BAB III METODE PENELITIAN
4.2 Analisis Hasil Penelitian
4.2.2 Uji Statistik
Tabel 4.3 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Durbin-Watson 1 1.784
a. Predictors: (Constant), Ownership, SIZE
b. Dependent Variable: ROE
Sumber : Lampiran 8 (Data diolah oleh SPSS)
Berdasarkan tabel 4.3 di atas, hasil uji autokorelasi dengan Durbin Watson (D-W) menunjukkan angka sebesar 1.784 . Dengan jumlah variabel bebas (k)=2, dengan jumlah sampel (n)= 88, maka nilai batas bawah (dl)=1,61 dan batas nilai atas (du)=1,70. Berdasarkan uji di atas dapat dilihat bahwa nilai
Durbin-Watson hitung 1.784 terletak didaerah 1,70 < 1,784 < 2,39, (4-1,61) sehingga dapat disimpulkan
bahwa model regresi linier berganda terbebas dari asumsi klasik autokorelasi.
4.2.2. Uji Statistik
4.2.2.1 Analisis Regresi Berganda
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) berpengaruh terhadap kemampulabaan (ROE) . Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda, karena
46 variabel bebas dalam penelitian ini lebih dari satu. Persamaan analisis regresi berganda dapat dirumuskan sebagai berikut: Y i,t = a + b1size i,t + b2ownership i,t + e1 Keterangan: Y i,t = Tingkat Kemampulabaan ; a = Konstanta; b1,2 = Koefisien regresi dari setiap variabel bebas size; i,t = Ukuran Bank, Ownership; i,t = Kepemilikan Bank ;e1 = Standar error.
Tabel 4.4
Analisis Regresi Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -69.208 17.108
SIZE 2.692 .599 .482 .715 1.399
Ownershi p
3.245 3.073 .113 .715 1.399
a. Dependent Variable: ROE
Sumber : Lampiran 9 (Data diolah oleh SPSS)
Persamaan regresi dapat dilihat dari tabel hasil uji coefficients. Berdasarkan tabel di atas maka model regresi yang digunakan adalah :
ROE = -69.208 + 2.692 SIZE + 3.245 OWNERSHIP
Berdasarkan model regresi dan tabel 4.5 di atas maka hasil regresi berganda dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Persamaan regresi linear berganda diatas, diketahui mempunyai konstanta sebesar 69.208 dengan tanda negatif. Sehingga besaran konstanta menunjukkan bahwa jika
variabel-47 variabel independen (ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership)) diasumsikan konstan, maka variabel dependen yaitu tingkat kemampulabaan ROE akan turun sebesar -69.208. 2. Koefisien variabel ukuran bank (size) = 2.692 berarti setiap kenaikan size sebesar 1 akan menyebabkan kenaikan ROE sebesar 2.692.
3. Berdasarkan tabel diatas, koefisien variabel kepemilikan bank sebesar 3.245 artinya:
ROE pada dummy 1=privately bank
ROE = -69.208+ 3.245 (1) Ownership =-65.963
Berarti bahwa setiap kenaikan kepemilikan bank pada privately bank sebesar 1 akan menyebabkan penurunan ROE pada privately bank sebesar 65.963
ROE pada dummy 2=owned bank
ROE = -69.208 + 3.245 (2) ownership = -69.208 + 6.49 = -62.718
Berarti bahwa setiap kenaikan kepemilikan bank pada owned bank sebesar 1 akan menyebabkan penurunan ROE pada owned bank sebesar 62.718.
4.2.2.2 Uji Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel
48 1 (0 ≤ R2≤ 1). Tujuan menghitung koefisien determinasi adalah untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel
terikat. Nilai R2 mempunyai interval antara 0 sampai 1 (0≤ R2
Hasil data uji koefisien determinasi dengan menggunakan spss oleh tabel 4.5 berikut :
≤1).
Tabel 4.5
Tabel uji koefisien determinasi Model Summaryb
Model R R Square
1 .550a .303
a. Predictors: (Constant), Ownership, SIZE b. Dependent Variable: ROE
Sumber : Lampiran 10 (Data diolah oleh SPSS)
Dari tabel 4.5 di atas maka dapat dilihat bahwa nilai R sebesar 0.550 atau 55%. Itu artinya hubungan antara variabel independen yaitu ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) terhadap variabel dependen yaitu tingkt kemampulabaan (ROE) adalah 55%. Angka sebesar 55% mengindikasikan bahwa ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) secara bersama-sama memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat kemampulabaan (ROE).
Nilai R Square (R2) pada tabel 4.5 sebesar 0.303 atau 30.3%. Artinya variabel independen yaitu ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) terhadap variabel dependen
49 yaitu tingkat kemampulabaan (ROE) sebesar 30.3% atau R2 sebesar 0.303 menunjukkan adanya perubahan-perubahan sebesar 30.3% yang terjadi pada tingkat kemampulabaan (ROE) yang disebabkan oleh ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) secara bersama-sama. Sedangkan sisanya sebesar 60.7% diterangkan oleh variabel lain yang tidak di masukkan dalam model regresi pada penelitian ini.
4.2.2.3 Hasil Uji F-statistik
Uji f digunakan untuk menguji apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama signifikan berpengaruh terhadap variabel dependen.
1. Menentukan Hipotesis
Ho : β = 0, artinya variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen H1 : β ≠ 0, artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen
2. Menentukan Tingkat Signifikan
Tingkat signifikan pada penelitian ini adalah 5% artinya risiko kesalahan mengambil keputusan 5%
50 3. Pengambilan Keputusan
a. Jika probabilitas (sig F) > α (0,05) maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen
b. Jika probabilitas (sig F) < α (0,05) maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel independent terhadap variabel dependen.
Tabel 4.6 Tabel uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2583.678 2 1291.839 18.472 .000a
Residual 5944.413 85 69.934
Total 8528.091 87
a. Predictors: (Constant), Ownership, SIZE b. Dependent Variable: ROE
Sumber : Lampiran 11 (Data diolah oleh SPSS)
Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung sebesar 24.433 dengan signifikansi sebesar 0.000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil daripada 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Artinya variabel independen yaitu ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap tingkat kemampulabaan (ROE) sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Apabila menggunakan cara lain yaitu dengan
51 membandingkan Fhitung dengan Ftabel maka Ftabel dapat dilihat dalam tabel F pada α 0,05 dengan derajat bebas/degree of freedom (df) untuk pembilang sebesar 2, dan derajat penyebut 88 (df untuk penyebut= n – k berarti 88 − 3=85 ) sehingga dapat diketahui bahwa nilai Ftabel adalah sebesar 3,10. Nilai Ftabel (3.10) tersebut lebih kecil daripada nilai Fhitung (18.472) pada tabel ANOVA sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen sehingga hipotesis yang diajukan yaitu ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) berpengaruh secara simultan terhadap tingkat kemampulabaan (ROE) diterima. Artinya, setiap perubahan yang terjadi pada variabel independen ukuran bank (size) dan kepemilikan bank (ownership) secara simultan atau bersama-sama akan berpengaruh pada tingkat kemampulabaan (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI.
4.2.2.4 Hasil Uji T ( Uji Parsial)
Uji t digunakan untuk menguji variabel-variabel independen secara individu berpengaruh dominan dengan taraf signifikansi 5%. Langkah-langkah dalam menguji t adalah sebagai berikut :
52 1. Merumuskan Hipotesis
Ho : β = 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antar variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). NPL dan CAR secara parsial tidak berpengaruh terhadap ROA H1 : β ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). NPL dan CAR secara parsial berpengaruh terhadap ROA.
2. Menentukan Tingkat Signifikan
Tingkat signifikan pada penelitian ini adalah 5%, artinya risiko kesalahan mengambil keputusan adalah 5%
3. Pengambilan Keputusan
a. Jika probabilitas (sig t) > α (0,05) maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Ys) b. Jika probabilitas (sig t) < α (0,05) maka Ho ditolak, artinya
ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen (X).
53 Tabel 4.7
Tabel Uji T (uji parsial)
Coefficientsa
Model
Unstandardized
Coefficients Standardized Coefficients
t Sig. B Std. Error Beta 1 (Const ant) -69.208 17.108 -4.045 .000 SIZE 2.692 .599 .482 4.496 .000 Owner ship 3.245 3.073 .113 1.056 .294
a. Dependent Variable: ROE
Sumber : Lampiran 12 (Data diolah oleh SPSS)
Nilai thitung untuk setiap variabel independen akan dibandingkan dengan ttabel (dihitung dari two tailed α=0.05 dan degree of freedom (df)=n-k, dimana n=jumlah sampel, k=jumlah variabel).
Variabel ukuran bank (size) memiliki nilai sebesar 0.000 < dari α 0.05 yang berarti signifikan . Nilai thitung sebesar 4.496 dan nilai ttabel (0.025;85) sebesar 1.988.. Dengan demikian thitung > ttabel yaitu 4.496 > 1.988 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa ukuran bank (size) berpengaruh dan signifikan terhadap tingkat kemampulabaan (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode tahun 2009-2012.
Variabel kepemilikan bank (Ownership) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,294 < dari α 0.05 yang berarti tidak
54 signifikan. Nilai thitung sebesar 1,056 dan nilai ttabel (0.025;85) sebesar 1,988. Dengan demikian thitung < ttabel yaitu 1,056<1,988 maka H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti bahwa variabel kepemilikan bank (ownership) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kemampulabaan (ROE) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode tahun 2009-2012.