BAB II Tinjauan Pustaka
2.11 Uji Validitas dan Reliabilitas Pengukuran
2.11.3 Uji Korelasi
Uji r atau uji korelasi digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan yang dipelajari adalah hubungan yang linier (searah bukan timbal balik) atau garis lurus. Oleh karena itu, uji r ini sering disebut juga uji korelasi linier. Bila hubungan dua variabel yang sedang dipelajari tidak linier, maka uji ini tidak cocok dipakai, sehingga harus dicari uji lain, seperti uji kuadratik atau uji nonlinier. Perlu dipahami juga bahwa uji korelasi ini hanya dipakai untuk variabel kuantitatif. Artinya, uji ini baru bisa dipakai bila variabel yang sedang dipelajari itu keduanya adalah variabel kuantitatif. Bila tidak, maka uji lain seperti uji χ 2 harus dipilih.
Ada dua jenis uji korelasi, yaitu Korelasi Pearson dan Korelasi
Spearman. Bila data berdistribusi normal atau mendekati normal, maka Korelasi
Pearson menjadi pilihan, tetapi bila distribusi data sangat ekstrem tidak normal, maka Korelasi Spearman jadi pilihan.
Ukuran korelasi disebut koefisien korelasi, disingkat dengan r. Nilai r berkisar antara –1 sampai +1, termasuk 0. Koefisien korelasi (r) memiliki sifat- sifat dasar, yaitu :
1. Tanda r bisa bertanda positif atau negatif.
2. Sifatnya simetris artinya koefisien korelasi antara X dan Y sama dengan koefisien korelasi antara Y dan X sehingga rxy = ryx = r.
3. Jika X dan Y bebas satu sama lain, maka nilai r = 0 tetapi jika nilai r = nol tidak berarti X dan Y saling bebas.
4. Koefisien korelasi (r) tidak berlaku untuk menerangkan hubungan nonlinier. 5. Meskipun r merupakan ukuran hubungan linier antara dua variabel, bukan
berarti hubungan tersebut adalah hubungan sebab akibat. Hubungan sebab akibat harus didasari oleh suatu teori atau sesuatu yang masuk akal.
Teknik analisis Korelasi Pearson termasuk teknik statistik para metrik yang menggunakan interval dan ratio dengan persyaratan tertentu. Rumus yang digunakan Korelasi Pearson seperti yang terlihat pada persamaan 2.
∑
∑
−∑
∑ ∑∑
−∑
− = } ) ( }{ ) ( { ) )( ( 2 2 2 2 Y Y n X X n Y X XY n rxy ...(2)Nilai r pada rumus diatas (persamaan 2) bisa bertanda positif, tetapi juga bisa negatif. Berikut adalah interpretasi dari tanda pada koefisien korelasi.
1. Jika nilai r = + (positif), maka hubungannya adalah berbanding lurus. Artinya, semakin besar nilai variabel X, maka semakin besar pula nilai variabel Y atau semakin kecil nilai variabel X maka semakin kecil pula nilai variabel Y .
2. Jika nilai r = – (negatif) maka hubungannya adalah berbanding terbalik. Artinya semakin besar nilai variabel X , maka semakin kecil nilai variabel Y atau semakin kecil nilai variabel X, maka semakin besar nilai variabel Y. 3. Jika nilai r = 0, artinya tidak ada hubungan sama sekali antara variabel X
Berdasarkan nilai derajat korelasinya baik positif maupun negatif adalah sebagai berikut :
Tabel 2.4 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,80 – 1,000 0,60 – 0,799 0,40 – 0.599 0,20 – 0,399 0,00 – 0,199 Sangat Kuat Kuat Cukup Kuat Rendah Sangat Rendah
Teknik analisis Korelasi Pearson termasuk teknik statistik para metrik yang menggunakan interval dan ratio dengan persyaratan tertentu. Misalnya: data dipilih secara acak (random); datanya berdistribusi normal; data yang dihubungkan berpola linier; dan data yang dihubungkan mempunyai pasangan yang sama sesuai dengan subjek yang sama. Kalau salah satu tidak terpunuhi persaratan tersebut analisis korelasi tidak dapat dilakukan.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Di dalam bab ini akan dijelaskan metodologi penelitian yang dipakai dalam penyusunan Tugas Akhir ini. Mulai dari analisa sistem, perancangan sistem sampai pada perancangan antar muka aplikasi. Tentunya dalam setiap tahapan- tahapan tersebut diperlukan tools-tools yang dapat membantu atau menunjang aktifitas tersebut sehingga menghasilkan blueprint yang mudah dipahami dan dipelajari saat implementasi.
3.1 Use Case Diagram
Use Case Diagram dibuat berdasarkan interaksi antara aktor dengan sistem.
Satu use case diagram menggambarkan relasi antara entitas dengan sistem dalam tugas tertentu.
Dalam laporan tugas akhir ini, penulis mencantumkan 4 aktor. Aktor-aktor tersebut adalah Administrator, Frontdesk, Manajer, Kepmekanik dan Konsumen/Guest. Masing-masing aktor tersebut mempunyai operasi yang berbeda dengan aktor lainnya, disesuaikan dengan level akses.
Use case diagram terdiri atas diagram untuk use case dan actor. Actor
merepresentasikan orang yang akan mengoperasikan atau orang yang berinteraksi dengan sistem aplikasi. Use case merepresentasikan operasi-operasi yang dilakukan oleh actor. Use case digambarkan berbentuk elips dengan nama operasi dituliskan di dalamnya. Actor yang melakukan operasi dihubungkan dengan garis lurus ke use case.
Gambar 3.1 Use Case Diagram
update data kon sumen
input data baran g
update data baran g
hapus data karyawan
upda te data karyawan li ha t ri waya t perba ikan
l i hat profil bengkel konsumen /guest
upda te data Wo l ogi n
input data karyawan
i np ut jeni s-pa rts update j en is-parts
input user update user upada te user
sms kritik saran
downl oad data baran g
downl oa d data WO
do wnl oad da ta penj ua lan
download data penj ual an
downl oad jeni s-pa rts cari jen is-pa rts
set data konsumen <<extend>> <<incl ude>>
set data ba ran g
set WO <<incl ude>>
<<extend>> <<extend>>
set pen jualan
set karyawan <<extend>> <<exten d>> <<extend>> <<incl ud e>> <<extend>>
set jeni s-pa rts <<extend>> <<extend>> <<extend>> <<extend>> <<incl ud e>> set user-lo gi n <<extend>> <<extend>> <<extend>> <<incl ude>>
set kotak saran
admi ni strator <<extend>> <<extend>> <<incl ud e>> <<extend>> kepmekani k
cari data kon sumen <<exten d>>
do wnload data konsumen <<extend>> regi strasi kosumen
<<incl ud e>> <<exten d>>
<<extend>>
cari data barang <<extend>>
i nput Wo <<exten d>>
cari data Wo <<extend>>
cari data penjual an i nput data penj ua lan
cari data penj ua lan <<extend>> forntdesk hapus saran <<extend>> <<extend>> <<incl ude>> <<incl ude>> <<exten d>> <<exten d>> Man aj er anali si s penjual an
Pada gambar 3.1 menunjukkan bahwa aktor-aktor tersebut mempunyai relasi dengan sistem. Administrator merupakan aktor kunci, mempunyai level akses ke semua halaman. Dan juga dapat melakukan segala operasi pada halaman- halaman yang tersedia. Sedangkan frontdesk adalah salah satu user yang berada dibagian garda depan dalam pelayanan dengan konsumen. Dan untuk Manajer merupakan user dengan level sama seperti supervisor yang bertugas memonitoring kinerja perusahaan. Berikut operasi dari masing-masing aktor:
3.1.1 Administrator
Administrator mempunyai akses ke semua halaman. Berikut operasi
tersebut :
1. Set kotak saran. 2. Set data konsumen. 3. Set data karyawan. 4. Set data konsumen. 5. Set data barang. 6. Set data Work Order. 7. Set data penjualan. 8. Set data user-login. 9. Set data jenis-part.
3.1.2 Frontdesk
Frontdesk memiliki operasi operasi tertentu ditiap halaman. Berikut
1. Memasukkan data konsumen (registrasi konsumen). 2. Pencarian data konsumen (cari data konsumen). 3. Pengunduhan file data (download file data konsumen). 4. Melakukan pencarian data barang (cari data barang). 5. Melakukan pencarian data karyawan (cari data karyawan). 6. Melakukan pencarian data jenis-parts (cari jenis-part). 7. Melakukan pencarian data karyawan (cari data karyawan). 8. Memasukkan data Work Order (input wo).
9. Melakukan pencarian data Work Order (cari data wo). 10. Memasukkan data penjualan (input data penjualan). 11. Melakukan pencarian data penjualan (cari data penjualan).
3.1.3 Manajer
Manajer merupakan aktor yang berperan juga sebagai supervisorr yang mempunyai akses untuk memonitoring aktivitas bisnis perusahaan. Beberapa operasi yang dimiliki manjer adalah sebagai berikut:
1. Mengunduh data penjualan (download data penjualan). 2. Melakukan pencarian data penjualan (cari data penjualan). 3. Melakukan analisis penjualan.
4. Mengunduh data Work Order (download data Work Order). 5. Melakukan pencarian data Work Order (cari wo).
6. Mengunduh data Konsumen (download data konsumen). 7. Melakukan pencarian data konsumen (cari data konsumen). 8. Mengunduh data jenis-part (download data jenis-part).
9. Mengunduh data barang (download data barang).
3.1.4 Kepmekanik
Kepmekanik merupakan user yang mempunyai level sebagai kepala mekanik yang dapat momonitoring kinerja para mekanik. Berikut adalah operasi- operasi yang bisa dilakukan oleh seorang kepala mekanik:
1. Melakukan pencarian data konsumen (cari data konsumen) 2. Melakukan pencarian data karyawan (cari data karyawan) 3. Melakukan pencarian data Work Order (cari work order)
3.1.5 Konsumen/ Guest
Konsumen merupakan aktor yang mempunyai interaksi dengan sistem dari sisi frontend. Adapun operasi-operasi seperti yang tergambar pada Use Case
Diagram ditas adalah sebagai berikut:
1. Konsumen bisa akses ke semua halaman frontend
2. Melakukan pencarian data historis (lihat riwayat data perbaikan)