121 Lampiran 4. Rekap Data Responden Kajian
C. Uji T
Uji ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial atau individual
Pada variabel X3 dan X5 menunjukkan nilai <,0,05 sehingga variabel tersebut berpengaruh terhaap variabel Y secara parsial.
Lampiran 7. Matriks Pengambilan Keputusan Materi Penyuluhan
No. Materi Penyuluhan Pertimbangan Penetapan Materi Penyuluhan Prioritas
Keputusan a b c d e f g h I j k l m n Jumlah Peringkat
1 Strategi Marketing 4P 14 1 Materi prioritas:
Strategi pemasaran marketing mix 4P sebagai model bisnis berbasis
sayur pekarangan
2 Strategi Marketing 7P - - - - 10 2
Keterangan:
a. Profitable : Menguntungkan bagi sasaran
b. Complementer : Melengkapi kegiatan usahatani petani/wisata
c. Competability : Tidak bertentangan dengan kebiasaan/adat istiadat/budaya masyarakat d. Simplicity : Bersifat sederhana dan mudah dilaksanakan
e. Availability : Sarana dan prasarananya dapat disediakan oleh sasaran f. Immediate Applicability : Dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sasaran
g. In Expesiveness : Biaya yang dibutuhkan tidak terlalu mahal h. Low Risk : Resiko yang dikeluarkan tidak terlalu besar i. Spectacular Impact : Dampak penerapannya menarik
j. Expandible : Bersifat fleksibel terhadap keadaan
k. Vital : Sangat penting dalam mendukung kegiatan sasaran l. Importance : Penting dalam peningkatan usahatani
m. Heplful : Bermanfaat bagi sasaran
n. Super Focus : Sangat fokus dalam memenuhi kebutuhan sasar
128
Lampiran 8. Matriks Pertimbangan Pemilihan Metode Penyuluhan
MATRIK ANALISA PENETAPAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN Kegiatan Penyuluhan : Melaksanakan Penyuluhan Pertanian
Tujuan Penyuluhan : Mengetahui Tingkat Pengetahuan Anggota mengenai Strategi Bauran Pemasaran
Materi Penyuluhan : Strategi Bauran Pemasaran (Mx Marketing) sebagai Model Bisnis Berbasis Sayuran Pekarangan
Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian
Analisis Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian
Prioritas
Keputusan Pemilihan
Metode Karakteristik
Sasaran
Tujuan Penyuluhan
Materi Penyuluhan
Media yang Digunakan
Pendekatan Psiko-Sosial
Tingkat Adopsi
Kondisi
1. Diskusi Kelompok I Ceramah,
diskusi
2. Anjangsana - - - - - - -
3. Demonstrasi Cara - - - - - -
-4. Demonstrasi Hasil - - - - - -
-5. Demonstrasi Plot - - - - - -
-6. Demonstrasi Farming - - - - - -
-7. Demonstrasi Area - - - - - -
-8. Demonstrasi Unit - - - - - -
-9. Pameran - - - - - -
-10. Sekolah Lapang (SL) - - - - - -
-11. Temu Wicara - - - - - -
-12. Temu Bisnis-Temu Usaha - - - - - -
-13. Temu Karya-Temu Hasil - - - - - -
-14. Temu Lapangan - - - - - -
-15. Mimbar Sarasehan - - - - - -
-16. Kursus Tani - - - - - -
-17. Ceramah - II
18. Kaji tindak - - - - - - -
Lampiran 9. Matriks Pertimbangan Pemilihan Media Penyuluhan
MATRIK ANALISA PENETAPAN MEDIA PENYULUHAN PERTANIAN Kegiatan Penyuluhan : Melaksanakan Penyuluhan Pertanian
Tujuan Penyuluhan : Mengetahui Tingkat Pengetahuan Anggota mengenai Strategi Bauran Pemasaran
Materi Penyuluhan : Strategi Bauran Pemasaran (Mx Marketing) sebagai Model Bisnis Berbasis Sayuran Pekarangan
Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian
Analisis Penetapan Media Penyuluhan Pertanian
Prioritas
Keputusan Pemilihan
Media Karakteristik
Sasaran
Tujuan Penyuluhan
Materi Penyuluhan
Kondisi Pendekatan Psiko-Sosial
Tingkat Adopsi
Bagan - - - - - - Folder,
powerpoint
Diagram - - - - - -
Grafik - - - - - -
Poster - - - - - -
Kartun - - - - - -
Leaflet - - - - - -
Folder - II
Alat peraga - - - - - -
Slide I
Film Strip - - - - - -
Audio Card Instruction - - - - - -
Recorder - - - - - -
Model Padat - - - - - -
Model Penampang - - - - - -
Model Susun - - - - - -
Model Kerja - - - - - -
Mock ups - - - - - -
Diorama - - - - - -
130
Lampiran 10. Sinopsis
SINOPSIS
Model Bisnis Berbasis Sayur Pekarangan dengan Strategi Bauran Pemasaran (Mix Marketing)
Bagian Awal
Pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi untuk berbudidaya berbagai jenis tanaman. Salah satunya adalah tanaman sayuran. Selain untuk memperindah tampak halaman rumah, berbudidaya sayuran dapat memenuhi kebtuhan gizi keluarga dengan konsumsi sayur hasil pekarangannya serta dapat diperjual belikan sebagai bisnis kecil keluarga berbasis sayur pekarangan.
Keuntungan dari bisnis sayuran pekarangan ini dapat memberikan penghasilan keluarga pada pandemi Covid 19, memberikan rasa kepuasan atas hasil budidayanya, serta ikut serta dalam upaya konsumsi sayuran lokal.
Bisnis sayuran pekarangan merupakan hal kecil yang akan berdampak besar dalam kegiatan budidaya agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Dalam kegiatan bisnis tentunya memerlukan cara atau strategi yang digunakan untuk menarik pelanggan. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pelaku usaha adalah dengan menerapkan strategi bauran pemasaran atau strategy mix markettng 4P berupa product, price, place, dan promotion.
Strategi Bauran Pemasaran merupakan salah satu strategi bisnis yang cocok untuk diaplikasikan pelaku usaha bisnis, terutama bidang sayuran pekarangan untuk dapat mengenalkan produk kepada konsumen sehingga akan mendukung konsumen untuk dapat mengambil keputusan membeli produk sayur yang ditawarkan. Marketing atau pemasaran sangat mempengaruhi keberlangsungan bisnis. Terutama, untuk mendorong konsumen agar dapat menginginkan dan “merasa membutuhkan” produk yang ditawarkan sehingga kegiatan usaha dapat berjalan berkelanjutan.
Bagian Inti
4 poin dalam Strategi Bauran Pemasaran atau Strategy Mix Marketing meliputi :
1. Product (Produk)
Produk merupakan semua penawaran yang ditawarkan pelaku usaha berupa suatu kebutuhan kepada konsumen. Produk dapat berupa barang fisik, jasa, atau hasil kegiatan produksi pelaku usaha. Produk yang ditawarkan tentunya harus memiliki daya tarik dan kualitas tertentu serta menyesuaikan keinginan pasar agar dapat memuaskan dan memberi manfaat kepada konsumen.
Sebagai pebisnis sayur pekarangan, konsumen akan menyukai produk yang ditawarkan apabila :
Sayur dalam keadaan bersih, tidak rusak, dan fresh
Tersedia dalam jumlah yang banyak dan memiliki banyak pilihan sehingga
dapat memenuhi permintaan konsumen
Memiliki harga rata-rata pasar namun berkualitas tinggi
2. Price (Harga)
Penentuan harga merupakan hal yang penting pada sebuah bisnis sayuran. Penentuan harga harus penuh pertimbangan dan menyesuaikan dengan manfaat maupun kualitas produk yang diberikan. Fokus penentuan harga adalah dengan bagaimana cara agar pelanggan merasa pengeluarannya sesuai dengan apa yang didapatkannya. Beberapa strategi penentuan harga yang dapat dilakukan oleh pebisnis sayur pekarangan ialah :
Penetapan harga dengan mencari harga yang mampu dibayar oleh konsumen
Penetapan harga berdasarkan biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha
132
Penetapan harga berdasarkan persaingan seperti meninjau harga pasar, dan
lain sebagainya
Penetapan harga dengan diskon untuk menarik konsumen
Dalam sebuah bisnis sayuran, harga memiliki peranan penting dalam terjadinya sebuah kesepakatan jual beli. Melalui penetapan harga, akan terlihat posisi kelayakan produk sayur dari nilai ekonomisnya.
3. Place (Lokasi Pemasaran)
Lokasi distribusi merupakan salah satu investasi bagi pelaku usaha. Semakin strategis lokasi akan menarik konsumen untuk berkunjung karena konsumen akan dapat dengan mudah menjangkau lokasi usaha tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini lokasi dapat berupa kios atau toko fisik maupun e-commerce.
Lokasi pemasaran juga dapat dilakukan dengan menggunakan perantara pedagang. Melalui perantara pedagang ini, pelaku usaha memiliki beberapa keuntungan diantaranya :
Efisien dalam menyalurkan sayuran kepada konsumen dengan jangkauan
lebih luas
Perantara pedagang dapat membantu bidang pengangkutan sayur,
penyimpanan sayur, penyortiran, dan melakukan penjualan
Perantara pedagang dapat mencarikan konsumen dengan jangkauan luas, mempromosikan sayur, dan memberikan informasi produk sayur
4. Promotion (Promosi)
Promosi merupakan upaya untuk mendorong konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan. Promosi merupakan teknik yang digunakan untuk memperkenalkan produk sayur agar dapat mengajak konsumen untuk berkunjung atau membeli produk. Dalam poin ini promosi dapat memiliki manfaat lain seperti menarik konsumen baru, menginformasikan produk terbaru, meningkatkan jumlah pelanggan, dan memotivasi pelanggan untuk memilih atau membeli produk. Promosi ini dapat dilakukan melalui verbal, media cetak, maupun media elektronik seperti sosial media whatsapp, facebook, dan lain sebagainya.
Tujuan dari strategi promosi ialah :
Adanya peningkatan permintaan sayur dari konsumen
Menarik pembeli potensial untuk membeli produk sayurnya kembali
Peningkatan performa pelaku usaha
Meningkatkan komunikasi pelaku usaha dan pelanggan.
Bagian Akhir
Kelebihan Strategi Bauran Pemasaran antara lain :
● Produk mudah dijangkau lebih luas oleh konsumen dan memiliki harga yang bersaing di pasaran
● Pelaku usaha dapat lebih bijaksana dalam kegiatan bisnisnya
● Memperluas konsumen dan meningkatkan volume penjualan dengan berbagai teknik yang dikolaborasikan
● Meningkatkan rasa percaya antara konsumen dan pelaku usaha
Strategi bauran pemasaran dapat diaplikasikan dalam kegiatan bisnis yang akan dijalankan dan disesuaikan dengan keadaan lapangan. Tentunya,
134
pelaku usaha harus berfikir kreatif sehingga dapat menarik konsumen. Dengan penerapan strategi bauran pemasaran tersebut, diharapkan pelaku usaha dapat dengan mudah membaca pasar, meninjau, menjangkau serta memberikan kepuasan kepada konsumen agar kegiatan bisnis berbasis sayuran pekarangan dapat berjalan secara berelanjutan.
Lampiran 11. Lembar Persiapan Penyuluh
136
Lampiran 12. Media Penyuluhan Folder