimal 100%, sehingga dapat disimpulkan Co-Branding yang dilakukan laptop berlogo Intel Inside tergolong baik. Co-Branding yang baik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini terbukti dari hasil perolehan persentase nilai deskriptif analisis variabel Y (Keputusan Pembelian) yang banyak bernilai baik, dan nilai tertinggi adalah 82,2% dari nilai maksimal 100% sehingga dapat disimpulkan keputusan pembelian laptop berlogo Intel Inside mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara tergolong baik.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitianm pengolahan data serta analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai “Pengaruh Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Berlogo Intel Inside (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)”
sebagai berikut :
1. Ada hubungan signifikan antara Co-Branding dengan keputusan pembelian laptop berlogo Intel Inside Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Hal ini ditunjukkan melalui “uji t” dimana nilai
“t uji” = 14,750 lebih besar dari nilai “t tabel” = 1,661 pada taraf signifikansi 1%. Hubungan-hubungan tersebut dipengaruhi oleh indikator-indikator Co-Branding, yakni Adequate Brand Awareness (kesadaran merek yang memadai), Brand is Sufficiently Strong (merek yang cukup kuat), Favorable (perasaan mendukung atau memihak), Unique association (penggabungan yang unik), Positive consumer judgment (penilaian positif dari konsumen), Positive consumer feelings (respon positif dari konsumen) yang bernilai baik sehingga keputusan pembelian juga baik.
Berdasarkan hasil koefisien determinasi maka pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara adalah sebesar 68,9% sedangkan sisanya 31,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
2. Dalam variabel Co-Branding (X) tanggapan konsumen dengan nilai tertinggi terdapat pada indikator positive consumer feelings (respon positif dari konsumen) dengan pernyataan merek laptop yang konsumen gunakan dan cocok digabungkan dengan prosesor intel dengan persentase 80,6%
sedangkan nilai terendah terdapat pada indikator adequate brand awareness (kesadaran merek yang memadai) dengan pernyataan konsumen sangat mengenali merek-merek laptop berlogo intel inside dengan persentase sebesar 67,2%.
3. Pada variabel keputusan pembelian (Y) tanggapan dengan nilai tertinggi terdapat pada indikator metode pembayaran dalam pernyataan konsumen memutuskan membeli laptop berlogo intel inside dengan metode pembayaran tunai dengan persentase 82,2% dan persentase terendah terdapat pada indikator waktu pembelian dalam pernyataan konsumen memutuskan membeli laptop berlogo intel inside berdasarkan waktu pembelian dengan persentase 68%.
5.2 Saran
Berdasarkan pelaksanaan penelitian, pengolahan data, penganalisaan dan pembahasan serta penarikan kesimpulan yang telah dilakukan, maka penulis dapat memberika saran sebagai berikut :
1. Bagi Perusahaan :
a. Hasil penelitian menunjukkan variabel bebas Co-Branding (X) memiliki nilai sebesar 0,683 (68,3%) yang akan mempengaruhi keputusan pembelian laptop berlogo Intel Inside, maka dari itu produsen laptop berlogo Intel Inside dan Intel Corporation baiknya
mencari solusi yang dapat menguatkan posisinya sebagai produsen laptop dan prosesor terdepan yang akhirnya dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen terhadap laptop berlogo Intel Inside.
b. Perusahaan diharapkan dapat memberikan informasi yang cukup mengenai Co-Branding yang dilakukan oleh perusahaan Intel dengan merek-merek laptop mitranya, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran konsumen terkait Co-Branding yang dilakukan.
2. Bagi masyarakat
Bagi masyarakat luas dan khususnya kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara sebagai objek dalam penelitian ini untuk dapat menambah pengetahuan seputar Co-Branding terutama pada produk laptop yang akan dibeli dan lebih memahami lagi spesifikasi laptop yang akan dibeli agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.