• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Analisis dan Pembahasan

4. Uji Regresi Linier Berganda

a. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2011: 97).

Tabel. 4.50

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Sumber: Hasil output SPSS data primer yang diolah, 2016.

Berdasarkan Tabel.4.50 dapat disimpulkan bahwa koefisien determinasi yang telah disesuaikan (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,667 atau 66,7%.Semakin besar angka Adjusted R Square maka akan semakin kuat hubungan dari kelima variabel dalam model regresi.Dapat

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate 1 ,826a ,682 ,667 1,542 a. Predictors: (Constant), KK, GK, MK, DK b. Dependent Variable: K

disimpulkan bahwa 66,7% variabel kinerja dapat dijelaskan oleh variabel disiplin kerja, motivasi kerja, gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja. Sedangkan selisihnya 33,3% lainnya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

b. Uji t Hitung (Parsial)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. (Ghozali, 2011: 98).

Tabel 4.51 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) ,323 1,897 ,170 ,865 DK ,167 ,046 ,350 3,661 ,000 MK ,181 ,053 ,274 3,401 ,001 GK ,076 ,060 ,090 1,270 ,208 KK ,184 ,053 ,295 3,455 ,001 a. Dependent Variable: K

Sumber: Hasil output SPSS data primer yang diolah, 2016.

Berdasarkan Tabel. 4.51 maka diperoleh model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = a + b1X1+ b2X2+ b3X3+b4X4+e

Dimana : Y = Kinerja X1= Disiplin Kerja X2= Motivasi Kerja X3= Gaya Kepemimpinan X4= Kepuasan Kerja e = Standar error

Melihat output SPSS hasil coefficients pada uji-t diatas, berikut pembahasan uji parsial antara disiplin kerja, motivasi kerja, gaya kepemimpinan, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai Sekretariat Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

1) Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 3,661 dan nilai ttabel diketahui sebesar 1,98932. Dengan membandingkan antara thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung >ttabel = 3,661>1,98932, karena nilai thitunglebih besar dari ttabel,maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi variabel disiplin kerja signifikan. Dan hasil yang diperoleh dari perbandingan nilai sig.

dengan taraf signifikansi: sig. α = 0,000<0,05. Karena sig.< α,

maka dapat disimpulkan bahwa H1diterima dan H0ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel disiplin kerja secara parsial (individu) berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel disiplin kerja berpengaruh signifikan tehadap kinerja pegawai Sekretariat Direktorat jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh M. Harlie (2010) dengan judul “Pengaruh Disiplin Kerja, Motivasi, Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil”

bahwa dalam penelitian ini disiplin kerja berpengaruhsignifikanterhadapkinerja pegawai.

2) Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 3,401 dan nilai ttabel diketahui sebesar 1,98932. Dengan membandingkan antara thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung >ttabel = 3,401>1,98932, karena nilai thitunglebih besar dari ttabel,maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi variabel motivasi kerja signifikan. Dan hasil yang diperoleh dari perbandingan nilai sig. dengan taraf signifikansi: sig. α = 0,001<0,05. Karena sig.< α,

maka dapat disimpulkan bahwa H2diterima dan H0ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel motivasi kerja secara parsial (individu) berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh signifikan tehadap kinerja pegawai Sekretariat Direktorat jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Untung Sri

Widodo dan Agus Budi Haryanto (2010) dengan judul “Pengaruh

Kompetensi, Motivasi, Komunikasi dan Kesejahteraan Terhadap

Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan”bahwa dalam penelitian ini

motivasi berpengaruhsignifikanterhadapkinerja pegawai. 3) Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 1,270 dan nilai ttabel diketahui sebesar1,98932. Dengan membandingkan antara thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung<ttabel = 1,270<1,98932, karena nilai thitung lebihkecildari ttabel, maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi variabel gaya kepemimpinan tidak signifikan. Dan hasil yang diperoleh dari perbandingan nilai

sig. dengan taraf signifikansi: sig. α = 0,208> 0,05. Karena sig.> α,

maka dapat disimpulkan bahwa H0diterima dan H3ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel gaya kepemimpinan secara parsial (individu) tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan tehadap kinerja pegawaiSekretariat Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi Sandy Trang (2013) dengan judul “Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan” bahwa dalam penelitian ini gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

4) Pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai

Dari tabel koefisien diperoleh nilai thitung sebesar 3,455 dan nilai ttabel diketahui sebesar 1,98932. Dengan membandingkan antara thitung dan ttabel maka ditemukan bahwa thitung >ttabel = 3,455>1,98932, karena nilai thitunglebih besar dari ttabel,maka dapat disimpulkan bahwa koefisien regresi variabel kepuasan kerja signifikan. Dan hasil yang diperoleh dari perbandingan nilai sig.

dengan taraf signifikansi: sig. α = 0,001<0,05. Karena sig.< α,

maka dapat disimpulkan bahwa H4diterima dan H0ditolak, artinya koefisien regresi pada variabel kepuasan kerja secara parsial (individu) berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Jadi hasil analisis diatas menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja berpengaruh signifikan tehadap kinerja pegawai Sekretariat Direktorat jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Hasil ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Suwardi dan Joko Utomo (2011) dengan judul “Pengaruh Motivasi Kerja,

Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional Terhadap Kinerja

Pegawai” bahwa dalam penelitian ini kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.

c. Uji F Hitung (Simultan)

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen

atau terikat. Bila nilai F lebih besar daripada 4 maka H0 dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain kita menerima hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen (Ghozali,2011:98). Tabel 4.52 Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression 418,591 4 104,648 44,001 ,000b 1 Residual 195,019 82 2,378 Total 613,609 86 a. Dependent Variable: K b. Predictors: (Constant), KK, GK, MK, DK

Sumber: Hasil output SPSS data primer yang diolah, 2016.

Berdasarkan Tabel. 4.52 dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja, motivasi kerja, gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kinerja.Hal tersebut dapat dilihat dari nilai F hitung di atas sebesar 44,001 lebih besar daripada 4 dan probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan diperoleh nilai Fhitung>Ftabel yang diperoleh dengan melihat tabel F untuk derajat df1=k-1(5-1) dan df2= n-k (87-5) pada alpha 0,05 (F0,05(4)(82)).Dengan demikian diperoleh Fhitung>Ftabel(44,001>2,48) maka hipotesis alternatif diterima.

BAB V

Dokumen terkait