IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.6. Uji Koefisien Regresi Linear Berganda
a. Uji t
digunakan untuk menguji berarti atau tidaknya hubungan peubah-peubah independent seperti Bukti Langsung (X1), Kehandalan (X2), Jaminan (X3), Empati/Perhatian (X4) dengan peubah terlihat kepuasan pasien (Y). Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut :
1) Menentukan Formulasi Hipotesis
- H0 : b = 0, artinya peubah X1, X2, X3, dan X4 tidak mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah Y.
- H0 : b = 0, artinya peubah X1, X2, X3, dan X4 mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah Y.
b. Menentukan derajat kepercayaan 95% (α =0,05) c. Menentukan nyata
- Nilai nyata (P Value) < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. - Nilai nyata (P Value) > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. 2) Membuat kesimpulan
- Bila (P Value) < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya peubah bebas secara parsial memengaruhi peubah terkait.
- Bila (P Value) > 0,05, maka H0 diterima dan ditolak. Artinya peubah bebas secara parsial tidak memengaruhi peubah terkait. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Hasil uji t
Peubah Hasil Uji
Signifikasi
Bukti Langsung 0,298
Keandalan 0,104
Jaminan 0,003
Empati 0,796
Sumber. Data primer yang diolah, 2014
Berdasarkan Tabel 12 hasil uji t pada penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Peubah Bukti Langsung
Hipotesis peubah bukti langsung adalah:
- H0 : b = 0, peubah bukti langsung tidak mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen.
- H0 : b ≠ 0, peubah bukti langsung mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen. Pada peubah bukti langsung dengan taraf α = 0,05. Angka nyata (P Value) pada peubah bukti langsung 0,298 > 0,05. Atas dasar perbandingan tersebut, maka H0 diterima berarti peubah bukti langsung tidak punya pengaruh nyata terhadap peubah kepuas konsumen .
2. Peubah Keandalan
Hipotesis peubah kehandalan adalah:
- H0 : b = 0, peubah kehandalan tidak mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen.
- H0 : b ≠ 0, peubah kehandalan mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen. Pada peubah kehandalan dengan pengaruh nyata α = 0,05. Angka nyata (P Value) pada peubah keandalan 0,104 > 0,05. Atas dasar perbandingan tersebut, maka H0 diterima berarti peubah keandalan tidak punya pengaruh nyata terhadap peubah kepuasan konsumen.
3. Peubah Jaminan
- H0 : b = 0, peubah kehandalan tidak mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen.
- H0 : b ≠ 0, peubah kehandalan mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen. Pada peubah kehandalan dengan pengaruh nyata α = 0,05. Angka nyata (P Value) pada peubah keandalan 0,003 < 0,05. Atas dasar perbandingan tersebut, maka H0 ditolak atau berarti peubah jaminan mempunyai pengaruh nyata terhadap peubah kepuasan konsumen.
4. Peubah Empati
Hipotesis peubah empati adalah:
- H0 : b = 0, peubah empati tidak mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen.
- H0 : b ≠ 0, peubah empati mempunyai pengaruh nyata secara parsial terhadap peubah kepuasan konsumen. Pada peubah empati dengan pengaruh nyata α = 0,05.Angka nyata (P Value) pada peubah empati 0,796 > 0,05. Atas dasar perbandingan tersebut, maka H0 diterima atau berarti peubah empati tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap peubah kepuasan konsumen.
b. Uji Simultan (Uji F)
Digunakan untuk mengetahui hubungan peubah bebas dan peubah Terikat, apakah peubah Bukti Langsung (X1), Kehandalan (X2), Jaminan (X3), Empati/Perhatian (X4) berpengaruh secara bersama-sama terhadap peubah terikat Y (kepuasan pelanggan). Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut :
1. Menentukan Formulasi Hipotesis
- H0 : b1 = b2 0, artinya peubah X1, X2, X3, dan X4 tidak mempunyai pengaruh peubah nyata secara simultan terhadap peubah Y.
- H0 : b1 = b2 ≠ 0, artinya peubah X1, X2, X3, dan X4 mempunyai pengaruh peubah nyata secara simultan terhadap peubah Y.
2. Menentukan taraf nyata α = 0,05 3. Menentukan signifikansi
- Nilai nyatai (P Value) < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. - Nilai nyatai (P Value) > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. 4. Membuat kesimpulan
- Bila (P Value) < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya peubah bebas secara bersama-sama memengaruhi peubah terikat.
- Bila (P Value) > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya peubah bebas secara bersama-sama tidak memengaruhi peubah terikat.
Tabel 13. Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 1.881 4 .470 7.157 .000a
Residual 6.244 95 .066
Total 8.125 99
a. Predictors: (Constant), E, BL, K, JM b. Dependent Variable: KK
(Data primer yang diolah, 2014)
Dari hasil uji F pada penelitian ini didapatkan nilai F hitung 7,157 dengan nilai nyata (P Value) 0,000, pengaruh nyata pada 95% (α =0,05). Angka nyatai (P Value) 0,000 < 0,05. Atas dasar perbandingan tersebut, maka H0 ditolak atau berarti peubah bukti langsung, keandalan, jaminan dan empati tidak pengaruh nyata secara bersama-sama terhadap peubah kepuasan konsumen.
c. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R²) dilakukan untuk melihat adanya hubungan sempurna atau tidak, yang ditunjukkan pada apakah perubahan peubah bebas (bukti langsung, kehandalan, jaminan dan empati) akan diikuti oleh peubah terikat (kepuasan konsumen) pada proporsi yang sama. Pengujian ini dengan melihat nilai R Square (R2), nilai koefisien determinasi 0 - 1. Bila nilai R² kecil, berarti kemampuan peubah-peubah terikat dalam menjelaskan variasi peubah bebas amat terbatas, tetapi bila nilai yang mendekati 1, berarti peubah-peubah independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi peubah terikat (Ghozali, 2005).
Nilai yang dipakai dalam penelitian ini adalah nilai Adjusted R2, karena nilai ini dapat naik atau turun, apabila satu peubah bebas ditambahkan ke dalam model yang diuji. Nilai Adjusted R2 dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabe, 14. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .481a .232 .199 .25636 a. Predictors: (Constant), E, BL, K, JM b. Dependent Variable: KK
(Data primer yang diolah, 2014)
Pada Tabel 14 dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R2 0,19, artinya bukti langsung, jaminan dan empati dapat menjelaskan kepuasan konsumen 19% dan sisanya (81%) diterangkan oleh faktor lain yang tidak diteliti.
4.7. Analisis Regresi Linear Berganda
Perhitungan regresi dengan program SPSS didapatkan koefisien regresi seperti dimuat pada Tabel 15.
Tabel 15. Hasil Koefisien Regresi
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 2.436 .428 5.693 .000 BL -.102 .098 -.117 -1.046 .298 .647 1.545 K .131 .080 .185 1.642 .104 .636 1.572 JM .336 .109 .398 3.090 .003 .486 2.056 E .019 .073 .026 .259 .796 .783 1.277 a. Dependent Variable: KK
(Data primer yang diolah, 2014) Keterangan:
BL = Bukti Langsung K = Kehandalan JM = Jaminan E = Empati
Berdasarkan Tabel 15 didapatkan persamaan regresi linear berganda berikut:
Ŷ = 0,102X
1-0,131X
2+0,336 X
3+0,019 X
4Persamaan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Nilai -0,102 pada peubah bukti langsung (X1) adalah bernilai negatif, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat keandalan yang diberikan UPT Pusat Budidaya Perikanan DKI Jakarta, maka tidak akan akan meningkatkan kepuasan konsumen.
2. Nilai 0,131 pada peubah kehandalan (X2) adalah bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi keandalan yang diberikan UPT Pusat Budidaya Perikanan DKI Jakarta, maka akan semakin tinggi pula kepuasan konsumen.
3. Nilai 0,336 pada peubah jaminan (X3) adalah bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi maka jaminan yang diberikan UPT Pusat Budidaya Perikanan DKI Jakarta, akan semakin tinggi kepuasan konsumen. 4. Nilai 0,019 pada peubah empati (X4) adalah bernilai positif, sehingga dapat
dikatakan bahwa semakin tinggi empati yang diberikan UPT Pusat Budidaya Perikanan DKI Jakarta, maka akan semakin tinggi kepuasan konsumen.
Dari hasil perhitungan pengujian, didapatkan hal berikut :
a. H1 : Bukti langsung berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan konsumen.
Pernyataan hipotesis pertama bahwa bukti langsung berpengaruh negatif terhadap kepuasan konsumen terbukti, ditunjukkan oleh nilai nyata (P Value) 0,298 di atas 0,05 dan nilai koefisien regresi -0,102, maka disimpulkan bukti langsung tidak berpengaruh negatif dan juga tidak nyata terhadap kepuasan konsumen.
b. H2 : Keandalan berpengaruh nyata dan negatif terhadap kepuasan konsumen.
Empati berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan konsumen. Pernyataan hipotesis kedua bahwa keandalan berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan konsumen tidak terbukti, Hal ditunjukkan oleh nilai nyata (P Value)
0,104 di atas 0,05 dan nilai koefisien regresi 0,131, maka disimpulkan keandalan berpengaruh positif tidak nyata terhadap kepuasan konsumen.
c. H3 : Jaminan berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan konsumen. Pernyataan hipotesis ketiga bahwa jaminan berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen terbukti, ditunjukkan oleh nilai nyata (P Value) 0,003 lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien regresi 0,336, maka disimpulkan jaminan berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan konsumen.
d. H4 : Empati berpengaruh positif dan nyata terhadap kepuasan konsumen. Pernyataan hipotesis kedua bahwa keandalan berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan konsumen tidak terbukti, ditunjukkan oleh nilai nyata
(P Value) 0,796 di atas 0,05 dan nilai koefisien regresi 0,019, maka disimpulkan
empati berpengaruh positif, tetapi tidak nyata terhadap kepuasan konsumen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui pula bahwa dari peubah keandalan, jaminan dan empati yang paling berpengaruh dominan terhadap kepuasan pelanggan, dimana peubah jaminan mempunyai pengaruh nyata dan positif, maka persamaan presepsi mutu peramalan adalah :
Ŷ = 2,436 + 0,336 X
3Dimana Ŷ adalah menunjukan simbol kepuasan pelanggan, yang di ketahui standar koefisien B nilai konstan sebesar 2,436, dengan nilai jaminan 0,336 lebih besar dibanding dengan nilai bukti langsung, keandalan dan empati.