BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
F. Pengujian Hipotesis
3. Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t)
Pengujian hipotesis secara parsial bertujuan untuk mengukur
besarnya pengaruh variabel eksogen secara parsial terhadap variabel
124 a. Persamaan Struktur I
Tabel 4. 70
Hasil Uji Parsial (t-Test) Struktur I
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 13.598 3.636 3.740 .000 KPT .122 .059 .220 2.073 .041 CPT 1.119 .225 .527 4.967 .000 a. Dependent Variable: KNT
Sumber: data diolah dengan SPSS 20.0, 2016
1) Hubungan antara kualitas pelayanan dan kepercayaan
Pada variabel kualitas pelayanan nilai signifikansi
0,041 lebih kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi
terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan
terhadap kepercayaan nasabah diterima (Ha diterima dan Ho
ditolak). Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang
signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepercayaan
nasabah.
2) Hubungan antara citra perusahaan dan kepercayaan
Pada variabel citra perusahaan nilai signifikansi
0,000, lebih kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi
terdapat pengaruh yang signifikan antara citra perusahaan
125
ditolak). Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang
signifikan antara citra perusahaan terhadap kepercayaan
nasabah.
b. Persamaan Struktur II
Tabel 4. 71
Hasil Uji Parsial (t – Test) Struktur II
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -1.086 2.505 -.433 .666 KPT .030 .039 .092 .773 .441 CPT .190 .162 .152 1.167 .246 KNT .265 .065 .451 4.048 .000 a. Dependent Variable: LNT
Sumber: data diolah dengan SPSS 20.0, 2016
1) Hubungan antara kualitas pelayanan dan loyalitas
Pada variabel kualitas pelayanan nilai signifikansi
0,441 lebih besar dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi
terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan
terhadap loyalitas nasabah ditolak (Ha ditolak dan Ho diterima).
Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan
126
2) Hubungan antara citra perusahaan dan loyalitas
Pada variabel citra perusahaan nilai signifikansi
0,246 lebih besar dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi
terdapat pengaruh yang signifikan antara citra perusahaan
terhadap loyalitas nasabah ditolak (Ha ditolak dan Ho diterima).
Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang signifikan
antara citra perusahaan terhadap loyalitas nasabah.
3) Hubungan antara kepercayaan dan loyalitas
Pada variabel kepercayaan nilai signifikansi 0,000 lebih
kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat
pengaruh yang signifikan antara kepercayaan nasabah terhadap
loyalitas nasabah diterima (Ha diterima dan Ho ditotak). Artinya
secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara
kepercayaan nasabah terhadap loyalitas nasabah.
G. Model Trimming
Dari hasil pengujian diatas, pada persamaan struktur 2 terdapat koefisien
jalur yang tidak signifikan yaitu variabel kualitas pelayanan dan citra perusahaan,
maka pada persamaan struktur 2 perlu adanya perbaikan dengan metode trimming,
yaitu mengeluarkan variabel kualitas pelayanan dan citra perusahaan yang
dianggap hasil dari koefisien jalur tidak signifikan dari analisisnya. Kemudian
diuji kembali dengan variabel eksogen kualitas pelayanan dan citra perusahaan
127 Tabel 4. 72
Koefisien Determinasi Struktur II setelah Trimming
Sumber: data diolah dengan SPSS 20.0, 2015
Tabel 4. 73
Analisis Varian (Anova) Struktur II setelah Trimming
Sumber: data diolah dengan SPSS 20.0, 2015
Tabel 4. 74
Koefisien Analisis Jalur Struktur II setelah Trimming
Sumber: data diolah dengan SPSS 20.0, 2015 Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .611a .374 .367 2.376 a. Predictors: (Constant), KNT ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 329.880 1 329.880 58.448 .000b Residual 553.110 98 5.644 Total 882.990 99 a. Dependent Variable: LNT b. Predictors: (Constant), KNT Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .920 2.183 .422 .674 KNT .359 .047 .611 7.645 .000 a. Dependent Variable: LNT
128
Hasil pengolahan data pada analisis persamaan struktur 2 setelah di
lakukan trimming, hanya variabel kepercayaan nasabah yang masuk kedalam
pengujian. Nilai koefisien kolerasi (R) sebesar 0,611. Nilai koefisien determinasi
(R Square) sebesar 0,374 (37,4%). Nilai R Square sebesar 37,4% ini menunjukkan
bahwa pengaruh kualitas pelayanan, citra perusahaan dan kepercayaan terhadap
loyalitas nasabah secara gabungan adalah 37,4%, sedangkan sisanya sebesar
62.6% (100% - 37,4%) adalah kemungkinan terdapat aspek-aspek lain yang
memiliki pengaruh terhadap variabel loyalitas nasabah. Koefisien jalur yang
diperoleh adalah ρy2y1Y1 = 0,611. Jadi, persamaan analisis jalur yang terbentuk adalah sebagai berikut:
Y2 = ρy2y1Y1 + ϵ1 Y1 = 0,611Y1 + ϵ1
Untuk mencari koefisien residu adalah dengan 1,00 – R square. Sehingga koefisien residu sebesar: 1,00 – 0,374 = 0,626. Setelah koefisien residu diperoleh, persamaan jalurnya menjadi sebagai berikut:
Loyalitas = 0,611 Kepercayaan Nasabah + 0,626 ϵ2
Persamaan diatas menunjukkan bahwa nilai koefisien jalur kepercayaan
nasabah sebesar 0,611 dapat diartikan jika kepercayaan nasabah mengalami
129
peningkatan sebesar 0,611 atau 61,1%. Koefisien bernilai positif artinya antara
kualitas pelayanan dan kepercayaan nasabah saling berhubungan positif.
Maka didapat diagram jalur struktur 1 dan 2 mengalami perubahan yaitu
sebagai berikut: ϵ1 0,514 ϵ20,626 0,220 0,734 0,611 0,527
Sumber: data primer diolah, 2016
H. Uji Sobel
Uji sobel dimaksudkan untuk menguji signifikansi pengaruh tidak
langsung, dengan menghitung nilai t dari koefisien variabel eksogen dan variabel
mediasi, nilai thitung dibandingkan dengan ttabel. Jika nilai thitung > nilai ttabel maka
dapat disimpulkan terjadi pengaruh mediasi. Pengujian sobel yang dilakukan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Kualitas Pelayanan (X1) Citra Perusahaan(X2 ) Kepercayaan Nasabah (Y1) Loyalitas Nasabah (Y2) Gambar 4. 3
130 1. Kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah melalui
kepercayaan nasabah
Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kualitas pelayanan
berpengaruh langsung terhadap loyalitas nasabah dan juga
berpengaruh langsung terhadap kepercayaan nasabah. Untuk
mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas nasabah
melalui kepercayaan nasabah dapat diuji dengan dengan uji sobel
sebagai berikut:
Hitung standard error dari koefisien indirect effect (Sx1y1)
Sx1y1= √ y12 sx12 + x12sy12 + sx12sy12 Dimana: x1 = 0,122 sx1 = 0,059 y1 = 0,265 sy1 = 0,065 Sx1y1 = √(0,265)2(0,059)2 + (0,122)2(0,065)2 + (0,059)2(0,065)2 Sx1y1 = 0.0179456206
Berdasarkan hasil Sx1y1 ini, selanjutnya dapat menghitung
nilai t statistik pengaruh mediasi dengan rumus sebagai berikut:
131
t = =
= 1,8015537451
Hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar
1,8015537451 lebih kecil dari t tabel dengan tingkat signifikansi
0,05 yaitu sebesar 1,98. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak
terdapat pengaruh mediasi antara kualitas pelayanan terhadap
loyalitas nasabah melalui kepercayaan nasabah.
2. Citra Perusahaan terhadap loyalitas nasabah melalui kepercayaaan nasabah
Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa citra perusahaan
berpengaruh langsung terhadap kepercayaan nasabah dan tidak
berpengaruh langsung terhadap loyalitas nasabah. Untuk
mengetahui pengaruh citra perusahaan terhadap loyalitas nasabah
melalui kepercayaan nasabah dapat diuji dengan dengan uji sobel
sebagai berikut::
Hitung standard error dari koefisien indirect effect (Sx2y1)
Sx2y1= √ y12
sx22 + x22sy12 + sx22sy12
Dimana: x2 = 1,119
sx2 = 0,225
132
sy1 = 0,065
Sx2y1 = √(0,265)2(0,225)2 + (1,119)2(0,065)2 + (0,225)2(0,065)2 Sx2y1 = 0.0090594114
Berdasarkan hasil Sx2y1 ini, selanjutnya dapat menghitung
nilai t statistik pengaruh mediasi dengan rumus sebagai berikut:
Perkalian koefisien (x2y1) = (1,119)( 0,065) sebesar 0,072735
t
=
=
= 8,0286672929
Hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar
8,0286672929 lebih besar dari t tabel dengan tingkat signifikansi
0,05 yaitu sebesar 1,98. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh mediasi antara citra perusahaan terhadap loyalitas
nasabah melalui kepercayaan nasabah.