• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Uji Secara Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing

variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen.

Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

Jika t hitung < t tabel pada α = 5%, maka Ho diterima, Ha ditolak Jika t hitung > t tabel pada α = 5%, maka Ho ditolak, Ha diterima

Jika tingkat signifikasi (Sig) dibawah 0,05, maka Ho ditolak, Ha diterima

Tabel 4.18

Uji Regresi Secara Parsial ( Uji t )

Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 12.083 3.482 3.470 .001 Instruksi -.264 .145 -.197 -1.821 .073 Konsultasi .694 .189 .407 3.682 .000 Partisipasi .097 .169 .068 .575 .568 Delegasi .146 .080 .211 1.836 .071

Sumber : Hasil pengolahan SPSS 16.0 (Febuari, 2011)

Pada Tabel 4.18 dapat disimpulkan sebagai berikut:

a. Berdasarkan hasil uji t maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y = 12,083 – 0,264 X1 + 0,694 X2 + 0,097 X3 + 0,146 X4 + e

b. Variabel Instruksi berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan

terhadap Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,073) di

atas (lebih besar) dari 0,05 dan nilai t hitung (-1,821) < t tabel (1,997), artinya

walaupun ditingkatkan variabel Instruksi (X1) sebesar satu satuan maka

c. Variabel Konsultasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap

Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,000) di bawah

(lebih kecil) dari 0,05 dan nilai t hitung (3,682 > t tabel (1,997) artinya jika

ditingkatkan variabel Konsultasi (X2) maka Kinerja Karyawan (Y) akan

meningkat sebesar 0,694 satuan.

d. Variabel Partisipasi berpengaruh secara positif dan tidak signifikan

terhadap Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,568) di

atas (lebih besar) dari 0,05 dan nilai t hitung 0,575) < t tabel (1,997), artinya

walaupun ditingkatkan variabel Partisipasi (X3) maka Kinerja Karyawan

(Y) tidak akan meningkat.

e. Variabel Delegasi berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap

Kinerja Karyawan, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,071) di atas

(lebih besar) dari 0,05 dan nilai t hitung (1,836) < t tabel (1,997), artinya

walaupun ditingkatkan variabel Delegasi (X4) maka Kinerja Karyawan (Y)

tidak akan meningkat.

4.3 Pembahasan

Instruksi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja

karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk Cabang Medan Iskandar

Muda. Instruksi berpengaruh negatif berarti pemakaian gaya kepemimpinan

instruksi akan menyebabkan kinerja karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia

(persero) Tbk Cabang Medan Iskandar Muda berkurang. Instruksi tidak

Tbk Cabang Medan Iskandar Muda tidak diterapkan gaya kepemimpinan istruksi.

Pada gaya kepemimpinan instruksi, pemimpin tidak memberikan ruang kepada

karyawan untuk berpendapat mengenai suatu masalah ataupun situasi. Pemimpin

yang menggunakan gaya kepemiminan instruksi akan selalu memberikan arahan

yang detail pada setiap pekerjaan tanpa meminta umpan balik dari karyawan yang

bersangkutan. Hal ini akan mengakibatkan iklim organisasi yang tidak kondusif

karena karyawan diangggap hanya seolah-olah menjadi alat dan merasa dirinya

tidak dihargai/diakui di dalam perusahaan yang pada akhirnya kinerja yang

dihasilkan karyawan tersebut akan menjadi rendah.

Konsultasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan

PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk cabang Medan Iskandar Muda.

Konsultasi berpengaruh positif berarti pemakaian gaya kepemimpinan konsultasi

akan menyebabkan meningkatnya kinerja karyawan PT. Bank Rakyat Indonesia

(persero) Tbk Cabang Medan Iskandar Muda. Konsultasi berpengaruh signifikan

berarti bahwa dalam PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk Cabang Medan

Iskandar Muda menerapkan gaya kepemimpinan konsultasi. Gaya kepemimpinan

konsultasi menekankan pada pemberian tugas yang diimbangi dengan dorongan

pimpinan kepada bawahannya untuk lebih giat bekerja dengan cara memberi

karyawan kesempatan untuk mengemukakan ide dan saran mengenai pekerjaan

yang akan dilakukan karyawan tersebut. Karyawan dapat memberi masukan

kepada pimpinan mengenai suatu pekerjaan berdasarkan pengetahuannya agar

pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi. Hal ini akan

Partisipasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja

karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk Cabang Medan Iskandar

Muda. Partisipasi berpengaruh negatif berarti apabila gaya kepemimpinan

partisipatif diterapkan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) cabang Medan

Iskandar Muda akan dapat meningkatkan kinerja karyawannya. Partisipasi tidak

berpengaruh signifikan berarti bahwa dalam PT. Bank Rakyat Indonesia (persero)

Tbk Cabang Medan Iskandar Muda tidak diterapkan gaya kepemimpinan

partisipasi. Pada gaya kepemimpinan partisipasi, bawahan dan pimpinan dapat

bertukar ide mengenai suatu pekerjaan dan bawahan diberi kesempatan untuk

bekerja sesuai dengan cara yang dianggap bawahan tersebut baik untuk dilakukan.

Pada gaya kepemimpinan partisipatif, fungsi pengawasan dari pimpinan kepada

bawahan sudah rendah karena karyawan diberi kesempatan untuk bekerja dengan

cara yang menurutnya terbaik untuk dilakukan dan karyawan dianggap

mempunyai kemampuan yang tinggi. Gaya kepemimpinan ini tidak diterapkan

pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk cabang Medan Iskandar Muda

karena pada perusahaan perbankan memerlukan tingkat pengawasan yang tinggi

terhadap aktivitas karyawannya sehari-hari dimana kesalahan yang dilakukan

karyawan pada perusahaan perbankan dapat mempengaruhi tingkat kesehatan

bank tersebut secara langsung. Selain itu banyaknya pekerja outsourcing pada perusahaan perbankan menyebabkan karyawan tidak memiliki kompentensi yang

tinggi karena pada umumnya karyawan outsourcing merupakan karyawan yang memiliki tingkat dan jenis pendidikan yang beraneka ragam dimana bukan secara

Delegasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja

karyawan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk Cabang Medan Iskandar

Muda. Delegasi berpengaruh negatif berarti apabila gaya kepemimpinan delegasi

diterapkan pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) cabang Medan Iskandar

Muda akan dapat meningkatkan kinerja karyawannya. Delegasi tidak berpengaruh

signifikan berarti bahwa dalam PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk Cabang

Medan Iskandar Muda tidak diterapkan gaya kepemimpinan delegasi. Pada gaya

kepemimpinan delegasi, karyawan diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk

bekerja dengan menggunakan cara yang dianggapnya baik dan benar karena

karyawan dianggap mempunyai kompentensi yang tinggi dalam bidang

pekerjaannya selain itu fungsi pengawasan pimpinan kepada bawahan sangat

rendah. Gaya kepemimpinan delegasi hanya diterapkan pada karyawan yang

memiliki keahlian dan pengetahuan yang tinggi mengenai bidang pekerjaan yang

dilakukannya. Karyawan dianggap dapat bekerja dengan baik tanpa arahan dan

pengawasan yang ketat dari pimpinan. Oleh sebab itu, perusahaan perbankan tidak

menerapkan gaya delegasi karena pada umumnya memiliki karyawan outsourcing

Dokumen terkait