PENGARUH CO-BRANDING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAPTOP BERLOGO INTEL INSIDE (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Sumatera Utara)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis
Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sumatera Utara
Disusun Oleh : DINA YOLANDA
130907067
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2017
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS
HALAMAN PERSETUJUAN
Hasil skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan dan diperbanyak oleh:
Nama : Dina Yolanda
NIM : 130907067
Program Studi : Ilmu Administrasi Bisnis
Judul : Pengaruh Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Berlogo Intel Inside (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)
Medan, Oktober 2017
Dosen Pembimbing Ketua Program Studi
Drs. Posma Lumban Raja M.Si Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA
NIDN : 0101116402 NIP: 195908161986011003
Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Dr. Muryanto Amin, M.Si NIP: 197409302005011002
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Dina Yolanda NIM : 130907067
Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Berlogo Intel Inside (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)”.
Merupakan hasil karya dan pekerjaan saya sendiri serta seluruh sumber yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar sesuai dengan ketentuan. Apabila terbukti tidak demikian, saya bersedia menerima sanksi yang berlaku.
Medan, 2 Oktober 2017
Dina Yolanda
ABSTRAK
PENGARUH CO-BRANDING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAPTOP BERLOGO INTEL INSIDE
(Studi Pada Mahasiswa
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
)Nama : Dina Yolanda
NIM : 130907067
Program Studi : Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dosen Pembimbing : Drs. Posma Lumban Raja, M.Si
Berbagai faktor mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, umumnya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah yang sudah dikenal oleh masyarakat Intel, sebagai produsen prosesor lantas melakukan kampanye dengan memberi insentif kepada merek kuat laptop agar mau mencantumkan logo “Intel Inside”, hal tersebut dikenal sebagai Co-Branding. Strategi Co-Branding yang dilakukan Intel Inside ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap prosesor Intel.
Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Berlogo Intel Inside (Studi Pada Mahasiswa
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian laptop berlogo Intel Inside yang terjadi pada mahasiswaFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
.Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui metode kuesioner terhadap 100 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y
= 10,993 + 0,683 X + e. Berdasarkan analisis data dan statistik, indikator- indikator pada penelitian ini memiliki hasil yang valid dan reliabel. Pada pengujian asumsi klasik, model berdistribusi normal. Pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel independen (Co-Branding) yang diteliti terbukti berpengaruh positif terhadap variabel dependen (keputusan pembelian). Analisis koefisien determinasi dilihat dari nilai R square sebesar 0,689 (68,9%) variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan variabel Co- Branding dalam persamaan regresi. Sisanya sebesar 31,1 % dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar Co-Branding.
Kata Kunci : Co-Branding, Keputusan Pembelian
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF CO-BRANDING ON PURCHASING DECISIONS OF LAPTOP WITH INTEL INSIDE LOGO
(Study On Students Of Social And Political Science University Of North Sumatera )
Name : Dina Yolanda
Student ID Number : 130907067
Departement : Business Administration Faculty : Social and Political Science Adviser : Drs. Posma Lumban Raja, M.Si
Various factors influence consumers in buying a product or service, generally consumers always consider the quality, price and products that are well known by the public. Intel, as a processor manufacturer, then made a campaign by giving incentives to powerful brands of laptops to put on the "intel inside"
logo, known as Co-Branding. The Co-Branding strategy undertaken by intel inside aims to introduce and increase public awareness of intel processor.
The title of this research is "the influence of Co-Branding on purchasing decision of laptop with intel inside logo (study on students of Social And Political Science University of North Sumatera)". This study aims to determine the effect of Co-Branding on purchasing decisions of laptop logs inside intel that occurred in students Social And Political Science University of North Sumatera.
The research used in this research is associative research with quantitative approach. Data were collected through questionnaire method to 100 respondents. The type of data used is primary data and secondary data. The analysis technique used is simple regression.
Based on the result of research, we get the regression equation as follows:
Y = 10,993 + 0,683 X + e. Based on data and statistical analysis, the indicators in this study have valid and reliable results. In the classical assumption test, the model is normally distributed. Hypothesis testing using t test showed that the independent variable (Co-Branding) studied proved to have a positive effect on the dependent variable (purchase decision). Determination coefficient analysis seen from R square value equal to 0,689 (68,9%) variable of purchasing decision can be explained Co-Branding variable in regression equation. The remaining 31.1% is explained by other variables outside of Co-Branding.
Keywords: Co-Branding, Purchasing Decision
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Syukur Alhamdulillah peneliti panjatkan kehadirat allah SWT, berkat segala limpahan rahmat, hidayah dan karunia-Nya yang telah memberikan penulis kesehatan, kesempatan dan kemudahan sehingga penulisan skripsi ini dapat berjalan dengan lancar. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian Laptop Berlogo Intel Inside (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara)”. Penulisan skripsi merupakan salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana Administrasi Bisnis dari Program Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatrera Utara.
Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua orang tua tercinta, Ayahanda Sumardi dan Ibunda Yusniati, atas segala dukungan dan do’a yang tak terhingga yang telah diberikan kepada penulis.
Selesainya skripsi ini tentunya tidak luput dari bantuan berbagai pihak, oleh sebab itu izinkan penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Muryanto Amin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Beti Nasution, M.Si selaku sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Drs. Posma Lumban Raja, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang telah bersedia meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk membimbing penulis. Terima kasih atas segala saran dan masukan yang diberikan sehingga skripsi ini dapat selesai.
5. Kak Siswati Saragih, S.Sos, M.SP dan Bang Farid, S.H selaku staf administrasi program studi Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara. Terima kasih telah membantu penulis dalam keperluan surat menyurat dari segala keperluan administrasi.
6. Bapak dan Ibu dosen Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah membantu memperkaya pengetahuan dan telah mendidik penulis
7. Kelima Abangda: Dian Yudistira, Edi Zulfikar, Muhammad Shandi Pradana, Dani Akbar Maulana dan Andri Budi Pramana. Yang selalu mendukung penulis.
8. Kedua kakak ipar Sholeha, Mbak Mega Novita Sari dan Kak Zola Efa Harnis yang telah banyak memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian skripsi ini tak lupa ponakan-ponakan sholeh/soleha Ayyis, Qisya, Ghaziy dan Hammas yang senantiasa menghibur penulis.
9. Keluarga besar UKMI As-Siyasah FISIP USU yang telah mengajarkan banyak hal berharga kepada penulis.
10. Sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, Lia, Kinan, Lusi, Faridah, Desi, Rizki, Sari, Inggit, Vera, Aina, Zura.
11. Seluruh Angkatan 2013 Administrasi Bisnis, khususnya kelas A yang telah memberikan semangat, bantuan, dukungan dan motivasi selama masa
12. perkuliahan berlangsung.Seluruh pihak yang telah banyak membantu yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Akhirnya penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis lainnya. “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)” (Q.S Ar-Rahman: 60). Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah tercurah dengan sebaik-baiknya balasan.
Medan, Oktober 2017 Penulis,
Dina Yolanda
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR TABEL ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Ruang Lingkup Praktek Kerja Lapangan ... 3
1.3 Rumusan Masalah... 4
1.4 Tujuan Penelitian ... 4
1.5 Manfaat Penelitian ... 5
BAB II KERANGKA TEORI ... 6
2.1 Co-Branding ... 6
2.1.1 Defenisi Co-Branding ... 6
2.1.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Co-Branding ... 6
2.1.3 Tingkatan Co-Branding ... 8
2.1.4 Keuntungan dan Kerugian Co-Branding ... 9
2.1.5Tolak Ukur Evaluasi Keberhasilan Co-Branding ... 12
2.2 Keputusan Pembelian ... 13
2.2.1 Defenisi Keputusan Pembelian ... 13
2.2.2 Dimensi Keputusan Pembeli ... 14
2.3 Kerangka Konseptual ... 15
2.4 Penelitian Terdahulu ... 16
BAB III METODE PENELITIAN... 21
3.1 Bentuk Penelitian ... 21
3.2 Lokasi Penelitian ... 22
3.3 Populasi dan Sampel ... 22
3.3.1 Populasi ... 22
3.3.2 Sampel ... 22
3.4 Hipotesis ... 22
3.5 Defenisi Konsep ... 23
3.6 Definisi Operasional ... 23
3.7 Teknik Pengumpulan Data ... 25
3.7.1 Data Primer ... 25
3.7.2 Data Sekunder ... 26
3.8 Skala Pengukuran ... 26
3.9 Uji Analisis Data ... 27
3.9.1 Uji Validitas ... 27
3.9.2 Uji Reliabilitas ... 28
3.9.3 Uji Asumsi Klasik ... 28
3.9.4 Uji Regresi Linier Sederhana ... 29
3.9.5 Uji T ... 31
3.9.6 Uji Koefisien Determinasi ... 31
BAB IV PEMBAHASAN ... 32
4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 32
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 32
4.1.2 Sejarah Singkat Intel Corporation ... 32
4.1.3 Visi Intel Corporation ... 33
4.1.4 Misi Intel Corporation ... 33
4.1.5 Struktur Organisasi Intel Corporation ... 34
4.2 Penyajian Data ... 36
4.2.1 Deskripsi Responden Penelitian ... 36
4.2.2 Deskripsi Variabel Penelitian ... 38
4.2.2.1 Variabel X (Co-Branding) ... 39
4.2.2.1.1 Adequate Brand Awarness (Kesadaran Merek yang Memadai ... 39
4.2.2.1.2 Brand is Sufficiently Strong (Merek yang Cukup Kuat) ... 41
4.2.2.1.3 Favorable (Perasaan Mendukung atau Memihak) ... 43
4.2.2.1.4 Unique Association (Penggabungan yang Unik)... 45
4.2.2.1.5 Positive Consumer Judgment (Penilaian Positif dari Konsumen) ... 47
4.2.2.1.6 Positive Consumer Feelings (Respon Positif dari Konsumen) ... 49
4.2.2.2 Variabel Y (Keputusan Pembelian) ... 51
4.2.2.2.1 Pilihan Produk ... 51
4.2.2.2.2 Pilihan Merek ... 53
4.2.2.2.3 Pilihan Penyalur ... 55
4.2.2.2.4 Jumlah Pembelian ... 57
4.2.2.2.5 Waktu Pembelian ... 59
4.2.2.2.6 Metode Pembayaran ... 61
4.3 Analisis Data... 62
4.3.1 Uji Instrumen ... 62
4.3.1.1 Uji Validitas ... 62
4.3.1.2 Uji Reliabilitas ... 64
4.3.2 Uji Asumsi Klasik ... 65
4.3.2.1 Uji Normalitas ... 65
4.3.2.2 Uji Heteroskedastisitas ... 68
4.3.3 Analisis Regresi Linier Sederhana ... 70
4.3.4 Pengujian Hipotesis ... 71
4.3.4.1 Uji Signifikan Parsial (Uji t) ... 71
4.3.4.2 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 72
4.4. Pembahasan ... 73
BAB V PENUTUP ... 75 5.1 Kesimpulan ... 75 5.2 Saran ... 76
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir ... 16
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Intel Corporation Pusat ... 35
Gambar 4.2 Grafik Histogram Uji Normalitas ... 67
Gambar 4.3 Grafik P-Plot Uji Normalitas... 68
Gambar 4.4 Grafik Scatterplot Uji Heteroskedastisitas ... 69
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1.1 Data Peringkat TOP Brand Kategori Laptop/Notebook/Netbook ... 3
Tabel 3.1 Definisi Operasional ... 25
Tabel 3.2 Skala Penilaian Kuesioner ... 26
Tabel 4.2 Jenis Kelamin Responden ... 36
Tabel 4.3 Usia Responden... 36
Tabel 4.4 Jurusan Responden ... 37
Tabel 4.5 Stambuk Responden ... 38
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Sangat Mengenali Merek-Merek Laptop Berlogo Intel Inside... 39
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Mengenali Laptop Berlogo Intel Inside Karena Memiliki Tingkat Kepercayaan yang Tinggi ... 40
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Merek Laptop Berlogo Intel Inside dan Prosesor Intel Cukup Kuat Dibenak Konsumen... 41
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Merek Laptop Berlogo Intel Inside Cukup Kuat Dibenak Konsumen ... 42
Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Memiliki Kepercayaan Terhadap Merek Laptop Berlogo Intel Inside dan Prosesor Intel ... 43
Tabel 4.11Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Memiliki Kepercayaan Terhadap Merek Laptop Berlogo Intel Inside ... 44
Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Laptop Berlogo Intel Inside Memiliki Keunikan ... 45
Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Laptop Berlogo Intel Inside Mempunyai Keunikan Dalam Peformanya ... 46
Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Mempunyai Penilaian yang Baik Terhadap Co-Branding yang Dilakukan Oleh Merek Laptop Berlogo Intel Inside dan Prosesor Intel ... 47
Tabel 4.15 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Mempunyai Penilaian yang Baik Terhadap Laptop Berlogo Intel Inside ... 48
Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Merek Laptop Berlogo Intel Inside Cocok Digabungkan Dengan Prosesor Intel ... 49
Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Merek Laptop Berlogo Intel Inside dan Prosesor Intel Memiliki Keunggulan yang Sama ... 50 Tabel 4.18 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang
Laptop yang Menggunakan Prosesor Intel Memililki Keunggulan
Dibanding Dengan Laptop yang Menggunakan Prosesor Lain ... 51
Tabel 4.19 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Laptop yang Menggunkan Prosesor Intel Memberikan Manfaat yang Lebih Dibandingkan Dengan Laptop yang Menggunakan Prosesor Lain ... 52
Tabel 4.20 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Laptop Berlogo Intel Inside Memiliki Daya Tarik Dalam Hal Kesesuaian Harga ... 53
Tabel 4.21 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Laptop Berlogo Intel Inside Memiliki Daya Tarik Pada Produknya ... 54
Tabel 4.22 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Membei Laptop Berlogo Intel Inside Karena Kemudahan Mendapatkan Produknya ... 55
Tabel 4.23 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Membeli Laptop Berlogo Intel Inside Karena Ketersediaan Barang yang Banyak ... 56
Tabel 4.24 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Membeli Laptop Berlogo Intel Inside Berdasarkan Banyaknya Produk yang Akan Dibeli ... 57
Tabel 4.25 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Membeli Laptop Berlogo Intel Inside Berdasarkan Ketersediaan Produk ... 58
Tabel 4.26 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Membeli Laptop Berlogo Intel Inside Berdasarkan Kesesuaian Dengan Kebutuhan ... 59
Tabel 4.27Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Memutuskan Membeli Laptop Berlogo Intel Inside Berdasarkan Waktu Pembelian ... 60
Tabel 4.28 Distribusi Frekuensi Tanggapan Responden Tentang Konsumen Memutuskan Membeli Laptop Berlogo Intel Inside Dengan Metode Pembayaran Tunai ... 61
Tabel 4.29 Hasil Uji Validitas Variabel Penelitian ... 63
Tabel 4. 30 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian ... 64
Tabel 4.31 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Z ... 66
Tabel 4.32 Hasil Regresi Linier Sederhana... 70
Tabel 4.33 Hasil Uji t ... 71
Tabel 4.34 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 72
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi digital menjadi sangat berkembang di akhir-akhir ini. Di era ini teknologi bukan lagi menjadi hal yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Teknologi digital sudah menjadi sangat akrab bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Bisnis teknologi digital juga agaknya mengalami peningkatan. Salah satunya adalah laptop. Seiring perkembangannya, laptop kini memiliki berbagai macam tipe yang dibuat oleh produsen agar sesuai dengan kebutuhan para pengguna.
Perkembangan laptop sendiri terdiri atas beberapa fase, fase pertama yaitu pada tahun 1975 IBM Portable PC 5100. Model IBM Portable ini merupakan komputer mikro pertama yang dirancang pada saat itu dibuat untuk mathematicians dan engineers. Fase kedua, Tahun 1977 Rockwell AIM 65.
Komputer mikro ini lebih lengkap dengan keyboard, layar dan hard copy printer.
Selanjutnya laptop terus berkembang sampai saat ini dengan tampilan dan fungsi yang terus sempurnakan.
Eksistensi laptop mengalami peningkatan terutama pada masa peralihan dimana laptop muncul sebagai perangkat yang lebih fleksibel dibandingkan dengan PC (Personal Computer). Pada tahun 2005, pengguna laptop semakin menjamur dan menyebabkan PC semakin ditinggalkan. Berbagai faktor mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, umumnya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah
yang sudah dikenal oleh masyarakat. Faktor-faktor tersebutlah yang disadari oleh perusahaan prosesor Intel.
Intel, kata David A. Aaker, segera melakukan kampanye dengan memberi insentif kepada merek kuat semacam Compaq, IBM, Gateway, dan Dell agar mau mencantumkan logo “Intel Inside” di komputer buatan mereka dan pada iklan- iklannya. Intel memberikan 3% hingga 5% advertising allowance. Hal ini di dalam pemasaran disebut sebagai strategi Co-Branding. Co-Branding ialah tindakan menggunakan nama merek terkenal dari dua perusahaan yang berbeda atas produk yang sama (Kotler dan Amstrong, 2001:363). Konsep Co-Branding menurut masyarakat umum adalah aktivitas pemasaran yang cukup luas dan melibatkan penggunaan dua merek atau lebih.
Co-Branding yang dilakukan oleh Intel ini ternyata berhasil mengerek awareness dan perceived quality Intel ke seluruh penjuru dunia.
Dengan memposisikan sebagai merek prosesor kelas atas, Intel mampu meningkatkan image kualitasnya di mata konsumen. Bekerja sama melakukan Co-Branding dengan produsen-produsen komputer ternama di dunia, Intel Inside menjadi stempel jaminan bahwa komputer tersebut benar-benar berkualitas. Sekarang Intel dipersepsikan sebagai kualitas. Dan ribuan merek komputer pun berebut mencantumkan “Intel Inside” untuk mendapatkan citra kualitas.
Table 1.1
Data Peringkat TOP Brand Kategori Laptop/Notebook/Netbook, 2017 No. Merek Top Brand Index (TBI) TOP
1. Acer 33,7% TOP
2. Asus 18,1% TOP
3. Toshiba 10,9% TOP
4. Lenovo 10,5%
5. HP 8,9%
6. Samsung 4,8%
7. Apple 3,1%
Sumber : www.topbrand-award.com, 2017
Data diatas merupakan data TOP Brand Indonesia dalam kategori Telekomunikasi/IT laptop/Notebook/Netbook. Data tersebut menunjukkan bahwa merek laptop yang menggunakan prosesor Intel menempati urutan-urutan teratas.
Berdasarkan uraian yang telah yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti memilih judul “Pengaruh Co-Branding Laptop Berlogo Intel Inside Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara )”
1.2 Ruang Lingkup Penelitian
Untuk membatasi ruang lingkup yang terlalu luas dan menghindari kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis penelitian, maka peneliti membatasi ruang lingkup yang akan diteliti. Adapun ruang lingkup penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian (Survei Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Pengguna Laptop Berlogo Intel Inside).
2. Penelitian ini hanya berlaku pada semua mahasiswa/i Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang menggunakan Laptop berlogo Intel Inside dengan merek : Acer, Asus, Lenovo, Hp, Toshiba dan Samsung.
1.3 Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mendapatkan jawaban atas permasalahan yang ada. Dengan adanya rumusan masalah, maka akan mempermudah peneliti dalam melaksanakan penelitian.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian Laptop berlogo Intel Inside?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sebuah arahan yang menjadi pedoman pada setiap penelitian untuk menemukan jawaban atas permasalahan penelitian yang dirumuskan. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian Laptop berlogo Intel Inside.
1.5 Manfaat Penelitian
Suatu penelitian dilakukan dengan harapan dapat memberikan berbagai macam manfaat, baik bagi perusahaan maupun pihak lain yang terkait. Adapun manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah:
a. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan peneliti mengenai Co-Branding dan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian.
b. Bagi Program Studi Administrasi Bisnis
Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dan menjadi referensi untuk pengembangan studi ataupun penelitian mengenai Co-Branding dan keputusan pembelian dimasa yang akan datang.
c. Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian laptop berlogo Intel Inside.
BAB II
KERANGKA TEORI
2.1 Co-Branding
2.1.1 Definisi Co-Branding
Co-Branding adalah segala pemasangan dari dua merek dalam konteks pemasaran seperti periklanan produk, penempatan produk dan outlet distribusi (Leuthesser, Kohli dan Suri 2003). Kotler (2009) menyatakan bahwa Co- Branding adalah dimana dua merek atau lebih yang terkenal dikombinasikan dalam sebuah penawaran. Dalam pengertian yang lebih sempit Park (1996) mendifinisikan Co-Branding sebagai kombinasi dua merek untuk menciptakan suatu produk yang unik.
2.1.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Co-Branding
Kasali mengungkapkan ada empat hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang melakukan Co-Branding agar dapat berhasil di pasar atau dapat diterima dan memenuhi harapan konsumen yaitu :
a. Faktor Partner
Perusahaan yang akan melakukan Co-Branding harus memperhatikan asosiasi merek dari perusahaan yang bertindak sebagai ingredient branding maupun sebagai host branding. Tidak selamanya Co-Branding antara perusahaan dengan asosiasi merek yang sama-sama kuat selalu berhasil di pasar. Menurut riset yang ada suatu perusahaan dengan asosiasi merek yang kuat dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan apabila melakukan
Co-Branding dengan perusahaan yang memiliki asosiasi merek yang lebih lemah.
b. Pengalaman dengan produk
Ada kalanya merek yang lebih kuat menciptakan harapan yang berlebihan atas produk Co-Branded sehingga dapat menimbulkan ketidakpuasan dalam mencoba produk tersebut. Kepuasan tersebut dapat diteruskan kepada merek ingredient yang menyebabkan evaluasi kualitas jadi semakin rendah.
c. Atribut kualitas
Bila atribut kualitas tidak bisa diamati terutama pada produk-produk experience (produk yang membutuhkan pengalaman dari konsumen dalam mengkonsumsi produk tersebut agar dapat memberikan penilaian produk), Co-Branding bisa memberikan kepastian kualitas. Tetapi sebaliknya jika atribut kualitas dapat diamati maka kehadiran merek yang kuat kurang berperan karena konsumen menilai secara langsung (Erikson, 2014 Pengertian Co-Branding Menurut Para Ahli,http://pengertian-pengertian- info.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-co-branding-menurut-ahli.html, diakses tanggal 17 November 2016).
2.1.3 Tingkatan Co-Branding
Co-Branding dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan berdasarkan kekuatan hubungan dan share value yang tercipta :
1. Reach and awareness merupakan level yang terendah untuk meningkatkan kesadaran merek melalui ekspose terhadap basis pelanggan mitranya.
2. Value endosement dirancang untuk mendukung positioning dan brand value masing-masing merek.
3. Ingredient yaitu merek yang memasok merek lainnya.
4. Complementary competence merupakan kerja sama level tertinggi dimana merek yang sama-sama kuat dan saling melengkapi bekerja sama dalam memproduksi suatu produk. (Tri Septin MR. Strategi Co Branding Untuk Meningkatkan Ekuitas Merk Diakses dari. http://portalgaruda.org (17 November 2016, Pukul 15.00)
2.1.4 Keuntungan dan Kerugian Co-Branding
Para pemilik merek pasti punya cara yang berbeda-beda untuk menemukan bentuk Co-Branding yang menguntungkan karena Co-Branding menawarkan segudang keuntungan yang menarik tergantung pada kondisi pasar dan masing- masing merek yang bekerja sama. Adapun keuntungan Co-Branding (www.marketing.co.id, 28 Nopember 2010) antara lain :
a. Pendapatan dari Royalti
Bagi perusahaan yang produknya digunakan sebagai bahan (ingredient) untuk produk lain, sebuah kesepakatan Co-Branding bisa mendapatkan sumber pendapatan yang baru atau sumber pendapatan kedua. Perusahaan yang mereknya digunakan tersebut dapat menegosiasikan pembayaran tambahan atau pembayaran royalti.
b. Meningkatkan Penjualan
Co-Branding dapat meningkatkan penjualan sebuah perusahaan. Dengan menggabungkan merek yang setara atau mungkin lebih baik, penjualan bisa ditingkatkan. Bahkan sebuah perusahaan yang sudah mempunyai merek yang kuat pun masih bisa mendapatkan keuntungan dengan cara ini.
c. Kesempatan Memasuki Pasar yang Baru
Salah satu keuntungan melakukan Co-Branding, sebuah perusahaan dapat memasuki pasar yang tadinya tidak dapat dimasuki dengan cara menggandeng merek lain yang menguasai pasar yang dituju. Jadi sebuah perusahaan punya peluang untuk memperluas pasar dan mencapai target konsumen yang lebih banyak atau beragam.
d. Menawarkan Additional Benefit
Co-Branding, selain bisa memberi keuntungan bagi masing-masing perusahaan, juga bisa memberikan benefit tambahan bagi pelanggan- pelanggan mereka. Beberapa benefit tambahan yang dapat diberikan kepada pelanggan, misalnya menawarkan pelanggan paket-paket penawaran yang lebih menarik, bonus tambahan dari partnernya, program-program menarik dari hasil kerja sama Co-Branding, penawaran kredit dari bank untuk produk tertentu dan lain-lain.
e. Meminimalisasikan Investasi
Sebuah perusahaan ingin mengembangkan usahanya dengan memasuki pasar yang baru atau mencoba untuk mengembangkan produk baru. Ketimbang melakukannya sendirian, perusahaan tersebut bisa menghemat banyak dana dan pengeluaran dengan melakukan Co-Branding. Jika mendapatkan partner yang seimbang atau lebih baik dan melakukan Co-Branding, biaya yang dikeluarkan bisa dihemat dan hasil yang mungkin diperoleh bisa jadi lebih besar.
f. Mengurangi Risiko
Salah satu daya tarik Co-Branding adalah dapat mengurangi risiko kegagalan yang dapat terjadi dalam memasuki suatu pasar yang baru atau mencoba untuk meluncurkan produk yang baru tetapi tanpa mengurangi peluang untuk meraih keuntungan atau keberhasilan. Mencoba untuk memasuki pasar yang sama sekali baru, atau mencoba meluncurkan produk dengan varian yang sama sekali baru, berarti memulai segala sesuatunya dari awal. Bahkan untuk
sebuah perusahaan dengan merek yang sudah kuat pun, hal ini mempunyai risiko yang tinggi.
g. Keuntungan Lebih Cepat Didapat
Co-Branding, dapat menciptakan peluang atau hasil yang diharapkan bisa lebih cepat diraih, karena usaha ini dilakukan secara bersama-sama dengan perusahaan yang sudah mempunyai reputasi baik di bidangnya masing- masing. Kepercayaan pelanggan pun lebih cepat didapatkan.
h. Harga Premium
Co-Branding, menyebabkan perusahaan bisa membuat harga yang premium, dan mempunyai peluang lebih untuk sukses di pasar dengan harga tersebut.
i. Mengkonsumsikan Kualitas Produk
Co-Branding dalam perusahaan dapat mengkomunikasikan keunggulan produknya dengan cepat, dan mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari pelanggan dengan cepat pula.
j. Meyakinkan Pelanggan
Pelanggan mungkin ragu-ragu untuk mencoba produk atau sesuatu yang baru.
Dengan melakukan kerja sama atau Co-Branding dengan pihak lain yang ahli di bidangnya, maka pelanggan dapat diyakinkan dengan dengan cepat untuk dapat mencoba produk tersebut.
k. Akses ke Teknologi Canggih
Sebuah perusahaan yang mengalami kelemahan atau kekurangan dalam teknologi, dapat melakukan Co-Branding dengan perusahaan lain yang memang mempunyai focus, reputasi, dan keahlian di bidang ini.
l. Memperkuat Pesan Iklan
Perusahaan yang melakukan Co-Branding bisa saling memberikan pesan- pesan yang saling mendukung dalam iklannya. Kedua perusahaan bisa memfokuskan diri pada bidang masing-masing dan pada advertising yang dibuat, serta bisa saling mendukung dengan pesan dan resputasinya masing- masing.
m. Meningkatkan Minat Pelanggan
Sejumlah pelanggan mungkin tidak berminat mencoba suatu merek atau produk tertentu. Tetapi dengan melakukan Co-Branding dengan pihak atau merek lain, pelanggan yang tadinya tidak tertarik, mungkin jadi berminat untuk mencoba merek atas produk tersebut
2.1.5 Tolak Ukur Evaluasi Keberhasilan Co-Branding
Kevin L. Keller (2008: 292), menyatakan tentang cara konsumen untuk mengevaluasi produk Co-Branding akan kuat apabila:
1. Adequate Brand Awareness
Menurut Keller dalam Fandy Tjiptono (2011:97), Adequate Brand Awareness adalah kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat bahwa sebuah merek merupakan anggota dari dari kategori produk tertentu.
2. Brand is Sufficiently Strong
Kedua merek yang melakukan Co-Branding harus memiliki merek yang cukup kuat di benak konsumen.
3. Favorable
Perasaan mendukung atau memihak di benak konsumen terhadap Co- Branding yang dilakukan.
4. Unique Association
Menurut Keller dalam Fandy Tjiptono (2011: 101), Unique Association yaitu sejauh mana konsumen menilai merek bersangkutan unik dan lebih baik dibandingkan dengan merek-merek lain.
5. Positive Consumer Judgment
Menurut Keller Fandy Tjiptono (2011:100), Positive consumer judgment berfokus pada pendapat dan evaluasi personal konsumen terhadap merek berdasarkan kinerja merek dan asosiasi citra yang dipersepsikannya.
6. Positive consumer feelings
Menurut Keller dalam Fandy Tjiptono (2011:101), Positive consumer feelings yaitu respondan reaksi emosional konsumen terhadap merek. Reaksi semacam ini bisa berupa perasaan kehangatan, menyenangkan, kenyamanan, kegembiraan, rasa aman, rasa dekat dengan lingkungan sosial, dan menghargai diri sendiri.
2.2 Keputusan Pembelian
2.2.1 Definisi Keputusan Pembelian
Menurut Fandy Tjiptono (2008:156) keputusan pembelian didasari pada informasi tentang keunggulan suatu produk yang disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa menyenangkan yang akan merubah seseorang untuk melakukan keputusan pembelian.
Proses pengambilan keputusan pembelian berakhir pada tahap perilaku purnabeli dimana konsumen merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan akan mempengaruhi perilaku berikutnya.
2.2.2 Dimensi Keputusan Pembeli
Keputusan yang dilakukan dan diambil oleh suatu konsumen dengan konsumen lainnya berbeda-beda. Melihat fenomena yang terjadi, para ahli membuat suatu model yang mampu mengumpulkan semua model bentuk keputusan pembelian. Menurut Kotler dan Keller (2012:161) terdapat enam dimensi keputusan yang dilakukan oleh pembeli sebagai berikut:
1. Pilihan Produk
Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli produk atau menggunakan produknya untuk tujuan yang lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli sebuah produk serta alternatif yang mereka pertimbangkan.
2. Pilihan Merek
Konsumen harus memutuskan merek mana yang akan dibeli. Setiap merek memiliki ciri-ciri tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen dalam memilih merek.
3. Pilihan Penyalur
Konsumen harus memtuskan penyalur mana yang akan dikunjungi. Dalam menentukan penyalur, konsumen mempunyai pandangan yang berbeda-beda, bisa dikarenakan faktor lokasi yang dekat, harga yang murah, persediaan barang yang lengkap, kenyamanan berbelanja dan lain sebagainya.
4. Jumlah Pembelian
Konsumen dapat mengambil keputusan mengenai seberapa produk yang akan dibelinya. Pembelian dilakukan mungkin lebih dari satu. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyaknya produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari setiap pembeli.
5. Waktu Pembelian
Keputusan konsumen dalam pemilihan waktu pembelian bisa berbeda-beda, misalnya ada yang membeli setiap hari, setiap satu minggu sekali, dua minggu sekali, atau satu bulan sekali tergantung dari kebutuhan pokok yang akan dibelinya.
6. Metode Pembayaran
Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembelinya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya
2.3 Kerangka Konseptual
Co-Branding dapat meningkatkan penjualan melalui pasar sasaran yang sudah ada dan membuka peluang bagi konsumen dan jaringan baru. Co-Branding juga memiliki arti yang bernilai untuk belajar mengenai konsumen dan bagaimana perusahaan lain melakukan pendekatan pada konsumen (Keller, 2008:361)
Pembuatan keputusan pembelian pada konsumen mempunyai arti yaitu suatu proses dimana konsumen memilih satu atau lebih produk pada suatu merek yang ada di pasar untuk dikonsumsi. Konsumen dalam hal ini melewati beberapa
tahapan dalam membuat suatu keputusan pembelian dimulai dari pengenalan suatu masalah, pencarian informasi melalui merek atau produk tersebut, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, hingga perilaku paska pembelian.
Peneliti percaya bahwa terdapat pengaruh kinerja Co-Branding terhadap keputusan pembelian Hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang hal ini. Adapun kerangka konseptual peneliti dapat di lihat pada Gambar 2.1 sebagai berikut
Gambar 2.1
Pengaruh Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian
Sumber: Diolah Peneliti, 2017
2.4 Penelitian Terdahulu
Adapun penelitian terdahulu mengenai Pengaruh Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian sebagai berikut :
1. Vika Nurpriyanti, Pengaruh Kinerja Co-Branding Terhadap Keputusan Pembelian(Survei Pada Mini Market Penjual Es Krim Wall’s Selection Oreo Di Kecamatan Cikajang-Garut). Hasil penelitian ini kedua merek yang melakukan Co-Branding yaitu merek es krim Wall’s dan biskuit Oreo sudah dikenal dibenak konsumen. Penilaian untuk dimensi yang memperoleh nilai tertinggi adalah dimensi Favorable (Perasaan mendukung atau memihak).
Konsumen mudah mendapatkan produk tersebut karena ketersediaan produk tersebut selalu banyak dipasaran, sedangkan untuk dimensi yang memperoleh nilai terendah terdapat pada dimensi Pilihan Produk. Pengaruh kinerja Co-
Co-Branding Keputusan Pembelian
Branding memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan perolehan tingkat korelasi yang kuat.
2. Shinta Wulandari, Pengaruh Co-Branding Es Krim Wall’s Buavita Terhadap Keputusan Pembelian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Co- Branding mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Artinya, besarnya keputusan pembelian yang terjadi mengikuti perubahan Co-Branding.
3. Ainul Fitria, Pengaruh Co-Branding Terhadap Persepsi Konsumen Tentang Kualitas Produk Kentucky Fried Chicken (KFC) Cabang Gajah Mada Medan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara sebesar Co-Branding terhadap persepsi konsumen tentang kualitas produk KFC Cabang Gajah Mada Medan 38,1%.
4. Satria, Pengaruh Faktor Eksternal Terhadap Keputusan Pembelian (Survei Pada Mahasiswa S1 Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Administrasi Jurusan Administrasi Bisnis Angkatan 2012/2013 Yang Membeli Dan Menggunakan Smartphone Samsung). Variabel Keluarga, variabel Kelas Sosial, variabel Kelompok Referensi, dan variabel Kebudayaan secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap struktur keputusan pembelian konsumen smartphone 9 Samsung dengan nilai Fhitung sebesar 29,946 dengan signifikansi F sebesar 0,000 (p< 0,05). Secara parsial variabel Keluarga, variabel Kelas Sosial, variabel Kelompok Referensi, dan variabel Kebudayaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap struktur keputusan pembelian konsumen smartphone Samsung. Variabel Kelas Sosial merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap struktur keputusan
pembelian konsumen smartphone Samsung dengan nilai koefisien beta tertinggi sebesar 0,476. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen smartphone Samsung pada penelitian ini dipengaruhi dari status sosial, tingkat pendidikan, kesesuaian dengan uang saku, kesesuaian dengan gaya hidup, dan pengaruh dari lingkungan pergaulan.
5. Ayu Almaulidta, Pengaruh Green Brand Terhadap Keputusan Pembelian dan Kepuasan Konsumen (Survei Pada Mahasiswa Program Strata 1 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Yang Menggunakan Produk Elektronik Merek Sony). Green Brand memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green Brand produk elektronik Merek SONY yang ditawarkan kepada konsumen yang terdiri dari Desain Produk yang Ramah Lingkungan, Keunggulan Produk Ramah Lingkungan, Spesifikasi Produk Ramah Lingkungan, dan Fitur Ramah Lingkungan telah memberikan nilai dan pengaruh terhadap Keputusan Pembelian. Hal tersebut menunjukkan bahwa Green Brand produk elektronik Merek SONY dengan kinerjanya telah mampu membantu konsumen dalam menentukan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keputusan Pembelian terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap Kepuasan Konsumen. Hal tersebut berarti bahwa konsumen merasa keinginan, kebutuhan serta harapan yang ditujukan pada produk elektronik Merek SONY yang telah dibeli tercapai sehingga sesuai dan dapat memuaskan perasaan konsumen.Keputusan Pembelian terbukti dapat menjadi variabel intervening dalam hubungan Green Brand dengan Kepuasan Konsumen. Hal tersebut berarti jika Green Brand meningkat dan
memberikan kinerja yang lebih baik, maka Keputusan Pembelian akan semakin meningkat sehingga akan mempengaruhi Kepuasan Konsumen.
6. Muhammad Fida Azmi ,Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian (Survei Pada Mahasiswa Yang Menggunakan Notebook Asus Di Universitas Brawijaya). Pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa konsep Bauran Pemasaran yang terdiri dari Produk(𝑋1), Harga (𝑋2), Tempat (𝑋3), Promosi (𝑋4) memiliki pengaruh secara bersama-samaterhadap Struktur Keputusan Pembelian (Y) dapat diterima.Secara parsial Bauran Pemasaran yang terdiri dari Produk (X1), Harga (X2), promosi (X3) dan Tempat (X4) mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Struktur Keputusan Pembelian. Setelah uji parsial pada penelitian ini, didapat angka t hitung variabel produk lebih besar dari pada t tabel, yaitu 5,455 >
1,661. Angka t hitung variabel harga lebih besar dari pada t tabel, yaitu 3,229
> 1,661. Angka t hitung variabel promosi lebih besar dari pada t tabel, yaitu 3,855> 1,661. Angka t hitung variabel tempat lebih besar dari pada t tabel, yaitu 2,181 > 1,661. Signifikansi variabel Produk adalah (0,000), variabel Harga (0,002), variabel Promosi (0,000), variabel Tempat (0,032). Secara parsial keempat indikator Bauran Pemasaran yang terdiri dari Produk (X1), Harga (X2), promosi (X3) dan Tempat (X4)berpengaruh positif dan signifikan. Berdasarkan hasil Standardized Coefficient Beta, didapatkan bahwa variabel produk mempunyai koefisien beta (0,399). Hal ini menunjukkan jika variabel Produk mempunyai pengaruh yang paling kuat (dominan) dibandingkan dengan variabel bebas lainnya seperti variabel
Harga (X2), Promosi (X3) dan Tempat (X4), maka variabel Produk mempunyai pengaruh yang dominan terhadap Struktur Keputusan Pembelian.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Bentuk Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang mengarah kepada pengumpulan data empiris yang di dapat dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif. Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.
Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012: 7).
Secara lebih detail, penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif kuantitatif, yang mana penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih.
Penelitian ini mempunyai tingkatan tertinggi dibandingkan dengan diskriptif dan komparatif karena dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala.
Di sini peneliti mengumpulkan data tentang bagaimana pengaruh kinerja Co-Branding terhadap keputusan pembelian yang mengambil survei pada mahasiswa/i Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara
pengguna laptop berlogo Intel Inside. Data yang didapat akan dianalisis dan dicari hubungan antara kedua variabel.
3.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai bulan April 2017.
3.3 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi
Populasi adalah sekelompok objek yang dapat dijadikan sumber penelitian.
Sugiyono (2013:115) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitiuntuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”
Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang menggunakan laptop berlogo Intel Inside.
3.4.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012:116). Penelitian ini menggunakan interval penaksiran karena jumlah populasi dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang menggunakan laptop berlogo Intel Inside yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti. Untuk menentukan sampel dapat menggunakan cara menaksir parameter proporsi P :
n = Jumlah sampel
p = Proporsi sampel yang memiliki ciri spesifik (x/n) q = Selisih proporsi
e = Kesalahan estimasi
Zα/2 = Nilai dari tabel fungsi normal (berdasarkan tingkat keyakinan)
n = 96,04 dibulatkan menjadi 100 orang
Maka sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang.
3.5 Hipotesis
H0 : Tidak terdapat pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian laptop berlogo Intel Inside.
Ha : Terdapat pengaruh Co-Branding terhadap keputusan pembelian laptop berlogo Intel Inside.
3.6 Definisi Konsep
Konsep merupakan ide abstrak yang digunakan untuk mengklasifikasikan keadaan kelompok atau individu yang menjadi pusat perhatian yang pada umumnya dinyatakan dalam suatu istilah atau rangkaian kata. Adapun defenisi konsep dalam penelitian ini adalah :
Co-Branding praktek menggunakan nama-nama merek mapan dari dua perusahaan yang berbeda pada produk yang sama (Kotler dan Amstrong.2011:262). Keputusan pembelian adalah tahap dalam proses evaluasi
dimana konsumen menetapkan merek yang paling mereka sukai (Kotler dan Keller. 2012:170)
3.7 Defenisi Operasional
Menurut Wiranta (2015:77), defenisi operasional adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memahami arti setiap variabel penelitian sebelum dilakukan analisis instrumen serta sumber pengukuran berasal. Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini adalah :
a. Variabel Bebas (Independent Variable)
Menurut Sugiyono (2008:39) definisi variabel bebas yaitu sebagai berikut:
“Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahaannya atau timbulnya variabel dependent (terikat)”.
Dalam hal ini variabel bebas yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti adalah Co-Branding. Dalam operasionalisasi variabel ini, semua variabel diukur oleh instrumen pengukur dalam bentuk kuisioner yang memenuhi pernyataan-pernyataan tipe skala Likert.
b. Variabel Terikat (Dependent Variable)
Menurut Sugiyono (2008:40), definisi variabel terikat yaitu sebagai berikut:
“Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas”.
Dalam hal ini variabel yang berkaitan dengan masalah yang diteliti adalah keputusan pembelian. Selengkapnya mengenai operasionalisasi variabel dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Indikator Skala Pengukuran
Co-Branding (X)
1. Adequate Brand Awareness(Kesadaran merek yang memadai) 2. Brand is Sufficiently Strong(Merek yang cukup kuat)
3. Favorable(Perasaan yang mendukung atau memihak)
4. Unique
association(Penggabun gan yang unik)
5. Positive consumer judgment (Penilaian positif dari konsumen) 6. Positive consumer
feelings (Respon positif dari konsumen)
Likert
Keputusan Pembelian
(Y)
1. Pilihan Produk 2. Pilihan Merek 3. Pilihan Penyalur 4. Jumlah Pembelian 5. Waktu Pembelian 6. Metode Pembayaran
Likert
Sumber : Diolah Peneliti, 2017
3.8 Teknik Pengumpulan Data 3.8.1 Data Primer
Data primer adalah data yang berasal langsung dari responden. Data responden sangat diperlukan untuk mengetahui tanggapan responden mengenai pengaruh kinerja Co-Branding terhadap keputusan pembelian. Data akan diperoleh secara langsung dengan membagi kuisoner dengan daftar pertanyaan kepada para mahasiswa/i yang memenuhi persyaratan untuk menjadi responden.
3.8.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, baik berupa keterangan maupun literatur yang berhubungan dengan penelitian guna untuk melengkapi data primer. Data sekunder dalam penelitian ini di peroleh dari buku maupun jurnal.
3.9 Skala Pengukuran
Skala pengukuran data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert menurut Sugiyono (2008:39) adalah sebagai berikut:
“Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial”.
Untuk setiap pilihan jawaban diberi skor, maka responden harus menggambarkan, mendukung atau tidak mendukung pernyataan Skor atas pilihan jawaban untuk kuisioner yang diajukan adalah sebagai berikut :
Tabel 3.2
Skala Penilaian Kuesioner No. Keterangan Skor Positif
1 Sangat setuju 5
2 Setuju 4
3 Netral 3
4 Tidak setuju 2
5 Sangat tidak setuju 1 Sumber: Sugiyono (2008:39)
3.10 Uji Analisis Data 3.10.1 Uji Validitas
Validitas memiliki nama lain seperti sahih, tepat, benar. Menguji validitas berarti menguji sejauh mana ketepatan atau kebenaran suatu instrumen sebagai alat ukur variabel penelitian. Jika instrumen valid/benar maka hasil pengukurannyapun kemungkinan akan benar. Apabila instrumen sudah disusun, instrumen disebarkan kepada kelompok responden. Setelah instrumen dikembalikan, maka dapat dilakukan pengujian validitas secara statistik. Teknik statistik yang dapat digunakan adalah korelasi (Azuar & Irfan, 2013 : 79).
Langkah – langkahnya pengujian validitas dengan korelasi adalah sebagai berikut :
a. Korelasikan skor-skor suatu nomor angket dengan skor total seluruh item.
b. Jika nilai korelasi (r) yang diperoleh adalah positif, kemungkinan butir yang diuji tersebut adalah valid.
c. Namun walaupun positif, perlu pula nilai korelasi (r) yang dihitung tersebut di lihat signifikan tidaknya,. Caranya adalah dengan membandingkan nilai korelasi yakni r dihitung dengan r tabel. Apabila nilai r hitung > r tabel, maka butir instrumen tersebut adalah signifikan.
3.10.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas memiliki berbagai nama lain seperti kepercayaan, keandalan, kestabilan. Tujuan pengujian reabilitas adalah untuk melihat apakah instrumen penelitian merupakan instrumen yang handal dan dapat dipercaya. Jika variabel penelitian menggunakan instrumen yang handal dan dapat dipercaya maka hasil penelitian juga dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.
Cara pengujian reliabilitas dapat menggunkan salah satu teknik, misalnya split half, dengan cara sebagai berikut :
a. Belah instrumen menjadi 2 bagian (instrumen bernomor ganjil dan genap).
b. Korelasikan skor-skor total ganjil, dengan skor-skor total genap, dengan statistik korelasi product moment (r).
c. Masukkan nilai korelasi (r) yang diperoleh ke dalam rumus spearman Brown.
d. Penarikan kesimpulannya, jika nilai koefisien reliabilitas (spearman brown/ri) >0,6 maka instrumen memiliki reabilitas yang baik/ reliabel/
terpercaya (Ghozali dan Casttellan dalam Azuar, 2013:83).
3.10.3 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linier yang berbasis ordinary least square (OLS).
a. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki residual terdistribusi
normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel, tetapi pada nilai residualnya. Sering terjadi kesalahan yang jamak yaitu bahwa uji normalitas dilakukan pada masing-masing variabel.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan yang lain. Pengujian ini dilakukan melalui pengamatan pada pola scatter plot. Scatter plot nantinya akan membentuk plot tertentu, maka model regresi memiliki gejala hereroskedastisitas menunjukkan bahwa penaksir dalam model regresi linier tidak efisien. Jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y disimpulkan bahwa tidak ada heteroskedastisitas.
3.10.4 Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi mempelajari bentuk hubungan antara satu atau lebih peubah/variabel bebas (X) dengan satu peubah tak bebas (Y). Dalam penelitian, peubah bebas (X) biasanya peubah yang ditentukan oleh peneliti secara bebas.
Sedangkan peubah tak bebas (Y) dalam penelitian berupa respon yang diukur akibat perlakuan/peubah bebas (X).
Bentuk hubungan antara peubah bebas (X) dengan peubah tak bebas (Y) bisa dalam bentuk polinom derajat satu (linear), polinom derajat dua (kuadratik), polinom derajat tiga (kubik), dan seterusnya. Disamping itu bisa juga dalam bentuk lain misalnya eksponensial, logaritma, sigmoid, dan sebagainya. Bentuk- bentuk ini dalam analisis regresi-korelasi biasanya dilakukan transformasi supaya menjadi bentuk polinom.
Model persamaan regresi linear sederhana adalah seperti berikut ini : Y = a + bX
dimana :
Y = Variabel response atau variabel akibat (dependent)
X = Variabel predictor atau variabel faktor penyebab (independent) a = Konstanta
b = Koefisien regresi (kemiringan); besaran respon yang ditimbulkan oleh predictor.
Nilai-nilai a dan b dapat dihitung dengan menggunakan rumus dibawah ini:
a = .
b =
Dalam pengertian fungsi persamaan garis Y + a + bx hanya ada satu yang dapat dibentuk dari dua buah titik dengan koordinat yang berbeda yaitu ( X1, Y1) dan (X2,Y2). Hal ini berarti kita bisa membuat banyak sekali persamaan garis dalam bentuk lain melalui dua buat titik yang berbeda koordinatnya/tidak berimpit.
3.10.5 Uji Signifikan Parsial (Uji t)
Menurut Ghazali (Wiranta, 2015 : 229) uji t menunjukkan seberapa jauh pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Apabila nilai probabilitas signifikansinya lebih kecil dari 0,06 (5%), maka suatu variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Adapun beberapa kriterianya :
a. Jika t hitung > t table maka Ho di tolak dan Ha diterima b. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak 3.10.6 Uji Koefisien Determinasi
Uji R2 atau uji determinasi merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi, atau dengan kata lain angka tersebut dapat mengukur seberapa dekatkah garis regresi yang terestimasi dengan data sesungguhnya. Nilai koefisien determinasi (R2) ini mencerminkan seberapa besar variasi dari variabel terikat Y dapat diterangkan oleh variabel bebas X. Bila nilai koefisien determinasi sama dengan 0 (R2 = 0), artinya variasi dari Y tidak dapat diterangkan oleh X sama sekali. Sementara bila R2 = 1, artinya variasi Y secara keseluruhan dapat diterangkan oleh X. Dengan kata lain bila R2 = 1, maka semua titik pengamatan berada tepat pada garis regresi. Dengan demikian baik atau buruknya suatu persamaan regresi ditentukan oleh R2 nya yang mempunyai nilai antar nol dan satu.
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Objek Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
Intel Corporation (NASDAQ: INTC; didirikan 1968) adalah sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di Amerika Serikat dan terkenal dengan rancangan dan produksi mikroprosesor dan mengkhususkan dalam sirkuit terpadu. Intel juga membuat kartu jaringan, chipset papan induk, komponen, dan alat lainnya. Intel memiliki projek riset yang maju dalam seluruh aspek produksi semi konduktor, termasuk MEMS.
Dalam penelitian ini, peneliti membahas mengenai Intel Corporation yang melakukan strategi untuk dapat menarik perhatian dari konsumen dengan cara melakukan Co-Branding dengan beberapa merek laptop. Merek-merek laptop tersebut diantaranya adalah Acer, Asus, Lenovo, Hp, Toshiba, Samsung, Compaq dan Dell.
4.1.2 Sejarah Singkat Intel Corporation
Intel Corporation, yang terkenal sebagai pencipta chip mikroprosesor untuk perangkat komputer. Istilah “Intel” disingkat dari Integrated Electronics, yang merupakan tujuan dari perusahaan besar ini dalam mengintegrasikan semua alat elektronik.
Intel Corporation memiliki cabang di 63 negara dengan total pendapatan tahunan sekitar 548 miliar dollar US dari seluruh konsumen dunia. Intel
tahun 1968 dengan nama awal perusahaan NM Electronics. Intel Corporation mempekerjakan lebih dari 105.000 orang karyawan dan menjadi salah satu perusahaan yang terdaftar sebagai “Best Companies to Work For”.
Memiliki fondasi brand yang kuat mempermudah langkah Intel Corporation untuk semakin mengekspansi jenis produk yang dimiliki. Tidak hanya sekedar memproduksi mikroprosesor saja, Intel Corporation juga mengakusisi produk software anti-virus terkenal, McAfee, sebagai lambang komitmen Intel untuk mengutamakan keamanan data pengguna di setiap perangkat yang berbasiskan Intel.
4.1.3 Visi Intel Corporation
Visi perusahaan yakni menciptakan dan memperpanjang teknologi computer untuk menghubungkan dan memperkaya setiap kehidupan individu di dunia (“this decade we will create and extend computing technology to connect and enrich the lives of every person on earth”). Visi ini telah menjadi patokan utama bagi setiap karyawan Intel Corporation untuk berperan aktif dalam memperbarui kehidupan manusia dengan bantuan teknologi terkini.
4.1.4 Misi Intel Corporation
Dalam rangka mencapai visi perusahaan, Intel Corporation berusaha untuk memaksimalkan talenta karyawan yang beragam, pabrik, teknologi dan kekuatan merek yang dirumuskan dalam langkah-langkah strategi berikut:
1. Grow PC and datacenter business with new users and uses.
Intel akan terus mengembangkan bisnis utama yakni membuat keajaiban didalam perangkat komputer dan memastikan bahwa teknologi Intel
akan selalu menjadi pilihan terbaik bagi cloud computing dan layanan datacenter.
2. Extend Intel Solutions to win in adjacent market segments.
Intel akan terus memperluas bentuk-bentuk solusi terbaru di segmentasi pasar yang relevan, seperti menciptakan pengalaman baru dalam inovasi smartphone, tablet, mobil, dan berbagai hal lainnya.
3. Create a continuum of secure, personal computing experiences.
Intel akan menghubungkan semua perangkat untuk menciptakan rangkaian komputasi yang saling berkelanjutan sehingga dapat memberikan keamanan, konsistensi dan pengalaman komputasi yang dapat dipersonalisasikan sesuai dengan yang diinginkan. Diibaratkan bahwa adanya kesatuan dari semua perangkat elektronik yang digunakan.
4. Care for our people, the planet, and inspire the next generation.
Intel akan terus mengupayakan penemuan teknologi terkini guna menginspirasi generasi mendatang secara positif. Fokus utama yakni kepada masyarakat dan planet bumi ini sendiri.
4.1.5 Struktur Organisasi Intel Corporation
Pada umumnya setiap perusahaan memiliki susunan struktur organisasi di dalamnya, yang akan mencerminkan pembagian tugas, tanggung jawab, wewenang serta komunikasi ataupun kordinasi dalam pelaksanaan tugas-tugas perusahaan. Berikut penulis lampirkan bagan struktur organisasi perusahaan Intel Corporation pusat: