• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Pengujian Prasyarat Analisis

2. Uji Linieritas

Pengujian linieritas digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang linier diantara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil pengujian nilai hubungan variabel minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I. Secara lengkap tersaji dalam tabel berikut ini:

Tabel 5.6

Rangkuman Hasil Pengujian Linieritas NO. Variabel Db Dev. From

Linier

F. Tabel Kesimpulan 1. Minat Baca 13/67 0,689 1,859 Linier 2. Disilin Belajar 15/65 1,382 1,823 Linier 3. Motivasi Belajar 15/65 1,017 1,823 Linier

Tabel 5.6 menunjukkan bahwa nilai Fhitung variabel minat baca

dengan variabel prestasi belajar AKL I = 0,689 lebih kecil dari Ftabel =

1,859, variabel disiplin belajar dengan variabel prestasi belajar AKL I = 1,823 lebih kecil dari Ftabel = 1,823, dan untuk variabel motivasi belajar

dengan variabel prestasi belajar AKL I = 1,017 lebih kecil dari Ftabel =

1,823. Karena nilai-nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel, hal tersebut

menunjukkan bahwa distribusi data penelitian ketiga variabel penelitian tersebut adalah linier.

C. Pengujian Hipotesis 1. Hipotesis Pertama

a. Rumusan Hipotesis

Hipotesis penelitian ini adalah:

Ho = Tidak ada pengaruh positif minat baca terhadap prestasi belajar AKL I.

Ha = Ada pengaruh positif minat baca terhadap prestasi belajar AKL I b. Mencari persamaan regresi linier sederhana

Berdasarkan hasil pengujian persamaan regresi dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: Y = -27.892 – 0,567 X. Artinya, harga koefisien regresi bernilai negatif, hal tersebut menunjukkan setiap penurunan minat baca maka prestasi juga mengalami penurunan. Dengan kata lain semakin rendah minat baca mahasiswa terhadap mata kuliah AKL I, maka semakin rendah prestasi belajar AKL I.

c. Menentukan koefisien korelasi antara variabel minat baca dengan prestasi belajar AKL I.

Hasil perhitungan diperoleh korelasi antara variabel minat baca dengan prestasi belajar adalah sebesar 0,589. Artinya, hubungan variabel minat baca dengan variabel prestasi belajar adalah positif. Kategori derajat hubungan kedua variabel dikategorikan kuat, sedangkan pengaruh minat baca mahasiswa terhadap prestasi belajar AKL I dapat diketahui melalui koefisien determinasi, yaitu r2 = 0,5892 = 0,347. Hal ini berarti bahwa variabel prestasi belajar AKL I sebesar 34,7% ditentukan oleh variabel minat baca mahasiswa, melalui persamaan regresi Y = -27.892 – 0,567 X dan sisanya 65,3% ditentukan oleh faktor lain.

d. Menguji signifikan koefisien korelasi dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan df = n – 2 = 82 -2

= 80.

Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan SPSS 16.0 menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar -0,735, sedangkan nilai

t tabel pada df = 80 sebesar 1,664. hal ini berarti nilai thitung < ttabel

(-0,735 < 1,664). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh negatif dan signifikan minat baca terhadap prestasi belajar AKL I.

2. Hipotesis Kedua a. Rumusan Hipotesis

Hipotesis penelitian ini adalah:

Ho = Tidak ada pengaruh positif disiplin belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

Ha = Ada pengaruh positif disiplin belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

b. Mencari persamaan regresi linier sederhana.

Berdasarkan hasil pengujian persamaan regresi dapat disusun sebagai berikut: Y =-27.892 + 1,254 X. Artinya, harga koefisien regresi bernilai positif, hal tersebut menunjukkan setiap pertambahan disiplin belajar maka prestasi juga mengalami pertambahan. Dengan kata lain semakin tinggi disiplin belajar mahasiswa terhadap mata kuliah AKL I, maka semakin tinggi prestasi belajar AKL I.

c. Menentukan koefisien korelasi antara variabel disiplin belajar dengan prestasi belajar AKL I.

Hasil perhitungan diperoleh korelasi antara variabel disiplin belajar dengan prestasi belajar adalah sebesar 0,827. Artinya, hubungan variabel disiplin belajar dengan variabel prestasi belajar

adalah positif. Kategori derajat hubungan kedua variabel dikategorikan kuat, sedangkan pengaruh disiplin belajar mahasiswa terhadap prestasi belajar AKL I dapat diketahui melalui koefisien determinasi, yaitu r2 = 0,8272 = 0,684. Hal ini berarti bahwa variabel prestasi belajar AKL I sebesar 68,4% ditentukan oleh variabel disiplin belajar mahasiswa, melalui persamaan regresi Y = -27.892 + 1,254 X dan sisanya 31,6% ditentukan oleh faktor lain.

d. Menguji signifikan koefisien korelasi dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan df = n – 2 = 82 -2

= 80.

Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan SPSS 16.0 menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 1,574, sedangkan nilai

t tabel pada df = 80 sebesar 1,664. hal ini berarti nilai thitung < ttabel

(1,574 > 1,664). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh positif dan signifikan disiplin belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

3. Hipotesis Ketiga a. Rumusan Hipotesis

Hipotesis penelitian ini adalah:

Ho = Tidak ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

Ha = Ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

b. Mencari persamaan regresi linier sederhana.

Berdasarkan hasil pengujian persamaan regresi dapat disusun sebagai berikut: Y = -27.892 + 1,761 X. Artinya, harga koefisien regresi bernilai positif, hal tersebut menunjukkan setiap pertambahan motivasi belajar maka prestasi juga mengalami pertambahan. Dengan kata lain semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa terhadap mata kuliah AKL I, maka semakin tinggi prestasi belajar AKL I.

c. Menentukan koefisien korelasi antara variabel motivasi belajar dengan prestasi belajar AKL I.

Hasil perhitungan diperoleh korelasi antara variabel motivasi belajar dengan prestasi belajar adalah sebesar 0,573. Artinya, hubungan variabel motivasi belajar dengan variabel prestasi belajar adalah positif. Kategori derajat hubungan kedua variabel dikategorikan kuat, sedangkan pengaruh motivasi belajar mahasiswa terhadap prestasi belajar AKL I dapat diketahui melalui koefisien determinasi, yaitu r2 = 0,5732 = 0,328. Hal ini berarti bahwa variabel prestasi belajar AKL I sebesar 32,8% ditentukan oleh variabel motivasi belajar mahasiswa, melalui persamaan regresi Y = -27.892 + 1,761 X dan sisanya 67,2% ditentukan oleh faktor lain.

d. Menguji signifikan koefisien korelasi dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan df = n – 2 = 82 -2

Hasil perhitungan yang dilakukan dengan berdasarkan SPSS 16.0 menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 2,053, sedangkan nilai

ttabel pada df = 80 sebesar 1,664. hal ini berarti nilai thitung> ttabel(2,053

> 1,664). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

4. Hipotesis Keempat

Sebelum dilakukan pengujian hipotesis keempat yang analisisnya menggunakan regresi linier berganda terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Hasil pengujian asumsi klasik adalah sebagai berikut:

a. Heterokedastisitas

Heterokedastisitas adalah suatu keadaan dimana varians dari kesalahan pengganggu tidak konstan untuk suatu nilai variabel bebas (Supranto, 2004:68). Untuk mendeteksi terjadinya heterokedastisitas digunakan uji asumsi korelasi Rank dan Spearman.

Hasil analisis pertama diperoleh koefisien korelasi rhitung

sebesar 0,1000 dengan probabilitas sebesar 0. Oleh karena nilai probabilitas = 0 > a = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas untuk variabel minat baca. Hasil analisis kedua diperoleh koefisien korelasi rhitung sebesar 0,600 dengan

probabilitas sebesar 0,000. Oleh karena nilai probabilitas = 0,000 > a = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas untuk variabel disiplin belajar. Hasil analisis ketiga diperoleh koefisien

korelasi rhitung sebesar 0,635 dengan probabilitas sebesar 0,000. Oleh

karena nilai probabilitas = 0,000 > a = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas untuk variabel motivasi belajar.

b. Multikolinieritas

Berdasarkan analisiscollinearity statistics untuk variabel minat baca didapat koefisien tolerance 0,541, sedangkan VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel minat baca sebesar 1,847. Oleh karena nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel minat baca tidak terjadi multikolinieritas. Berdasarkan analisis collinearity statistics untuk variabel disiplin belajar didapat koefisien tolerance 0,358, sedangkan VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel disiplin belajar sebesar 2,795. Oleh karena nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin belajar tidak terjadi multikolinieritas. Berdasarkan analisis collinearity statistics untuk variabel motivasi belajar didapat koefisien tolerance 0,345, sedangkan VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel motivasi belajar sebesar 2,900. Oleh karena nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi belajar tidak terjadi multikolinieritas.

c. Autokorelasi

Berdasarkan hasil analisis regresi ganda dengan menggunakan Uji Durbin-Watson diperoleh nilai 1,743, sedangkan nilai Durbin-

Watson tabel dengan n = 82 dan k = 3 dan tingkat signifikan 0,05 (α = 5%) didapat dl = 1,566 ; du = 1,717. Oleh sebab itu nilai DW hitung yaitu 1,743 tidak berada dalam interval du dan 4 - du (1,717 – 2,283), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi autokorelasi untuk variabel minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar.

Tabel 5.7

Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik Kesimpulan

Heterokedastisitas Tidak Terjadi Multikolinieritas Tidak Terjadi Autokorelasi Tidak Terjadi

Tabel 5.7 menunjukkan bahwa deskripsi data pada hasil uji asumsi klasik adalah pada heterokedastisitas berdasarkan nilai untuk variabel minat baca pada korelasi rhitung sebesar 0,1000, variabel

disiplin belajar pada korelasi rhitung sebesar 0,600, dan variabel

motivasi belajar pada korelasi rhitung sebesar 0,635 maka hasil ketiga

variabel bebas tersebut cenderung tidak seragam karena selisihnya besar sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas untuk variabel minat baca, disiplin belajar dan motivasi belajar. Pada multikolinearitas untuk variabel minat baca berdasarkan coefficientsa yang diperoleh bahwa nilai VIF untuk variabel minat baca sebesar 1,847 artinya nilai VIF lebih kecil daripada 10 (1,847<10), untuk variabel disiplin belajar berdasarkan coefficientsa yang diperoleh bahwa nilai VIF untuk variabel disiplin belajar sebesar 2,795 artinya nilai VIF lebih kecil daripada 10 (2,795<10), untuk

variabel motivasi belajar berdasarkan coefficientsa yang diperoleh bahwa nilai VIF untuk variabel motivasi belajar sebesar 2,900 artinya nilai VIF lebih kecil daripada 10 (2,900<10), maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas untuk variabel minat baca, disiplin belajar dan motivasi belajar. Dan pada autokorelasi didapat dl = 1,566 ; du = 1,717 ; DW = 1,743. Bila nilai DW lebih kecil dl, koefisien korelasi lebih besar daripada nol, dengan demikian DW lebih kecil daripada dl yaitu 1,743<2,434, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

Rumusan hipotesis keempat adalah ada pengaruh positif dan signifikan antara minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I. Berikut ini langkah-langkah pengujian hipotesis keempat:

a. Rumusan Hipotesis

Hipotesis penelitian ini adalah:

Ho = Tidak ada pengaruh positif minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

Ha = Ada pengaruh positif minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I.

b. Mencari persamaan regresi ganda

Pengujian regresi berganda ini dikerjakan dengan bantuan komputer SPSS 16.0 diperoleh data konstanta (a) sebesar -27.892 sedangkan koefisien regresi X1(b1) sebesar -0,567, koefisien regresi

X2(b2) sebesar 1,254, koefisien regresi X3(b3) sebesar 1,761. Dari

data tersebut dapat disusun dengan persamaan regresi Y = -27.892 – 0,567 X1 + 1,254 X2 + 1,761 X3.Angka koefisien regresi tersebut

menunjukkan bahwa pengaruh ketiga variabel bebas terhadap variabel terikat adalah positif. Artinya, semakin tinggi minat baca, semakin tinggi disiplin dalam belajarnya, dan semakin tinggi motivasi dalam belajar maka semakin tinggi pula prestasi belajar AKL I.

c. Menentukan koefisien korelasi ganda antara variabel minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I .

Berdasarkan analisis, selanjutnya diperoleh harga koefisien korelasi berganda (Ry123) sebesar 0,505 dengan koefisien

determinasi (R2) sebesar 0,255. Ini berarti varians yang terjadi pada variabel prestasi belajar AKL I sebesar 25,5% dapat dijelaskan melalui varians yang terjadi pada variabel minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar. Dengan kata lain varians variabel prestasi belajar AKL I sebesar 74,5% ditentukan oleh varians lain diluar variabel bebasdalam penelitian ini.

d. Menguji signifikan koefisien korelasi ganda.

Untuk menguji signifikan harga koefisien korelasi ganda (R) dilakukan dengan uji F dengan mengambil taraf signifikan 5% atau 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga Fhitung

sebesar = 8,295, sementara Ftabel pada df (3;78) sebesar = 2,722

(Fhitung > Ftabel). Dengan demikian hipotesis keempat yang

menyatakan minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar secara bersama-bersama berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar AKL I.

D. Pembahasan

1. Pengaruh Minat Baca terhadap Prestasi Belajar AKL I.

Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara minat baca terhadap prestasi belajar AKL I. Hal ini didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai thitung = -0,735 lebih

kecil dari ttabel = 1,664.

Berdasarkan data deskripsi tentang minat baca diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 1 responden, kriteria tinggi sebanyak 19 responden, kriteria cukup sebanyak 38 responden, kriteria rendah sebanyak 15 responden, kriteria sangat rendah sebanyak 9 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar minat baca mahasiswa adalah cukup. Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 5 responden, kriteria tinggi sebanyak 15 responden, kriteria cukup sebanyak 22 responden, kriteria rendah sebanyak 20 responden, kriteria sangat rendah sebanyak 20 responden. Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar prestasi belajar mahasiswa adalah cukup.

Deskripsi data tentang minat baca mahasiswa adalah menunjukkan bahwa sebagian besar adalah cukup. Hal ini tampak dalam kegiatan belajar mahasiswa yang cukup senang membaca teori AKL I karena mahasiswa kurang menyadari bahwa membaca teori juga penting. Kadang-kadang mahasiswa tidak mau berusaha untuk mencari sumber buku lain yang relevan dengan mata kuliah tesebut sesuai untuk dibaca guna mendukung belajarnya. Mahasiswa juga harus menyadari bahwa membaca teori AKL I pada bab yang akan dipelajari sangatlah penting untuk memudahkan mahasiswa yang mendalami materi tersebut.

Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar mahasiswa terkategorikan cukup. Hal tersebut tampak dalam semangatnya yang cukup dimiliki oleh mahasiswa dengan mencurahkan dan memperhatikan pada kegiatan belajar AKL I. Mahasiswa yang merasa kurang puas terhadap prestasinya yang diperoleh, maka mahasiswa yang selalu melihat kembali apa yang diperoleh dan menggunakan hasil refleksi untuk meningkatkan prestasi belajarnya, dan diharapkan mahasiswa juga selalu berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar. Sikap tersebut diharapkan dapat menghasilkan suatu perubahan pada mahasiswa berupa kemampuan- kemampuan yang diperoleh sesuai dengan tujuan pengajarannya. Sehingga kemampuan yang diperoleh mahasiswa tersebut karena adanya hasil usaha belajar yang dinyatakan dalam prestasi belajar AKL I.

Minat baca merupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang untuk membaca. Minat baca ditunjukkan dengan keinginan yang

kuat untuk melakukan kegiatan membaca. Mahasiswa yang memiliki minat baca tinggi senantiasa mengisi waktu luang dengan membaca, lebi- lebi di perguruan tinggi apabila tanpa diimbangi dengan membaca, barangkali ilmu pengetahuan tidak akan berkembang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap minat baca mahasiswa dalam mata kuliah AKL I diperoleh minat baca tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar AKL I. Namun ketidakkeberhasilan itu disebabkan oleh beberapa hal yaitu dengan kuang ketertarikan mahasiswa membaca materi AKL I, mahasiswa yang menunda-nunda waktu dalam belajar, kurang menyiapkan diri untuk menerima materi AKL I di dalam kelas.

2. Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar AKL I.

Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar AKL I. Hal ini didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai thitung = 1,574 lebih

kecil dari ttabel = 1,664.

Berdasarkan data deskripsi tentang disiplin belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 5 responden, kriteria tinggi sebanyak 24 reponden, kriteria cukup sebanyak 42 responden, kriteria rendah sebanyak 9 responden, kriteria sangat rendah sebanyak 2 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar disiplin belajar mahasiswa adalah cukup. Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi

sebanyak 5 responden, kriteria tinggi sebanyak 15 responden, kriteria cukup sebanyak 22 responden, kriteria rendah sebanyak 20 responden, kriteria sangat rendah sebanyak 20 responden. Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar prestasi belajar mahasiswa adalah cukup.

Deskripsi data tentang disiplin belajar mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar adalah cukup. Hal ini tampak dari mahasiswa yang rajin mengikuti kuliah karena jika seseorang mahasiswa sering absen dalam kuliah maka kemungkinan besar akan tertinggal dalam belajarnya dan akan merasa kesulitan dalam mengejar ketertinggalannya. Hal lain yang tampak adalah mahasiswa tidak pernah menunda-nunda waktu untuk belajar baik jka ada ujian maupun tidak ada ujian, selalu merencanakan terlebih dahulu dengan sistematika yang baik apa yang akan dipelajari dalam materi AKL I, mengulang kembali materi yang sudah dipelajari untuk lebih meningkatkan pemahamannya, mampu menyelesaikan tugas tepat pada waktunya, dan selalu mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan di perguruan tinggi.

Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar mahasiswa terkategorikan cukup. Hal ini tampak dalam semangat cukup yang dimiliki mahasiswa dengan mencurahkan seluruh perhatian pada kegiatan belajar AKL I, mahasiswa yang tidak pernah merasa puas terhadap prestasi yang diperolehnya, mahasiswa yang selalu melihat kembali apa yang diperoleh dan menggunakan hasil refleksi untuk meningkatkan prestasi belajarnya, mahasiswa yang selalu berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar.

Sikap tersebut diharapkan dapat menghasilkan suatu perubahan pada mahasiswa berupa kemampuan-kemampuan yang diperoleh sesuaia dengan tujuan pengajaran. Kemampuan yang diperoleh mahasiswa tersebut karena adanya hasil usaha belajar yang dinyatakan dalam prestasi belajar AKL I.

Penanaman disiplin merupakan bagian dari pendidikan yang dapat dilakukan oleh orang tua dirumah, oleh guru disekolah atau dosen diperguruan tinggi maupun lingkungan sosial masyarakat yang bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian dan sikap mahasiswa serta mempunyai tanggung jawab yang tinggi. Pelaksanaan pedoman- pedoman yang baik dalam usaha dengan disertai disiplin akan membuat mahasiswa mempunyai cara belajar yang baik. Disiplin belajar dapat mempengaruhi prestasi, dalam hal ini prestasi belajar AKL I, mahasiswa yang disiplin dalam belajar maka orang tersebut akan merasa senang untuk belajar dan memiliki keteraturan waktu untuk belajar. Sehingga disiplin dalam belajar itu tercermin dalam tindakan-tindakan mahasiswa setiap harinya.

Mahasiswa harus setiap hari belajar secara teratur, disiplin dalam melaksanakan jadwal kuliah, disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas, dan disiplin dalam melaksanakan peraturan di perguruan tinggi yang berlaku, maka dengan sikap disiplin yang demikian pada akhirnya prestasi belajar AKL I akan mengalami peningkatan, sedangkan apabila mahasiswa tidak menerapkan disiplin belajar dalam dirinya maka mahasiswa tersebut tidak

merasa senang dan nyaman untuk belajar sehingga hal tersebut dapat menghambat belajarnya.

Pada umumnya mahasiswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi akan dapat memacu semangat belajarnya untuk mencapai efektivitas belajarnya, sehingga prestasi yang diperoleh akan meningkat. Dengan demikian belajar dapat dilakukan seefisien mungkin, sebaliknya bila disiplin belajar tidak dapat ditegakkan maka kemungkinan besar hasil atau tujuan yang telah ditetapkan tidak dapat tercapai.

Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Gie (1979:52) yang menyatakan bahwa dalam hal apapun, keteraturan dan disiplin merupakan kunci utama untuk memperoleh hasil yang baik.

3. Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar AKL I.

Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I. Hal ini didukung hasil perhitungan yang menunjukkan nilai thitung = 2,503 lebih

besar dari ttabel = 1,664.

Berdasarkan data deskripsi tentang motivasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi sebanyak 2 responden, kriteria tinggi sebanyak 22 responden, kriteria cukup sebanyak 30 responden, kriteria rendah sebanyak 22 responden, kriteria sangat rendah sebanyak 6 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar disiplin belajar mahasiswa adalah cukup. Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut: untuk kriteria sangat tinggi

sebanyak 5 responden, kriteria tinggi sebanyak 15 responden, kriteria cukup sebanyak 22 responden, kriteria rendah sebanyak 20 responden, kriteria sangat rendah sebanyak 20 responden. Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar prestasi belajar mahasiswa adalah cukup.

Deskripsi data tentang motivasi belajar mahasiswa menunjukkan bahwa sebagian besar adalah cukup. Hal ini tampak dari mahasiswa yang memiliki kemauan dan semangat dalam mengahadapi kesulitan dalam belajar, selalu menyiapkan bahan yang akan diajarkan dosen sebelum perkuliahan, kemampuan untuk megikuti kuliah, keinginan menguasai serta memahami materi AKL I, selalu menyelesaikan tugas AKL I dengan sebaik-baiknya, dan memiliki keinginan yang tinggi untuk berprestasi.

Sedangkan deskripsi data tentang prestasi belajar mahasiswa adalah cukup. Hal tersebut tampak dalam semangat yang dimiliki mahasiswa dengan mencurahkan seluruh perhatian pada belajar AKL I, mahasiswa yang tidak pernah merasa puas terhadap prestasi yang diperoleh, maka mahasiswa selalu melihat kembali apa yanng diperoleh dengan menggunakan hasil refleksi untuk meningkatkan prestasi belajarnya.

Pada hakekatnya motivasi merupakan pendorong usaha dalam pencapaian prestasi. Dalam kegiatan belajar, motivasi tersebut dikatakan sebagai motivasi belajar. Motivasi belajar meupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang, yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan mengarah pada

kegiatan belajar sehingga tujuan belajar dapat dicapai (Sardiman, 1986:75).

Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah, semangat, dan rasa senang dalam belajar sehingga yang mempunyai motivasi maka mempunyai energi yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar AKL I. Dalam kegiatan belajar akan berhasil baik, kalau mahasiswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Mengingat demikian pentingnya motivasi bagi mahasiswa dalam belajar, maka mahasiswa sendiri diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajarnya serta menciptakan kondisi-kondisi tertentu yang dapat membangkitkan motivasi belajar.

Dengan kata lain bahwa adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka mahasiswa yang belajar AKL I akan dapat melahirkan prestasi belajar yang baik. Intensitas motivasi seorang mahasiswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

4. Pengaruh Minat Baca, Disiplin Belajar, dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar AKL I.

Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif antara variabel minat baca, disiplin belajar, dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar AKL I. Hal ini didukung hasil perhitungan dari analisis regresi linier ganda yang menunjukkan nilai

koefisien korelasi ganda (Rxy 1,2,3) = 0,505 sedangkan koefisien

determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,255.

Untuk mengetahui signifikan atau tidak, harga koefisien korelasi

Dokumen terkait