BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.5 Hasil Uji Hipotesis dengan Menggunakan
4.2.5.1 Pengujian MRA (Moderated
4.2.5.1.3 Uji Koefisien Determinasi
Tabel 4.11
Uji Koefisien Determinasi (R²) dengan Variabel Moderating (Persamaan 1)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .300a .090 .064 2.11620
a. Predictors: (Constant), moderat1, CURRENT RATIO, STRUKTUR AKTIVA
b. Dependent Variable: DER
Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2017 Tabel 4.11 di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0.064 yang berarti bahwa 6.4% variabel dependen, yaitu struktur modal dapat dijelaskan oleh variabel likuiditas (diukur dengan current ratio), struktur aktiva, dan variabel moderat1 (current ratio x struktur aktiva).
Sisanya 93.6% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.2.5.2 Pengujian MRA (Moderated Regression Analysis) dengan Persamaan 2 (Moderat 2)
Pengujian MRA dengan persamaan 2 dilakukan untuk melihat apakah struktur aktiva sebagai variabel moderating mampu memoderasi hubungan antara variabel profitabilitas (diukur dengan Return On Asset (ROA)) dan struktur modal (diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER)) pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil dari MRA pada persamaan 2 dapat dilihat pada tabel 4.12 di bawah ini :
Tabel 4.12
Uji MRA dan Uji Statistik t dengan Variabel Moderating (Persamaan 2)
Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2017
Model persamaan Moderated Regression Analysis (MRA) yang terbentuk adalah :
Y = a + b1X2 + b2Z+ b3X2*Z + e
Y = 9.880 - 0.788 X2 - 86.824Z + 29.592X2*Z + e
Dimana :
Y = Struktur modal (DER) a = Konstanta
b1 – b3 = Koefisien Regresi
X2= Profitabilitas (Return On Asset (ROA)) Z = Struktur Aktiva
X2*Z = Interaksi antara Profitabilitas dengan Struktur Aktiva e = Error/ kesalahan
Berdasarkan tabel 4.12 di atas dapat dilihat bahwa : 1. Konstanta sebesar 9.880 menunjukkan bahwa apabila
profitabilitas (diukur dengan ROA), struktur aktiva, dan variabel moderat2 (ROA x struktur aktiva)= 0 atau dianggap konstan, maka struktur modal (diukur dengan DER) akan bernilai 9.880.
2. b1 sebesar -0.788 menunjukkan bahwa setiap kenaikan ROA sebesar 1%, maka akan diikuti oleh penurunan DER sebesar -0.788 dengan asumsi variabel lain tetap.
3. b2 sebesar -86.824 menunjukkan bahwa setiap kenaikan struktur aktiva sebesar 1%, maka akan diikuti oleh penurunan DER sebesar -86.824 dengan asumsi variabel lain tetap.
4. b3 sebesar 29.592 menunjukkan bahwa setiap kenaikan variabel moderat2 (ROA x struktur aktiva) sebagai
variabel moderating sebesar 1%, maka akan menguatkan hubungan antara profitabilitas (diukur dengan Return On Asset (ROA)) dan struktur modal (diukur dengan DER).
4.2.5.2.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t) dengan Variabel Moderating (Persamaan 2)
Berdasarkan tabel 4.12 di atas diperoleh hasil pengujian hipotesis secara parsial (uji t) sebagai berikut: Variabel profitabilitas (diukur dengan ROA) memberikan nilai koefisien parameter sebesar -0.788 dengan tingkat signifikansi 0.000 (<0,05). Variabel struktur aktiva sebagai variabel moderating memberikan koefisien parameter sebesar -86.824 dengan tingkat signifikansi 0.000 (<0.05). Variabel moderat2 yang merupakan interaksi antara profitabilitas (diukur dengan ROA) dengan struktur aktiva (ROA x struktur aktiva) memberikan nilai koefisien parameter sebesar 29.592 dengan tingkat signifikansi 0.003 (<0.05).
Nilai signifikansi Variabel moderat2 sebesar 0.003
< 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Z atau variabel moderating yaitu struktur aktiva mampu memoderasi hubungan antara profitabilitas dan struktur modal.
4.2.5.2.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) dengan Variabel Moderating (Persamaan 2)
Tabel 4.13
Uji Statistik F dengan Variabel Moderating (Persamaan 2)
ANOVAb
Model Sum of
Squares df Mean
Square F Sig.
1 Regression 111.503 3 37.168 9.609 .000a Residual 410.021 106 3.868
Total 521.524 109
a. Predictors: (Constant), moderat2, ROA, STRUKTUR AKTIVA
b. Dependent Variable: DER
Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2017 Hasil uji statistik F yang ditampilkan dalam tabel 4.13 menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 9.609 dan tingkat signifikansi 0.000 (<0,005).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa profitabilitas (diukur dengan ROA), struktur aktiva, dan variabel moderat2 yang merupakan interaksi antara profitabilitas (diukur dengan ROA) dengan struktur aktiva (ROA x struktur aktiva) secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal.
4.2.5.2.3 Uji Koefisien Determinasi (R²) dengan Variabel Moderating (Persamaan 2)
Tabel 4.14
Uji Koefisien Determinasi (R²) dengan Variabel Moderating (Persamaan 2)
Model Summaryb
Model R R
Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .462a .214 .192 1.96675
a. Predictors: (Constant), moderat2, ROA, STRUKTUR AKTIVA
b. Dependent Variable: DER
Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2017 Tabel 4.14 di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0.192 yang berarti bahwa 19.2% variabel dependen, yaitu struktur modal dapat dijelaskan oleh variabel profitabilitas (diukur dengan ROA), struktur aktiva, dan variabel moderat2 (ROA x struktur aktiva). Sisanya 80.8%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.2.5.3 Pengujian MRA (Moderated Regression Analysis) dengan Persamaan 3 (Moderat 3)
Pengujian MRA dengan persamaan 3 dilakukan untuk melihat apakah struktur aktiva sebagai variabel moderating mampu memoderasi hubungan antara variabel ukuran perusahaan (diukur dengan size) dan struktur modal (diukur
dengan Debt to Equity Ratio (DER)) pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil dari MRA pada persamaan 3 dapat dilihat pada tabel 4.15 di bawah ini :
Tabel 4.15
Uji MRA dan Uji Statistik t dengan Variabel Moderating (Persamaan 3)
Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2017
Model persamaan Moderated Regression Analysis (MRA) yang terbentuk adalah :
Y = a + b1X3 + b2Z + b3X3*Z + e X3= Ukuran perusahaan (size) Z = Struktur Aktiva
X3*Z = Interaksi antara ukuran perusahaan dengan struktur aktiva
e = Error/ kesalahan
Berdasarkan tabel 4.15 di atas dapat dilihat bahwa : 1. Konstanta sebesar 10.783 menunjukkan bahwa apabila
ukuran perusahaan (diukur dengan size), struktur aktiva, dan variabel moderat3 (size x struktur aktiva)= 0 atau dianggap konstan, maka struktur modal (diukur dengan DER) akan bernilai 10.783.
2. b1 sebesar -0.334 menunjukkan bahwa setiap kenaikan size sebesar 1%, maka akan diikuti oleh penurunan DER sebesar -0.334 dengan asumsi variabel lain tetap.
3. b2 sebesar -110.244 menunjukkan bahwa setiap kenaikan struktur aktiva sebesar 1%, maka akan diikuti oleh penurunan DER sebesar -110.244 dengan asumsi variabel lain tetap.
4. b3 sebesar 11.658 menunjukkan bahwa setiap kenaikan variabel moderat3 (size x struktur aktiva) sebagai variabel moderating sebesar 1%, maka akan menguatkan hubungan antara ukuran perusahaan (diukur dengan size) dan struktur modal (diukur dengan DER).
4.2.5.3.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t) dengan Variabel Moderating (Persamaan 3)
Berdasarkan tabel 4.15 di atas diperoleh hasil pengujian hipotesis secara parsial (uji t) sebagai berikut: Variabel ukuran perusahaan (diukur dengan size) memberikan nilai koefisien parameter sebesar -0.334 dengan tingkat signifikansi 0.155 (>0,05). Variabel struktur aktiva sebagai variabel moderating memberikan koefisien parameter sebesar -110.244 dengan tingkat signifikansi 0.062 (>0.05). Variabel moderat3 yang merupakan interaksi antara ukuran perusahaan (diukur dengan size) dengan struktur aktiva (size x struktur aktiva) memberikan nilai koefisien parameter sebesar 11.658 dengan tingkat signifikansi 0.139 (>0.05).
Nilai signifikansi Variabel moderat3 sebesar 0.139
> 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel variabel Z atau variabel moderating yaitu struktur aktiva tidak mampu memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan dan struktur modal.
4.2.5.3.2 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) dengan Variabel Moderating (Persamaan 3)
Tabel 4.16
Uji Statistik F dengan Variabel Moderating (Persamaan 3)
ANOVAb
Model Sum of
Squares df Mean
Square F Sig.
1 Regression 40.785 3 13.595 2.998 .034a Residual 480.739 106 4.535
Total 521.524 109
a. Predictors: (Constant), moderat3, UKURAN PERUSAHAAN (SIZE), STRUKTUR AKTIVA b. Dependent Variable: DER
Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2017 Hasil uji statistik F yang ditampilkan dalam tabel 4.16 menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 2.998 dan tingkat signifikansi 0.034 (> 0,005).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan (diukur dengan size), struktur aktiva, dan variabel moderat3 yang merupakan interaksi antara ukuran perusahaan (diukur dengan size) dengan struktur aktiva (size x struktur aktiva) secara simultan tidak berpengaruh terhadap struktur modal.
4.2.5.3.3 Uji Koefisien Determinasi (R²) dengan Variabel Moderating (Persamaan 3)
Tabel 4.17
Uji Koefisien Determinasi (R²) dengan Variabel Moderating (Persamaan 3)
Model Summaryb
Model R R
Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .280a .078 .052 2.12962
a. Predictors: (Constant), moderat3, UKURAN PERUSAHAAN (SIZE), STRUKTUR AKTIVA b. Dependent Variable: DER
Sumber: Output SPSS, diolah Penulis, 2017 Tabel 4.17 di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0.052 yang berarti bahwa 5.2% variabel dependen, yaitu struktur modal dapat dijelaskan oleh variabel ukuran perusahaan (diukur dengan size), struktur aktiva, dan variabel moderat3 (size x struktur aktiva).
Sisanya 94.8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.