1V. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Uji Reliabilitas
Hasil uji reliabilitas kuesioner penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian reliabel. Hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai
Cronbach Alpha > 0,6. Pada pertanyaan-pertanyaan bagian 3, nilai
Cronbach Alpha 0,736 > 0,6. Hal ini berarti seluruh instrumenpada bagian 3 dapat dinyatakan reliabel. Sedangkan pada pertanyaan-pertanyaan bagian 4 dan 5, nilai Cronbach Alpha sebesar 0,853lebih besar daripada 0,6. Hal ini berarti seluruh instrumen pada bagian 4 dan 5 dapat dinyatakan reliabel. Alat ukur yang reliabel berarti akan memberikan hasil pengukuran yang relatif sama, apabila dilakukan pengulangan atas penggunaan alat ukur tersebut. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran 4.
4.5.2. Karakteristik Responden
Responden yang diambil merupakan wisatawan domestik yang berkunjung ke TSI. Karakteristik responden dapat dilihat dari intensitas kunjungan, jenis kelamin, status menikah, jumlah anggota keluarga, pergi ke TSI, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan total pengeluaran per bulannya. Berikut dipaparkan karakteristik responden dalam Tabel 5.
Tabel 5. Karakteristik Responden
Karakteristik Responden Persentase (%)
Intensitas 1 kali : 17 2 kali : 21 3 kali : 26 4 kali : 12 > 4 kali : 24 Jenis Kelamin Pria : 44 Wanita : 56
Status Menikah Menikah : 53 Belum menikah : 47 Jumlah Anggota Keluarga ≤ 4 orang : 38 > 4 orang : 62
Lanjutan Tabel 5.
Karakteristik Responden Persentase (%)
Pergi ke TSI Rombongan : 13 Keluarga : 75 Sendiri : 1 Lainnya : 11 Usia 17-26 tahun : 42 27-36 tahun : 29 37-46 tahun : 20 47-56 tahun : 6 > 56 tahun : 3 Pendidikan Terakhir SD : 1 SLTP : 2 SMU/SMK : 38 Diploma : 14 S1 : 44 S2 : 1 S3 : 0 Lainnya : 0
4.6. Analisis Atribut Wisata TSI
Atribut wisata Taman Safari Indonesia (TSI) yang menjadi pertimbangan keputusan wisatawan dalam melakukan pembelian jasa atau berkunjung ke TSI adalah keindahan alam (P1), banyaknya jenis satwa (P2), atraksi hiburan satwa-satwa (P3), kondisi dan jarak jalan dari pusat kota (P4), waktu tempuh dari pusat kota ke lokasi wisata (P5), wahana Permainan TSI (P6), pengelolaan kawasan wisata (P7), pelayanan terhadap pengunjung (P8), sarana dan prasarana (P9) (Food Court, Jalan, Areal Parkir, Toilet, dll), kebersihan dan kenyamanan lokasi (P10), keamanan lokasi obyek wisata (P11), tarif/harga tiket masuk (P12), faktor promosi (P13) dan pilihan paket wisata (P14) (seperti Safari Park, Safari Night, Safari Trek, Caravan, dll).
Pada saat penyebaran kuesioner, responden mengisi seberapa besar atribut wisata TSI menjadi bahan pertimbangan responden dalam mengambil keputusan untuk melakukan pembelian jasa atau berkunjung ke TSI. Gambar 6 memuat sebaran jawaban responden tersebut.
Gambar 6. Atribut wisata TSI
Nilai yang terdapat pada gambar tersebut menujukkan total skor jawaban responden. Total skor merupakan jumlah total skor masing-masing atribut wisata TSI yang dianggap responden dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan pembelian. Atribut produk wisata merupakan unsur-unsur yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.
Data yang terdapat dalam gambar tersebut memperlihatkan bahwa atribut wisata TSI yang paling dipertimbangkan oleh konsumen adalah atribut wisata TSI yang memiliki total skor yang paling besar diantara atribut wisata lainnya. Atribut wisata TSI yang memiliki total skor yang paling besar adalah tarif/harga tiket masuk. Hal ini dikarenakan oleh tarif/harga tiket masuk yang relatif lebih mahal pada kondisi perekonomian saat ini. Kemudian, diikuti oleh atribut P2 dan P11 yaitu banyaknya jenis satwa dan keamanan lokasi obyek wisata yang memiliki total skor sebesar masing-masing 422 dan 417. Atribut yang paling kecil dipertimbangkan oleh konsumen adalah atribut P6 atau wahana permainan TSI dengan total
skor 327. Sedangkan atribut lainnya memiliki total skor yang beragam dan menyebar diantara nilai maksimum dan minimum, yaitu berada dalam kisaran total 428 dan 327.
4.7. Analisis Pengaruh Faktor Komunikasi Pemasaran
4.7.1. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam penelitian ini menggunakan skala Likert dalam bentuk skala ordinal yang selanjutnya diubah menjadi skala interval (1-5). Setelah berubah menjadi skala interval, maka selanjutnya dapat dilakukan analisis regresi linear berganda.
Hasil analisis data dilakukan dengan bantuan software Microsoft Excel 2007 dan SPSS Data Editor versi 13,0. Hasil output SPSS untuk analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Output model Regresi Linear Berganda
Coefficientsa -.650 .481 -1.352 .180 .015 .123 .011 .122 .903 .707 1.414 .558 .118 .420 4.721 .000 .739 1.353 .402 .109 .316 3.695 .000 .801 1.249 .145 .077 .158 1.865 .065 .818 1.222 (Constant) X1 X2 X3 X4 Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients
t Sig. Tolerance VIF Collinearity Statistics
Dependent Variable: keputusan a.
(Keterangan : Peubah iklan sebagai X1, Peubah PP sebagai X2, Peubah HMP sebagai X3, Peubah PII sebagai X4)
Apabila nilai signifikansi t < 0,05, maka peubah X berpengaruh nyata terhadap Y. Untuk peubah X2 dan X3 berpengaruh nyata terhadap Y. Sedangkan untuk peubah X1 dan X4 tidak berpengaruh nyata terhadap Y. Dari tabel output tersebut, yang digunakan untuk membuat persamaan garis regresinya adalah besaran koefisien beta pada kolom Unstandardized Coefficients B. Menurut Simamora (2005), peubah yang tidak signifikan tidak ditulis dalam persamaan regresinya. Dengan demikian, persamaan garis regresi linear ganda dapat dinyatakan sebagai berikut :
Sesuai dengan persamaan garis regresi yang diperoleh, maka model regresi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut (Sudarmanto, 2005) :
a. Harga koefisien konstanta = -0,650
b. Harga koefisien b2 = 0,558, berarti bahwa apabila nilai X2 mengalami kenaikan sebesar satu satuan, sementara peubah independen lainnya bersifat tetap, maka tingkat peubah Y di perusahaan obyek penelitian tersebut akan meningkat sebesar 0,558 satuan. Peubah X2 memiliki hubungan yang positif terhadap peubah Y. Hal ini berarti apabila terjadi peningkatan peubah promosi penjualan sebesar satu satuan maka akan terjadi peningkatan skor keputusan pembelian sebesar 0,558 satuan.
c. Harga koefisien b3 = 0,402, berarti bahwa apabila nilai X3 mengalami kenaikan sebesar satu satuan, sementara peubah independen lainnya bersifat tetap, maka tingkat peubah Y di perusahaan obyek penelitian tersebut akan meningkat sebesar 0,402 satuan. Peubah X3 memiliki hubungan yang positif terhadap peubah Y. Hal ini berarti apabila terjadi peningkatan pada peubah hubungan masyarakat dan publisitas sebesar satu satuan maka akan terjadi peningkatan skor keputusan pembelian sebesar 0,402 satuan.
Kemampuan garis regresi untuk menjelaskan variasi yang terjadi pada Y ditunjukkan pada besarnya koefisen determinasi atau koefisien R2 . Besarnya harga koefisien determinasi tersebut dapat dilihat pada Tabel 7.
Model Summaryb .667a .444 .421 .59761 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), PII, HMP, PP, iklan
a.
Dependent Variable: keputusan b.
Tabel 7. Output model summary
Berdasarkan tabel output di atas, hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa Adjusted R-sq 42,1%. Hal ini berarti 42,1% keragaman
dari peubah independen (Y) mampu dijelaskan oleh faktor-faktor yang ada di dalam model, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain diluar model. 4.7.2. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik terdiri dari uji linearitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Hasil uji-uji tersebut dijelaskan sebagai berikut :