• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.2 Uji Normalitas

Tujuan uji normalitas adalah menguji apakah dalam model regresi distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi

data dengan bentuk lonceng (Situmorang et al, 2008:55). Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu analisis grafik histogram dan grafik P-plot serta analisis statistik kolmogorov-smirnov. Normalitas dapat dideteksi dengan melihat histogram dari residualnya. Adapun hasil pengujiannya adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan histogram

Salah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat kurva normal. Kurva normal adalah kurva yang memiliki ciri khusus dimana mean, mode, dan mediannya berada ditempat yang sama. Maka jika terjadi kemencengan pada kurva (skewness) maka data tidak berdistribusi normal.

Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (Juni 2013) Gambar 4.3

Gambar 4.3 menunjukkan bahwa grafik histogram variabel keputusan pembelian berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh distribusi data tersebut tidak melenceng ke kiri atau ke kanan.

1. Pendekatan Grafik

Cara untuk melihat normalitas adalah dengan melakukan pendekatan grafik. Pendekatan ini dengan melihat titik-titik di sepanjang garis diagonal.

Sumber : Hasil

Pengolahan SPSS (Juni 2013)

Gambar 4.4 Grafik Uji Normalitas

Gambar 4.4 terlihat bahwa titik mengikuti data di sepanjang garis diagonal. Hal ini berarti berdistribusi normal.

Untuk memastikan apakah data di sepanjang garis diagonal dan histogram berdistribusi normal maka dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov yang merupakan uji statistik non-parametrik.

Tabel 4.11

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 100

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation ,56548573 Most Extreme Differences Absolute ,081 Positive ,048 Negative -,081 Kolmogorov-Smirnov Z ,810

Asymp. Sig. (2-tailed) ,528

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS (Juni 2013)

Berdasarkan Tabel 4.8 terlihat bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) adalah 0,528 dan diatas nilai signifikan 0.05, dengan kata lain variabel residual berdistribusi normal yang artinya H0 diterima. Nilai Kolmpgprov-smirnov Z lebih kecil dari 1,97 berarti tidak ada perbedaan antara distribusi teoritik dan distribusi empiris atau dengan kata lain data dikatakan normal.

4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel Celebrity Endorser (X) yang terdiri dari Credibility/Kredibilitas (X1), Attractiveness/Daya Tarik (X2), Power/Kekuatan (X3), Expertise/Keahlian (X4) terhadap variabel

Keputusan Pembelian (Y), maka penelitian ini menggunakan analisis statistik regresi linier berganda. Persamaan yang digunakan adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Keterangan: Y = Keputusan Pembelian a = Konstanta b1, b2, b3, b4, b5, b6 = Koefisien regresi X1 = Credibility/Kredibilitas X2 = Attractiveness/Daya Tarik X3 = Power/Kekuatan X4 = Expertise/Keahlian e = Standar error

Hasil pengolahan SPSS untuk analisis regresi linear berganda adalah sebagai berikut: Tabel 4.12 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10,739 1,726 6,221 ,000 X1 ,190 ,090 ,159 2,096 ,039 X2 ,132 ,047 ,206 2,813 ,006 X3 ,464 ,076 ,460 6,119 ,000 X4 ,379 ,079 ,354 4,778 ,000 a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan Tabel 4.9 diperoleh model persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y = 10,739 + 0,190 X1 + 0,132X2 + 0,464X3 + 0,379X4 + e Berdasarkan persamaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Konstanta (a) = 10,739 menunjukkan harga konstan, dimana jika variabel bebas = 0 , maka variabel terikat bernilai tetap 10,739

2. Koefisien X1 (b1) = 0,190 menunjukkan setiap peningkatan variabel X1(credibility) maka terjadi peningkatan variabel terikat sebesar 0,190. 3. Koefisien X2 (b2) = 0,132 menunjukkan setiap peningkatan variabel X2 (attractiveness) maka terjadi peningkatan variabel terikat sebesar 0,132.

4. Koefisien X3 (b3) = 0,464 menunjukkan setiap peningkatan variabel X3 (power) maka terjadi peningkatan variabel terikat sebesar 0,464. 5. Koefisien X4 (b4) = 0,379 menunjukkan setiap peningkatan variabel

X4 (expertise) maka terjadi peningkatan variabel terikat sebesar 0,379. A. Uji Hipotisis

Untuk mengetahui pengaruh celebrity endorser (variabel independen) terhadap keputusan pembelian (variabel dependen) maka dilakukan pengujian dengan menggunakan:

1. Uji Signifikan Simultan (Uji F) Tabel 4.13 ANOVAb Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 31,092 4 7,773 23,326 ,000a Residual 31,658 95 ,333 Total 62,750 99 a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y

1. Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah 23,326 dengan tingakt signifikansi 0,00. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan α = 0,05 adalah 2.6. oleh karena pada kedua perhitungan yaitu F hitung > F tabel dan tingkat signifikansinya (0,00) < 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen Credibility (Kredibilitas), Attractiveness (Daya Tarik), Power (Kekuatan) dan Expertise/Keahlian secara serempak adalah signifikan terhadap keputusan konsumen.

2. Uji Signifikan Parsial (Uji - t)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen Credibility (Kredibilitas), Attractiveness (Daya Tarik), Power (Kekuatan) dan Expertise/Keahlian terhadap variasi variabel dependen (Keputusan Pembelian). Kriteria pengujiannya adalah:

1. H0 : b1 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.

2. H0 : b1 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

1. H0 diterima jika t hitung < t tabel pada α= 5% 2. H0 ditolak jika t hitung > t tabel pada α= 5%

Nilai thitung akan dibandingkan dengan nilai ttabel. Nilai ttabel pada tingkat kesalahan (α) = 5% dengan derajat kebebasan (df) = (n – k). Jumlah sampel (n) adalah sebanyak 100 orang dan jumlah variabel penelitian (k) adalah sebanyak 2. Jadi, df = (100– 2) = 98. Dengan demikian nilai ttabel = (0,05 ; 98) adalah sebesar 1,661.

Hasil pengolahan SPSS untuk Uji t dapat dilihat dari Tabel 4.9 diatas dan dijelaskan sebagai berikut:

1. Variabel Kredibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadapt keputusan konsumen hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,039) < α (0,05). Dan nilai t hitung (2,096) > t tabel.

2. Variabel Daya Tarik berpengaruh positif dan signifikan terhadapt

keputusan konsumen hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,006) < α (0,05). Dan nilai t hitung (2,813) > t tabel

3. Variabel Kekuatan berpengaruh positif dan signifikan terhadapt keputusan konsumen hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,000) < α (0,05). Dan nilai t hitung (6,119) > t tabel

4. Variabel Keahlian berpengaruh positif dan signifikan terhadapt keputusan konsumen hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,000) < α (0,05). Dan nilai t hitung (4,778) > t tabel. 3. Koefisien Determinasi (R2 Tabel 4.14 ) Model Summary Model b

R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

dimension0 1 ,704a ,495 ,474 ,577

a. Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b. Dependent Variable: Y

1. R = 0,704 berarti hubungan antara Celebrity Endorser (Ayu Tingting) (X) terhadap keputusan pembelian konsumen Sarimi isi dua di kelurahan Pulo Brayan darat I (Y) sebesar 70,4%. Artinya hubungannya erat. Semakin besar R berarti hubungan semakin erat. Adjusted R Square sebesar 0.474 berarti 47.4% faktor-faktor keputusan pembelian konsumen dapat dijelaskan oleh Credibility (Kredibilitas), Attractiveness (Daya Tarik), Power (Kekuatan) dan Expertise/Keahlian. Sedangkan sisanya 52.6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis.

Untuk memastikan tipe hubungan antar variabel dapat dilihat pada Tabel 4.13 berikut ini:

Tabel 4.15

Hubungan Antar Variabel Nilai Interpretasi 0.0 – 0.19 Sangat Tidak Erat 0.2 – 0.39 Tidak Erat

0.4 – 0.59 Cukup Erat 0.6 – 0.79 Erat

0.8 – 0.99 Sangat Erat Sumber : Situmorang, (2008 : 113)

2. Nilai R Square sebesar 0,495 hal ini berarti 49,5% variabel keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel Celebrity Endorser (X) yang terdiri dari Credibility/Kredibilitas (X1), Attractiveness/Daya Tarik (X2), Power/Kekuatan (X3), Expertise/Keahlian (X4). Sedangkan sisanya 50,5% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Dokumen terkait