• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian

3.6 Pengujian Instrumen Penelitian

3.7.1 Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan sebagai syarat dilakukannya uji parametrik. Uji normalitas ini digunakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis tersebut berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas, diuji dengan menggunakan Liliefors test dengan bantuan Microsoft Office Excel 2013. Menurut Harun Al-Rasyid (Sambas Ali Muhidin, 2010:93), kelebihan Liliefors Test adalah penggunaan/perhitungannya yang sederhana, serta cukup kuat (power full) sekalipun dengan ukuran sampel kecil.

Langkah–langkah pengujian normalitas data dengan Liliefors (Sambas Ali Muhidin, 2010:93-95), adalah sebagai berikut:

1. Susunlah data dari kecil ke besar. Setiap data ditulis sekali, meskipun ada beberapa data.

2. Periksa data beberapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).

3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.

4. Berdasarkan frekuensi kumulatif hitunglah proporsi empirik (observasi).

5. Hitung nilai Z untuk mengetahui theoritical proportion pada tabel Z. 6. Menghitung theoritical proportion.

7. Bandingkan empirical proportion dengan theoritical proportion, kemudian carilah selisih terbesar didalam titik observasi antara kedua proporsisi.

8. Buat kesimpulan dengan kriteria uji, tolak H jika D hitung > D tabel dengan derajat kebebasan (dk) (0,05)

9. Memasukkan besaran seluruh angka tersebut ke dalam tabel distribusi berikut:

Tabel 3.9

Distribusi Pembantu untuk Pengujian Normalitas

Sumber : Sambas Ali Muhidin (2010:94)

X F fk Sn(�� Z �� �� Sn(�� - �� �� [�� �� − � �� ]

Kolom 1 : Susunan data dari terkecil ke besar Kolom 2 : Banyak data ke i yang muncul

Kolom 3 : Frekuensi kumulatif. fk = f + fk sebelumnya

Kolom 4 : Proporsi empirik (observasi). Formula, Sn(X = fki : n Kolom 5 : Nilai Z, formula, Z = = �−�̅,

dimana X̅ = ∑ X

n dan S = √

2−(∑ ��) 2 −

Kolom 6 : Theoritical Proportion (tabel z) : Proporsi kumulatif luas Kurva Normal Baku dengan cara melihat nilai z pada tabel distribusi normal. Kolom 7 : Selisih Empirical Propotion dengan Theoritical Propotion dengan

cara mencari selisih kolom (4) dan kolom (6).

Kolom 8 : Nilai Mutlak, artinya semua nilai harus bertanda positif. Tandai selisih mana yang paling besar nilainya. Nilai tersebut adalah D hitung.

Selanjutnya menghitung D tabel pada ∝ = 0,05 dengan cara ,88

√n . kemudian membuat kesimpulan dengan kriteria :

 D hitung < D tabel, maka H diterima, artinya data berdistribusi normal.  D hitung ≥ D tabel, maka H ditolak, artinya data tidak berdistribusi

normal. 3.7.2 Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas digunakan untuk kepentingan akurasi data dan kepercayaan terhadap hasil penelitian. Pengujian homogenitas merupakan uji perbedaan antara dua kelompok, yaitu dengan melihat perbedaan varians kelompoknya. Pengujian homogenitas ini mengasumsikan bahwa skor setiap variabel memiliki varians yang homogen (Sambas Ali Muhidin, 2010:96).

Uji statistika yang akan digunakan adalah uji Barlett dengan menggunakan bantuan Microsoft Office Excel 2013. Kriteria yang digunakannya adalah apabila nilai hitung �2> nilai tabel�2, maka H0 menyatakan varians skornya homogen ditolak, dalam hal lainnya diterima. Nilai hitung diperoleh dengan rumus :

(Sambas Ali Muhidin, 2010:96) Dimana :

Si2 = Varians tiap kelompok data

dbi= n-1 = Derajat kebebasan tiap kelompok B = Nilai Barlett = log ∑ ��

S2gab = Varians gabungan = = ∑ �2

Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian homogenitas varians ini (Sambas Ali Muhidin, 2010:97), adalah:

1. Menentukan kelompok-kelompok data dan menghitung varians untuk tiap kelompok tersebut.

2. Membuat tabel pembantu untuk memudahkan proses penghitungan, dengan model tabel sebagai berikut :

Tabel 3.10 Model Tabel Uji Barlett

Sampel db=n-1 Logdb. Log db.� 1

2 3

… ∑

Sumber : Sambas Ali Muhidin (2010:97) 3. Menghitung varians gabungan.

4. Menghitung log dari varians gabungan. 5. Menghitung nilai Barlett.

6. Menghitung nilai � .

7. Menentukan nilai dan titik kritis.

8. Membuat kesimpulan, dengan kriteria sebagai berikut :

 Jika nilai � hitung < dari nilai � tabel, maka H diterima atau variasi data dinyatakan homogen.

 Jika nilai � hitung ≥ dari nilai � tabel, maka H diterima atau variasi data dinyatakan tidak homogen.

Uji linieritas menjadi salah satu syarat untuk analisis data yang menggunakan uji parametrik. Menurut Sambas Ali Muhidin (2010:99) menyatakan bahwa:

Teknik analisis data yang didasarkan pada asumsi linieritas adalah analisis hubungan. Teknik analisis statistika yang dimaksud adalah teknik yang terkait dengan korelasi, khususnya korelasi Product Moment, termasuk di dalamnya teknik analisis regresi dan analisi jalur (path analysis).

Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dengan variabel bebas bersifat linier. Uji linieritas dilakukan dengan uji kelinieran regresi. Uji linieritas dihitung dengan bantuan Microsoft Office Excel 2013. kelinieran regresi dilakukan melalui pengujian hipotesis nol, bahwa regresi linier melawan hipotesis tandingan bahwa regresi tidak linier. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian linieritas regresi adalah sebagai berikut:

1. Menyusun tabel kelompok data variabel x dan variabel y 2. Menghitung jumlah kuadrat regresi (JK dengan rumus:

� = ∑

2

3. Menghitung jumlah kuadrat regresi b a (JK / , dengan rumus: � / = b. ∑ − ∑ .∑

4. Menghitung jumlah kuardat residu (JK dengan rumus:

= ∑ − � /

5. Menghitung rata-rata kuadrat regresi a (RJK ) dengan rumus:

=

6. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a (RJK ) dengan rumus:

/ = � /

7. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu (RJK ) dengan rumus: = ��

8. Menghitung jumlah kuadrat error JKE dengan rumus:

� = ∑ {∑ − ∑

2 } �

Untuk menghitung JKE urutkan data x mulai dari data yang paling kecil sampai data yang paling besar berikut disertai pasangannya.

9. Menghitung jumlah kuadrat tuna cocok (JK C) dengan rumus: JK C = JK − JKE

10. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok (RJK C) dengan rumus:

� =

12. Mencari nilai uji F dengan rumus:

F = ��

13. Menentukan kriteria pengukuran : Jika nilai uji F < nilai tabel F, maka distribusi berpola linier.

14. Mencari nilai F l pada taraf signifikansi 95% atau ∝ = 5% menggunakan rumus: F l = F −∝ C, E dimana db TC = k-2 dan db E = n-k 15. Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F kemudian membuat

kesimpulan.

 Jika F n <F l , maka dinyatakan berpola linier.

 Jika F n ≥ F l , maka dinyatakan tidak berpola linier. 3.8Teknik Analisis Data

Analisis data menurut Uep Tatang Sotani dan Sambas Ali Muhidin

(2011:158) yaitu “Upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga karakteristik

atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian”. Adapun beberapa tujuan dilakukannya teknik analisis data seperti yang dikatakan oleh Uep dan Sambas (2011:159) yaitu:

Terdapat tujuan dari dilakukannya teknik analisis data, antara lain : 1) mendeskripsikan data, dan 2) membuat induksi atau menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi, atau karakteristik populasi berdasarkan data yang diperoleh dari sampel (statistik).

Untuk mencapai kedua tujuan teknik analisis data di atas, maka terdapat beberapa langkah atau prosedur yang perlu dilakukan menurut Uep dan Sambas (2011:159) sebagai berikut :

1. Tahap mengumpulkan data, dilakukan melalui instrumen pengumpulan data.

2. Tahap editing, yaitu memeriksa kejelasan dan kelengkapan pengisian instrumen pengumpulan data.

3. Tahap koding, yaitu proses identifikasi dan klasifikasi dari setiap pertanyaan yang terdapat dalam instrumen pengumpulan data menurut variabel-variabel yang diteliti.

4. Tahap tabulasi data, yaitu mencatat atau entri data ke dalam tabel induk penelitian.

5. Tahap pengujian kualitas data, yaitu menguji validitas dan reliabilitas instrumen pengumpulan data.

serta berbagai ukuran tendensi sentral, maupun ukuran dispersi. Tujuannya memahami karakteristik data sampel penelitian.

7. Tahap pengujian hipotesis, yaitu tahap pengujian terhadap proposisi- proposisi yang dibuat apakah proposisi tersebut ditolak atau diterima, serta bermakna atau tidak. Atas dasar pengujian hipotesis inilah selanjutnya keputusan dibuat.

Teknik analisis data dalam penelitian dibagi menjadi dua macam, yaitu teknik analisis data deskriptif dan teknik analisis data inferensial.

Dokumen terkait