BAB III METODELOGI PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
2. Uji Linier
Uji linier bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan atau tidak antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat. Hubungan yang terjadi adalah hubungan per variabel yaitu variabel biaya iklan, biaya personal selling, biaya promosi penjualan. Uji linier ini dilakukan dengan bantuan program SPSS dan digunakan statistik uji f dengan tingkat signifikasi 5% dan derajat koefisien n-k-1.
Interpretasi atau penafsiran nilai r dari tabel SPSS adalah sebagai berikut :
r = 0 ( tidak ada pengaruh) r = 0,0 – 0,5 (pengaruh lemah) r = 0,5 – 0,8 (pengaruh sedang) r = 0,8 – 1 (pengaruh sempurna) (Anderson-Clove,1986:538)
Keterangan :
Jika nilai r = 0 artinya tidak ada pengaruh sama sekali antara variabel independen X dengan variabel dependen Y.
Jika nilai r > 0, artinya ada pengaruh linier positif. Semakin besar variabel independen X semakin besar pula nilai variabel dependen Y atau semakin kecil nilai variabel X semakin kecil pula nilai variabel Y.
Jika nilai r < 0, telah terjadi pengaruh linier negatif. Semakin kecil nilai variabel X semakin besar nilai variabel Y, atau semakin besar nilai variabel X semakin kecil nilai variabel Y.
Ho : r = 0 (tidak ada pengaruh antara biaya iklan, biaya personal selling, biaya promosi penjualan dengan
volume penjualan )
H1 : r ≠ 0 (ada pengaruh antara biaya iklan, biaya personal selling, biaya promosi penjualan dengan volume penjualan)
Dipilih level of significance (∞) = 10%, artinya jika terjadi kesalahan diharap hanya 10%. Diagram yang dipakai berbentuk two tail maka level of significance adalah 0,05.
3. Analisa Regresi Linier Berganda
Analisa regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara biaya periklanan, biaya personal selling, dan biaya promosi penjualan dengan volume penjualan, memperoleh kegiatan promosi yang paling efektif, Koefisien kegiatan promosi yang terbesar yang dipilih, memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan volume penjualan dengan cara : a. Menentukan permasalahan Y= a + bx1 + cx2 + dx3.
(Zaenal Mustafa, 1995:105) Keterangan:
Y = Volume Penjualan X1 = Biaya Periklanan X2 = Biaya Personal Selling X3 = Biaya Promosi Penjualan
e = Komponen kesalahan random (random eror)
Setelah diperoleh persamaan regresi Y = a+bX1+cX2+dX3, misalnya diperoleh persamaan Y = 101+2X1-2,3X2+15X3, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut: bilangan 101 berarti tanpa adanya periklanan (X1), personal selling (X2), dan promosi penjualan (X3), perusahaan secara tetap akan memperoleh volume penjualan sebesar 101. jika X2 dan X3 konstan maka 2 dalam persamaan di atas merupakan koefisien regresi linier yang mengukur besar nilai dependen (Y) sehubungan dengan variabel independen (X1). Berarti kenaikan biaya periklanan Rp. 1,- akan menyebabkan volume penjualan naik Rp. 2,- jika X1 dan X3 konstan maka -2,3 dalam persamaan tersebut merupakan koefisien regresi linier yang mengukur besarnya nilai variabel dependen Y sehubungan dengan variabel independen X2. Berarti kenaikan biaya personal selling Rp. 1,- akan menyebabkan volume penjualan turun Rp. 2,3. jika X1 dan X3 konstan maka nilai 15 dalam persamaan tersebut merupakan koefisien regresi linier yang mengukur besarnya nilai variabel dependen Y sehubungan
dengan variabel independen X3. berarti kenaikan biaya promosi penjualan sebesar Rp. 1,- akan menyebabkan volume penjualan naik sebesar Rp.
15,-b. Membandingkan koefisien X1, koefisien X2, dan koefisien X3 dalam persamaan regresi linier ganda. Koefisien kegiatan promosi (X) yang terbesar yang dipilih, yaitu yang memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan volume penjualan (Y).
4. Uji Multikolinieritas
Multikolinieritas adalah situasi adanya hubungan variabel-variabel bebas di antara satu dengan yang lainnya, dalam hal ini disebut variabel bebas tidak ortogonal. Ortogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasinya sama dengan nol. Bila terdapat korelasi yang sempurna di antara sesama variabel bebas itu sama dengan satu maka koefisien regnya tidak dapat ditaksir dan nilai standar erornya setiap koefisien regnya menjadi tidak berhingga. Perhitungan uji multikolinieritas menggunakan tabel perhitungan koefisien kolom Collinearity Statistics pada VIF. Jika VIF > 5 ada multikolinieritas yang serius. Biaya Iklan, biaya personal selling, biaya promosi penjualan merupakan kesatuan anggaran dari fungsi promosi. Pengalokasian biaya iklan, biaya personal selling, biaya promosi penjualan dibagi menurut prioritas dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Uji multikolinieritas mencoba untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinieritas yang serius di antara biaya yang telah terjadi dan dapat diantisipasi untuk biaya yang akan datang.
5. Uji Autokorelasi
Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu dengan yang lain. Uji autokorelasi yang dilakukan adalah uji Durbin Watson (DW).Hipotesis yang diuji adalah
Ho = 0 tidak ada autokorelasi Ho > 0 ada autokorelasi positif
Keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah :
• Bila DW lebih besar daripada batas atas (upper bound, U ), maka koefisien autokorelasi sama dengan Nol. Artinya tidak ada autokorelasi positif.
• Bila DW lebih rendah daripada batas bawah (lower bound, L) koefisien autokorelasi lebih besar dari pada nol. Artinya ada autokorelasi positif.
• Bila DW terletak di antara batas atas dan batas bawah, maka tidak dapat disimpulkan.
6. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas adalah suatu keadaan di mana varian dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk semua variabel bebas. Artinya setiap varian mempunyai reabilitas yang berbeda akibat perubahan dalam kondisi yang melatarbelakangi tidak terangkum dalam spesifikasi model.
Ada berbagi metode yang digunakan untuk menguji ada tidaknya situasi Heteroskedastisitas dalam varian eror term suatu model regresi. Di dalam penelitian ini digunakan uji Nonparametric test menggunakan k related
samples sehingga di dapatkan nilai chi-square dan membandingkan dengan nilai kritis (dengan derajat kepercayaan, dan derajat kebebasan). Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang dilakukan agar mendapatkan hasil yang benar dan tepat. Metode yang dilakukan dengan metode Friedman Test dan Kendall's W Test.
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat Perusahaan
PT Mitra Sarana Purnama didirikan berdasarkan akta Notaris Maria Kristina Soeharyo, SH nomor 27 tanggal 20 Maret 2985 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 11 Juli 1985 nomor C2-3970.HT.01.01.TH.85. Anggaran dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris Maria Kristina Soeharyo, SH nomor 31 tanggal 29 April 1998. Kepemilikan modal PT. Mitra Sarana Purnama sesuai dengan akta perubahan terakhir dari notaris Maria Kristina Soeharyo. SH nomor 31 tanggal 29 April 1998 modal dasar perusahaan Rp. 20.000.000.000,00 telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp. 12.625.000.000,00 yang terdiri dari 126.250 lembar saham dengan nilai nominal Rp.100.000,00 sebagai berikut :
No Nama Lembar
Saham Jumlah (Rp.) Persentase
1. PT. Hero Intiputra 125.000 12.500.000.000 99,01 %
2. Tuan Ipung Kurnia, MBA 202 20.200.000 0,16 %
3. Nyonya Nurhajati 846 84.600.000 0,67 %
4. Nyonya Mulianti Kurnia 202 20.200.000 0,16 %
Jumlah 126.250 12.625.000.000 100,00 %
Tabel IV.1
Kepemilikan Modal PT. Mitra Sarana Purnama
Ruang lingkup perusahaan meliputi perdagangan ekspor, impor dan interinsulair baik untuk perhitungan sendiri maupun atas dasar komisi untuk perhitungan pihak lain dan juga bertindak sebagai grosir dan leveransir serta
distributor dari rupa-rupa barang dagangan, selain itu PT. Mitra Sarana Purnama juga menjalankan usaha dibidang keagenan/perwakilan dari perusahaan/perseroan lain baik dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan akta perubahan yang terakhir yaitu dari Notaris Maria Kristina Soeharyo. SH tanggal 29 April 1998 nomor 31, susunan pengurus PT. Mitra Sarana Purnama adalah sebagai berikut:
o Komisaris Perseroan : Nyonya Nurhajati
o Direktur utama Perseroan : Tuan Ipung Kurnia, MBA
o Direktur Perseroan : Nyonya Mulianti Kurnia
B. Struktur Organisasi
Organisasi digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan yang dikehendaki organisasi yaitu suatu kerja sama orang-orang atau sekelompok orang dengan menggunakan dana, alat, teknologi dan mau terikat dengan peraturan-peraturan serta lingkungan tertentu. Struktur organisasi berfungsi sebagai bagian yang mengatur, memberi wewenang, tanggung jawab dan menghubungkan tiap bagian departemen.
Bentuk organisasi PT. Mitra Sarana Purnama adalah struktur organisasi line (garis). Bentuk organisasi ini meletakkan kekuasaan dan tanggung jawab ada pada suatu pimpinan masing-masing cabang dan bertanggung jawab pada masing-masing departemen. Adapun bagan struktur organisasi PT. Mitra Sarana Purnama dapat dilihat pada gambar IV.1 berikut ini :
25 rg anisa si PT. Mitra Sa rana UTAMA GENERAL MANAGER
Kepala Cabang Jakarta Kepala Cabang Bandung Kepala Cabang Solo
Marketing Manager Accounting Manager Warehouse Manager Warehouse Manager Marketing Manager Accounting Manager Warehouse Manager Accounting Manager Marketing Manager S.U.V MARKET S.U.V PASAR S.U.V S.U.V ADMIN S.U.V Inventory S.U.V S.U.V ADMIN S.U.V FISIK S.U.V S.U.V MARKET S.U.V PASAR S.U.V S.U.V ADMIN S.U.V Inventory S.U.V S.U.V ADMIN S.U.V FISIK S.U.V S.U.V MARKET S.U.V PASAR S.U.V S.U.V ADMIN S.U.V Inventory S.U.V S.U.V ADMIN S.U.V FISIK S.U.V
C. Produksi
PT. Mitra Sarana Purnama adalah distributor tunggal untuk produk Sirup Marjan yang mempunyai rasa beraneka ragam, di antaranya adalah rasa melon, Strawberry, Cocopandan, Lyche, Markisa, Rose, Vanila, Grenadine, Mocca dan aneka Milksirup seperti : Milkrose, Milkmelon, dan Milkstroberi. Selain yang dipasarkan seperti di atas juga memasarkan Sunquik. Sunquik adalah minuman squash rasa aneka jeruk seperti Sunquik Mandarin, Sunquik Mixfruit dan Sunquik Orange. PT. Mitra Sarana Purnama juga memasarkan Mayonase yang digunakan untuk bahan pembuatan burger, roti, salad dan lain-lain. Mayonase yang diproduksi mempunyai tiga jenis di antaranya : Mustard, Thousand Island, Blue Cheese. Produk yang terakhir dipasarkan oleh PT. Mitra Sarana Purnama adalah Miso. Seperti yang kita kenal di Indonesia tauco, miso sama seperti tauco hanya saja dalam Bahasa Jepang. Sejenis kacang kedelai yang difermentasikan dan dikemas dalam botol.
No. Nama Produk No. Nama Produk
1. Sirup Strawberry 11. Milksirup Rose
2. Sirup Vanilla 12. Milksirup Melon
3. Sirup Mocca 13. Milksirup Strawberry
4. Sirup Rozen 14. Milksirup Cocopandan
5. Sirup Cocopandan 15. Milksirup Lychee 6. Sirup Fruit Punch 16. Sunquik Mandarin 7. Sirup Grenadine 17. Sunquik Mixfruit
8. Sirup Lychee 18. Sunquik Orange
9. Sirup Orange 19. Mayonase
D. Pemasaran
1. Daerah Pemasaran
PT. Mitra Sarana Purnama memasarkan produknya ke daerah Jawa melalui cabang perusahaan yang berkedudukan di Jakarta, Bandung, Solo dan rekanan perusahaan di Surabaya yaitu PT. Puji Surya Indah. PT. Mitra Sarana Purnama membagi daerah-daerah pemasarannya sebagai berikut : a. Daerah Jakarta meliputi :
o Lampung
o Banten
o JABODETABEK
b. Daerah Bandung meliputi
o Bandung
o Jawa Barat
c. Daerah Solo meliputi :
o Daerah Istimewa Yogyakarta
o Jawa Tengah d. Surabaya
o Jawa Timur
Skema mengenai sistem pemasaran PT. Mitra Sarana Purnama terlihat pada halaman berikutnya.
Bagan Sistem Pemasaran PT. Mitra Sarana Purnama
PT. Mitra Sarana Purnama
Jakarta
Bandung Solo
Surabaya(PT. Puji Surya Indah) Lampung Banten JABODE TABEK Bandung Jawa Barat DIY JATENG Jawa Timur
K O N S U M E N
Gambar IV.2Sistem Pemasaran PT. Mitra Sarana Purnama
PT. Lasallefood Indonesia
2. Metode Promosi
Promosi adalah arus informasi satu arah untuk mengarahkan pada tindakan pertukaran dalam pemasaran. Dalam rangka meningkatkan volume penjualan maka media promosi yang digunakan PT. Mitra Sarana Purnama yaitu :
a. Advertensi
b. Promosi Penjualan c. Personal Selling
a. Advertensi
Salah satu usaha untuk meningkatkan volume penjualan dengan menempuh jalan promosi dengan advertensi. Advertensi merupakan alat untuk menyampaikan informasi, alat untuk membujuk, mempengaruhi sikap dan perilaku penerima informasi dengan maksud agar terjadi pertukaran yang memuaskan. Adapun media advertensi yang digunakan PT. Mitra Sarana Purnama adalah :
1. Iklan Media Cetak a. Surat Kabar
o Kompas
o Koran SINDO
o The Jakarta Post
o Media Indonesia
o Bisnis Indonesia b. Majalah o Tempo o Inti sari o Ayah Bunda o Femina
2. Iklan Media Elektronik a. Radio o El Shinta Jakarta o Prambors Jakarta o Mara Bandung o AZ Bandung o Trijaya Jakarta o Pesona FM Jakarta b. Televisi o Trans TV o Indosiar
o Surya Citra Televisi Indonesia
o Rajawali Citra televisi Indonesia
o Televisi Pendidikan Indonesia
o Global Televisi
o Jack TV
c. Kalender
PT. Mitra Sarana Purnama mengeluarkan kalender untuk promosinya. Kalender ini satu tahun sekali.
d. Alat Produksi car door
o Spanduk
o Plakat
o Dan lain-lain
e. Alat promosi material advertising f. Sumbangan dan sponsor
b. Promosi Penjualan
Promosi penjualan ini adalah mencoba untuk memasuki dan membujuk konsumen dengan alat serta metode yang diawasi oleh PT. Mitra Sarana Purnama sendiri.
Promosi penjualan bertujuan untuk memberikan informasi tentang produk yang dipasarkan perusahaan serta menstimulir permintaan. Promosi penjualan yang digunakan PT. Mitra Sarana Purnama berupa pameran nasional. Juga bagi para pedagang besar juga diberikan potongan yang menarik.
c. Personal Seling
Personal Seling adalah interaksi antar individu dengan saling bertemu muka. Ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, mempertahankan hubungan pertukaran yang menguntungkan. PT. Mitra Sarana Purnama memiliki pekerja salles untuk melaksanakan
tugas ini dengan target yang telah ditetapkan perusahaan. Para salles ini diberikan bonus apabila dapat mencapai sesuai dengan target yang telah ditapkan perusahaan. Para pedagang dapat memberikan saran dan kritik kepada perusahaan baik terhadap produk dan pelayanan yang diberikan.
3. Penetapan Harga
Kebijaksanaan harga jual yang dilaksanakan PT. Mitra Sarana Purnama berdasarkan pada total biaya ditambah dengan sejumlah keuntungan yang dikehendaki (Cost Plus Pricing). Dengan metode ini diharapkan akan dicapai sasaran sebagai berikut :
a. Memperbesar volume penjualan b. Memperbesar market share c. Mendapatkan laba maksimal d. Mengimbangi para pesaing
e. Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan
Penjualan perusahaan secara kredit kepada para distributor dan pembayarannya dilakukan paling lama satu bulan. Untuk penjualannya secara tunai mendapatkan potongan penjualan sebesar 6%.
4. Saluran distribusi
Saluran distribusi yang dijalankan oleh PT. Mitra Sarana Purnama pada dasarnya dapat digolongkan menjadi :
a. Saluran Distribusi Langsung
Saluran distribusi langsung adalah penyaluran yang dilakukan secara langsung oleh PT. Mitra Sarana Purnama, tanpa melalui perantara kepada konsumen pemakai. Adapun penyaluran secara langsung itu ditujukan untuk :
o Konsumen akhir
o Pegawai/karyawan PT. Mitra Sarana Purnama
o Sumbangan
o Industri pemakai Kafe, Hotel, dan Restoran b. Saluran Distribusi Tidak Langsung
Saluran distribusi tidak langsung yang dilakukan dengan melalui beberapa pedagang perantara sebelum sampai ke konsumen. Secara keseluruhan distribusi yang digunakan oleh PT. Mitra Sarana Purnama, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat digambarkan sebagai berikut :
Saluran Distribusi PT. Mitra Sarana Purnama
Hero Supermaket Tbk Industri Pemakai o Hotel o Restoran o Kafe Pengecer Pengecer Pedagang Besar Konsumen Gambar IV.3
Saluran Distribusi PT. Mitra Sarana Purnama
PT. Mitra Sarana Purnama
5. Pihak-Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa
PT. Mitra Sarana Purnama melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sifat hubungan istimewa tersebut adalah sebagai berikut:
a. Sifat Hubungan Dengan
Perusahaan
Nama Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa
• Pemegang saham, direktur dan komisaris
• Sebagian direktur dan
komisaris
• PT. Hero Intiputra
• PT. Hero Supermarket. Tbk
b. Sifat Transaksi Hubungan
Istimewa
• Penjual produk melalui outlet • PT. Hero Supermarket. Tbk
Table IV.3
6. Penjualan PT. Mitra Sarana Purnama Tahun 1998-2005 Penjualan PT. Mitra Sarana Purnama
Tahun 1998-2005 (Dalam Rupiah)
Nomor Tahun Jumlah
1 1998 104.452.506.878 2 1999 106.805.970.749 3 2000 108.632.151.927 4 2001 111.699.613.123 5 2002 114.013.816.124 6 2003 124.940.203.577 7 2004 134.317.558.943 8 2005 145.287.254.489 Tabel IV.4
Penjualan PT. Mitra Sarana Purnama
7. Biaya Iklan, Personal Selling dan Promosi Penjualan
Berikut ini gambaran biaya iklan, Personal selling, dan promosi Penjualan yang sudah dikeluarkan oleh PT. Mitra Sarana Purnama selama tahun 1998 sampai tahun 2005 dalam rupiah.
Televisi 60.000.000 111.000.000 157.570.000 246.570.000 385.000.000 640.021.300 1.628.748.790 1.830.398.790 Surat Kabar 7.000.000 14.792.000 13.430.000 45.730.000 59.000.000 70.825.210 47.251.210 52.251.210 Radio 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.500.000 3.500.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 Majalah 6.000.000 10.000.000 24.676.000 46.000.000 56.000.000 78.000.000 81.680.000 99.350.000 Neon Bx. Brosur. Plakat 10.353.000 8.000.000 8.684.000 17.160.000 39.910.000 107.541.490 43.260.000 64.000.000 Total 85.353.000 145.792.000 206.360.000 357.960.000 543.410.000 899.388.000 1.803.940.000 2.049.000.000 Tabel V.2 Biaya Periklanan
Dari tabel diperoleh informasi bahwa PT. Mitra Sarana Purnama melaksanakan kegiatan periklanan dengan mengambil media televisi, radio, surat kabar neon bx brosur plakat dan majalah. Adapun total biaya periklanan tahun 1998-2005 mengalami kenaikan. Alokasi terbesar untuk membayar biaya iklan di televisi melalui rumah produksi iklan sedangkan alokasi biaya terkecil untuk radio.
Salles Motoris 35.000.000 49.000.000 70.000.000 90.000.000 85.500.000 95.000.000 142.500.000 187.500.000 Taking/Dropping Order (rtr) 10.000.000 16.000.000 17.500.000 27.000.000 45.000.000 93.750.000 137.500.000 170.500.000 Salles 18.000.000 26.800.000 21.700.000 27.900.000 33.300.000 57.950.000 95.200.000 125.000.000 Komisi Penjualan-Rbt 10.000.000 16.110.000 28.868.000 33.945.410 27.450.000 31.150.000 56.220.000 83.300.000 Sewa Motor 10.000.000 18.200.000 20.000.000 25.000.000 23.750.000 30.000.000 58.220.000 98.594.000 Total 83.000.000 126.110.000 158.068.000 203.845.410 215.000.000 307.850.000 489.640.000 664.894.000 Tabel V.3
Dari tabel biaya personal selling diperoleh informasi bahwa PT. Mitra Sarana Purnama melaksanakan kegiatan personal selling dengan salles dan pemberian bonus atas prestasi yang dicapai melalui target yang telah ditetapkan. Alokasi terbesar dari kegiatan personal selling digunakan untuk gaji motoris dan pemberian bonus / komisi penjualan, sebagai alokasi terkecil untuk komisi penjualan.
Pameran 0 35.000.000 50.000.000 15.000.000 26.650.000 25.000.000 40.000.000 29.000.000 Hadiah 20.000.000 20.000.000 24.561.000 6.000.000 6.000.000 19.000.000 25.000.000 15.000.000 Sponsor 15.000.000 6.000.000 5.000.000 2.050.000 2.148.560 1.000.000 15.000.000 14.652.000 Sewa 25.000.000 35.000.000 35.000.000 99.487.000 124.000.000 150.000.000 135.000.000 150.000.000 Cetakan/Promosi 10.000.000 17.170.000 20.000.000 12.643.000 34.351.440 15.781.000 88.230.000 164.280.000 Contoh Produk 10.000.000 10.000.000 10.000.000 3.000.000 3.000.000 3.579.000 75.000.000 11.618.000 Perijinan 2.950.000 3.250.000 4.379.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 35.000.000 50.000.000 Total 82.950.000 126.420.000 148.940.000 158.180.000 216.150.000 234.360.000 413.230.000 434.550.000 Tabel V.4
Dari tabel biaya promosi penjualan diperoleh informasi bahwa PT. Mitra Sarana Purnama melaksanakan kegiatan promosi penjualan dengan cara memberikan contoh produk, mengadakan/mengikuti pameran, memberi hadiah, menjadi sponsor event tertentu. Alokasi terbesar dari biaya promosi penjualan digunakan untuk mengadakan atau mengikuti pameran, sedangkan alokasi terkecil untuk perizinan.
BAB V
DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN
I. Deskripsi Data
Setelah data diperoleh maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data, yaitu untuk mengetahui kegiatan promosi mana di antara kegiatan periklanan, kegiatan personal selling, dan promosi penjualan, yang paling efektif dalam meningkatkan volume penjualan berdasar biaya yang telah dikeluarkan. Analisis yang digunakan untuk analisis efektivitas kegiatan promosi adalah analisis kontribusi dengan menggunakan regresi linier berganda. Sebelum dilakukan analisis kontribusi dengan menggunakan regresi linier berganda harus dilakukan beberapa uji statistik agar kesimpulan yang didapat tidak menyimpang dari data yang ada. Berikut ini uji statistik yang digunakan : 1. Uji Normalitas
Jika dari uji normalitas didapatkan hasil bahwa ada salah satu variabel tidak berdistribusi normal maka uji t ditindak dapat dilakukan. Dari analisis pertama yaitu variabel biaya iklan diperoleh hasil Kolmogorov-Smirnov hitung sebesar 0,670 dengan asymptotic sig (probabilitas) >0,05. Hal ini berarti untuk variabel biaya iklan (X1) berdistribusi normal.
Dari analisis kedua yaitu variabel biaya personal selling diperoleh hasil Kolmogorov-Smirnov hitung sebesar 0,719 dengan asymptotic sig (probabilitas) >0,05. Hal ini berarti untuk variabel biaya personal selling (X2) berdistribusi normal.
Dari analisis tiga yaitu variabel biaya promosi penjualan diperoleh hasil Kolmogorov-Smirnov hitung sebesar 0,642 dengan asymptotic sig (probabilitas) >0,05. Hal ini berarti untuk variabel biaya promosi penjualan (X3) berdistribusi normal
2. Uji Linier
Uji linier bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan linier atau tidak antara biaya iklan dengan volume penjualan, personal selling dengan volume penjualan, promosi penjualan dengan volume penjualan.
Hasil pengujian variabel bebas biaya iklan dengan volume penjualan didapat r hit didapat 0,996 dan r tabel sebesar 0,354 juga sig menunjukkan tingkat kesalahan di bawah 5% maka - r hit < r tabel < + r hit, -0,996 < 0,354 < 0,996 hubungannya adalah hubungan linier positif signifikan. Hasil pengujian pada variabel bebas biaya personal selling dengan volume penjualan di dapat r hit 0,996 dan r tabel sebesar 0,354 juga sig menunjukkan tingkat kesalahan di bawah 5% maka hubungannya adalah hubungan linier positif signifikan.
Hasil pengujian variabel bebas biaya promosi penjualan dengan volume penjualan didapat 0,986 dan r tabel sebesar 0,354 juga sig menunjukkan tingkat kesalahan di bawah 5% maka - r hit < r tabel < + r hit, -0,986 < 0,354 < 0,996 hubungannya adalah hubungan linier positif signifikan. Dengan hasil komputasi menggunakan perangkat lunak SPSS menunjukkan bahwa koefisien determinasi (adjust R2)untuk model ini sangat meyakinkan, sebesar 1,00. Artinya 100% variasi volume penjualan
mampu dijelaskan oleh variabel bebas yaitu biaya iklan, biaya personal selling, biaya promosi penjualan.
Dari perhitungan tabel ANOVA menunjukkan bahwa model regresi ini memiliki F hitung 4,31E+15 yang signifikan pada derajat kepercayaan 5%. Karena F hitung memiliki nilai lebih besar dari 4 maka Ho yang menyatakan tidak ada pengaruh antara biaya iklan, biaya personal selling, biaya promosi penjualan dengan volume penjualan dapat ditolak.
Dengan melihat hasil perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel bebas adalah linier positif signifikan