• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

D. Uji Reliabilitas dan Validitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali terhadap subjek yang sama. Sedangkan uji validitas untuk mengetahui apakah instrumen dapat digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur.

Untuk pengujian reliabilitas digunakan koefisien Cronbach alpha. Menurut Gittell (2009), instrumen atas 7 dimensi koordinasi relasional dikatakan valid apabila nilai reliabilitas alpha Cronbach lebih besar dari 0,70 untuk studi eksplorasi, dan lebih besar dari 0,80 untuk penelitian non-eksplorasi. Berdasarkan hasil uji reliabilitas khusus variabel independen (7 item) dengan menggunakan

UNIVERSITAS

besar daripada yang dipersyaratkan. Sedangkan hasil uji reliabilitas untuk seluruh item (pertanyaan) kuesioner diperoleh nilai alpha Cronbach sebesar 0,90.

Untuk validitas instrumen, diperoleh dari nilai Corrected Item-Total

Correlation setiap butir (item) instrumen. Hasilnya menunjukkan seluruh (100%)

item instrumen valid (Tabel pengolahan pada Lampiran 2). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrumen telah memenuhi kelayakan untuk digunakan.

E. Analisis Data 1. Deskriptif

Analisis deskriptif digunakan untuk mendapat informasi tentang kondisi objektif kualitas tim dan kinerja koordinasi relasional. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis frekuensi dan perbandingan nilai rata-rata.

Interpretasi atas nilai rata-rata berpatokan kriteria mengikuti pola nilai interval kelas (IK), dengan jumlah kelas (K) sesuai interval Skala Likert, yaitu 5. Rumusnya adalah IK = R/K di mana R adalah range atau selisih nilai terbesar dengan nilai terkecil (5-1=4). Jadi IK adalah 4/5 = 0,8. Kriteria lengkapnya sebagaimana pada Tabel 3.6.

Tabel 3.6

Kriteria Predikat Nilai Rata-Rata Dalam Interval

No. NILAI INTERVAL PREDIKAT

1 1,00 – 1,80 Sangat Tidak baik

2 1,81 – 2,60 Kurang baik

3 2,61 – 3,40 Sedang

4 3,41 – 4,20 Baik

5 4,21 – 5,00 Sangat Baik

Sumber: Diolah secara manual

UNIVERSITAS

2. Kuantitatif

Untuk pedoman penentuan teknik statistik yang akan dipilih, terlebih dulu dilaksanakan uji normalitas distribusi data, untuk memastikan apakah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data yang mampunyai pola seperti distribusi normal (distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan) atau sebaliknya. Apabila data berkenaan koordinasi relasional ternyata terdistribusi normal maka data dianalisis dengan menggunakan teknik statistika parametrik, jika terdistribusi tidak normal maka data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis non-parametrik.

Peneliti menggunakan tes Kolmogorov-Smirnov (K-S), dengan kriteria pengujian apabila angka signifikansi (Sig > 0,05), maka data variabel disimpulkan terdistribusi normal, apabila angka signifikansi (Sig < 0,05), maka data variabel disimpulkan tidak terdistribusi normal.

Prosedur: Analyze > Descriptive Statistics > Explore. Masukkan Variabel diuji pada kotak Dependent List, masuk kotak Plot, aktifkan Normality plots with

tests. Hasil hitung menggunakan SPSS sebagaimana terlihat pada Tabel 3.7.

Tabel 3.7

Output:Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

VARX .108 30 .200* .960 30 .305

VARY .130 30 .200* .950 30 .171

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: Hasil Penelitian, diolah dengan SPSS Versi 16

UNIVERSITAS

Dari hasil uji menggunakan tes Kolmogorov-Smirnov ternyata baik variabel elemen tim (VARX) maupun variabel koordinasi relasional (VARY) masing-masing mempunyai nilai Sig = 0,200 dan Sig = 0,200 atau Sig > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan data variabel-variabel yang diselidiki terdistribusi normal.

Oleh karena dari hasil uji normalitas diketahui data terdistribusi normal maka uji korelasi yang digunakan adalah analisis statistika parametrik. Rumus untuk menghitung koefisien korelasi dua variabel X dan Y adalah sebagai berikut: (Mansoer, 2005: 8.4)

di mana simbol dan menggambarkan nilai rata-rata X dan Y.

Namun pada penelitian ini pengolahan dilakukan dengan SPSS Versi 16, dengan uji Korelasi Pearson Product Moment. Melalui uji ini akan diketahui nilai koefesien korelasi yang menggambarkan keberartian (signifikansi) hubungan antara variabel koordinasi relasional dengan varibel elemen-elemen tim.

Studi kasus ini tidak menggunakan hipotesis. Pertama karena sejauh ini belum diketahui bentuk arah hubungan (korelasi) antara kedua variabel tersebut, apakah positif atau negatif atau sama sekali tidak ada korelasinya. Kedua, sifatnya studi kasus yang setiap temuan bisa dikembangkan dengan berbagai eksprimen sejauh tidak menyimpang atau tetap relevan dengan tujuan maupun arahan teori dan proposisi (Yin, 2011: 31).

Terkait dengan maksud untuk mengetahui secara lebih dalam hubungan rxy = ryx

UNIVERSITAS

variabel, analisis dilanjutkan dengan analisis multivariat. Dalam hal ini, empat elemen tim, yaitu: longevity, kejelasan batas tim, saling percaya dan penghargaan atau pengakuan dianalisis hubungannya dengan kualitas koordinasi relasional dengan analisis korelasi parsial secara berjenjang. Tujuan dilakukannya analisis korelasi parsial ini, adalah untuk mengetahui koefisien korelasi suatu elemen variabel “yang murni – tidak dikotori atau dipengaruhi oleh variabel-variabel lain” yang sedang dikorelasikan (Christianus, 2010: 124). Oleh karena itu yang dimaksudkan dengan ungkapan “secara parsial” dalam uraian atau pembahasan tentang elemen variabel, adalah untuk menggambarkan sebagai bagian dari (part

of) keseluruhan variabel yang secara bersama-sama (simultan) dikorelasikan.

Interpretasi atas hasil uji statistik tersebut dengan menggunakan kriteria Young (1982) sebagaimana dikemukakan Christianus (2010: 114) pada tarap signifikansi 5 % (Sig: 0,05) sebagai berikut:

1. 0,70 - 1,00 (baik plus atau minus) menunjukkan adanya derajat hubungan yang tinggi;

2. 0,40 - < 0,70 (baik plus atau minus) menunjukkan hubungan yang substansial

3. 0,20 - < 0,40 (baik plus atau minus) artinya ada korelasi yang rendah 4. < 0,20 (baik plus atau minus) artinya korelasi dapat diabaikan.

Setelah mengetahui hasil uji korelasi, untuk mengetahui sejauh mana variabel dependen (koordinasi relasional) dapat diprediksi oleh variabel independen (faktor-faktor elemen tim), maka analisis dilanjutkan dengan analisis regresi. Oleh karena elemen tim tersebut terdapat empat faktor (variabel) maka

UNIVERSITAS

analisis regresi yang digunakan adalah analisis regresi ganda, yang menurut Mansoer (2005: 8.29) persamaan umumnya adalah:

Y = +

di mana Y adalah variabel dependen (koordinasi relasional),   adalah dua konstanta yang akan diestimasi, dan X (X1 X2 X3) adalah variabel independen.

Untuk analisis regresi pada penelitian ini estimasi hubungan variabel independen (longevity, kejelasan batas tim, saling percaya dan penghargaan atau pengakuan) dan variabel dependen (koordinasi relasiona) diilustrasikan sebagaimana pada Gambar 3. 3.

Untuk itu sesuai prosedur analisis model regresi multivariat, menurut Christianus (2010: 138) beberapa persyaratan harus dipenuhi, yaitu: linearitas, homoskedastisitas (kesamaan varian) atau tidak terjadi yang sebaliknya heteroskedastisitas, non-autokorelasi, dan non-multikolinearitas.

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

UNIVERSITAS

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait