• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

E. Hasil Pengujian Hipotesis 1 Uji Normalitas

2. Uji Perbedaan

a) Uji Mann-Whitney

Setelah dilakukan uji normalitas dengan menggunakan

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, diketahui bahwa semua

variabel tidak berdistribusi normal. Sehingga kesemua variabel

Variabel Nilai

Asymp. Sig. (2-tailed)

CACL 0,002 CAICL 0,000 CCL 0,000 LTDTE 0,000 TLTA 0,007 TLTE 0,000 SFA 0,000 NITA 0,000

101 akan diuji beda dengan menggunakan uji beda non-parametrik,

yaitu dengan uji Mann-Whitney.

Tabel 4.4

Ringkasan Hasil Uji Mann-Whitney

S

Sumber: Data diolah

Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat

perbedaan yang signifikan pada rasio keuangan CACL, CAICL,

CCL, LTDTE, TLTA, TLTE, SFA dan NITA antara perusahaan

yang obligasinya masuk dalam investmen grade dengan

perusahaan yang obligasinya masuk dalam non-investment grade.

Pengambilan keputusan didasarkan dengan melihat nilai asymp.

Sig (2- tailed). Jika nilai asymp. Sig (2-tailed) < 0,05 berarti

terdapat perbedaan.

Dari hasil uji perbedaan yang dilakukan, dengan

menggunakan 8 rasio, semua rasio tersebut secara signifikan

berbeda antara perusahaan yang obligasinya masuk investment

Rasio Proksi Asymp. Sig (2-tailed)

Keterangan Kesimpulan (H0)

Likuiditas CACL 0,000 Berbeda Ditolak

CAICL 0,000 Berbeda Ditolak

CCL 0,000 Berbeda Ditolak

Leverage LTDTE 0,004 Berbeda Ditolak

TLTA 0,000 Berbeda Ditolak

TLTE 0,000 Berbeda Ditolak

Aktivitas SFA 0,000 Berbeda Ditolak

102

grade dan non-investment grade. Dengan melihat hasil

pengujian secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa

Hipotesis Pertama (H0) ditolak.

3. Analisis Faktor

a) Menghitung Korelasi Indikator

Analisis korelasi matrik antar indikator yang ada untuk

mengetahui apakah indikator –indikator tersebut layak dianalisis dengan analisis faktor. Syarat kecukupan yang pertama adalah dari

KMO MSA (Kaiser-Meyer-Olkin Measure Of Sampling

adequacy) dan Barlett‟s Test. jika KMO MSA lebih besar dari 0,5 maka memenuhi syarat kecukupan untuk analisisi faktor.

Pengujian (1)

Tabel 4.5

Sumber: Output SPSS, 2011

Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai KMO and Barlett’s adalah 0,747 dengan signifikansi 0,000. Oleh karena angka

tersebut sudah di atas 0,5 dan memiliki nilai signifikansi jauh di

bawah 0,05 (0,000 < 0,05), maka variabel dan sampel sudah bisa

dianalisis lebih lanjut.

KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .747

Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 544.933

df 28

103 Tabel 4.6

Sumber: Output SPSS, 2011

Angka MSA yang terdapat dalam tabel Anti-Image Matrice

pada Anti-Image Correlation, pada angka korelasi yang bertanda

“a” (dari arah kiri atas ke kanan bawah). Nilai MSA yang didapat

dari masing-masing variabel ialah:

1) MSA rasio CACL sebesar 0,740 > 0,5

2) MSA rasio CAICL sebesar 0,853 > 0,5

3) MSA rasio CCL sebesar 0,749 > 0,5

Anti-image Matrices

CACL CAICL CCL LTDTE TLTA TLTE SFA NITA

Anti-image Covariance CACL .317 -.143 -.141 -.029 .010 .026 -.210 .021

CAICL -.143 .426 -.116 .034 .013 -.024 .013 -.001 CCL -.141 -.116 .361 -.010 .091 -.012 .163 -.136 LTDTE -.029 .034 -.010 .159 -.038 -.118 .027 .063 TLTA .010 .013 .091 -.038 .274 -.068 .086 -.057 TLTE .026 -.024 -.012 -.118 -.068 .148 -.066 -.022 SFA -.210 .013 .163 .027 .086 -.066 .585 -.191 NITA .021 -.001 -.136 .063 -.057 -.022 -.191 .749

Anti-image Correlation CACL .740a -.391 -.416 -.129 .035 .122 -.489 .044

CAICL -.391 .853a -.297 .130 .038 -.094 .025 -.002 CCL -.416 -.297 .749a -.040 .289 -.053 .355 -.261 LTDTE -.129 .130 -.040 .725a -.182 -.766 .089 .183 TLTA .035 .038 .289 -.182 .874a -.338 .216 -.126 TLTE .122 -.094 -.053 -.766 -.338 .696a -.225 -.065 SFA -.489 .025 .355 .089 .216 -.225 .475a -.288 NITA .044 -.002 -.261 .183 -.126 -.065 -.288 .736a

104 4) MSA rasio LTDTE sebesar 0,725 > 0,5

5) MSA rasio TLTA sebesar 0,874 > 0,5

6) MSA rasio TLTE sebesar 0,696 > 0,5

7) MSA rasio SFA sebesar 0, 475< 0,5

8) MSA rasio NITA sebesar 0,735 > 0,5

Dari 8 variabel, 7 variabel memiliki MSA di atas 0,5. Namun

masih terdapat variabel yang memiliki nilai MSA di bawah 0,5 yaitu

SFA, sehingga variabel tersebut harus dihilangkan karena tidak dapat

dianalisis lebih lanjut.

Pengujian (2)

Tabel 4.7

KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .797

Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 491.603

Df 21

Sig. .000

Sumber: Output SPSS, 2011

Seperti halnya pada pengujian pertama, tabel di atas

menunjukkan bahwa nilai KMO and Barlett’s adalah 0,797 dengan signifikansi 0,000. Oleh karena angka tersebut sudah di atas 0,5

dan memiliki nilai signifikansi jauh di bawah 0,05 (0,000 < 0,05),

105 Tabel 4.8

Anti-image Matrices

CACL CAICL CCL LTDTE TLTA TLTE NITA

Anti-image Covariance CACL .416 -.183 -.124 -.025 .057 .004 -.068

CAICL -.183 .426 -.137 .033 .012 -.023 .003 CCL -.124 -.137 .413 -.020 .080 .008 -.103 LTDTE -.025 .033 -.020 .160 -.044 -.122 .079 TLTA .057 .012 .080 -.044 .288 -.065 -.033 TLTE .004 -.023 .008 -.122 -.065 .156 -.050 NITA -.068 .003 -.103 .079 -.033 -.050 .817

Anti-image Correlation CACL .817a -.434 -.298 -.098 .165 .014 -.116

CAICL -.434 .822a -.327 .128 .034 -.091 .005 CCL -.298 -.327 .848a -.077 .233 .030 -.178 LTDTE -.098 .128 -.077 .719a -.207 -.769 .219 TLTA .165 .034 .233 -.207 .900a -.305 -.069 TLTE .014 -.091 .030 -.769 -.305 .715a -.139 NITA -.116 .005 -.178 .219 -.069 -.139 .799a

a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)

Sumber: Output SPSS, 2011

Angka MSA yang terdapat dalam tabel Anti-Image Matrice

pada Anti-Image Correlation, pada angka korelasi yang bertanda

“a” (dari arah kiri atas ke kanan bawah). Nilai MSA yang didapat

dari masing-masing variabel ialah:

1) MSA rasio CACL sebesar 0,817 > 0,5

2) MSA rasio CAICL sebesar 0,822 > 0,5

3) MSA rasio CCL sebesar 0,848 > 0,5

4) MSA rasio LTDTE sebesar 0,719 > 0,5

106 6) MSA rasio TLTE sebesar 0,715 > 0,5

7) MSA rasio NITA sebesar 0,799 > 0,5

Karena sudah tidak terdapat variabel yang memiliki nilai MSA

dibawah 0,5, maka semua variabel sudah bisa dianalisis lebih lanjut.

b) Ekstraksi Faktor Tabel 4.9

Sumber: Output SPSS, 2011

Pada tampilan component matrix menyediakan informasi

indikator mana yang masuk pada faktor pertama atau faktor kedua dan

seterusnya. Dari component matrix di atas, dapat diketahui bahwa

dari 7 variabel, terbentuk sebanyak 2 faktor. Tabel tersebut dapat

menunjukkan distribusi kedelapan variabel tersebut pada tiga faktor

yang terbentuk. Proses penentuan variabel mana akan masuk ke faktor

Component Matrixa Component 1 2 CACL .728 .493 CAICL .740 .444 CCL .774 .400 LTDTE -.790 .539 TLTA -.859 .304 TLTE -.777 .573 NITA .444 .306

Extraction Method: Principal Component Analysis. a. 2 components extracted.

107 yang mana akan dilakukan dengan melakukan perbandingan besar

korelasi pada setiap baris.

1. Variabel CACL

 Korelasi antara variabel CACL dengan faktor 1 adalah +0,728 (kuat karena di atas 0,5)

 Korelasi antara variabel CACL dengan faktor 2 adalah +0,493 (lemah karena di bawah 0,5)

Karena angka factor loading terbesar ada pada component

nomor 1, maka variabel CACL bisa dimasukkan sebagai

komponen faktor 1.

2. Variabel CAICL

 Korelasi antara variabel CAICL dengan faktor 1 adalah +0,740 (kuat karena di atas 0,5)

 Korelasi antara variabel CAICL dengan faktor 2 adalah +0,444 (lemah karena di bawah 0,5)

3. Variabel CCL

 Korelasi antara variabel CCL dengan faktor 1 adalah -0,774 (kuat karena di atas dari 0,5)

 Korelasi antara variabel CCL dengan faktor 2 adalah +0,400 (lemah karena di atas 0,5)

4. Variabel LTDTE

 Korelasi antara variabel LTDTE dengan faktor 1 adalah -0,790 (kuat karena di atas 0,5)

108

 Korelasi antara variabel LTDTE dengan faktor 2 adalah +0,539 (kuat karena di atas 0,5)

5. Variabel TLTA

 Korelasi antara variabel TLTA dengan faktor 1 adalah -0,859 (kuat karena di atas 0,5).

 Korelasi antara variabel TLTA dengan faktor 2 adalah +0,304 (lemah karena di bawah 0,5).

Karena angka factor loading terbesar ada pada component

nomor 1, maka variabel TLTA bisa dimasukkan sebagai

komponen faktor 1.

6. Variabel TLTE

 Korelasi antara variabel TLTE dengan faktor 1 adalah - 0,777(kuat karena di atas 0,5)

 Korelasi antara variabel TLTE dengan faktor 2 adalah +0,573 (kuat karena diatas 0,5)

7. Variabel NITA

 Korelasi antara variabel NITA dengan faktor 1 adalah +0,444 (lemah karena di bawah 0,5)

 Korelasi antara variabel NITA dengan faktor 2 adalah +0,309 (lemah karena di bawah 0,5)

Pada variabel LTDTE, korelasi antara variabel tersebut dengan

faktor 1 adalah 0,790 (cukup kuat), sedangkan korelasinya dengan

109 dan NITA. Karena tidak ada korelasi yang berbeda dengan jelas,

seperti pada variabel LTDTE, TLTE, dan NITA, maka sulit untuk

memutuskan akan dimasukkan ke faktor mana variabel-variabel

terebut. Oleh karena itu, diperlukan proses rotasi, agar variabel dapat

terdistribusi lebih jelas.

c) Rotasi Faktor

Sumber: Output SPSS, 2011

Component Matrix hasil proses rotasi (Rotated Component

Matrix) memperlihatkan distribusi variabel yang lebih jelas dan nyata. Tabel 4.10

Rotated Component Matrixa

Component 1 2 CACL -.169 .863 CAICL -.212 .837 CCL -.266 .829 LTDTE .941 -.175 TLTA .823 -.390 TLTE .955 -.142 NITA -.099 .530

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

a. Rotation converged in 3 iterations.

110 Terlihat bahwa sekarang factor loading yang dulunya kecil semakin

diperkecil, dan faktor yang besar semakin diperbesar.

1. Variabel CACL : variabel ini masuk faktor 2, karena factor

loading dengan faktor 2 paling besar (0,863)

2. Variabel CAICL : variabel ini masuk faktor 2, karena factor

loading dengan faktor 2 terbesar (0,837)

3. Variabel CCL : variabel ini masuk faktor 2, karena factor

loading dengan faktor 2 terbesar (0,7829)

4. Variabel LTDTE : variabel ini masuk faktor 1, karena factor

loading dengan faktor 1 terbesar (0,941)

5. Variabel TLTA : variabel ini masuk faktor 1, karena factor

loading dengan faktor 1 terbesar (0,823)

6. Variabel TLTE : variabel ini masuk faktor 1, karena factor

loading dengan faktor 1 terbesar (0,955)

7. Variabel NITA : variabel ini masuk faktor 2, karena factor

loading dengan faktor 2 terbesar (0,530)

Dengan demikian, ketujuh variabel telah direduksi menjadi

hanya terdiri atas dua faktor. Dari tabel 4.10 juga dapat diketahui

111 Tabel 4.11

Pengelompokan Faktor

Sumber: Data diolah

Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa:

1) Faktor 1 (F1) atau Kelompok 1, terdiri dari rasio LTDTE,

TLTA dan TLTE. Kelompok ini merupakan cerminan dari

rasio utang atau leverage

2) Faktor 2 (F2) kelompok 2, terdiri dari rasio CACL, CAICL,

CCL dan NITA. kelompok ini mencerminkan rasio likuiditas

dan profitabilitas.

Pada tabel Component Transformation Matrix di atas,

angka-angka yang ada pada diagonal antara Component 1 dengan

Faktor 1 LTDTE TLTA TLTE Faktor 2 CACL CAICL CCL NITA Tabel 4.12

Component Transformation Matrix

Componen

t 1 2

1 -.709 .705

2 .705 .709

Extraction Method: Principal Component Analysis.

Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

112 1, Component 2 dengan 2. Terlihat bahwa angka keduanya berada

di atas 0,5. Tanda “-“ hanya menunjukkan arah korelasi. Hal

tersebut cukup membuktikan bahwa kedua faktor yang terbentuk

cukup tepat, karena memiliki korelasi yang cukup tinggi.

Dokumen terkait