• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

5. Uji t atau Parsial

a. Pengaruh kepuasan pada minat beli ulang

1) Perumusan Hipotesis

H01: kepuasan tidak berpengaruh pada minat beli ulang konsumen

HA1: kepuasan berpengaruh pada minat beli ulang konsumen

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 733.551 2 366.776 97.662 .000b

Residual 364.289 97 3.756

Total 1097.840 99

a. Dependent Variable: Minat Beli Ulang b. Predictors: (Constant), Kepercayaan, Kepuasan

2) Menerima atau menolak hipotesis

Berdasarkan tabel uji regresi berganda, nilai dari uji T-test

dapat dilihat dari p-value (pada kolom Sig.) yaitu untuk

variabel kepuasa sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan thitung 5,993 > dari ttabel 1,66055 (df=98,=5%) artinya H0 ditolak dan Ha

diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa kepuasan

berpengaruh secara signifikan pada minat beli ulang konsumen.

Artinya semakin tinggi kepuasan maka semakin tinggi minat

beli ulang

b. Pengaruh kepercayaan pada minat beli ulang

1) Perumusan Hipotesis

H02: kepercayaan tidak berpengaruh pada minat beli ulang konsumen.

HA2: kepercayaan berpengaruh pada minat beli ulang konsumen.

2) Menerima atau menolak hipotesis

Berdasarkan tabel uji regresi berganda, nilai dari uji

T-test dapat dilihat dari p-value (pada kolom Sig.) yaitu untuk

variabel kepercayaan sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan thitung

3,816 > dari ttabel 1,66055 (df=98,=5%) artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan variabel kepercayaan

berpengaruh secara signifikan pada minat beli ulang konsumen.

Artinya semakin tinggi kepercayaan maka semakin tinggi minat

beli ulang.

6. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar

keampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen. Tabel V.20

hasil uji koefiesien determinasi:

Tabel V.20

Uji Koefisien Determinasi

Berdasarkan tabel V.20, koefiesien determinasi yang sudah

disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,661. Artinya, 66,1% variabel

dependen minat beli ulang dijelaskan oleh variabel independen

kepuasan dan kepercayaan dan sisanya 33,9% (100%-66,1%) dijelaskan

oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan.

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the

Estimate

1 .817a .668 .661 1.938

a. Predictors: (Constant), Kepercayaan, Kepuasan Sumber: Data primer diolah,2018

C. Pembahasan

Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta dengan jumlah responden

sebanyak 100 orang. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah berjenis

kelamin laki-laki, berusia sekitar 15-25 tahun, berstatus pelajar /mahasiswa

yang sedang menempuh pendidikan Strata 1, uang saku perbulannya mulai dari

Rp 1.000.001 – Rp 1.500.000 dan berkunjung ke Legend Coffee minimal 1

kali dalam 3 bulan terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara

parsial dan simultan pengaruh variabel independen (kepuasan dan kepercayaan)

pada variabel dependen (minat beli ulang konsumen) dengan menggunakan

analisis regresi linear berganda.

Dalam analisis regresi linear berganda dijelaskan tentang kepuasn dan

kepercayaan dapat mempengaruhi minat beli ulang konsumen di Legend

Coffee. Variabel kepuasan menyatakan bahwa semakin tinggi kepuasan yang

diperoleh seseorang maka semakin tinggi pula seseorang memutuskan untuk

melakukan pembelian ulang pada produk tersebut. Variabel kepercayaan

menyatakan bahwa semakin tinggi kepercayaan yang dimiliki seseorang dalam

suatu produk tertentu maka semakin tinggi pula seorang memutuskan untuk

melakukan pembelian ulang pada produk tersebut.

Uji hipotesis yaitu uji t dan uji F. Uji t atau parsial menyatakan bahwa

variabel kepuasan berpengaruh pada minat beli ulang konsumen. Kepuasan

attributes relate to the product, attributes related to service, dan attributes

related to purchased. Hal ini menunjukkan bahwa ke tiga atribut ini dapat

mempengaruhi minat pembelian ulang pada Coffe Shop tersebut. Konsumen

yang senang berada di Coffee Shop ini menyukai kualitas produk yang telah

disediakan sesuai dengan yang mereka bayar, menyukai pelayanan yang cepat

dan tepat setelah konsumen memesan produk di Coffee Shop tersebut. Merasa

bahwa dengan mengonsumsi produk di Coffee Shop tersebut dapat

meningkatkan prestige. Pelayanan keluhan konsumen pada Coffee Shop

tersebut baik.

Pada variabel kepercayaan berpengaruh pada minat beli ulang

konsumen. McKnight et al (2002a) menyatakan bahwa ada dua dimensi

kepercayaan konsumen, yaitu trusting belief dan trusting intention. Hal ini

menunjukan bahwa ke dua dimensi ini dapat mempengaruhi minat pembelian

ulang pada Coffee Shop tersebut. Ada konsumen yang merasa yakin bahwa

orang-orang yang bekerja di Coffee Shop tersebut dapat melayani

permintaannya dengan baik, bersikap jujur, serta mampu memenuhi kebutuhan

konsumen tersebut.

Hasil uji F atau simultan menyatakan bahwa secara bersama-sama

variabel kepuasan dan kepercayaan berpengaruh pada minat beli ulang

konsumen. Penulis berpendapat, bahwa minat masyarakat yang tinggi untuk

masyarakat kota ini membuat gerai gerai Coffee Shop tidak pernah sepi

pengunjung. Dari Coffee Shop lah masyarakat dapat meluangkan waktu

bersama keluarga, teman, dan kerabat untuk sekedar berkumpul disana. Untuk

dapat berkumpul bersama keluarga, teman dan sanak saudara yang lainnya,

konsumen ini harus merasanya nyaman dan puas saat berada di Coffee Shop

tersebut. Dengan adanya rasa puas terhadap suatu produk atau jasa maka akan

menimbulkan juga rasa percaya pada produk atau jasa tersebut sehingga

nantinya akan berdampak pada minat untuk membeli ulang produk atau jasa

tersebut. Konsumen yang merasa puas dan menjadi pelanggan yang

berkomitmen juga dapat menjadi sumber rekomendasi positif bagi konsumen

lainnya terhadap merek tersebut.

Pada penelitian Jennifer Adji dan Hatane Semuel tentang pengaruh

satisfaction dan trust terhadap minat beli konsumen (purchase intention) di

Starbucks The Square Surabaya menunjukkan bahwa satisfaction berpengaruh

signifikan terhadap trust, trust berpengaruh signifikan terhadap minat

pembelian konsumen, dan satisfaction berpengaruh signifikan terhadap minat

beli konsumen.

Pada penelitian Reymond Setiabudi Hadiwidjaja dan Diah Dharmayanti

(2013) yang meneliti tentang analisa hubungan experiental marketing,

kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan Starbucks Coffee di Surabaya Town

positif signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan nilai koefisien path

pengaruh kepuasan terhadap loyalitas menunjukkan terdapat pengaruh positif

signifikan antara kepuasan terhadap loyalitas.

Pada penelitian Devonalita Agusli dan Yohanes Sondang Kunto

meneliti tentang analisa pengaruh dimensi ekuitas merek terhadap minat beli

konsumen midtown hotel Surabaya menunjukkan bahwa ekuitas memiliki

pengaruh terhadap buying intention, akan tetapi hanya brand awareness,

84

BAB VI

KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan

Pada penelitian ini, diperoleh hasil analisis data dan pembahasan

tentang pengaruh kepuasan dan kepercayaan terhadap minat beli ulang

konsumen. Maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa:

1. Penelitian dilakukan di Yogyakarta dengan jumlah responden sebanyak 100

orang. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah berjenis kelamin

laki-laki sebesar 52%, berusai 15-25 tahun sebesar 88%, berstatus sebagai

mahasiswa sebesar 78%, memiliki pendapatan Rp 1.000.001 – Rp

1.500.000 sebesar 26% , dan frekuensi berkunjung ke Legend Coffee

minimal 1 kali sebesar 52%. Untuk variabel X1 (kepuasan) memperoleh

rata-rata sebesar 4,00 yang mana nilai ini berada dalam kategori tinggi dan

menunjukkan bahwa konsumen puas dengan produk, pembelian,dan

layanan yang diberikan oleh Legend Coffee. Untuk variabel X2

(kepercayaan) memperoleh rata-rata sebesar 4,18 yang mana nilai ini

berada dalam kategori tinggi dan menunjukkan bahwa konsumen percaya

bahwa Legend Coffee dapat melayani kepentingan atau kebutuhan

konsumen. Untuk variabel Y (minat beli ulang) memperoleh rata-rata

menunjukkan bahwa minat beli ulang konsumen di Legend Coffee terbilang

tinggi.

2. a. Kepuasan berpengaruh terhadap minat beli ulang konsumen. Hal ini

menunjukkan bahwa ketiga atribut yang dapat menciptakan kepuasan

konsumen yaitu attributes related to the product, attributes related to

service, attributes related to purchase dapat mempengaruhi minat beli

ulang konsumen.

b. Kepercayaan berpengaruh terhadap minat beli ulang konsumen. Hal ini

menunjukkan bahwa dua dimensi kepercayaan konsumen yaitu trusting

belief dan trusting intention dapat mempengaruhi minat beli ulang

konsumen.

c. Kepuasan dan kepercayaan secara bersama-sama berpengaruh terhadap

minat beli ulang konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa semakin

perusahaan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan

memuaskan atau bahkan melebihi harapan konsumen maka konsumen juga

semakin percaya terhadap perusahaan tersebut yang selanjutnya diharapkan

dapat tercipta niat untuk membeli produk di perusahaan tersebut. Begitu

pula semakin konsumen puas dengan pelayanan yang diberikan oleh coffee

shop maka semakin tinggi pula kepercayaan mereka terhadap coffee shop

B. Saran

Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka peneliti memberikan saran

sebagai berikut:

1. Peneliti ini hendaknya dapat berguna bagi pemilik usaha coffee shop.

a. Dilihat dari hasil kesimpulan bahwa kepuasan dan kepercayaan berpengaruh

positif terhadap minat beli ulang di Legend Coffee, maka ada beberapa saran

yang dapat penulis berikan. Saran tersebut adalah mengingat dimensi tangibles

(bukti fisik) item pernyataan ke 4 indikator 1 (ARTTP) pada variabel

independen kepuasan “ Saya merasa puas karena dengan mengonsumsi produk Legend Coffee dapat meningkatkan prestige saya” mempunyai nilai rata-rata item paling rendah (3,72) diantara pernyataan lainnya, oleh karena itu, untuk

meningkatkan minat beli ulang ada baiknya, pihak Legend Coffee memperkuat

citra merek yang bisa melekat di pikiran masyarakat misalnya dengan cara

mengundang artis untuk datang kesana dan mempromosikan Legend Coffee,

diharapkan personality artis dapat mempengaruhi personality legend, dan

diharapkan juga bahwa dengan adanya artis menjadi daya tarik bagi konsumen

supaya datang ke legend dan melakukan minat pembelian dan minat pembelian

ulang . Selain itu untuk dimensi tangibles (bukti fisik) item pernyataan ke 1

indikator 2 (TI) pada variabel independen kepercayaan “ Saya bersedia

menerima resiko yang mungkin terjadi atas keputusan yang saya ambil pada produk tersebut” mempunyai nilai rata-rata item paling rendah (4,11) diantara

pernyataan lainnya, oleh karena itu, untuk meningkatkan minat beli ulang ada

baiknya, pihak Legend Coffee sebisa mungkin harus bisa mengurangi resiko

yang akan ditanggung oleh konsumen yang akan mengkonsumsi produk

Legend Coffee dengan cara meningkatkan kualitas produk dan kualitas tenaga

kerja. Misalnya untuk untuk produk makanan dan minuman dibuat sesuai rasa

yang diharapkan konsumen, tepat waktu dalam mengantarkan pesanan produk

yang dibeli konsumen, pengecekan kembali atas menu yang dipilih konsumen

sehingga tidak terjadi kesalahan pemesanan produk.

2. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk menambah bagi

mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang ingin melakukan penelitian

selanjutnya, apabila berkaitan juga dengan kepuasan dan kepercayaan terhadap

minat beli ulang konsumen. Selain itu dalam bidang yang sama dalam

penelitian selanjutnya, disarankan untuk bisa menambah variabel lain.

Mengingat masih ada 33,9% pengaruh dari variabel lain di luar variabel yang

digunakan dalam penelitian ini.

Dokumen terkait