• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Pengujian Intrumen

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menunjukan akurasi dan ketepatan dari pengukurnya. Reliabilitas berhubungan dengan akurasi (accurately) dari pengukurnya (Jogiyanto, 2010).

Teknik uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah reliabilitas konsistensi internal dengan pengujian Cronbach’s Alpha,

yaitu koefisien reliabilitas yang menunjukkan seberapa baik stabilitas skor-skor pertanyaan atau jawaban dalam satu faktor. Teknik tersebut dipilih karena pengujiannya yang konsisten antar item yang populer dan menunjukkan indeks konsisten yang sempurna (Jogiyanto, 2010). Rumus Cronbach’s Alpha adalah (Jogiyanto, 2010):

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

a. Jika nilai Cronbach’s Coefficient Alpha lebih dari 0,60, maka instrumen yang digunakan dalam variabel dianggap reliabel.

b. Jika nilai Cronbach’s Coefficient Alpha kurang dari 0,60, maka instrumen yang digunakan dalam variabel dianggap tidak reliabel. (Jogiyanto, 2010).

J. Teknik Analisis Data

1. Analisis Cochran Q-Test

Analisis Cochran Q-Test diperkenalkan pertama kali oleh Willian G.Cochran tahun 1950. Analisis ini disebut juga uji Q merupakan perluasan dari uji McNemer. Analisis Q-Test ini berlaku untuk K sampel berpasangan (K > 2) dengan data berskala nominal atau ordinal. Apabila McNemer digunakan untuk dua sampel berpasangan maka analisis Cochran Q-Test digunakan untuk tiga sampel berpasangan atau lebih.

Penulis memilih analisis Cochran Q-Test dikarenakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang dianggap valid. Faktor yang dianggap valid merupakan faktor yang berpengaruh dan dipertimbangkan dalam menjadi alasan pasien untuk memilih layanan kesehatan. Langkah-langkah analisis Cochran Q-Test adalah sebagai berikut :

a) Rumusan Masalah

Untuk mengetahui alasan pasien dalam memilih layanan kesehatan, maka terlebih dahulu disususn rumusan masalah sebagai berikut: Apa saja yang alasan pasien dalam memilih layanan kesehatan?

Data analisis terdiri atas reaksi responden terhadap alasan alasan yang diterapkan secara independen. Reaksi dari responden tersebut dinyatakan dengan 1 untuk “YA” atau 0 untuk “TIDAK”.

c) Pengolahan Data

Sebelum melakukan pengolahan data, hal pertama yang harus dilakukan adalah pengumpulan data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner sebagai alat analisis Cochran Q-Test dengan dua alternative jawaban, “YA” dengan skor 1 atau jawaban “TIDAK” dengan skor 0.

d) Menetapkan Hipotesis

H0 : Alasan pasien dalam memilih layanan kesehatan adalah perlengkapan dan peralatan, tata ruang, kebersihan ruangan, penampilan pegawai, kemudahan menjangkau lokasi, kecekatan pegawai, keramahan pegawai, prosedur, pelayanan cepat dan tanggap, penanganan keluhan, komunikasi lancar, sopan santun, pengetahuan karyawan, keterampilan, biaya yang terjangkau, perhatian pada konsumen, tanggung jawab atas keamanan, mengutamakan kepentingan konsumen. Ha : Minimal salah satu dari ke-18 alasan tidak mempengaruhi

keputusan pasien dalam memilih layanan kesehatan. e) Menetapkan taraf nyata

Alpha (α) = 5% (0,05)

f) Menghitung dengan rumus statistik

Keterangan :

k : banyak perlakuan

Ri : jumlah data pada kelompok ulangi ke-i (kolom) Ci : jumlah data pada kategori ke-i (baris)

n : jumlah sampel yang diuji g) Keputusan

Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis:

1) H0 diterima : apabila nilai Q < nilai khi kuadrat (X2) atau apabila nilai alpha > 0,05.

2) H0 ditolak : apabila nilai Q ≥ nilai khi kuadrat (X2) atau apabila nilai alpha ≤ 0,05.

Alasan alasan dalam penelitian ini diuji secara bertahap, langkah pertama yaitu menguji semua alasan. Jika hasil yang diperoleh menolak H0, maka dilakukan pengujian kembali

menggunakan Cochran Q-Test dengan menghilangkan Gj terendah sampai H0 diterima.

BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Gambaran Singkat Rumah Bersalin Fr. Dewi Isbat Indarni ,S.ST 1. Sejarah Rumah Bersalin Fr. Dewi Isbat Indarni ,S.ST

Rumah Bersalin Fr. Dewi Isbat Indarni ,S.ST terletak di Desa Salamrejo, Kelurahan Ngatak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Rumah bersalin ini sudah berdiri sejak tahun 1990, dan pada tahun 1999 memindahkan lokasi rumah bersalin ke Jamburejo, Manjung,Ngawen Klaten sampai saat ini kurang lebih sudah beroperasi selama 26 tahun.

Awal mula berdirinya rumah bersalin ini di prakarsai oleh Ibu Fr. Dewi Isbat Indarti yang juga merupakan pemilik rumah bersalin tersebut. Ibu Fr. Dewi Isbat Indarti memulai pendidikannya di Sekolah Perawat Kejuruan (SPK) Tegal Yoso Klaten pada tahun 1982 – 1985. Beliau menyelesaikan pendidikannya selama 3 tahun untuk mendapatan gelar keperawatan. Selama kurang lebih 3 tahun Ibu Fr. Dewi Isbat Indarti mampu menguasai tentang penyakit dan cara menangani orang sakit. Beliau memulai karirnya dengan bekerja di Puskesmas Ngawen sebagai

seorang perawat dan dipercaya untuk mengelola puskesmas tersebut. Selama 5 tahun bekerja di puskesmas pembantu Desa Duwet, Kecamatan Ngawen Ibu Fr. Dewi Isbat Indarti melanjutkan pendidikannya di Sekolah Program Pendidikan Bidan (PPB) di Polit akademi bidan (AKBID), politeknik kesehatan Surakaraselama 1 tahun program ini setara dengan diploma tingkat dua D-II. Untuk meningkatkan kemampuan dalam ilmu kebidanan Ibu Fr. Dewi Isbat Indarni melanjutkan sekolahnya lagi ketingkat yang lebih tinggi yaitu program studi D-III Kebidanan dan mendapatkan gelar Ahli Madya Kebidanan (Amd.Keb) pada tahun 2004 di akademi bidan(AKBID), Politeknik kesehatan Surakarta (Poltekkes). Pada tahun 2013 Fr. Dewi Isbat Indarni melanjutkan pendidikan Program Studi D-IV di Politeknik Kesehatan Surakarta dan mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST).

Rumah Bersalin Fr.Dewi Isbat Indarni ini juga telah memiliki ijin yang illegal dan terdaftar dalam anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Klaten seperti Surat Ijin Kerja Bidan (SIKB) dengan nomer 19660303/SIKB_33.10/2014/2225. Rumah Bersalin Fr.Dewi Isbat Indarni Juga telah terdaftar dalam Majelis Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia atau surat registrasi bidan dengan nomer registasi 14 02 5 2 112-0476057. Sedangkan untuk surat ijin mendirikan Praktek Bidan Swasta (PBS) rumah bersalin Fr.Dewi Isbat Indarni telah terdaftar dalam Surat Ijin Praktek Bidan (SIPB) yaitu dengan nomer SIPB 887/09VI/2011 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Tengah.Rumah bersalin Fr.

Dewi Isbat Indarni ini telah terdaftar dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Klaten, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) memiliki program yang ditunjukkan untuk Praktek Bidan Swasta (PBS) yaitu program Bidan Delima dan rumah bersalin Fr.Dewi Isbat Indarni sudah melaksanakannya. Bidan Delimaa dalah system standarisasi kualitas pelayanan bidan praktekswasta, dengan penekanan pada kegiatan monitoring dan evaluasi serta kegiatan pembinaan dan pelatihan secara rutin.

2. Fasilitas-Fasilitas Rumah Bersalin Fr. Dewi Isbat Indarni

Dalam memenuhi standarisasi dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ,rumah bersalin Fr. Dewi Isbat indarni memberikan fasilitas-fasilitas pelayanan serta tarif yang telah ditentukan yaitu diantaranya :

Tabel IV.1

Tarif Pelayanan Kebidanan Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Kabupaten Klaten

NO PELAYANAN TARIF

1 ANC Rp 25.000

2

Pemeriksaan laboratorium Ibu hamil atau nifas yang

indikasi:

Hb Stick Rp 20.000

Protein Urine Rp 15.000

PP Test Rp 15.000 Lakmus Rp 10.000 3 Persalinan Rp 800.000 4 PNC Rp 25.000 5 KN Rp 25.000 6 Tindik Rp 25.000 7 Pemeriksaan Anak Rp 25.000 8 Imunisasi Rp 25.000

9 Suntik KB 1 bulan atau 3 bulan Rp 25.000

10 Pasang Implan Rp 250.000

11 Bongkar Implan Rp 100.000

12 Pasang IUD Coper T Rp 200.000 13 Pasang IUD Nova T Rp 600.000

14 Lepas IUD Rp 100.000 15 Kontrol IUD Rp 50.000 16 Konseling Rp 25.000 17 Pemeriksaan IVA Rp 30.000 18 Pijat Bayi Rp 25.000 19 Massage Nifas Rp 75.000

Sumber: Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kab.Klaten, 2016

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A.Penjelasan Penelitian

Sebelum dilakukan peneilitian, penulis melakukan survei awal terlebih dahulu untuk memperoleh sejumlah alasan dari para pasien yang menggunakan pelayanan kesehatan di Rumah Bersalin Fr. Dewi Isbat Indarni. Sejalan dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan penulis, yakni menggunakan stategi opinion (opinion) dengan pertimbangan kemudahan. Survei dilakukan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada pasien yang mengunakan jasa kesehatan di Rumah Bersalin Fr.Dewi Isbat Indarni pada tanggal 1 juni sampai 10 juli 2016.

Suatu intrumen atau pertanyaan penelitian haruslah diuji validitasnya terlebih dahulu sebelum intrumen atau pertanyaan tersebut benar-benar digunakan untuk penelitian dengan cara memasukkan jawaban dari 30 responden terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai korelasi agar dapat dinyatakan layak atau tidak layak sebuah intrumen atau pertanyaan tersebut digunakan penelitian.

Walaupun demikian penulis tidak melakuna uji coba validitas intrumen atau pertanyaan terlebih dahulu sebelum peneliian sesungguhnya dilakukan. Sikap ini penulis tempuh karena penulis berpegang teguh bahwa hasil rekapitulasi alasan hasil survei awal harus dijalankn tanpa pengurangan maupun modifikasi yang dikarenakan bila pengujian 30 responden ternyata menyatakan ada intrumen atau pertanyaan tidak valid. Penulis juga berpegang

pada cara penetuan jumlah sampel sebanyak 100 sampel. Disamping itu penulis menilai pengujian validitas intrument atau pertanyaan dari 30 responden merupakan sebuah prakiraan, karena prakiraanlah maka penulis berkesimpulan bisa jadi intrumen atau pertanyaan yang tidak valid tersebut bisa menjadi valid karena perhitungan valid atau tidak validnya suatu intrumen atau pertanyaan ditentukan dari nilai korelasi. Semakin banyak responden maka nilai korelasi yang dibutuhkan untuk menyatakan suatu intrument atau pertanyaan tersebut valid atau tidak menjadi semakin kecil (Rhitung > Rtabel).

Pada tahap penyebaran kuesioner untuk penelitian sesungguhnya penulis memberikan kuesioner kepada para konsumen atau pasien yang datang di Rumah Besalin Fr. Dewi Isbat Indarni. Setelah kuota kuesioner 100 responden terpenuhi barulah penulis melakukan pengolahan dari data-data yang telah masuk untuk diuji secara statistik. Dari hasil hasil uji validitas, menyebutkan bahwa keseluruhan intrument atau pertanyaan kuesioner penilitian adalah valid.

B.Pengujian Instrumen

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi pengukurannya. Agar instrumen penelitian dapat berfungsi dengan benar, maka instrumen penelitian dapat berfungsi dengan benar, maka instrumen tersebut harus memiliki validitas yang tinggi.

Untuk mengukur validitas digunakanlah korelasi product moment: korelasi antar instrumen dengan skor total dalam satu variabel. Kriteria yang digunakan adalah bila nilai korelasi lebih besar dari nilai rtabel, maka butir yang bersangkutan dapat dinyatakan valid/atau, atau apabila nilai korelasi lebih kecil dari taraf signifikan α sebesar 0,05. untuk responden yang berjmlah 100, dapat diperoleh nilai rtabel sebesar 0,196. Untuk dapat dinyatakan valid, maka nilai korelasi harus lebih besar dari 0,196.

Tabel V.1

Hasil Uji Validitas Bukti Fisik (Tangible)

Variabel Butir r hitung r tabel Status

Bukti Fisik 1 0,704** 0,196 VALID 2 0,714** 0,196 VALID 3 0,649** 0,196 VALID 4 0,837** 0,196 VALID 5 0,793** 0,196 VALID Sumber : Data Primer yang diolah, 2016

Dari hasil uji validitas dengan menggunakan bantuan program komputerisasi statistika SPSS16, diketahui bahwa nilai korelasi dari variaabel Bukti Fisik yang terdiri dari lima pertanyaan tersebut > 0,196 (rhitung > rtabel), maka kelima butir pertanyaan dinyatakan valid.

Tabel V.2

Hasil Uji Validitas variabel Keandalan (Reliability)

Variabel Butir r hitung r tabel Status

Keandalan

1 0,877** 0,196 VALID 2 0,789** 0,196 VALID 3 0,865** 0,196 VALID Sumber : Data Primer yang diolah,2016

Tabel V.3

Hasil Uji Validitas Daya Tanggap (Responsiveness)

Variabel Butir r hitung r tabel Status

Daya Tangkap

1 0,911** 0,196 VALID 2 0,768** 0,196 VALID 3 0,862** 0,196 VALID Sumber : Data Primer yang diolah, 2016

Tabel V.4

Hasil Uji Validitas variabel Jaminan (Assurance)

Variabel Butir r hitung r tabel Status

Jaminan

1 0,747** 0,196 VALID 2 0,813** 0,196 VALID 3 0,806** 0,196 VALID 4 0,737** 0,196 VALID Sumber : Data Primer yang diolah, 2016

Tabel V.5

Hasil Uji Validitas variabel Empati (Empathy)

Variabel Butir r hitung r tabel Status

Empati

1 0,674** 0,196 VALID 2 0,856** 0,196 VALID 3 0,810** 0,196 VALID Sumber : Data Primer yang diolah, 2016

Dari hasil uji validitas dengan menggunakan bantuan program komputerisasi statistika SPSS16, diketahui bahwa nilai korelasi dari lima variabel yang terdiri dari delapan belas pertanyaan tersebut > 0,196 (rhitung > rtabel), maka kedelapan belas butir pertanyaan dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur sejauh mana hasil pengukuran dapat dipercaya bila dilakukan pengukuran pada waktu yang berbeda pada kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, asalkan aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah . Tinggi atau rendahnya reliabilitas secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut nilai koefisien reliabilitas.

Tabel V.6

Hasil Uji Reliabilitas

Variabel ALPHA Status

Bukti Fisik 0,794** RELIABEL

Keandalan 0,798** RELIABEL

Daya Tangkap 0,805** RELIABEL

Jaminan 0,683** RELIABEL

Empati 0,777** RELIABEL

Sumber: Data primer yang diolah,2016

Dari hasil uji reliabilitas dengan menggunakan bantuan program komputerisasi SPSS16, diketahui bahwa nilai Cronbach's Alpha untuk semua variabel, diatas nilai minimum yaitu 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel dianggap reliabel.

Dokumen terkait