ANALISIS DAN PEMBAHASAN
2. Uji Signifikan Parsial (Uji-T)
Uji T dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel orientasi kewirausahan (X1) dan kemampuan manajemen (X2) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha . Kriteria pengambilan keputusan :
Ho akan diterima bila thitung < t tabel, pada α = 5% Ha akan diterima bila thitung > t tabel, pada α = 5 %
Nilai thitung diperoleh dengan menggunakan bantuan program SPSS, seperti terlihat pada Tabel 4.12 berikut ini:
Tabel 4.12 Hasil Uji T Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.933 1.044 1.852 .069 X1 .512 .109 1.357 4.706 .000 X2 -.301 .192 -.453 -1.570 .122
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer(2016) Berdasarkan tabel 4.12 dapat diketahui bahwa:
1. Variabel orientasi kewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja usaha hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,000) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (4,706) lebih besar dibandingkan t-tabel (2,002).
2. Variabel kemampuan manajemen (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja usaha, hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,122) lebih besar dari 0,05 dan t-hitung (- 1,570) lebih kecil dibandingkan t-tabel (2,002).
3. Uji F
Uji F dilaksanakan untuk menguji apakah Variabel orientasi kewirausahaan (X1), dan kemampuan manajemen (X2) secara bersama- sama atau serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Usaha (Y).
Hasil pengujian:
1. Model hipotesis yang digunakan adalah:
Ho: bi = 0, artinya variabel bebas secara bersama- sama tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat.
Ha: bi = 0, artinya variabel bebas secara bersama- sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat.
2. F tabel dapat dilihat pada α = 0,05
Dengan derajat pembilang = k-1 = 3 – 1 = 2
Derajat penyebut = n – k = 60 – 2 = 58, F tabel 0,05 = 3,16
3. Mencari nilai F tabel dengan menggunakan Tabel ANOVA dari hasil pengolahan SPSS.
Tabel 4.13 Uji F ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 239.282 2 119.641 148.087 .000b Residual 46.051 57 .808 Total 285.333 59 a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), X2,X1
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer(2016)
Tabel 4.13 menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 148,087 dengan tingkat signifikan sebesar 0.000. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05)
adalah 3,16. Maka F hitung > F tabel dan tingkat signifikansinya (0.000) < 0,05 maka H0 diterima. Artinya orientasi kewirausahaan dan kemampuan manajemen secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha di Jl. Perniagaan Medan.
4.7 Pembahasan
4.7.1 Pengaruh Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usaha
Berdasarkan hasil uji parsial menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha pada UKM Toko Kain di jalan Perniagaan Kota Medan. Hal ini sejalan dengan penelitian Suci (2013) yang menyatakan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh positif strategis dalam mengembangkan keunggulan bersaing berkelanjutan usaha kecil. Kegunaanya ialah seberapa besar pengusaha dapat memaksimalkan peran orientasi kewirausahaan
dalam diri seseorang untuk dapat meningkatkan kinerja usaha yang dimiliki oleh sebuah UKM. Teori tersebut juga didukung oleh Metekohy (2013) orientasi kewirausahaan dalam hal sikap inovatif, proaktif pengambilan resiko dapat meningkatkan daya saing usaha kecil dan mikro. Jika dilihat tanggapan responden dari kuesioner yang disebar, mayoritas responden menyatakan setuju dengan pernyataan bahwa menciptakan produk baru dari ide-ide baru akan memajukan usaha, memasarkan produk dengan cara-cara baru akan memajukan usaha yang dijalankan, dan mencari ide-ide baru tentang proses dalam menghasilkan produk akan memajukan usaha. Hal-hal tersebut akan memberikan keunggulan tersendiri bagi usaha UKM yang dijalankan sehingga memberikan nilai lebih bagi usaha yang dijalankan.
Berdasarkan hasil uji parsial menunjukkan bahwa Proactiveness berpengaruh positif dan signifikan, terhadap kinerja usaha pada UKM toko kain di jalan Perniagaan Medan, hal ini dilihat dari tingkat signifikan (0,000) < 0,05 sehingga H0 diterima. Hasil Penelitian ini sesuai dengan penelitian Hamali (2015) yang menyatakan bahwa Proactiveness berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha.
Berdasarkan hasil uji parsial menunjukkan bahwa Risk Taking berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha pada UKM toko kain di jalan Perniagaan Medan, hal ini dilihat dari tingkat signifikan (0,000) < 0,05 sehingga H0 diterima . Hasil Penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Hamali (2015) yang menyatakan bahwa Risk Taking berpengaruh terhadap kinerja usaha tetapi tidak signifikan.
Berdasarkan hasil uji parsial menunjukkan bahwa Innovation berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha pada UKM toko kain di Jalan Perniagaan Medan, hal ini dilihat dari tingkat signifikan (0,000) < 0,05 sehingga H0 diterima. Hasil Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Hamali (2015) yang menyatakan bahwa Innovation berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja usaha.
4.7.2 Pengaruh Kemampuan Manajemen Terhadap Kinerja Usaha
Berdasarkan hasil uji t-parsial menunjukkan bahwa kemampuan manajemen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja usaha pada UKM Toko Kain di jalan Perniagaan Kota Medan. Apabila seorang wirausaha tidak memiliki beberapa fungsi manajemen seperti perencanaan,pengorganisasian,mengarahkan dan melakukan pengawasan maka dia tidak akan mendapatkan kepercayaan yang tinggi baik dari para karyawannya ataupun dari konsumennya. Dengan adanya keseimbangan, baik dari sisi internal perusahaan yang kondusif, maupun tingkat kepercayaan konsumen dalam hal kualitas produk ,maka kinerja usaha akan semakin meningkat.
Pertumbuhan dan transformasi dari usaha melibatkan semua fungsi, aktivitas ,serta tindakan dari pemilik dan pengelola usaha. Dalam hal ini berhubungan dengan kemampuan mengalokasikan sumber daya,ketanggapan serta keinginan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi (Neshamba, 2003).Menurut Robins dan Coulter (2005) bila seorang manager ingin sukses dalam usahanya yang dapat dilihat melalui kinerja
usahanya maka manajer harus memiliki fungsi manajemen seperti perencanaan,mengorganisasi,mengarahkan, dan melakukan pengawasan. Pada kenyataannya, kemampuan manajemen yang telah diterapkan tersebut belum dapat meningkatkan kinerja usaha dalam pertumbuhan penjualannya. Dengan kata lain pelaku usaha harus sanggup menerima dan mengerjakan order yang sangat bervariasi dan membutuhkan keterampilan yang bermacam-macam dengan tetap berusaha untuk menekan biaya sehingga pada akhirnya bisa mendapatkan profit yang lebih tinggi.
4.7.3 Pengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Kemampuan Manajemen Terhadap Kinerja Usaha
Berdasarkan hasil uji f (simultan) menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan dan kemampuan managemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha pada UKM Toko Kain di jalan Perniagaan Kota Medan. Hal ini menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan dan kemampuan manajemen memegang peranan penting dalam meningkatkan kinerja usaha. Miller dan Friesen (1982) mengungkapkan bahwa orientasi kewirausahaan menjadi suatu makna yang dapat diterima untuk menjelaskan kinerja usaha.
Miller (1983) menjelaskan orientasi kewirausahaan sebagai salah satu yang terlibat dalam inovasi produk-pasar, melakukan sedikit usaha yang berisiko, dan dengan sikap proaktif, inovasi dan pengambilan risiko, serta memberikan pukulan untuk mengalahkan pesaing , sedangkan kemampuan manajemen adalah suatu keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk memperoleh
efektivitas. Sehingga orientasi kewirausahaan dan kemampuan manajemen itu sangat berpengaruh terhadap kinerja usaha.
BAB V