• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Regresi Kedua 1 Deskripsi Data

3) Uji Statistik t (Uji t)

Dari ke enam variabel yang dimasukkan dalam regresi,

hanya PM∆EPS<T yang signifikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,044 yang signifikan pada 0,05. Sedangkan PMEPS<<T,

PMEPS>>T, PM∆EPS<<T, PM∆EPS>>T tidak signifikan, hal ini dilihat dari nilai signifikansi untuk PMEPS<<T sebesar 0,404,

PMEPS>>T sebesar 0,545, PM∆EPS<<T sebesar 0,373, dan PM∆EPS>>T sebesar 0,085. Hasil uji T ini dapat disimpulkan bahwa variabel dependen Perubahan Diskresioner VAA

dipengaruhi oleh variabel PM∆EPS<T.

D. Pembahasan

Pada tabel 4.4 tentang statistik deskriptif menyajikan variabel-variabel

untuk menguji hipotesis penelitian ini yang diperoleh dari hasil residu regresi

pertama. Setelah dilakukan screening data, terdapat satu data outlier yang

harus dihapus, sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian ini ada 29.

Mean PMEPS<<T sebesar 0,1724 dengan standar deviasi 0,38

mempunyai arti 17% perusahaan sampel mempunyai EPS sebelum

manajemen laba jauh di bawah target. Mean PMEPS>>T sebesar 0,586

dengan standar deviasi 0,501 mempunyai arti 59% perusahaan sampel

mempunyai EPS sebelum manajemen laba di atas target. Sedangkan, variabel

PMEPS<T tidak mempunyai nilai mean dan standar deviasi, artinya tidak

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

59

sebelum manajemen laba di bawah target, sehingga variabel ini terhapuskan

dalam persamaan regresi.

Mean PM∆EPS<<T sebesar 0,172 dengan standar deviasi 0,384

artinya perusahaan yang mempunyai ∆EPS sebelum manajemen laba jauh di bawah target laba sebanyak 17% perusahaan sampel. Mean PM∆EPS<T

sebesar 0,207 dengan standar deviasi 0,41 artinya perusahaan yang

mempunyai ∆EPS sebelum manajemen laba di bawah target laba sebanyak 20% perusahaan sampel. Sedangkan mean PM∆EPS>>T sebesar 0,379

dengan standar deviasi 0,49 artinya perusahaan yang mempunyai ∆EPS sebelum manajemen laba di atas target laba sebanyak 38% perusahaan

sampel.

Uji asumsi klasik sebagai syarat wajib sebelum uji hipotesis dengan

tujuan hasil pengujiannya tidak bias, telah berhasil dilalui, yang berarti

bahwa data terdistribusi normal, tidak terjadi multikolonieritas, autokorelasi

dan heteroskedastisitas.

Hasil pengujian hipotesis tersaji pada tabel 4.7. Kedua variabel

PMEPS dalam penelitian ini tidak ada yang menunjukkan nilai yang

signifikan, sehingga hipotesis H1 ditolak yang berarti bahwa tidak ada

aktivitas manajemen laba untuk melaporkan laba positif. Sedangkan salah

satu variabel PM∆EPS menunjukkan nilai yang signifikan, sehingga hipotesis H2 diterima yang berarti terdapat aktivitas manajemen laba untuk melaporkan

peningkatan laba. Di bawah ini akan diuraikan lebih rinci tentang hasil

commit to user

Variabel PMEPS<<T=1 dan PM∆EPS<<T=1 keduanya mempunyai nilai p-value sebesar -0,021 dan 0,021 dengan nilai signifikansi 0,404 dan

0,373. Hal ini mempunyai arti bahwa perusahaan tidak menggunakan VAA

untuk melakukan manajemen laba berupa earning bath dan perataan laba

untuk melaporkan laba positif dan melaporkan peningkatan laba. Hal ini

konsisten dengan penelitian Frank dan Rego (2006), dan Christensen et al

(2008).

Variabel PM∆EPS<T=1 mempunyai p-value sebesar -0,048 dengan nilai signifikansi 0,044. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan

menggunakan VAA untuk meningkatkan labanya agar mencapai target laba

yang kedua, yaitu melaporkan peningkatan laba. Hasil penelitian ini

mendukung penelitian Brugstahler et al (2002), namun inkonsisten dengan

hasil penelitian Frank dan Rego (2006) dan Tanusdjaja (2006).

Variabel PMEPS>>T=1 dan PM∆EPS>>T=1 mempunyai nilai p-value

sebesar 0,013 dan -0,038 dengan nilai signifikansi sebasar 0,545 dan 0,085.

Artinya perusahaan tidak menggunakan VAA aktiva pajak tangguhan untuk

melakukan manajemen laba berupa income smoothing dan cookie jar dengan

tujuan melaporkan laba positif maupun melaporkan peningkatan laba. Hasil

penelitian ini konsisten dengan penelitian Miller dan Skinner (1998) dan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 61 BAB V PENUTUP F. Kesimpulan

Penelitian ini meneliti tentang penggunaan akun cadangan penilaian

aktiva pajak tangguhan untuk melakukan aktivitas manajemen laba dengan

tujuan mencapai dua target laba perusahaan, yaitu melaporkan laba positif dan

melaporkan peningkatan laba. Manajemen laba dideteksi dengan

menggunakan perubahan diskresioner VAA dengan persamaan/rumus yang

dikembangkan oleh Frank dan Rego (2006) yang berdasar pada ketentuan di

SFAS No. 109, sedangkan dua target laba perusahaan diproksikan dengan

premanaged EPS dan premanaged ∆EPS. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 29 perusahaan non-manufaktur yang menyediakan

cadangan penilaian aktiva pajak tangguhan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia (BEI) pada periode 2007-2009.

Pengujian asumsi klasik, yang meliputi uji normalitas, uji

multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heterokedastisitas telah berhasil

dipenuhi. Semua variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap

perubahan diskresioner VAA, meskipun pengaruhnya lemah. Hasil pengujian

hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis H2 dalam penelitian ini diterima,

artinya perusahaan yang mengalami penurunan laba sebelum perubahan

diskresioner VAA di bawah target (premanaged ∆EPS < T) akan melakukan

commit to user

menurunkan VAA, dengan tujuan agar laba terlihat meningkat dari periode

sebelumnya (dengan kata lain, mencapai target untuk melaporkan

peningkatan laba). Temuan ini konsisten dengan penelitian Brugstahler et al

(2002) yang memberikan bukti bahwa perusahaan menurunkan VAA untuk

meningkatkan laba.

G. Keterbatasan

Dari hasil penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan. Adapun

beberapa keterbatasan yang dapat ditemukan antara lain:

1. Periode penelitian hanya pada rentang waktu tiga tahun, yaitu tahun 2007-

2009, sehingga kemungkinan hasil penelitian tidak konsisten dengan

penelitian sebelumnya.

2. Jumlah sampel dalam penelitian ini kecil, yaitu hanya 30 perusahaan

sampel, yang disebabkan oleh tidak banyaknya perusahaan membentuk

akun VA pajak tangguhan.

3. Model estimasi manajemen laba yang digunakan dalam penelitian ini

hanya satu yaitu dengan rumus yang dikembangkan oleh Frank dan Rego,

sedangkan masih terdapat model pengukuran lain yang mungkin akan

memberikan hasil yang berbeda dalam penilaian manajemen laba.

4. Sampel penelitian hanya terbatas pada perusahaan non-manufaktur,

sehingga hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasi pada jenis industri

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

63

5. Variabel target laba hanya diukur menjadi dua target saja (laba positif dan

laba historis) karena terbatasnya data untuk ramalan data para analis

(analyst forecast), sehingga penelitian ini kurang merefleksikan seluruh

target perusahaan.

H. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan di atas, penelitian

selanjutnya disarankan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Penelitian yang akan datang sebaiknya menggunakan data dengan periode

tahun yang lebih panjang untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih

valid.

2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah jumlah sampel dengan

memperbarui sampel yang digunakan.

3. Penelitian selanjutnya hendaknya menggunakan lebih dari satu model

pengukuran manajemen laba yang diharapkan akan mampu memberikan

perbandingan hasil.

4. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian pada semua

sektor industri, tidak hanya perusahaan manufaktur saja agar hasil yang

didapatkan dapat mewakili semua sektor industri yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia (BEI).

5. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah variabel-variabel independen

lainnya agar dapat menjelaskan fenomena manajemen laba dengan

commit to user

I. Implikasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa implikasi

penelitian yang diharapkan dapat bermanfaat, antara lain:

1. Implikasi Teoritis

Penelitian ini menghasilkan kesimpulan mengenai tindakan manajemen

laba yang dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan salah satu

akun akrual pajak, yaitu VAA. Penelitian ini menambah wawasan dan

referensi dalam dunia akademis tentang berbagai praktek manajemen laba

dan jenis media yang digunakan untuk melakukan manajemen laba

(VAA). Penelitian selanjutnya dapat memperluas dan memperdalam

penelitian tentang manajemen laba menggunakan model yang berbeda

dengan memperhatikan faktor-faktor lain, seperti perubahan standar

akuntansi.

2. Implikasi Praktik

Adanya bukti empiris yang ditemukan pada penelitian ini tentang praktek

manajemen laba melalui VAA yang dilakukan oleh perusahaan diharapkan

dapat menjadi bahan pertimbangan bagi: (1) investor, untuk lebih teliti

dalam menilai kinerja suatu perusahaan sebagai dasar keputusan

investasinya, (2) regulator, untuk bahan evaluasi dan pertimbangan pada

Dokumen terkait