• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Uji Normalitas

Uji Normalitas merupakan suatu alat uji yang digunakan untuk menguji apakah dari variabel-variabel yang digunakan dalam model regresi mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah data tersebut berdistribusi normal, dapat diuji dengan metode Kolmogorov Smirnov maupun pendekatan grafik

a. Pendekatan Kolmogorov Smirnov

Menurut Santoso, (2011: 214) dasar pengambilan keputusan, yaitu sebagai beikut :

1) Nilai Probabilitas > 0,05, maka hal ini berarti bahwa data tersebut berdistribusi normal

2) Nilai Probabilitas < 0,05, maka hal ini berarti bahwa data tersebut tidak berdistribusi normal.

Berdasarkan hasil Uji Normalitas yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 16

One – Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Berdasarkan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa besarnya nilai

Asymp sig (2-tailed) sebesar 0,929 > 0,050, hal ini sesuai dengan ketentuan

yang telah ditetapkan maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal dan dapat digunakan dalam penelitian.

b. Pendekatan Grafik

Pendekatan kedua yang dipakai untuk menilai normalitas data dengan pendekatan grafik, yaitu grafik Normal P-P Plot of regresion standard, dengan pengujian ini disyaratkan bahwa distribusi data penelitian harus mengikuti garis diagonal antara 0 dan pertemuan sumbu X dan Y. Garfik normalitas disajikan dalam gambar berikut:

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Expec ted Cum Prob

Dependent Variable: Keputusan Pembelian Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Sumber: Lampiran 5

Gambar 4

Grafik Pengujian Normalitas Data

Menutut Santoso (2011: 214) jika penyebaran data (titik) di sekitar sumbu diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi

memenuhi asumsi Normalitas. Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa distribusi data telah mengikuti garis diagonal antara 0 (nol) dengan pertemuan sumbu Y (Expected Cum. Prob.) dengan sumbu X (Observed

Cum Prob.) Hal ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini telah

berdistribusi normal.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa baik melalui pendekatan Kolmogorov Smirnov maupun pendekatan grafik model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.

2. Multikolinieritas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam persamaan regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Menurut Santoso, (2011 : 206) deteksi tidak adanya Multikolinieritas adalah

a. Mempunyai nilai VIF lebih kecil dari 10 b. Mempunyai angka tolerance mendekati 1.

Hasil pengujian yanga telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 17

Hasil Uji Multikolinieritas

Berdasarkan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa besarnya nilai

Variance Influence Factor (VIF) pada seluruh variabel bebas yang dijadikan

model penelitianlebih kecil dari 10, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan maka hal ini berarti dalam persamaan regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau bisa disebut juga dengan bebas dari Multikolinieritas, sehingga variabel tersebut dapat digunakan dalam penelitian.

3. Heteroskedaktisitas

Pengujian heteroskedaktisitas menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual (kesalahan pengganggu) satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dan residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedaktisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskedaktisitas atau tidak terjadi Heteroskedaktisitas. Grafik pengujian Heteroskedaktisitas disajikan berikut:

-4 -2 0 2 4

Regression Standardized Predicted Value

-4 -2 0 2 4 Reg re ss ion Stud en tized Re sid ua l

Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Gambar 5 Heteroskedaktisitas pada Regresi Linier Berganda Sumber Data : Lampiran 5

Dari gambar di atas terlihat titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gangguan heteroskedastisitas pada model regresi. Hal ini menunjukkan bahwa hasil estimasi regresi linier berganda layak digunakan untuk interprestasi dan analisa lebih lanjut.

4.1.5. Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor yang digunakan dalam model penelitian yaitu produk, harga, lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian secara linier. Pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

Rekapitulasi Hasil Uji Regression

Variabel Bebas Koefisien Regresi Sig. r Produk Harga Lokasi Promosi 0,319 0,283 0,213 0,219 0,000 0,006 0,016 0,007 0,457 0,276 0,244 0,273 Konstanta Sig. F R R2 2,014 0,000 0,702 0,492 Sumber Data : Lampiran 5

Dari data tabel di atas persamaan regresi yang didapat adalah: KP = 2,014 + 0,319Prd+ 0,283Hrg+ 0,213Lks + 0,219Prm

Dari persamaan regresi di atas dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Konstanta

Konstanta merupakan intersep variabel terikat jika variabel bebas = 0, hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen yang digunakan dalam model penelitian sebesar konstanta tersebut. Besarnya nilai konstanta adalah 2,014 menunjukkan bahwa jika variabel produk, harga, lokasi dan promosi sebesar 0 atau tidak ada perubahan, maka variabel keputusan pembelian akan sebesar 2,014.

2. Koefisien regresi Produk

Besarnya nilai koefisien regresi produk sebesar 0,319, nilai koefisien regresi ini bersifat positif yang menunjukkan adanya hubungan yang searah antara variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT

Surapita Unitrans Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas produk sepeda motor yang ditawarkan akan semakin tinggi tingkat keputusan pembelian konsumen sepeda motor Kawasaki pada dealer tersebut. 3. Koefisien regresi Harga

Besarnya nilai koefisien regresi harga sebesar 0,283, nilai koefisien regresi ini bersifat positif yang menunjukkan adanya hubungan yang searah antara variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik strategi harga yang diterapkan akan semakin tinggi tingkat keputusan pembelian konsumen sepeda motor Kawasaki pada dealer tersebut

4. Koefisien regresi Lokasi

Besarnya nilai koefisien regresi lokasi sebesar 0,213, nilai koefisien regresi ini bersifat positif yang menunjukkan adanya hubungan yang searah antara variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik tempat atau keberadaan dealer PT Surapita Unitrans Surabaya akan semakin tinggi tingkat keputusan pembelian konsumen sepeda motor Kawasaki pada dealer tersebut.

5. Koefisien regresi Promosi

Besarnya nilai koefisien regresi lokasi sebesar 0,219, nilai koefisien regresi ini bersifat positif yang menunjukkan adanya hubungan yang searah antara variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik promosi yang dilakukan akan semakin tinggi tingkat keputusan pembelian konsumen sepeda motor Kawasaki pada dealer tersebut

4.1.6. Uji KelayakanModel (Uji F )

Uji kelayakan digunakan untuk menguji variabel dalam penelitian yang terdiri dari produk, harga, lokasi dan promosi layak atau tidak digunakan dalam model penelitian. Uji kelayakan dalam penelitian ini dalam penelitian ini menggunakan uji F. Adapun prosedur pengujian yang digunakan, sebagai berikut : 1. Jika nilai signifikansi Uji F > 0.05, maka produk, harga, lokasi dan promosi

2. Jika nilai signifikansi Uji F < 0.05, maka variabel produk, harga, lokasi dan promosi layak digunakan model penelitian.

Hasil pengujian yang telah dilakukan tampak pada tabel 19 sebagai berikut.

Tabel 19 Anova

Sumber : Lampiran 5

Dari tabel 19 di atas didapat tingkat signifikan uji F = 0,000 < 0,05 (level

of signifikan), yang mengindikasikan bahwa pengaruh variabel bebas yang terdiri

dari produk, harga, lokasi dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya. Hasil ini mengindikasikan model yang digunakan dalam penelitian layak dilanjutkan pada analisa berikutnya.

4.1.7. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui prosentase kontribusi variabel produk, harga, lokasi dan promosi secara bersama-sama terhadap terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya. Hasil pengujian yang telah dilakukan tampak pada tabel 20 sebagai berikut.

Tabel 20 Model Summary

Sumber : Lampiran 5

Hasil pengujian tersebut di atas diketahui R square (R2) sebesar 0,492 menunjukkan sumbangan atau kontribusi dari produk, harga, lokasi dan promosi secara bersama-sama terhadap terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya adalah sebesar 49,2%. Sedangkan sisanya (100 % - 49,2% = 50,8%) dikontribusi oleh faktor lainnya.

Koefisien korelasi berganda digunakan untuk mengukur keeratan hubungan secara simultan antara variabel produk, harga, lokasi dan promosi secara bersama-sama terhadap terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya. Koefisien korelasi berganda yang dihasilkan sebesar 0,702, menunjukkan hubungan antara variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya sebesar 70,2% dan dapat dikatakan memiliki hubungan yang erat.

4.1.8. Pengujian Hipotesis 1. Uji t

Uji t dalam penelitian ini digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen secara sendiri-sendiri (parsial) terhadap variabel dependen. Hasil pengujian uji t dan tingkat signifikansi dari masing-masing

variabel produk, harga, lokasi dan promosi terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya adalah sebagai berikut

Tabel 21

Hasil Tingkat Signifikan Masing-Masing Variabel

Variabel Sig Keterangan

Produk 0,000 Signifikan

Harga 0,006 Signifikan

Lokasi 0,016 Signifikan

Promosi 0,007 Signifikan

Sumber Data : Lampiran 5 Diolah

a. Uji Parsial Pengaruh Produk terhadap Keputusan Pembelian

Dari hasil output analisis yang telah dilakukan diperoleh tingkat signifikan variabel produk = 0,000 <  = 0,050 (level of signifikan), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian pengaruh variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya adalah signifikan.

b. Uji Parsial Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian

Dari hasil output analisis yang telah dilakukan diperoleh tingkat signifikan variabel harga = 0,006 <  = 0,050 (level of signifikan), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian pengaruh variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya adalah signifikan.

c. Uji Parsial Pengaruh Lokasi terhadap Keputusan Pembelian

Dari hasil output analisis yang telah dilakukan diperoleh tingkat signifikan variabel lokasi = 0,016 <  = 0,050 (level of signifikan), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian pengaruh variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya adalah signifikan.

d. Uji Parsial Pengaruh Promosi terhadap Keputusan Pembelian

Dari hasil output analisis yang telah dilakukan diperoleh tingkat signifikan variabel promosi = 0,007 <  = 0,050 (level of signifikan), maka H0

ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian pengaruh variabel tersebut terhadap keputusan pembelian sepeda motor Kawasaki di PT Surapita Unitrans Surabaya adalah signifikan.

Dokumen terkait