• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2.2 Uji Asumsi Klasik

4.2.2.3 Uji Multikolienaritas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi antarvariabel independen. Jika terjadi korelasi maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas. Deteksi adanya multikolinearitas dapat dilihat pada besarnya nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF), jika nilai VIF < 5 dan nilai tolerance > 0.1 maka tidak terdapat masalah multikolinearitas. Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai

tolerance dan variance inflation factor (VIF), nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolineritas adalah Tolerance < 0,1 sedangkan variance inflation factor (VIF) > 5 maka terdapat masalah multikolinearitas (Situmorang dan Lutfi, 2014:147)

Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi ada tidaknya gejala multikoliniearitas adalah dengan melihat besaran korelasi antar variabel independen dan besarnya tingkat kolinieritas yang masih dapat ditolerir, yaitu :Tolerance > 0.10 dan Variance Inflation Factor (VIF) < 5. Pengujian multikolinearitas juga dapat dilakukan dengan melihat korelasi di antara variabel independen. Berikut disajikan tabel hasil perhitungan nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF ) serta matrik korelasi antar variabel independen :

Tabel 4.3

Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa Model Unstandardiz ed Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std.

Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) -4.541 .715 -6.351 .000 INVESTA SI .001 .096 .000 .011 .991 .933 1.072 DER .248 .521 .020 .476 .635 .834 1.199 DPR .034 .009 .145 3.592 .000 .903 1.107 ROE .288 .014 .854 19.969 .000 .805 1.242 a. Dependent Variable: PBV

Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data Diolah)

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa nilai tolerance dari masing-masing variabel independen lebih besar dari 0,10, yaitu pada variabel

Investasi sebesar 0,933, variabel Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,834, variabel Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 0.903 dan variabel Return on Equity (ROE) sebesar 0,805.

Nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari masing-masing variabel independen diketahui kurang dari 5, yaitu dilihat pada tabel 4.2 bahwa variabel investasi nilai Variance Inflation Factor (VIF) sebesar 1.072, variabel Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 1.199, variabel Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 1.107 dan variabel Return on Equity Ratio (ROE) sebesar 1.242. Berdasarkan Tabel 4.3 diatas dapat simpulkan bahwa tidak ada terjadi multikolienaritas antar variabel independen dalam model ini.

4.2.2.4 Uji Autokorelasi

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang tahun yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Hal ini sering ditemukan pada time series. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalah autokorelasi adalah dengan menggunakan nilai uji Durbin Watson dengan ketentuan sebagai berikut:

4. Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif,

5. Angka D-W diantara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi, 6. Angka D-W diatas +2 berarti ada autokorelasi negative.

Sugiyono (2010 :62) juga mennyatakan bahwa autokorelasi tidak terjadi bila nilai d=2. Autokorelasi positif terjadi jika d mendekati 0, sedangkan autokorelasi negative terjadi bila nilai d mendekati 4.

Tabel 4.4

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .915a .837 .831 3.05132 1.666

a. Predictors: (Constant), ROE, INVESTASI, DPR, DER b. Dependent Variable: PBV

Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)

Berdasarkan uji autokorelasi pada Tabel 4.4 diperoleh nilai Durbin-Watson (D-W) sebesar 1.666. Nilai ini terletak diantara -2 dan +2, dari pengamatan ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi baik itu autokorelasi negative dan positif.

4.2.3 Metode Analisis Regresi Linear Berganda

Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak dilakukan analisis regresi. Maka untuk menguji hipotesis, pada Penelitian ini peneliti menggunakan regresi linear berganda, dimana semua variabel dimasukkan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 17.0. Berikut ini merupakan hasil pengolahan data dengan analisis regresi linear berganda.

Tabel 4.5 Koefisien Regresi Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -4.541 .715 -6.351 .000 INVESTASI .001 .096 .000 .011 .991 DER .248 .521 .020 .476 .635 DPR .034 .009 .145 3.592 .000 ROE .288 .014 .854 19.969 .000 a. Dependent Variable: PBV

Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data Diolah)

Berdasarkan data pada Tabel 4.5 dapat dirumuskan suatu persamaan regresi linear berganda untuk nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2010-2013 adalah sebagai berikut :

Y= -4,541 + 0,001X1 + 0,248X2 + 0,034X3 + 0,288X4 Dimana :

Y = Nilai Perusahaan (PBV) X1= Keputusan Investasi (Investasi) X2= Keputusan Pendanaan (DER) X3= Kebijakan Dividen (DPR) X4= Profitabilitas (ROE) Keterangan :

1. Konstanta (α) sebesar -4,451 mempunyai arti apabila tidak ada nilai bebas keputusan investasi (Investasi), keputusan pendanaan (DER), kebijakan dividen (DPR), dan profitabilitas (ROE) sama dengan nol maka nilai perusahaan Price Book Value (PBV) sebesar -4,451.

2. Koefisien regresi keputusan investasi (Investasi) sebesar 0,001 menunjukkan bahwa setiap kenaikan INVESTASI sebesar 1% akan diikuti oleh penurunan Price Book Value (PBV) sebesar 0,001 dengan asumsi variabel lain tetap.

3. Koefisien regresi keputusan pendanaan sebesar 0,248 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% pada Debt to Equity Ratio (DER) akan diikuti kenaikan Price Book Value (PBV) sebesar 0,248 dengan asumsi variabel lain tetap.

4. Koefisisen regresi kebijakan dividen sebesar 0,034 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% pada Dividend Payout Ratio (DPR) akan diikuti oleh kenaikan Price Book Value (PBV) sebesar 0,303 dengan asumsi variabel lain tetap.

5. Koefisien regresi profitabilitas sebesar 0,288 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% pada Return on Equity (ROE) akan diikuti oleh kenaikan Price Book Value (PBV) sebesar 0,288 dengan asumsi variabel lain tetap.

4.2.4 Pengujian Hipotesis

4.2.4.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen terikat (Ghozali, 2005:84). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara serempak terhadap variabel dependen. Uji ini dilakukan dengan membandingkan signifikansi F hitung dengan F tabel. Bentuk perumusan hipotesinya adalah sebagai berikut :

a. Ho :b1 =b2 = b3=b4=0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependennya.

b. Ha : b1≠b2 ≠b3≠ b4≠0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependennya.

Pada uji ini dilakukan uji satu sisi dengan tingkat signifikan (α) = 5% untuk mendapatkan nilai F tabel. Kriteria pengambilan keputusannya sebagai berikut:

a. Jika Fhitung ≤ Ftabel atau nilai signifikan (α) ≥ 0.05, maka Ho diterima Ha ditolak.

b. Jika Fhitung ≥ Ftabel atau nilai signifikan (α) ≤ 0.05, maka Ha diterima Ho ditolak.

Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS 17.0, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.6

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)

ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 5289.441 4 1322.360 142.028 .000a

Residual 1033.475 111 9.311 Total 6322.916 115

a. Predictors: (Constant), ROE, INVESTASI, DPR, DER b. Dependent Variable: PBV

Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)

Tabel 4.6 adalah hasil dari uji statistik simultan (Uji-F) menunjukkan bahwa nilai Fhitung adalah 142,028 dengan tingkat signifikansi 0.000, sedangkan Ftabel

pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 2,45. Karena pada kedua perhitungan yaitu Fhitung (142,028) > Ftabel (2,45) dan tingkat signifikannya 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen (keputusan investasi, keputusan pendanaan, kebijakan dividen, dan profitabilitas) secara serempak adalah berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Dokumen terkait