• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. METODE PENELITIAN

4.5 Pengujian Kuisioner

4.5.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabiitas adalah uji keterandalan instrumen yang digunakan dalam riset. Instrument riset yang baik akan mampu mengungkapkan informasi yang sebenarnya di lapangan. Pada penelitian ini, uji reliabilitas yang digunakan menggunakan metode Hoyt, uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keterandalan dari atribut-atribut yang diajukan pada responden dalam kuisioner (Durianto et al. 2004)

Uji reliabilitas ini dapat dilakukan pada saat sebelum penelitian untuk mengetahui apakah instrument pengumpulan data tersebut sudah reliable (dapat diandalkan) atau belum, sehingga dapat diperoleh atribut yang valid dan konsisten. Jumlah responden yang dilibatkan berjumlah 20 orang responden. Jika hasilnya reliabel maka penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menyebar kuisioner. Pengujian reliabilitas instrument dengan metode ini melalui tahap-tahap berikut :

27 1. Mencari nilai jumlah kuadrat responden JKr dengan rumus :

JKr =

k

X

t

2

( )

2

kN

X

t

Keterangan :

JKr : Jumlah kuadrat responden k : Banyaknya butir pertanyaan N : Banyaknya responden (10)

Xt : Skor total responden

2. Mencari jumlah kuadrat butir JKb dengan rumus :

JKb =

N

B

2

( )

2

kN

X

t

Keterangan :

JKb : Jumlah kuadrat butir

Σ B² : Jumlah kuadrat jawaban benar (ya) seluruh butir (ΣXt)² : Kuadrat dari total skor

3. Mencari jumlah kuadrat total JKt dengan rumus:

JKt =

∑ ∑

∑ ∑

+( ) ) ( ) )( ( S B S B Keterangan :

JKt : Jumlah kuadrat total

(Σ B) : Jumlah jawaban benar (ya) seluruh butir (Σ S) : Jumlah awaban salah (tidak) seluruh butir

4. Mencari jumlah kuadrat sisa dengan rumus :

5. Mencari varians responden, varians butir dan varians sisa dengan rumus : Vr =

dbr

JKr

Vb =

dbb

JKB

Vs =

dbs

JKs

Keterangan :

Vr : Varians responden dbr : Derajat bebas reponden Vb : Varians butir dbb : Derjat bebas asosiasi Vs : Varians Sisa dbs : Derajat bebas sisa

6. memasukan nilai varians yang diperoleh kedalam rumus :

Vr

Vs

r

=1

11

Nilai reliabilitas yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan nilai dari tabel r product moment . Nilai r product moment tabel (α = 0,005) yaitu 0,444 dengan tingkat keyakinan 95 %. Jika │r11│< r product moment dapat disimpulakan bahwa instrumen yang digunakan tidak andal, namun sebaliknya jika │r11│< r product moment dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan andal dan penelitian dengan menggunakan instrumen yang sama dapat digunakan. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada Lampiran 4. Adapun hasil uji reliabilitas sebagai berikut :

Vs r11 = 1 - Vr = 1 – 1,545 = -| 0,545|

Nilai r tabel untuk N = 20 dengan interval kepercayaan 95 % = 0,444. r11 > r tab maka dapat diandalkan. Artinya instrumen yang akan digunakan dapat diandalkan, sehingga penelitian dapat dilanjutkan.

29 4.6 Metode Analisis Data

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif sederhana, Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Analisis deskriptif dilakukan dengan membuat tabulasi frekuensi sederhana berdasarkan jawaban responden. Data yang sama dikelompokkan, ditabulasi dan dipersentasekan. Persentase terbesar merupakan faktor-faktor yang dominan dari masing-masing atribut yang diteliti.

4.6.1 Analisis Deskriptif

Nazir (1999) menyatakan bahwa analisis deskriptif, merupakan suatu metode dalam meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari analisis daskriptif adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Data karakteristik konsumen (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan status pernikahan) serta proses keputusan pembelian (pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, proses pembelian dan evaluasi hasil) yang dikumpulkan melalui kuisioner dianalisis secara deskriptif dengan analisis deskriptif. Analisis deskriptif dipilih karena analisis ini dinilai mampu mendeskripsikan dan menggambarkan karakteristik konsumen serta proses keputusan pembelian yang sedang berlangsung saat penelitian dilaksanakan.

4.6.2 Importance Performance Analysis (IPA)

IPA digunakan untuk mengukur tingkat kinerja dan kepentingan atau harapan responden terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas (Martilla dan James diacu dalam Supranto, 1997). Penilaian kinerja diwakili oleh huruf X, sedangkan untuk penilaian kepentingan atau harapan ditunjukan oleh huruf Y. Untuk menilai kinerja kepentingan responden digunakan skala lima tingkat (Likert) seperti terlihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Skor Penilaian Tingkat Kinerja dan Kepentingan Konsumen

Skor Kinerja (X) Kepentingan (Y)

Skor 1 Tidak Baik Tidak Penting

Skor 2 Kurang Baik Kurang Penting

Skor 3 Cukup Baik Cukup Penting

Skor 4 Baik Penting

Skor 5 Sangat Baik Sangat Penting

Berdasarkan hasil penelitian tingkat kepentingan atau harapan dan penilaian kinerja, maka akan dihasilkan suatu perhitungan mengenai tingkat kesesuaian antara tingkat harapan dan kinerja Restoran Lasagna Gulung. Tingkat kesesuaian ini menentukan urutan prioritas peningkatan faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggan. Adapun rumus yang digunakan berdasarkan Supranto (1997) adalah :

%

100

x

Yi

Xi

Tki =

dimana : Tki = tingkat kesesuaian responden Xi = skor penilaian kinerja Restoran

Yi = skr penilaian kepentingan atau harapan responden

Selanjutnya sumbu mendatar (X) akan diisi oleh skor tingkat pelaksanaan (kinerja), sedangkan sumbu tegak Y akan diisi oleh skor tingkat kepentingan atau harapan maka untuk setiap faktor yang mempengaruhi digunakan rumus :

X =

n

Xi

Y =

n

Yi

dimana : X = skor rata-rata tingkat pelaksanaan Y = Skor rata-rata tingkat kepentingan n = Jumlah responden

Diagram kartesius merupakan suatu bangun yang dibagi atas empat bagian yang dibatasi oleh dua garis yang berpotongan tegak lurus pada titik-titik (a,b). Titik-titik tersebut diperoleh dari rumus :

31 a =

k

i

X

b =

k

i

Y

dimana : a = batas sumbu X (tingkat kinerja) b = batas sumbu Y (tingkat kepentingan ) k = banyaknya atribut yang diteliti

Selanjutnya setiap atribut tersebut dijabarkan dalam diagram kartesius seperti pada Gambar 2.

Prioritas Utama Prioritas Prestasi Kuadran I Kuadran II

b

Prioritas Rendah Berlebihan Kuadran III Kuadran IV a

Gambar 2. Diagram Tingkat Kinerja dan Kepentingan Sumber : Supranto, 1997.

Keterangan :

Kuadran I : menunjukkan faktor atau atribut yang dianggap mempengaruhi konsumen, namun manjemen belum melaksanakan sesuai dengan keinginan konsumen sehingga mengecewakan atau tidak memuaskan konsumen.

Kuadran II : menunjukkan kinerja yang telah berhasil dilakukan oleh restoran sehingga wajib untuk dipertahankan.

Kuadran III : menunjukkan beberapa atribut yang kurang penting sehingga pelaksanaanya kurang diperhatikan restoran

Kuadran IV : menunjukkan beberapa atribut yang dianggap kurang penting oleh konsumen, tetapi restoran melakukan dengan berlebihan.

4.6.3 Pengukuran Tingkat Kinerja

Pengukuran tingkat kinerja dimaksudkan untuk mengetahui seberapa puas konsumen terhadap suatu produk atau jasa (tingkat kepuasan). Dalam hal ini konsumen diminta untuk merangking atribut-atribut mana yang dianggap penting untuk ditingkatkan oleh restoran Lasagna Gulung agar pelanggan puas. Tingkat kinerja hasil penelitian tersebut dihitung dan disusun berdasarkan mean (rata-rata). Dari hasil perhitungan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja digunakan sebagai dasar dalam perhitungan indek kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI)

4.6.4 Customer Satisfaction Index (CSI)

Customer Satisfaction Index atau indeks kepuasan pelanggan digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh dengan melihat tingkat kepentingan dari atribut-atribut produk atau jasa tersebut. Adapun cara mengukur indek ini dilakukan melalui empat tahapan yaitu :

Langkah perhitungan CSI :

1. Menentukan Mean Importance Score (MIS).

Nilai ini berasal dari rata-rata tingkat kepentingan tiap konsumen :

MIS =

n

Yi

n i

=1 MSS =

n

Xi

n i

=1

Dimana : n = jumlah konsumen

Yi = Nilai Kepentingan Atribut X ke-1 Xi = Nilai Kinerja Atribut X ke-1

2. Membuat Weight Factors (WF)

Bobot ini merupakan persentase nilai MIS per atribut terhadap total MIS seluruh atribut WF =

100%

1

x

MISi

MISi

p i

=

33 3. Membuat Weight Score (WS)

Bobot ini merupakan perkalian antara Weight Factors (WF) dengan rata-rata tingkat kepuasan (X) (Mean Satisfaction Score = MSS)

WSi = WFi x MSSi

4. Menentukan Customer Satisfaction Index (CSI) yaitu :

CSI = 1

X100%

HS

WSi

p i

= Dimana : P = Atribut Kepentingan ke p

HS = (Highest Scale ) skala maksimum yang digunakan (skala 5)

Kriteria indek kepuasan menggunakan kisaran 0,00 hingga 1,00 (tidak puas hingga sangat puas), yang dapat dilihat pada Tabel 7. Berikut :

Tabel 7. Kriteria Nilai Customer Satisfaction Index (Indek kepuasan Konsumen)

Nilai CSI Kriteria CSI

0,81 – 1,00 Sangat Puas

0,66 – 0,80 Puas

0,51 – 0,65 Cukup Puas

0,35 – 0,50 Kurang Puas

0,00 – 0,34 Tidak Puas

Sumber : Panduan Survey Kepuasan Konsumen PT SUCOFINDO. Seperti yang dikutip oleh Suhadi, 2004.

4.7 Definisi Konseptual

1. Konsumen adalah orang yang sedang melakukan pembelian di Restoran Lasagna Gulung, Bogor untuk dikonsumsi di tempat atau dibawa pulang pada saat peneliti berada di lokasi.

2. Responden adalah pengunjung Restoran Lasagna Gulung, Bogor yang sedang melakukan pembelian serta bersedia mengisi kuisioner atau diwawancarai.

3. Dimensi atribut merupakan penampilan restoran yang mengacu pada atribut yang mencolok dalam keputusan pemilihan toko yang diukur terdiri dari beberapa dimensi, yaitu : citarasa masakan, variasi menu, lokasi, sifat dan kualitas keragaman, harga, personel penjualan, pelayanan yang diberikan, atribut fisik restoran, atmosfer restoran, iklan atau promosi dan pelayanan sesudah transaksi.

4. Citarasa masakan yaitu berkaitan dengan mutu bahan baku yang digunakan, komposisi bahan dan cara pengolahan yang tepat yang akan mempengaruhi kualitas dan rasa makanan tersebut.

5. Variasi menu merupakan ragam menu makanan dan minuman yang ditawarkan, berkaitan dengan pilihan lebih banyak bagi para konsumen sehingga konsumen tidak bosan.

6. Kemudahan dalam menjangkau lokasi adalah lokasi restoran yang dekat dengan sarana transportasi yang ada, letak restoran yang tidak tersembunyi sehingga memudahkan konsumen menemukannya.

7. Jalan keluar-masuk lokasi adalah lokasi restoran yang terletak di jalan besar, dan lalu lintas disekitar restoran tidak macet sehingga memudahkan konsumen keluar-masuk restoran.

8. Akses transportasi umum adalah kemudahan mencapai lokasi dengan sarana transportasi umum.

9. Sarana parkir yang memadai adalah area parkir yang mampu menampung seluruh kendaraan konsumen yang berkunjung ke restoran, terutama pada akhir pekan atau saat terjadi peningkatan jumlah konsumen.

10.Keamanan tempat parkir adalah terjaganya keamanan kendaraan yang parkir di area parkir restoran dari lalu lalang kendaraan dan tindakan kriminal.

11.Variasi jenis makanan dan minuman yang tersedia adalah banyaknya jumlah menu yang ditawarkan Restoran Lasagna Gulung, Bogor kepada konsumen berupa makanan dan minuman.

12.Kualitas makanan dan minuman yang baik adalah makanan dan minuman yang disajikan memiliki mutu yang baik sehingga tidak merugikan konsumen dalam mengkonsumsi produk yang ditawarkan.

35 13.Higienis makanan dan minuman adalah kebersihan makanan dan minuman

dari benda-benda asing

14.Harga yang ditawarkan adalah kesesuaian harga makanan dan minuman yang dijual dengan porsi dan kualitas yang ditawarkan.

15.Keramahan dan kesopanan pramusaji adalah diukur dengan pelayanan pramusaji yang bersikap ramah, senyum dan komunikatif.

16.Pengetahuan pramusaji terhadap produk yang dijual adalah pramusaji dapat mengenal dengan baik produk yang dijual sehingga dapat menjelaskan kepada konsumen jika konsumen tidak mengetahui jenis produk tersebut.

17.Kesigapan pramusaji dalam melayani adalah kecepatan pramusaji dalam menanggapi kebutuhan konsumen

18.Jumlah pramusaji yang melayani adalah banyaknya pramusaji yang dapat melayani konsumen

19.Penampilan pramusaji adalah pakaian yang digunakan pramusaji berupa seragam yang harus bersih, rapi serta sopan.

20.Kecepatan penyajian makanan dan minuman adalah waktu yang diperlukan untuk menyajikan makanan dan minuman sampai ke tangan konsumen.

21.Kecepatan transaksi adalah kecepatan kasir dalam melakukan perhitungan jumlah total transaksi konsumen dan melayani pembayaran konsumen.

22.Pembayaran dengan credit card adalah fasilitas yang disediakan restoran dalam melayani pembayaran menggunakan credit card bagi konsumen yang membayar bukan dengan uang tunai.

23.Kemasan bawa pulang adalah bungkus yang digunakan apabila konsumen membeli produk Lagasna Gulung untuk dibawa pulang.

24.Dekorasi ruangan adalah hiasan atau aksesoris yang berada dalam ruangan restoran.

25.Tata letak kursi dan meja atau lay out adalah penataan meja dan kursi yang jaraknya tidak terlalu berdekatan sehingga terlihat rapi dan tidak menganggu pergerakan konsumen.

26.Ketersediaan toilet adalah ketersediaanya jumlah toilet yang memadai dan mudah ditemukan

27.Ketersediaan mushola adalah tersedianya mushola bagi konsumen muslim yang akan melakukan solat.

28.Pemilihan warna ruangan adalah penggunaan warna yang tepat untuk dinding, dan lantai restoran sehingga dapat menimbulkan kesan yang nyaman.

29.Pencahayaan ruangan adalah terdapatnya lampu yang cukup dalam ruangan sehingga menberikan pencahayaan yang cukup.

30.Musik adalah alunan musik yang dapat dinikmati oleh konsumen pada saat berada dalam restoran.

31.Kebersihan ruangan adalah kebersihan lantai, dinding, meja dan kursi dari berbagai jenis kotoran.

32.Kebersihan toilet adalah keadaan toilet yang tidak terdapat kotoran pada dinding, lantai, kloset dan wastafel serta ketersediaan air yang bersih dan bebas bau tak sedap.

33.Kebersihan mushola adalah keadaan lantai dan perlengkapan solat dalam mushola yang bersih.

34.Aroma ruangan adalah keharuman yang dirasakan ketika berada dalam restoran.

35.Kesejukan ruangan adalah temperatur ruangan yang sejuk sehingga menimbulkan kesan santai dan menyenangkan.

36.Penggunaan iklan adalah sarana penggunaan iklan oleh restoran dalam memperkenalkan produknya agar lebih dikenal konsumen.

37.Tanggapan terhadap keluhan adalah pihak manajemen restoran cepat tanggap dalam menyelesaikan keluhan konsumen.

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

5.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

Restoran Lasagna Gulung didirikan pada tanggal 14 September 2007 oleh tiga orang ibu rumah tangga yang bertindak sebagai pemegang saham yaitu Ibu Baby Ahnan, Ibu Tintin Kuraesin dan Ibu Susi Gusnadi. Restoran ini terletak di lokasi yang strategis yaitu di Jalan Salak No. 24 Bogor depan Taman Kencana. Restoran Lasagna Gulung menawarkan konsep bangunan yang dirancang menyerupai rumah sendiri, bangunan tempat usaha Restoran Lasagna Gulung sendiri merupakan bangunan yang disewa bukan merupakan bangunan milik pribadi. Pada awalnya usaha ini ditunjukan sebagai tempat untuk membeli kudapan khas Italia, yang sifatnya take away atau dibawa pulang seperti usaha yang didirikan sebelumnya oleh tiga orang ibu tersebut yaitu Pia Apple Pie, Macaroni Panggang dan Death By Choclate. Daya tarik yang ditawarkan restoran membuat hal ini berubah, dimana konsumen ingin menikmati juga kenyamanan tempat yang ditawarkan, sehingga restoran berubah dari take away menjadi dine in.

Restoran ini termasuk restoran modern karena menyediakan menu-menu yang beragam mulai dari lokal sampai internasional, dengan menu utamanya adalah lasagna gulung dengan tiga variasi rasa yaitu lasagna gulung ayam, lasagna gulung tuna serta lasagna gulung kerang. Lasagna gulung yang ditawarkan hanya terdiri dari satu ukuran yang dapat dibagi menjadi kurang lebih delapan bagian yang dapat dinikmati tiga sampai empat orang .Selain itu menu lokal yang ditawarkan juga sangat beragam dengan harga yang ditawarkan relatif terjangkau oleh konsumen. Daftar menu dan Harga yang berlaku di restoran Lasagna Gulung saat ini dapat dilihat pada Lampiran 5.

5.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Restoran Lasagna Gulung memiliki struktur organisasi yang masih sederhana yang dapat dilihat pada Gambar 3. Manajemen puncak dipegang oleh pemilik restoran yang sekaligus sebagai pemegang saham. Restoran ini memiliki 25 orang karyawan termasuk supervisor, wakil supervisor, tim inti dan kepala

divisi. Pengelola Restoran Lasagna Gulung dipercayakan kepada seorang pengawas atau seorang supervisor. Pengawas atau supervisor bertanggung jawab langsung kepada pemilik restoran mengenai segala aktivitas yang terjadi di restoran. Aktivitas sehari-hari pegawas atau supervisor dibantu oleh seorang wakil supervisor dan tim inti yaitu sebanyak 4 orang yang masing-masing membawahi sebanyak dua divisi serta para kepala masing-masing divisi yaitu Kepala Divisi Bagian Gudang, Kepala Divisi Bagian Kasir, Kepala Divisi Bagian Umum (Service), Kepala Divisi Bagian Bar, Kepala Divisi Bagian Kitchen, Kepala Divisi Bagian Waiters, Kepala Divisi Bagian Dapur Karyawan dan Kepala Divisi Bagian Keuangan. Masing-masing kepala divisi mempunyai tanggung jawab terhadap karyawan pada divisi tersebut.

Deskripsi tugas dan jumlah karyawan dari masing-masing jabatan di Restoran Lasagna Gulung adalah sebagai berikut :

1. Supervisor (satu orang) : bertanggung jawab atas semua kegiatan yang berlangsung serta melaksanakan kebijakan perusahaan yang telah dibuat. 2. Wakil Supervisor (satu orang) : membantu supervisor dalam melaksanakan

tugasnya dan mengkordinir pelaksanaan kegiatan yang berlangsung.

3. Tim inti (empat orang) : membawahi masing-masing dua divisi yang bertugas dan bertanggung jawab dalam membatu divisi tersebut dalam memecahkan masalah atau kendala yang terjadi serta membantu dalam pelaksanaan tugas divisi yang dibawahi.

4. Divisi Gudang (dua orang) : bertugas dan bertanggung jawab atas keluar dan masuknya bahan baku.

5. Divisi Kasir (dua orang) : bertugas dan bertanggung jawab atas penerimaan dan pengeluaran uang yang berasal dari hasil pembelian konsumen serta melayani konsumen yang membeli untuk dibawa pulang (take away).

6. Divisi Umum (dua orang) : bertugas dan bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan restoran dan fasilitasnya serta mengatur parkir konsumen.

7. Divisi Bar (tiga orang) : bertugas dan bertanggung jawab menyediakan makanan cepat saji dan minuman.

8. Divisi Kitchen (tiga orang) : bertugas dan bertanggung jawab dalam menyediakan makanan utama dan pesanan khusus pengunjung.

39 9. Divisi Waiters (lima orang) : bertugas dan bertanggung jawab dalam melayani

para konsumen.

10.Divisi Dapur Karyawan (satu orang) : bertugas dan bertanggung jawab dalam menyediakan makanan untuk karyawan

11.Divisi Keuangan: bertugas dan bertanggung jawab melakukan pencatatan arus keluar masuk uang perusahaan.

Struktur organisasi Restoran Lasagna Gulung selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Struktur Organisasi Restoran Lasagna Gulung Sumber : Supervisor Restoran Lasagna Gulung

5.3 Operasional dan Strategi Pemasaran Perusahaan

Aktivitas Restoran Lasagna Gulung dimulai dari pukul 07.00 – 22.00 WIB, dimana pembagian kerja berdasarkan shift. Shift pertama mulai pada pukul

Pemilik Pengawas / Supervisor Tim Inti Divisi Gudang Divisi Kasir Divisi Umum Divisi Bar Divisi Kitchen Divisi Waiters Divisi Dapur Karya wan Divisi Keuangan Karyawan Wakil Supervisor

07.00 – 17.00 WIB, shift kedua mulai pukul 12.00 – 22.00 WIB. Biasanya setiap pukul 12.00 WIB dilakukan breafing yang dipimpin oleh supervisor, dimana setiap kepala bagian melaporkan aktivitas yang terjadi dan mempersiapkan aktivitas berikutnya. Contoh produk lasagna gulung dan aktivitas di Restoran Lasagna Gulung dapat dilihat pada Lampiran 6.

Strategi pemasaran dibagi menjadi empat atau dikenal dengan 4P, yaitu strategi produk (product), harga (price), promosi (promotion) dan lokasi (place). Restoran Lasagna Gulung telah melakukan strategi pemasaran dengan menggunakan konsep bauran pemasaran 4P, yaitu :

Strategi Produk

Strategi produk yang ditawarkan oleh Restoran Lasagna Gulung yaitu cukup beragam dengan menampilkan menu makanan internasional dipadu dengan menu lokal. Lasagna gulung merupakan menu utama yang ditawarkan, selain itu Restoran Lasagna Gulung menawarkan produk-produk unik lainnya seperti gulung manis dan ikan asin botolan yang cukup digemari oleh konsumen.

Strategi Harga

Strategi penetapan harga produk-produk dari Restoran Lasagna Gulung yaitu berdasarkan dengan biaya produksi yang dikeluarkan ditambah dengan profit yang telah ditentukan oleh pemilik. Harga yang ditetapkan untuk produk lasagna gulung saat ini untuk semua variasi rasa yaitu Rp 54.000,00.

Strategi Promosi

Strategi promosi yang dilakukan oleh restoran Lasagna Gulung pada awalnya hanya Word of mouth (komunikasi dari mulut ke mulut). Disamping melakukan promosi melalui brosur dan leaflet restoran ini juga telah beberapa kali diliput oleh stasiun televisi sehingga keberadaanya sudah cukup dikenal oleh masyarakat Bogor khususnya dan masyarakat luar Bogor pada umumnya (Supervisor Restoran Lasagna Gulung 2008).

Strategi Lokasi

Strategi lokasi Restoran Lasagna Gulung yaitu terletak di daerah yang strategis, karena berada di sekitar taman kota, perkantoran, pusat perbelanjaan, serta objek wisata Kebun Raya. Selain lokasi yang strategis Restoran Lasagna

41 Gulung juga mudah dijangkau oleh kendaraan umum dan dilengkapi dengan tempat parkir yang cukup memadai.

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.1 Karakteristik Umum Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini dilihat dari usia, jenis kelamin, alamat asal atau lokasi tempat tinggal, status pernikahan, Pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan atau uang saku dan alat transportasi yang digunakan. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 60 orang, yaitu konsumen yang telah menikmati menu yang ada di restoran Lasagna Gulung.

6.1.1 Usia

Mayoritas responden di restoran Lasagna Gulung adalah konsumen yang relatif muda. Pada Tabel 8, dapat dilihat bahwa responden yang berusia 20-30 tahun sebanyak 30 orang (50 %) kemudian diikuti oleh usia 30-40 tahun sebanyak 10 orang (16.67 %). Hal ini disebabkan karena pada umumnya konsumen yang berusia muda lebih aktif dan dinamis dikarenakan lebih banyak aktifitas yang dilakukan di luar rumah. Selain itu tingkat sosialisasinya lebih tinggi daripada yang berumur lebih tua, dan kecenderungan orang muda untuk mencoba hal-hal baru dan mudah terpengaruh oleh iklan ataupun ajakan teman, sedangkan orang yang berumur lebih tua cenderung sebaliknya.

Tabel 8. Sebaran Usia Responden Restoran Lasagna Gulung Bogor, November- Desember 2008

Usia Jumlah (orang) Persentase (%)

Kurang dari 20 tahun 20 – 30 tahun

31 – 40 tahun 41 – 50 tahun Lebih dari 50 tahun

7 30 10 4 9 11,67 50,00 16,67 6,66 15,00 Total 60 100 6.1.2 Jenis Kelamin

43 dibandingkan dengan laki-laki dikarenakan perempuan cenderung memiliki tingkat sosialisasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Tabel 9. Sebaran Jenis Kelamin Responden Restoran Lasagna Gulung Bogor, November-Desember 2008

Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%) Laki-laki Perempuan 29 31 48,33 51,67 Total 60 100 6.1.3 Daerah Asal

Pengunjung yang datang ke Restoran Lasagna Gulung tidak saja berasal dari Bogor yaitu sebanyak 76,67 persen, tetapi juga dari luar Bogor seperti terlihat pada Tabel 10. Hal ini disebabkan karena Bogor dekat dengan Jakarta, Tanggerang dan kota lainnya. Pengunjung yang berasal dari luar kota Bogor biasanya datang pada saat liburan atau weekend.

Tabel 10. Sebaran Daerah Asal Responden Restoran Lasagna Gulung Bogor, November-Desember 2008

Alamat Asal Jumlah (orang) Persentase (%)

Bogor Jakarta Tanggerang Bandung 46 10 2 2 76,67 16,67 3,33 3,33 Total 60 100 6.1.4 Status Pernikahan

Pada Tabel 11 dapat dilihat sebanyak 34 orang (56,67 %) responden Restoran Lasagna Gulung berstatus belum menikah, hal ini disebabkan peluang orang yang belum menikah untuk makan dan beraktivitas di luar rumah lebih tinggi daripada orang yang sudah menikah, ditambah lagi dengan mayoritas umum responden Restoran Lasagna Gulung yang masih muda.

Tabel 11. Sebaran Status Pernikahan Responden Restoran Lasagna Gulung Bogor, November-Desember 2008

Status Pernikahan Jumlah (orang) Persentase (%) Menikah Belum Menikah 26 34 43,33 56,67 Total 60 100 6.1.5 Pendidikan Terakhir

Pada Tabel 12 dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan responden cukup

Dokumen terkait