HASIL PENELITIAN
5.1 Analisis Data
5.3.2 Uji Parsial (Uji t)
Untuk melihat besarnya pengaruh variabel perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva lancar dan perputaran aktiva tetap secara parsial terhadap Net Profit Margin digunakan Uji t. pengujian parsial (uji t) ini digunakan untuk menguji pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen nya. Apabila nilai probabilitas f lebih kecil dari 0,05 maka hasilnya signifikan, berarti terdapat pengaruh dari variabel independen secara
individual terhadap variabel dependen. Uji hipotesis secara parsial menggunakan uji t dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.8
Ringkasan Hasil Uji Nilai t
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.080532 0.161106 0.499871 0.6203
ARTO -0.015614 0.024860 -0.628085 0.5340
ITO 0.032484 0.046932 0.692151 0.4934
CATO 0.003473 0.004032 0.861249 0.3950
FATO 0.003740 0.015136 0.247117 0.8063
Sumber: Data diolah Eviews 10, 2019
Dari hasil diatas diketahui probabilitas untuk variabel ARTO, ITO, CATO, FATO variabel ini tidak berpengaruh signifikan karena diatas 0,05. Berdasarkan dari hasil perhitungan yang ditunjukkan Tabel 5.6 dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Pengujian Hipotesis satu (H1)
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, didapatkan hasil estimasi variabel Perputaran Piutang (ARTO) memiliki koefisien regresi sebesar -0,015614 dengan probabilitas sebesar 0,5340. Nilai signifikansi diatas lebih besar dari α (0,05) menunjukkan bahwa variabel Perputaran Piutang (ARTO) memiliki arah yang negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Net
Profit Margin (NPM). Dengan demikian berarti bahwa hipotesis 1 ditolak
yaitu Perputaran Piutang (ARTO) tidak berpengaruh signifikan terhadap
Net Profit Margin (NPM).
b. Pengujian Hipotesis dua (H2)
Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil estimasi variabel Perputaran Persediaan (ITO) memiliki koefisien regresi sebesar 0,032484 dengan
probabilitas sebesar 0,4934. Nilai signifikansi diatas lebih besar dari α (0,05) menunjukkan bahwa variabel Perputaran Persediaan (ITO) memiliki arah yang positif dan tidak signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM). Dengan demikian berarti bahwa hipotesis 2 ditolak yaitu Perputaran Persediaan (ITO) tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin
(NPM).
c. Pengajuan Hipotesis tiga (H3)
Berdasarkan hasil pengujian diatas didapatkan hasil estimasi variabel Perputaran Aktiva Lancar (CATO) memiliki koefisien regresi sebesar 0,003743 dengan probabilitas sebesar 0,3950. Nilai signifikansi diatas lebih besar dari α (0,05) menunjukkan bahwa variabel Perputaran Aktiva Lancar (CATO) memiliki arah yang negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM). Dengan demikian berarti bahwa hipotesis 3 ditolak yaitu Perputaran Aktiva Lancar (CATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM).
d. Pengajuan Hipotesis empat (H4)
Berdasarkan tabel diatas, didapatkan hasil estimasi variabel Perputaran Aktiva Tetap (FATO) memiliki koefisien regresi sebesar 0,003740 dengan probabilitas sebesar 0,8063. Nilai signifikansi diatas lebih besar dari α (0,05) menunjukkan bahwa variabel Perputaran Aktiva Tetap (FATO) memiliki arah yang positif dan tidak signifikan terhadap Net Profit Margin
Perputaran Aktiva Tetap (FATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap
Net Profit Margin (NPM).
Tabel 5.9
Ringkasan Hasil Uji Hipotesis
Kode Hipotesis Hasil
H1 Perputaran Piutang (ARTO) tidak berpengaruh terhadap Net Profit
Margin (NPM).
Ditolak
H2 Perputaran Persediaan (ITO) tidak berpengaruh terhadap Net Profit
Margin (NPM).
Ditolak
H3 Perputaran Aktiva Lancar (CATO) tidak berpengaruh terhadap Net
Profit Margin (NPM).
Ditolak
H4 Perputaran Aktiva Tetap (FATO) tidak berpengaruh terhadap Net
Profit Margin (NPM).
Ditolak
5.4 Pembahasan ( Interpretasi)
Net Profit Margin atau margin laba bersih merupakan rasio profitabilitas
untuk menilai presentase laba bersih yang didapat setelah dikurangi pajak terhadap pendapatan yang diperoleh dari penjualan. Semakin tinggi net profit
margin maka semakin baik operasi suatu perusahaan, rasio ini juga dapat diartikan
periode tertentu. Namun dalam perhitungan net profit margin ada beberapa faktor yang dipertimbangkan di dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini menguji pengaruh Perputaran Piutang (ARTO), Perputaran Persediaan (ITO), Perputaran Aktiva Lancar (CATO), dan Perputaran Aktiva Tetap (ITO) terhadap Net Profit
Margin (NPM). Berdasarkan pada pengujian yang telah dilakukan terhadap
beberapa hipotesis dalam penelitian dapat diketahui bahwa secara parsial (analisis uji t) dapat disimpulkan bahwa semua variabel tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM). Berikut adalah pembahasannya :
5.4.1 Pengaruh Perputaran Piutang (ARTO) terhadap Net Profit Margin (NPM) Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa perputaran piutang (ARTO) tidak berpengaruh signifikan terhadap net profit
margin (NPM) pada perusahaan consumer goods sub sektor makanan dan
minuman di Indonesia. Artinya pihak manajemen kurang melakukan tindakan atau kebijakan dalam pengelolaan dan pengendalian terhadap piutang. Sehingga mengakibatkan piutang tertagih menjadi menumpuk dan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewi Noratika (2014) yang menyatakan bahwa perputaran piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap net profit margin.
5.4.2 Pengaruh Perputaran Persediaan (ITO) terhadap Net Profit Margin
(NPM)
Hipotesis kedua menguji pengaruh antara perputaran persediaan (ITO) terhadap net profit margin (NPM). Hasil dari Uji t menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara perputaran persediaan (ITO) terhadap net profit margin
(NPM). Yang artinya persediaan termasuk salah satu investasi dalam
perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasi nya sehari-hari. Dengan persediaan yang cukup, maka perusahaan akan memenuhi pesanan pelanggan nya dengan cepat, namun jika persediaan terlalu besar makan akan mengakibatkan perputaran persediaan yang rendah sehingga net profit margin perusahaan menurun. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya proses produksi yang berjalan dan persediaan barang pun akan menumpuk. Dan hasil penjualan pun akan menurun, sehingga berpengaruh terhadap net profit
margin.
Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rina Madirah dalam Jurnal Ekonomi-Akuntansi, Universitas Nusantara PGRI Kediri menyimpulkan bahwa pengujian secara parsial perputaran persediaan dan perputaran total asset tidak berpengaruh signifikan terhadap net profit
margin dan juga penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Dewi Noratika (2014) yang menyatakan bahwa perputaran persediaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap net profit margin
5.4.3 Pengaruh Perputaran Aktiva Lancar (CATO) terhadap Net Profit Margin
(NPM)
Berdasarkan hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa perputaran aktiva lancar (CATO) tidak berpengaruh signifikan terhadap net
profit margin (NPM) pada perusahaan consumer goods sub sektor makanan
dan minuman di Indonesia. Yang artinya setiap perusahaan pasti memiliki harta lancar (asset lancar) atau kekayaan yang memiliki tingkat perputaran
yang tinggi dan paling cepat diuangkan dalam jangka waktu 1(satu) tahun. Semakin banyak asset yang bisa diuangkan maka semakin banyak pula pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Sehingga hal ini tidak berpengaruh terhadap net profit
margin. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Rina Madirah dalam Jurnal Ekonomi-Akuntansi, Universitas Nusantara PGRI Kediri menyimpulkan bahwa pengujian secara parsial perputaran kas dan perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap net profit margin, sedangkan perputaran persediaan dan perputaran total asset tidak berpengaruh signifikan terhadap net profit margin.
5.4.4 Pengaruh Perputaran Aktiva Tetap (FATO) terhadap Net Profit Margin
(NPM)
Hipotesis keempat menguji pengaruh antara perputaran aktiva tetap (FATO) terhadap net profit margin (NPM). Hasil dari Uji t menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara perputaran aktiva tetap (FATO) terhadap net
profit margin (NPM). Yang artinya setiap perusahaan memiliki asset
tetap//berwujud yang memiliki umur jangka panjang lebih dari satu tahun. Aktiva tetap ini digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan sehari-hari dalam rangka mengolah produk sampai menjadi barang jadi yang nantinya akan dijual kembali. Bisa disimpulkan bahwa aktiva tetap ini hanya sebagai media perantara tercipta nya sebuah produk barang. Maka tidak ada hubungan nya dengan net profit margin. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rina Madirah dalam Jurnal Ekonomi-Akuntansi,
Universitas Nusantara PGRI Kediri menyimpulkan bahwa pengujian secara parsial perputaran persediaan dan perputaran total asset tidak berpengaruh signifikan terhadap net profit margin.
94
BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan pada Bab IV, dalam penelitian ini menguji pengaruh perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva lancar dan perputaran aktiva tetap terhadap net profit margin (NPM) (studi kasus pada perusahaan consumer goods sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2018, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut ;
1. Perputaran Piutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit
Margin (NPM) yang artinya pihak Manajemen dalam perusahaan kurang
melakukan tindakan dalam pengelolaan dan pengendalian terhadap piutang, sehingga menyebabkan piutang tertagih menjadi menumpuk dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.
2. Perputaran Persediaan tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit
Margin (NPM), artinya persediaan merupakan salah satu investasi utama
dalam perusahaan menjalankan kegiatan operasinya yang apabila jika persediaan terlalu besar jumlahnya maka mengakibatkan perputaran persediaan menjadi rendah, sehingga net profit margin perusahaan menurun. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya proses produksi yang berjalan dan persediaan barang semakin menumpuk karena tidak diolah. 3. Perputaran Aktiva Lancar tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit
(asset lancar) atau kekayaan yang memiliki tingkat perputaran tinggi dan paling cepat diuangkan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun, dimana semakin banyak asset yang bisa diuangkan maka semakin banyak pula pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Sehingga hal ini tidak berpengaruh terhadap net
profit margin.
4. Perputaran Aktiva Tetap tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit
Margin (NPM) yang artinya setiap perusahaan memiliki asset
tetap/berwujud yang memiliki umur jangka panjang lebih dari 1 (satu) tahun, karena asset ini digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan sehari-hari dalam mengolah produk sampai menjadi barang jadi yang nantinya akan dijual kembali. Bisa disimpulkan bahwa aktiva tetap ini hanya sebagai media perantara terciptanya sebuah produk barang, maka tidak ada hubungan nya dengan net profit margin.
6.2 Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan dari penelitian tersebut diatas, maka diajukan saran sebagai berikut :
1. Perlu adanya penelitian sejenis dengan interval waktu dan data yang berbeda, serta sampel yang lebih besar mengingat perkembangan dunia pasar modal yang semakin pesat.
2. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambah beberapa faktor yang mungkin berpengaruh terhadap Net Profit Margin (NPM). Dikarenakan dalam penelitian ini tidak ada yang hasil yang berpengaruh.
3. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambah variabel yang dapat memperkuat pengujian hipotesis.
4. Untuk penelitian selanjutnya perlu menggunakan proksi yang berbeda dari penelitian ini.
5. Untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan perbandingan dengan penelitian yang terdapat di luar negeri untuk mengetahui variabel apakah yang berpengaruh terhadap Net Profit Margin (NPM) pada perusahaan di luar Negeri selain di Indonesia.
97