BAB III METODE PENELITIAN
4.3 Uji Paired Sample T-Test
1. Uji Paired Sample T-Test Pada Abnormal Return
Uji Paired Sample T-Test pada abnormal return dilakukan untuk melihat
ada atau tidak adanya perbedaan abnormal return pada saat sebelum dan sesudah
dilakukan tindakan stock split. Sebelum melakukan Uji Paired Sample T-Test,
dilakukan pengujian terhadap normalitas data yang dilakukan dengan Uji One
Sample Kolmogrov Smirnov dengan penilaian jika hasil menghasilkan probabilitas
signifikansi diatas 5% (0,05) maka data tersebut terdistribusi normal dan
sebaliknya apabila hasil menghasilkan probabilitas signifikansi dibawah 5%
(0,05) maka data tersebut tidak terdistribusi normal. Data yang tidak terdistribusi
normal selanjutnya akan diuji perbedaan sebelum dan sesudah peristiwa dengan
menggunakan Uji Wilcoxon.
Tabel 4.4
Uji Normalitas Data One Sample Kolmogrov Smirnov Rata-rata Abnormal
Return Sebelum dan Sesudah Stock Split
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
AR_Sebelum AR_Sesudah
N 23 23
Normal Parametersa,,b Mean .00307 -.00451 Std. Deviation .010213 .012815 Most Extreme Differences Absolute .175 .164
Positive .175 .164
Negative -.126 -.076
Kolmogorov-Smirnov Z .839 .787
Asymp. Sig. (2-tailed) .482 .566
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Tabel 4.4 menjelaskan bahwa rata-rata abnormal return sebelum dan
sesudah stock split adalah berdistribusi normal dengan probabilitas signifikansi
sebelum dan sesudah adalah 0,482 dan 0,566. Hal ini mengindikasikan bahwa
pengujian hipotesis pada abnormal return dapat menggunakan Uji Paired Sample
T-Test.
Tabel 4.5
Hasil Paired Samples Statistics PadaUji Paired Sample T-Test Rata-rata
AbnormalReturn Sebelum dan Sesudah Stock Split
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 AR_Sebelum .00307 23 .010213 .002130
AR_Sesudah -.00451 23 .012815 .002672
Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)
Pada Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa rata-rata abnormal return secara umum
sebelum dan sesudah stock splitturun dari 0,00307 menjadi -0,00451. Standar
deviasi yang menunjukkan keheterogenan yang terjadi dalam data sebelum dan
sesudah stock split adalah 0,010213 dan 0,012815 dan standard error mean
sebelum dan sesudah stock split adalah 0,002130 dan 0,002672. Standard error
mean menggambarkan sebaran rata-rata sampel terhadap rata-rata dari rata-rata
keseluruhan kemungkinan sampel.
Tabel 4.6
Hasil Paired Samples Correlations PadaUji Paired Sample T-Test Rata-rata
AbnormalReturn Sebelum dan Sesudah Stock Split
Paired Samples Correlations
N Correlation Sig. Pair 1 AR_Sebelum & AR_Sesudah 23 .123 .575
Pada Tabel 4.6 menunjukkan apakah ada hubungan antara abnormal
return sebelum dan sesudah stock split. Nilai sig yang didapat adalah sebesar
0,575 dan lebih besar dari tingkat α (0,05) yang mengindikasikan bahwa tidak ada
hubungan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukannya stock split.Nilai
korelasi yang didapat adalah sebesar 0,123 yang mengindikasikan kekuatan
korelasi yang sangat rendah.
Tabel 4.7
Uji Paired Sample T-Test Rata-rata AbnormalReturn Sebelum dan Sesudah
Stock Split
Paired Samples TestPaired Differences T Df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 AR_Sebelum - AR_Sesudah .007585 .015371 .003205 .000938 .014232 2.367 22 .027
Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)
Tabel 4.7 menunjukkan bahwa rata-rata abnormal return sebelum dan
sesudah stock split diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,027. Nilai signifikansi
lebih kecil dari nilai probabilitas yang telah ditetapkan yaitu sebesar 5% (0,05).
Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan abnormal return pada saat
sebelum dan sesudah stock split.Adanya perbedaan abnormal return pada saat
sebelum dan sesudah stock split menunjukkan bahwa stock split itu sendiri
menciptakan adanya abnormal return dan stock split merupakan informasi yang
sangat penting yang mendapat respon yang cepat dari pihak investor.
2. Uji Paired Sample T-Test Pada Trading Volume Activity (TVA)
Uji Paired Sample T-Test pada Trading Volume Activity (TVA) dilakukan
untuk melihat ada atau tidak adanya perbedaan TVA pada saat sebelum dan
sesudah dilakukan tindakan stock split. Sebelum melakukan Uji Paired Sample
T-Test, dilakukan pengujian terhadap normalitas data. Pengujian normalitas data
dilakukan dengan Uji One Sample Kolmogrov Smirnov dengan penilaian jika hasil
menghasilkan probabilitas signifikansi diatas 5% (0,05) maka data tersebut
terdistribusi normal dan sebaliknya apabila hasil menghasilkan probabilitas
signifikansi dibawah 5% (0,05) maka data tersebut tidak terdistribusi normal. Data
yang tidak terdistribusi normal selanjutnya akan diuji perbedaan sebelum dan
sesudah peristiwa dengan menggunakan Uji Wilcoxon
Tabel 4.8
Uji Normalitas Data One Sample Kolmogrov SmirnovRata-rata Trading
Volume Activity (TVA)Sebelum dan Sesudah Stock Split
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
TVA_Sebelum TVA_Sesudah
N 23 23
Normal Parametersa,,b Mean .00322 .00259 Std. Deviation .004508 .002650 Most Extreme Differences Absolute .252 .209
Positive .252 .209
Negative -.239 -.168
Kolmogorov-Smirnov Z 1.208 1.002
Asymp. Sig. (2-tailed) .108 .268
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Tabel 4.8 menjelaskan bahwa rata-rata Trading Volume Activity (TVA)
sebelum dan sesudah stock split adalah berdistribusi normal dengan probabilitas
signifikansi sebelum dan sesudah adalah 0,108 dan 0,268. Hal ini
mengindikasikan bahwa pengujian hipotesis pada TVA dapat menggunakan Uji
Paired Sample T-Test.
Tabel 4.9
Hasil Paired Samples Statistics Pada Uji Paired Sample T-Test Rata-rata
Trading Volume Activity(TVA)Sebelum dan Sesudah Stock Split
Paired Samples Statistics
Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 TVA_Sebelum .00322 23 .004508 .000940
TVA_Sesudah .00259 23 .002650 .000553
Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)
Pada Tabel 4.9 dapat dilihat bahwa rata-rata Trading Volume Activity
(TVA)secara umum sebelum dan sesudah stock splitturun dari 0,00322 menjadi
-0,00259. Standar deviasi yang menunjukkan keheterogenan yang terjadi dalam
data sebelum dan sesudah stock split adalah 0,004508 dan 0,002650 dan standard
error mean sebelum dan sesudah stock split adalah 0,000940 dan 0,000553.
Standard error mean menggambarkan sebaran rata-rata sampel terhadap rata-rata
dari rata-rata keseluruhan kemungkinan sampel.
Tabel 4.10
Hasil Paired Samples Correlations Pada Uji Paired Sample T-Test
Rata-rata Trading Volume Activity (TVA) Sebelum dan Sesudah Stock Split
Paired Samples Correlations
N Correlation Sig. Pair 1 TVA_Sebelum & TVA_Sesudah 23 .860 .000
Sumber : Hasil Penelitian, 2015 (Data diolah)
Pada Tabel 4.10 menunjukkan apakah ada hubungan antara Trading
Volume Activity (TVA)sebelum dan sesudah stock split. Nilai sig yang didapat
adalah sebesar 0,000 dan lebih kecil dari tingkat α (0,05) yang mengindikasikan
adanya hubungan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukannya stock
split.Nilai korelasi yang didapat adalah sebesar 0,860 yang mengindikasikan
kekuatan korelasi yang sangat kuat.
Tabel 4.11
Uji Paired Sample T-Test Rata-rata Trading Volume Activity(TVA) Sebelum
dan Sesudah Stock Split
Paired Samples Test Paired Differences t Df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 TVA_Sebelum - TVA_Sesudah .000634 .002608 .000544 -.000494 .001762 1.165 22 .256