4.3.3 Analisis regresi
4.3.3.3 Uji signifikansi parameter individual
Uji signifikansi parameter individual atau uji statistik t pada penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis 4, hipotesis 5, hipotesis 6, hipotesis 8, hipotesis 9, dan hipotesis 10.
4.3.3.3.1 Spread
Pernyataan hipotesis 4, hipotesis 5, dan hipotesis 6 beserta kriteria pengujian hipotesisnya dapat dilihat pada Tabel 4.18.
Tabel 4.18
Pernyataan Hipotesis 4, Hipotesis 5, dan Hipotesis 6
Pernyataan Hipotesis Kriteria Pengujian Hipotesis 4 H0: Harga saham secara parsial tidak
berpengaruh signifikan terhadap spread
H0 diterima jika probabilitas > 0,05 H1: Harga saham secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap spread
H1 diterima jika probabilitas < 0,05 Hipotesis 5 H0: Volatilitas pengembalian saham
secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap spread
H0 diterima jika probabilitas > 0,05 H1: Volatilitas pengembalian saham
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap spread
H1 diterima jika probabilitas < 0,05 Hipotesis 6 H0: Frekuensi perdagangan saham secara
parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap spread
H0 diterima jika probabilitas > 0,05 H1: Frekuensi perdagangan saham secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap
spread
H1 diterima jika probabilitas < 0,05
Hasil uji t pada model regresi dengan variabel dependen spread dapat dilihat pada Tabel 4.19.
Tabel 4.19
Uji t Variabel Dependen Spread
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) −1,869 0,220 −8,478 0,000 Ln_PRICE −0,219 0,022 −0,434 −9,833 0,000 Ln_VOLATILITY 0,101 0,051 0,084 1,989 0,048 Ln_FREQUENCY −0,109 0,021 −0,246 −5,198 0,000 DLn_PRICE 0,134 0,030 0,843 4,450 0,000 DLn_VOLATILITY 0,268 0,044 0,929 6,079 0,000 DLn_FREQUENCY −0,096 0,027 −0,543 −3,604 0,000
Sumber: Data Primer Diolah
Penjelasan Tabel 4.19 adalah sebagai berikut:
a. Konstanta sebesar −1,869 menyatakan bahwa apabila variabel harga saham, volatilitas pengembalian, dan frekuensi perdagangan dianggap konstan, maka rata-rata spreadsebesar −1,869 persen.
b. Koefisien regresi Ln(PRICE) sebesar −0,219 menyatakan bahwa harga saham berpengaruh negatif terhadap spread, artinya setiap kenaikan harga saham sebesar satu rupiah akan menurunkan spread sebesar 0,219 persen. Oleh karena tingkat signifikansinya kurang dari 0,05 maka H0 ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap spread.
c. Koefisien regresi Ln(VOLATILITY) sebesar 0,101 menyatakan bahwa volatilitas pengembalian berpengaruh positif terhadap spread, artinya setiap kenaikan volatilitas pengembalian sebesar satu persen akan meningkatkan
0,05 maka H0 ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa volatilitas pengembalian saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap spread. d. Koefisien regresi Ln(FREQUENCY) sebesar −0,109 menyatakan bahwa
frekuensi perdagangan berpengaruh negatif terhadap spread, artinya setiap kenaikan frekuensi perdagangan sebesar satu kali akan menurunkan spread
sebesar 0,109 persen. Oleh karena tingkat signifikansinya kurang dari 0,05 maka H0 ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa frekuensi perdagangan saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap spread. e. Koefisien regresi DLn(PRICE) sebesar 0,134 menyatakan bahwa harga saham
sebelum dan setelah perubahan tick size berpengaruh terhadap spread. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut:
Ln(SPREAD)sebelum= −1,869 + 0,134 D0*Ln(PRICE) = −1,869 Ln(SPREAD)setelah = 1,869 + 0,134 D1*(Ln PRICE) = −1,735
Hal tersebut menunjukkan bahwa spread setelah perubahan tick size lebih rendah dibandingkan sebelum perubahan tick size.
f. Koefisien regresi DLn(VOLATILITY) sebesar 0,268 menyatakan bahwa volatilitas pengembalian saham sebelum dan setelah perubahan tick size
berpengaruh terhadap spread. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: Ln(SPREAD)sebelum= −1,869 + 0,268 D0*Ln(VOLATILITY) = −1,869
Ln(SPREAD)setelah = 1,869 + 0,268 D1*Ln(VOLATILITY) = −1,601
Hal tersebut menunjukkan bahwa spread setelah perubahan tick size lebih rendah dibandingkan sebelum perubahan tick size.
g. Koefisien regresi DLn(FREQUENCY) sebesar -0,096 menyatakan bahwa frekuensi perdagangan saham sebelum dan setelah perubahan tick size
berpengaruh terhadap spread. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: Ln(SPREAD)sebelum= −1,869 − 0,096 D0*Ln(FREQUENCY) = −1,869
Ln(SPREAD)setelah= 1,869 − 0,096 D1*Ln(FREQUENCY) = −1,965
Hal tersebut menunjukkan bahwa spread setelah perubahan tick size lebih tinggi dibandingkan sebelum perubahan tick size.
Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa spread dipengaruhi oleh harga saham, volatilitas pengembalian, dan frekuensi perdagangan dengan persamaan matematis sebagai berikut:
Ln(SPREADi) = −1,869 – 0,219 Ln(PRICEi) + 0,101 Ln(VOLATILITYi) – 0,109 Ln(FREQUENCYi) + 0,134 D*Ln(PRICEi) + 0,268 D*Ln(VOLATILITYi) – 0,096 D*Ln(FREQUENCYi) + 4.3.3.3.2 Depth
Pernyataan hipotesis 8, hipotesis 9, dan hipotesis 10 beserta kriteria pengujian hipotesisnya dapat dilihat pada Tabel 4.20.
Tabel 4.20
Pernyataan Hipotesis 8, Hipotesis 9, dan Hipotesis 10
Pernyataan Hipotesis Kriteria Pengujian Hipotesis 8 H0: Harga saham secara parsial tidak
berpengaruh signifikan terhadap depth
H0 diterima jika probabilitas > 0,05 H1: Harga saham secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap depth
H1 diterima jika probabilitas < 0,05 Hipotesis 9 H0: Volatilitas pengembalian saham
secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap depth
H0 diterima jika probabilitas > 0,05
(Lanjutan)
H1: Volatilitas pengembalian saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap depth
H1 diterima jika probabilitas < 0,05 Hipotesis 10 H0: Frekuensi perdagangan saham
secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap depth
H0 diterima jika probabilitas > 0,05 H1: Frekuensi perdagangan saham
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap depth
H1 diterima jika probabilitas < 0,05
Hasil uji t pada model regresi dengan variabel dependen depth dapat dilihat pada Tabel 4.21.
Tabel 4.21
Uji t Variabel Dependen Depth
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 12,431 0,527 23,577 0,000 Ln_PRICE −0,879 0,053 −0,740 −16,521 0,000 Ln_VOLATILITY −0,319 0,121 −0,113 −2,637 0,009 Ln_FREQUENCY 0,963 0,050 0,926 19,269 0,000 DLn_PRICE 0,228 0,072 0,611 3,175 0,002 DLn_VOLATILITY 0,354 0,105 0,521 3,359 0,001 DLn_FREQUENCY −0,206 0,064 −0,494 −3,228 0,001
Sumber: Data Primer Diolah
Penjelasan Tabel 4.21 adalah sebagai berikut:
a. Konstanta sebesar 12,431 menyatakan bahwa apabila variabel harga saham, volatilitas pengembalian, dan frekuensi perdagangan dianggap konstan, maka rata-rata depth sebesar 12,431 lembar.
b. Koefisien regresi Ln(PRICE) sebesar −0,879 menyatakan bahwa harga saham berpengaruh negatif terhadap depth, artinya setiap kenaikan harga saham sebesar 10 rupiah akan menurunkan depth sebesar 8,79 lembar. Oleh karena
nilai signifikansinya kurang dari 0,05 maka H0 ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap depth.
c. Koefisien regresi Ln(VOLATILITY) sebesar −0,319 menyatakan bahwa volatilitas pengembalian berpengaruh negatif terhadap depth, artinya setiap kenaikan volatilitas pengembalian sebesar 10 persen akan menurunkan depth
sebesar 3,19 lembar. Oleh karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05 maka H0 ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa volatilitas pengembalian saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap depth. d. Koefisien regresi Ln(FREQUENCY) berpengaruh positif terhadap depth,
artinya setiap kenaikan frekuensi perdagangan sebesar 10 kali akan meningkatkan depth sebesar 9,63 lembar. Oleh karena nilai signifikansinya kurang dari 0,05 maka H0 ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa frekuensi perdagangan saham secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
depth.
e. Koefisien regresi DLn(PRICE) sebesar 0,228 menyatakan bahwa harga saham sebelum dan setelah perubahan tick size berpengaruh terhadap depth. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut:
Ln(DEPTH)sebelum = 12,431 + 0,228 D0*Ln(PRICE) = 12,431 Ln(DEPTH)setelah = 12,431 + 0,228 D1*Ln(PRICE) = 12,659
Hal tersebut menunjukkan bahwa depth setelah perubahan tick size lebih tinggi dibandingkan sebelum perubahan tick size.
f. Koefisien regresi DLn(VOLATILITY) sebesar 0,354 menyatakan bahwa volatilitas pengembalian saham sebelum dan setelah perubahan tick size
berpengaruh terhadap depth. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: Ln(DEPTH)sebelum = 12,431 + 0,354 D0*Ln(VOLATILITY) = 12,431
Ln(DEPTH)setelah = 12,431 + 0,354 D1*Ln(VOLATILITY) = 12,785
Hal tersebut menunjukkan bahwa depth setelah perubahan tick size lebih tinggi dibandingkan sebelum perubahan tick size.
g. Koefisien regresi DLn(FREQUENCY) sebesar −0,206 menyatakan bahwa frekuensi perdagangan saham sebelum dan setelah perubahan tick size
berpengaruh terhadap depth. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut: Ln(DEPTH)sebelum = 12,431 – 0,206 D0*Ln(FREQUENCY) = 12,431
Ln(DEPTH)setelah = 12,431 – 0,206 D1*Ln(FREQUENCY) = 12,225
Hal tersebut menunjukkan bahwa depth setelah perubahan tick size lebih rendah dibandingkan sebelum perubahan tick size.
Berdasarkan hasil uji t, dapat disimpulkan bahwa depth dipengaruhi oleh harga saham, volatilitas pengembalian, dan frekuensi perdagangan dengan persamaan matematis sebagai berikut:
Ln(DEPTHi) = 12,431 – 0,879 Ln(PRICEi) – 0,319 Ln(VOLATILITYi) + 0,963 Ln(FREQUENCYi) + 0,228 D*Ln(PRICEi) + 0,354 D*Ln(VOLATILITYi) – 0,206 D*Ln(FREQUENCYi) +