dengan Gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD)
IV. DUKUNGAN KELUARGA
VI. STRATEGI KOPING IBU
4. Uji Reliabitas Strategi koping
Item-item pertanyaan dalam variabel Strategi Koping adalah ordinal maka untuk perhitungan reliabilitasnya digunakan koefisien Reliabilitas Alpha Cronbach dimana dalam hal ini diperoleh dengan menggunakan software SPSS 10.0. Adapun koefisien Alpha Cronbach sebagai berikut:
RELIABILITAS ANALYSIS-SCALE (ALPHA) Reliability Coefisients
N of Cases = 31 N of Item = 42 Alpha = 0.7344
Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0.7344. Hal ini berarti dari 42 pertanyaan yang menggunakan skala ordinal 0 sampai 2 dapat menggambarkan variance yang sebenarnya sebesar 73,4% dan hanya 26,6% saja variance errornya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa item-item pertanyaan tersebut reliabel untuk menentukan strategi koping yang dilakukan oleh ibu dalam merawat anak ASD.
Lampiran 3. Uji Deskriptif
No Variabel N Minimum Maksimum Mean Standar Deviasi 1 Usia anak ASD 31 42 179 101.81 31.41 2 Jumlah anggota Keluarga 31 3 8 5.13 1.43 3 Usia suami 31 28 54 41.81 6.58 4 Usia contoh 31 27 50 38.00 5.73 5 Lama pendidikan suami 31 12 18 14.61 2.25 6 Lama pendidikan contoh 31 9 18 14.13 2.17 7 Pengetahuan standarisasi 31 50 100 79.84 12.88 8 Dukungan standarisasi 31 45 100 75.81 12.19 9 Persepsi standarisasi 31 40 100 77.58 12.64 10 Skor strategi koping saat
pertama
31 40 75 64.74 8.20
11 Skor strategi koping saat ini 31 52 76 66.90 6.25
No Variabel N Median
1 Dukungan standarisasi 31 80.00 2 Persepsi standarisasi 31 80.00 3 Skor strategi koping saat pertama 31 68.00 4 Skor strategi koping saat ini 31 66.00
Lampiran 4. Alasan Perubahan Strategi Koping
Tabel 4.1 Alasan Strategi koping yang tetap membantu ibu dalam merawat anak ASD
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1 Percaya bahwa anak-anak akan lebih baik jika ditangani oleh perawat/terapis
- Terapis adalah orang yang mengerti mengenai ASD - Terapis adalah orang yang ahli
- Terapis adalah orang mengetahui metode penanganan ASD
- Kemampuan anak biasanya menjadi lebih meningkat - Anak menjadi mandiri
- Jika ibu sendirian yang menangani terkadang menjadi kurang sabar
1 2 1 1 1 1 14.3 28.5 14.3 14.3 14.3 14.3 2 Meluangkan waktu untuk
anak-anak
- Membuat bahagia - Merasa penting
- Dapat saling mengerti dan memahami - Terhibur oleh anak
3 2 1 1 42.9 28.5 14.3 14.3 3 Melakukan sesuatu dengan
anak-anak
- Merasa bahagia - Sayang kepada anak
- Cara yang efektif untuk meningkatkan perkembangan anak. 2 1 1 50.0 25.0 25.0 4 Percaya bahwa segala sesuatu
yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik
- Menimbulkan semangat dalam merawat anak ASD 1 100
5 Mengatakan pada diri sendiri bahwa saya mempunyai banyak hal dan saya seharusnya bersyukur atas semua yang saya miliki
- Menimbulkan optimis dalam diri - Berpikiran positif
- Upaya untuk menerima dengan lapang dada
1 2 1 25.0 50.0 25.0
6 Menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan suami
- Semangat dan santai
- Menimbulkan kerukunan, kenyamanan. Ketenangan, dan keharmonisan keluarga
- Menciptakan suasana yang kondusif bagi anak - Lebih percaya diri
- Dapat sharing dan meringankan beban
1 1 1 1 1 1 16.7 16.7 16.7 16.7 16.7 16.7 7 Berbicara secara terbuka
dengan suami tentang segala perasaan dan minat ibu
- Mendapatkan dukungan - Sharing untuk mencegah stres - Agar timbul komitmen dan motivasi
2 1 1 50.0 25.0 25.0 8 Melakukan sesuatu dengan
kerabat keluarga
- Karena kita tidak hidup tidak sendiri - Dapat bertukar pikiran
- Menjaga tali persaudaraan dan silaturahmi
1 1 1 33.3 33.3 33.3 9 Percaya pada Tuhan dan selalu
berdoa membantu meringankan masalah
- Dapat membuat ketenangan hati - Tempat berlindung, memohon - Dapat menimbulkan semangat
- Menyakini bahwa semua takdir Allah adalah baik 1 1 1 1 25.0 25.0 25.0 25.0 10 Melakukan atau menerapkan
perawatan kesehatan seperti yang dilakukan terapis di rumah
- Karena terapi datang ke rumah - Anak menjadi lebih mandiri
1 1
50 50 11 Percaya bahwa anakku akan
mungkin mendapatkan perawatan medis terbaik
- Berpikiran positif dapat membantu dalam merawat anak ASD
2 100
12 Mencoba memelihara kestabilan keluarga
- Memelihara kestabilan keluarga merupakan hal yang penting
- Meringankan beban
- Dapat berpengaruh terhadap emosi anak - Menjaga keharmonisan keluarga
2 1 1 1 40 20 20 20 13 Mempercayai suami dan
keluarga untuk membantu mendukung saya dalam merawat anak ASD
- Semangat dan kokoh - Meringankan beban kelelahan
2 1
66.7 33.3
14 Memperlihatkan bahwa saya tegar pada orang lain
- Percaya bahwa suatu hari nanti anak pasti akan sembuh
Pemicu semangat dan ikhlas menerimanya
1 2
33.3 66.7
No Pernyataan Alasan n %
15 Meminta anggota keluarga lain membantu pekerjaan dan tugas rumah
- Meringankan beban dalam mendidik anak ASD 1 100
16 Mengantar anakku ke pusat terapi secara teratur
- Hiburan bagi ibu
- Kemampuan anak meningkat
- Sharing dengan orang tua yang memiliki anak dengan masalah yang sama saling bertukar informasi. 2 2 1 40 40 20
17 Percaya pada terapis mengenai cara penanganan yang terbaik bagi anak saya
- Karena terapis lebih tahu dan ahlinya 2 100
18 Melakukan kegiatan di rumah bersama-sama keluarga
- Terapi yang baik dan alami bagi anak ASD 1 100 19 Mendorong anak ASD untuk
lebih mandiri
- Meringankan beban dan anak harus mandiri - Agar anak tidak bergantung pada orang lain
2 1
66.7 33.3
Pola II (memelihara dukungan sosial, kepercayaan diri dan stabilitas psikologis)
20 Memiliki kesempatan untuk melupakan beberapa saat tanggung jawab untuk urusan rumah tangga sampai ibu pulih
- Perlu santai agar tidak stress sehingga kuat untuk menghadapi hari esok
3 100
21 Tidur - Untuk istirahat 1 100
22 Tidak menahan diri untuk marah - Dapat membuat hati tenang 1 100
23 Konsentrasi pada hobi - Melupakan sejenak beban, dapat membuat hati tenang
2 100 24 Menjadi lebih percaya diri dan
mandiri
- Harus percaya diri dan jangan malu 1 100
25 Merawat dan mengurus diri sendiri dengan baik
- Karena jika sehat ibu dapat mengurus anak dengan baik
1 100 26 Berbicara dengan orang lain
tentang hal-hal yang dirasakan
- Perlu sesekali untuk mengurangi beban 3 100 27 Membina hubungan dengan
teman atau kerabat dapat membantu saya merasa penting dan dihargai
- Mempererat tali silaturahmi
- Penting membina hubungan baik dengan kerabat 2 1
66.7 33.3
28 Menjamu teman di rumah - Bisa saling sharing 1 100
29 Rekreasi dengan suami secara teratur
- Membuat bahagia dan lebih santai 2 100
30 Menciptakan hubungan yang erat dengan sesama
- Saling membantu - Membina silaturahmi - Membuat emphaty 1 1 1 33.3 33.3 33.3 31 Mengembangkan potensi diri
anda
- Dapat membuat santai - Senang
- Melupakan sejenak tekanan yang ada
1 1 1 33.3 33.3 33.3
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
32 Berbicara dengan orang tua lain yang mempunyai situasi yang sama dan belajar dari pengalaman mereka
- Dapat saling bertukar pendapat dan informasi - Menambah pengetahuan mengenai ASD - Mendapatkan motivasi
- Mendapatkan nasehat
- Dapat mengaplikasikan pengalaman orang tua lain 2 1 1 1 2 28.5 14.3 14.3 14.3 28.5 33 Berbicara mengenai masalah
dan kondisi anak dengan tenaga kesehatan (perawat, pekerja sosial, terapi) ketika mengunjungi pusat kesehatan/terapi
- Terus mencari informasi untuk perkembangan kemajuan anak
- Dapat berdiskusi dan bertanya mengenai perkembangan anak
1 2
33.3 66.7
34 Membaca tentang bagaimana cara orang lain mengatasi situasi yang aku hadapi
- Mendapat informasi - Dapat memotivasi 2 1 66.7 33.3 35 Membaca lebih banyak
mengenai masalah medis yang berhubungan dengan ASD
- Mengerti dan memahami mengenai ASD, mengurangi beban
No Pernyataan Alasan n %
36 Menjelaskan situasi keluarga kami kepada teman dan tetangga supaya mereka memahaminya
- Meringankan beban karena akhirnya orang lain dapat mengerti, memahami keadaan anak
- Menghindari kesalah pahaman - Membuat lebih nyaman
1 5 2 1 11.1 55.6 22.2 11.1 37 Memastikan bahwa treatment
yang dilakukan terapis juga dilakukan di rumah
- Anak menjadi lebih mandiri dan mengerti - Agar berkesinambungan
- Agar ibu belajar cara mendidik anak
2 1 1 50.0 25.0 25.0 38 Berbicara dengan orang lain
atau orang tua lain yang sama-sama memiliki anak ASD
- Saling bertukar informasi - Saling bertukar pengalaman
- Saling bertukar mengenai cara menangani anak
4 1 1 66.7 16.7 16.7
Tabel 4.2 Alasan perubahan strategi koping ibu (Membantu-Tidak membantu)
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1 Meminta anggota keluarga lain membantu pekerjaan dan tugas rumah
- Tidak membantu lagi karena tempat tinggal saat ini jauh dari keluarga.
1 100
Pola II (memelihara dukungan sosial, kepercayaan diri dan stabilitas psikologis)
2 Berbicara dengan orang lain tentang hal-hal yang dirasakan
- Sudah tidak membantu lagi karena saat ini jarang bertemu dengan teman dan waktu lebih banyak digunakan bersama dengan anak sehingga lebih banyak bicara dengan suami.
1 100
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
3 Berbicara mengenai masalah dan kondisi anak dengan tenaga kesehatan (perawat, pekerja sosial, terapi) ketika mengunjungi pusat kesehatan/terapi
- Dapat membuat sibuk dengan aturan-aturan - Membuat diri lupa bahwa ini adalah takdir Allah
1 1
50.0 50.0
4 Membaca lebih banyak mengenai masalah medis yang berhubungan dengan ASD
- Lebih pusing, khawatir, dan takut menghadapi masa depan anak ASD
1 100
5 Berbicara dengan dokter mengenai kondisi kesehatan anak saya
- Karena dapat menambah stress
- Sekarang sudah tidak pernah lagi pergi ke dokter
1 2
33.3 66.7
Tabel 4.3 Alasan perubahan strategi koping ibu (Membantu-Kurang membantu)
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1 Percaya bahwa anak-anak akan lebih baik jika ditangani oleh perawat/terapis
- Terapi memang dapat membantu perkembangan anak ASD akan tetapi orangtua yang paling berperan dan yang harus merawat anak karena perhatian keluarga lebih dibutuhkan anak ASD.
4 100
2 Percaya bahwa segala sesuatu yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik
- Karena keadaan dapat berubah tidak terduga 1 100
3 Melakukan sesuatu dengan kerabat keluarga
- Tidak suka jalan-jalan dan anaklah yang utama. 1 100 4 Percaya bahwa anakku akan
mungkin mendapatkan perawatan medis terbaik
- Saat ini sudah tidak ke dokter lagi 1 100
Pola II (memelihara dukungan sosial, kepercayaan diri dan stabilitas psikologis)
5 Menyibukan diri dalam pekerjaan dengan menggunakan tenaga dan waktu
- Karena anak dapat menjadi tidak terurus dan tidak percaya jika anak dirawat oleh orang lain.
1 100
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
6 Membaca tentang bagaimana cara orang lain mengatasi situasi yang aku hadapi
- Karena setiap anak berbeda kasus atau kondisinya.
No Pernyataan Alasan n %
7 Memastikan bahwa treatment yang dilakukan terapis juga dilakukan di rumah
- Banyak kesulitan dan kendala. 1 100
8 Berbicara dengan orang lain atau orang tua lain yang sama-sama memiliki anak ASD
- Terkadang membuat lebih repot sendiri. 1 100
9 Berbicara dengan dokter mengenai kondisi kesehatan anak saya
- Saran dari dokter itu-itu juga. 1 100
Tabel 4.4 Alasan strategi koping yang tetap kurang membantu ibu dalam merawat ASD
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1 Percaya bahwa anak-anak akan lebih baik jika ditangani oleh perawat/terapis
- Tidak sepenuhnya percaya karena di tempat terapi waktunya terbatas dan orang tua serta lingkungan rumahlah yang besar pengaruhnya untuk anak.
2 100
2 Meluangkan waktu untuk anak-anak - Karena sibuk kerja 2 100
3 Melakukan sesuatu dengan anak-anak
- Karena sudah menjadi kebiasaan 1 100
4 Percaya bahwa segala sesuatu yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik
- Karena tidak boleh terlalu berharap 1 100
5 Melakukan sesuatu dengan kerabat keluarga
- Liat-liat dahulu saudaranya karena terkadang membuat anak kurang nyaman
- Jarang melakukan kegiatan dengan kerabat keluarga.
2 1
66.7 33.3 6 Melakukan atau menerapkan
perawatan kesehatan seperti yang dilakukan terapis di rumah
- Sulit diatur dalam jangka waktu yang lama 1 100
7 Percaya bahwa anakku akan mungkin mendapatkan perawatan medis terbaik
- Karena perawatannya jangka panjang 1 100
8 Memperlihatkan bahwa saya tegar pada orang lain
- Karena ketegaran adanya di dalam diri 1 100
Pola II (memelihara dukungan sosial, kepercayaan diri dan stabilitas psikologis)
9 Melibatkan diri pada aktivitas sosial seperti arisan, dharma wanita, atau PKK dengan teman
- Waktunya kurang untuk aktivitas social 1 100
10 Menyendiri - Karena tidak suka menyendiri 1 100
11 Merawat dan mengurus diri sendiri dengan baik
- Tidak hobi 1 100
12 Berbicara dengan orang lain tentang hal-hal yang dirasakan
- Karena hanya dengan orang yang dapat dipercaya saja
1 100 13 Membina hubungan dengan teman
atau kerabat dapat membantu saya merasa penting dan dihargai
- Komunikasi lebih banyak dengan keluarga - Banyak teman yang tidak bisa memberikan
solusi
1 1
50.0 50.0 14 Menyibukan diri dalam pekerjaan
dengan menggunakan tenaga dan waktu
- Khawatir anak nantinya menjadi kurang terurus 2 100
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
15 Berbicara dengan orang tua lain yang mempunyai situasi yang sama dan belajar dari pengalaman mereka
- Terkadang membuat diri menjadi lebih stres 1 100
16 Membaca tentang bagaimana cara orang lain mengatasi situasi yang aku hadapi
- Karena setiap anak memiliki kasus yang berbeda
1 100
17 Menjelaskan situasi keluarga kami kepada teman dan tetangga supaya mereka memahaminya
- Sesekali saja karena orang lain belum tentu peduli
- Malas untuk menceritakan dapat panjang lebar 1 1
50.0 50.0
Tabel 4.5 Alasan perubahan strategi koping ibu (Kurang membantu-Tidak membantu)
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1 Percaya bahwa anakku akan mungkin mendapatkan perawatan medis terbaik
- Takut dengan apa yang akan diungkapkan oleh dokter.
1 100
Tabel 4.6 Alasan perubahan strategi koping ibu (Kurang membantu-Membantu)
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1 Melakukan sesuatu dengan kerabat keluarga
- Dapat saling tukar informasi dan sharing 1 100 2 Percaya pada Tuhan dan selalu
berdoa membantu meringankan masalah
- Sebelumnya mengalami stress
- Pernah menyalahkan Tuhan tetapi sekarang sudah bisa menerima dan masalah lebih terasa ringan
1 1
50.0 50.0 3 Melakukan atau menerapkan
perawatan kesehatan seperti yang dilakukan terapis di rumah
- Tidak sempat menerapkan perawatan kesehatan dirumah karena harus mengurus adiknya.
1 100
4 Mengantar anakku ke pusat terapi secara teratur
- Karena sebelumnya anak tidak mau diterapi jika ada ibu tetapi sekarang anak sudah tenang
1 100 5 Percaya pada terapis mengenai
cara penanganan yang terbaik bagi anak saya
- Sebelumnya kurang membantu karena anak tidak ada perkembangannya tetapi sekarang jauh lebih baik perkembangannya.
1 100
6 Mendorong anak ASD untuk lebih mandiri
- Sebelumnya kurang membantu karena anak tidak mengerti
- Perkembangannya lama menajdi tidak betah dan bosan.
1 1
50.0 50.0
Pola II (memelihara dukungan sosial, kepercayaan diri dan stabilitas psikologis)
7 Tidak menahan diri untuk marah - Berani mengungkapkan pendapat 1 100 8 Rekreasi dengan suami secara
teratur
- Sebelumnya tidak tenang jika meninggalkan anak 3 100
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
9 Berbicara mengenai masalah dan kondisi anak dengan tenaga kesehatan (perawat, pekerja sosial, terapi) ketika mengunjungi pusat kesehatan/terapi
- Sebelumnya masih bingung tetapi sekarang untuk kemajuan anak
- Terapi adalah orang yang lebih paham mengenai ASD
1 2
33.3 66.7
10 Membaca tentang bagaimana cara orang lain mengatasi situasi yang aku hadapi
- Karena dapat membantu menenangkan diri 1 100
11 Membaca lebih banyak mengenai masalah medis yang berhubungan dengan ASD
- Mendapatkan informasi mengenai ASD 1 100
12 Menjelaskan situasi keluarga kami kepada teman dan tetangga supaya mereka memahaminya
- Sebelumnya ibu belum bisa menerima kondisi anak.
1 100
Tabel 4.7 Alasan perubahan strategi koping ibu (Tidak membantu-Kurang membantu)
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1
Percaya bahwa segala sesuatu yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik
- Tidak pernah merencanakan sesuatu hal, jalani saja.
1 100
Pola II (memelihara dukungan sosial, kepercayaan diri dan stabilitas psikologis)
2 Merawat dan mengurus diri sendiri dengan baik
- Tidak mempunyai waktu karena selalu dengan anak. 1 100
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
3
Berbicara dengan dokter mengenai kondisi kesehatan anak saya
Tabel 4.8 Alasan Strategi koping yang tetap tidak membantu ibu dalam merawat ASD
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1 Berbicara secara terbuka dengan suami tentang segala perasaan dan minat ibu
- Karena tidak mau menambah beban - Pusing suami
1 1
50.0 50.0 2 Melakukan sesuatu dengan
kerabat keluarga
- Jarang melakukan kegiatan dengan kerabat keluarga
1 100 3 Melakukan atau menerapkan
perawatan kesehatan seperti yang dilakukan terapis di rumah
- Karena tidak dilakukan dan anak tidak mau 1 100
4 Mempercayai suami dan keluarga untuk membantu mendukung saya dalam merawat anak ASD
- Tidak percaya karena suami kurang sabar dalam menangani anak
1 100
5 Mengantar anakku ke pusat terapi secara teratur
- Tidak ada waktu 1 100
Pola II (memelihara dukungan sosial, kepercayaan diri dan stabilitas psikologis)
6 Melibatkan diri pada aktivitas sosial seperti arisan, dharma wanita, atau PKK dengan teman
- Karena tidak ada pengaruhnya - Membuat lelah
- Takut tidak ada waktu untuk anak
2 1 1 50.0 25.0 25.0 7 Memiliki kesempatan untuk
melupakan beberapa saat tanggung jawab untuk urusan rumah tangga sampai ibu pulih
- Tidak membantu karena dengan kegiatan rumah tangga dapat membantu mengalihkan pikiran
1 100
8 Menyendiri - Tidak menyelesaikan masalah
- Pikiran dapat kemana-mana - Dapat menjadi pemicu stres
3 1 1 60.0 20.0 20.0
9 Tidur - Menjadi susah tidur 1 100
10 Tidak menahan diri untuk marah - Dapat menjadi lebih stress, menjadi kurang sabar dan kasihan pada anak
1 100
11 Konsentrasi pada hobi - Tidak ada waktu 1 100
12 Merawat dan mengurus diri sendiri dengan baik
- Lebih banyak waktu dihabiskan untuk anak 1 100 13 Berbicara dengan orang lain
tentang hal-hal yang dirasakan
- Takut orang lain berpikiran negatif - Takut lebih pusing
1 1
50.0 50.0
14 Menjamu teman di rumah - Dapat membuat pusing 1 100
15 Menyibukan diri dalam pekerjaan dengan menggunakan tenaga dan waktu
- Karena sekarang waktu milik anak 1 100
16 Mengembangkan potensi diri anda
- Tidak ada waktu 1 100
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
17 Membaca lebih banyak mengenai masalah medis yang berhubungan dengan ASD
- Menjadi lebih bingung 1 100
18 Memastikan bahwa treatment yang dilakukan terapis juga dilakukan di rumah
- Karena anak tidak mau dan sulit diajarkan di rumah hanya mau jika di tempat terapi
2 100
19 Berbicara dengan dokter mengenai kondisi kesehatan anak saya
- Karena dokter hanya memberikan teori saja dan tidak terlalu memahami yang ibu hadapi.
Tabel 4.9 Alasan perubahan strategi koping ibu (Tidak membantu-Membantu) yang digunakan ibu dalam merawat anak ASD
No Pernyataan Alasan n %
Pola I (mempertahankan keutuhan keluarga, kerjasama dan situasi optimis)
1
Percaya bahwa anak-anak akan lebih baik jika ditangani oleh perawat/terapis
- Karena sebelumnya terapi masih sedikit dan baru. - Sebelumnya terapi hanya dilakukan di rumah tetapi
sekarang setelah ditempat terapi anak jauh lebih teratur sehingga beban sedikit berkurang
1 1
50.0 50.0
2
Percaya bahwa segala sesuatu yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik
- Karena sebelumnya tidak memiliki rasa optimis. 1 100
3
Mengatakan pada diri sendiri bahwa saya mempunyai banyak hal dan saya seharusnya bersyukur atas semua yang saya miliki
- Karena sebelumnya stress, kecewa dan menyalahkan Tuhan dan merasa tidak beruntung karena anak tidak ada kemajuan, tetapi sekarang sudah bisa menerima kondisi anak.
2 100
4
Percaya bahwa anakku akan mungkin mendapatkan perawatan medis terbaik
- Karena sebelumnya terapis masih jarang dan sulit 2 100
5
Mempercayai suami dan keluarga untuk membantu mendukung saya dalam merawat anak ASD
- Karena sebelumnya suami tidak dapat menerima keadaan anak
1 100
6
Percaya pada terapis mengenai cara penanganan yang terbaik bagi anak saya
- Sebelumnya tidak dibantu dengan terapi karena masih bingung dan ASD masih jarang, tetapi sekarang sudah banyak dan dapat saling tukar informasi
2 100
Pola III (memahami situasi medis melalui komunikasi antar orang tua dan konsultasi dengan staf medis
7
Berbicara dengan orang tua lain yang mempunyai situasi yang sama dan belajar dari pengalaman mereka
- Karena sebelumnya masih bingung 1 100
8
Membaca tentang bagaimana cara orang lain mengatasi situasi yang aku hadapi
- Dapat memotivasi dan untuk lebih memahami lagi mengenai ASD
1 100
9
Membaca lebih banyak mengenai masalah medis yang berhubungan dengan ASD
- Sebelumnya lebih tegang dan tertekan 1 100
10
Menjelaskan situasi keluarga kami kepada teman dan tetangga supaya mereka memahaminya
- Sebelumnya keluarga belum bisa menerima kondisi anak tetapi sekarang sudah bisa
1 100
11
Memastikan bahwa treatment yang dilakukan terapis juga dilakukan di rumah
- Sebelumnya tidak dilakukan karena tidak tahu bagaimana caranya
- Sekarang diterapkan untuk melatih kembali materi yang diajarkan supaya anak tidak lupa.
- Sebelumnya semua di serahkan pada tempat terapi 1 2 1 25.0 50.0 25.0 12
Berbicara dengan dokter mengenai kondisi kesehatan anak saya
- Sebelumnya membuat diri bertambah stress tetapi sekarang menjadi lebih memahami
Lampiran 5. Uji Chi-square dan Uji Pair Sample T-test Uji Chi-square
Peubah Value Df Asymp. Sig. (2-sides)
Usia ibu dengan strategi koping 18.550 15 0.235 Lama pendidikan ibu dengan strategi koping 3.610 4 0.461 Pendapatan dengan strategi koping 4.828 5 0.437 Besar keluarga dengan strategi koping 4.005 5 0.549 Pengetahuan mengenai ASD dengan
strategi koping
1.901 2 0.387
Dukungan keluarga dengan strategi koping 0.073 2 0.964 Persepsi terhadap anak ASD dengan
strategi koping
0.725
Uji Paired Sample T-test
Mean Std. Deviasi Sig. (2-tailed)
Strategi koping saat pertama Strategi koping saat ini
-2.19 6.50 0.070
Lampiran 6. Korelasi Spearman Pengetahuan Ibu mengenai ASD Dukungan Keluarga Persepsi Ibu terhadap anak ASD Karakteristik Anak ASD :
Jenis Kelamin Correlation Coefficient -0.079 -0.019 0.055
Sig. (2-tailed) 0.674 0.921 0.768
Usia Correlation Coefficient -0.067 -0.101 -0.464 (**)
Sig. (2-tailed) 0.722 0.589 0.008
Lama Terapi Correlation Coefficient -0.218 0.006 -0.389(*)
Sig. (2-tailed) 0.240 0.974 0.03
Karakteristik Keluarga :
Umur ibu Correlation Coefficient -,206 -,413(*) -,323
Sig. (2-tailed) ,265 ,021 ,076
Umur ayah Correlation Coefficient -,212 -,387(*) -,294
Sig. (2-tailed) ,253 ,031 ,108
Lama pendidikan ibu Correlation Coefficient ,087 -,206 -,060
Sig. (2-tailed) ,640 ,267 ,747
Lama pendidika ayah Correlation Coefficient -,238 -,303 -,056
Sig. (2-tailed) ,198 ,097 ,763
Besar keluarga Correlation Coefficient -,141 ,089 -,070
Sig. (2-tailed) ,449 ,634 ,710
Pendapatan total Correlation Coefficient -,297 -,037 ,001
Sig. (2-tailed) ,104 ,845 ,996 Pengetahuan ibu mengenai ASD Correlation Coefficient 1,000 ,021 -,007 Sig. (2-tailed) . ,913 ,969
Dukungan keluarga Correlation Coefficient 1,000 ,031
Sig. (2-tailed) . ,870
Persepsi ibu terhadap ASD
Correlation Coefficient
1,000