BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Analisis Data
3. Uji t (Uji Parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Ada empat variabel independen (produk, harga, promosi penjualan, serta pemasaran langsung dan digital), maka penulis akan memberikan satu contoh rumusan masalah uji parsial yaitu:
Apakah produk berpengaruh secara parsial terhadap minat beli konsumen Nimco Royal Store?
Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka harus melalui langkah-langkah uji t yaitu:
a. Menentukan Hipotesis Nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (Ha) H0: Tidak ada pengaruh secara parsial dari persepsi konsumen
pada produk terhadap minat beli.
Ha: Ada pengaruh secara parsial dari persepsi konsumen pada produk terhadap minat beli.
b. Menentukan Risiko Kesalahan (Taraf Signifikan)
Taraf siginifikan atau α (alpha) yang digunakan di dalam penelitian adalah 5% (0.05).
c. Menentukan thitung
thitung ditemukan dengan rumus (Supranto, 2009:250) sebagai berikut:
Dimana:
= thitung koefisien regresi variabel j = koefisien regresi variabel j
= standard error variabel d. Menentukan Kriteria Uji t
H0 diterima jika nilai atau sig. ≥ 0.05 Ha diterima jika nilai atau sig. < 0.05
e. Membuat Kesimpulan
Jika H0 diterima maka tidak ada pengaruh secara parsial dari produk terhadap minat beli.
Jika Ha diterima maka ada pengaruh secara parsial dari produk terhadap minat beli.
4. Uji Beda
Dalam penelitian ini penulis memiliki dua opsi alat uji beda. Alat yang pertama adalah uji t dua sampel independen dan alat yang kedua adalah uji U (Mann Whitney). Alasannya adalah karena penulis harus melakukan uji normalitas pada data masing-masing variabel bebas terlebih dahulu, karena salah satu syarat untuk menggunakan uji t dua sampel independen adalah data masing-masing variabel bebas harus terdistribusi normal. Sementara persyaratan tersebut tidak harus dipenuhi dalam uji U.
a. Uji t Dua Sampel Independen
Uji t dua sampel digunakan untuk menjawab hipotesis komparatif dengan syarat data masing-masing variabel bebas terdistribusi normal, ukuran kedua sampel tidak sama, dan varians homogen. Dalam penelitian ini terdapat 12 uji beda (empat variabel independen dengan tiga faktor demografi), maka penulis akan memberikan satu contoh rumusan masalah yaitu:
Apakah ada perbedan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin?
Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka harus melalui langkah-langkah uji t dua sampel independen yaitu: 1) Menentukan Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis Nol (H0)
H0: Tidak ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin.
Ha: Ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin.
2) Menentukan Risiko Kesalahan (Taraf Signifikan)
Taraf siginifikan atau α (alpha) yang digunakan di dalam penelitian adalah 5% (0.05).
3) Menentukan thitung
Uji t dua sampel independen (polled variance) dihitung dengan rumus (Sugiyono 2004:198) sebagai berikut:
̅̅̅ ̅̅̅
√ Dimana:
̅̅̅ = rata-rata skor persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin laki-laki
̅̅̅ = rata-rata skor persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin perempuan
= ukuran sampel perempuan
= standar deviasi data dari sampel laki-laki = standar deviasi data dari sampel perempuan 4) Membuat Kriteria Uji t Dua Sampel Independen
H0 diterima jika –ttabel≤ thitung≤ ttabel atau sig. ≥ 0.05 Ha diterima jika –ttabel > thitung > ttabel atau sig. < 0.05 5) Membuat Kesimpulan
Jika H0 diterima maka tidak ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin.
Jika Ha diterima maka ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin.
b. Uji U (Mann Whitney)
Uji U digunakan untuk menjawab hipotesis komparatif dengan distribusi data tidak normal, ukuran sampel tidak sama, varians homogen, dan sampel berjumlah besar (>30). Dalam penelitian ini terdapat 12 uji beda (empat variabel independen dengan tiga faktor demografi), maka penulis akan memberikan satu contoh rumusan masalah yaitu:
Apakah ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin?
Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka harus melalui langkah-langkah uji t dua sampel yaitu:
1) Menentukan Hipotesis Nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (Ha) H0: Tidak ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika
dilihat dari jenis kelamin.
Ha: Ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin.
2) Menentukan Risiko Kesalahan (Taraf Signifikan)
Taraf siginifikan atau α (alpha) yang digunakan di dalam penelitian adalah 5% (0.05).
3) Menentukan Zhitung
Uji U dihitung dengan rumus (Sugiyono, 2004:198) sebagai berikut:
√
Tapi sebelum ke menemukan penulis harus mencari terlebih dahulu:
a) Nilai U
Nilai yang dipilih adalah nilai yang terkecil di antara dan . b) Nilai E (U) E (U) =
c) Nilai Var (U)
Var (U) =
Dimana:
= jumlah peringkat sampel laki-laki = jumlah peringkat sampel perempuan = ukuran sampel laki-laki
= ukuran sampel perempuan
= jumlah rangking pada sampel laki-laki = jumlah rangking pada sampel perempuan 4) Menentukan Kriteria Uji U
H0 diterima jika -Ztabel≤ Zhitung≤ Ztabel atau sig. ≥ 0.05 Ha diterima jika -Ztabel > Zhitung > Ztabel atau sig. < 0.05 5) Membuat Kesimpulan
Jika H0 diterima maka tidak ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin.
Jika Ha diterima maka ada perbedaan persepsi konsumen pada produk jika dilihat dari jenis kelamin.
75 BAB IV
GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN
A. Sejarah Perusahaan
Nimco merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pakaian di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2006. Berdirinya Nimco berawal dari pemikiran idealisme pendiri yang ingin menghasilkan produk-produk kreatif, fleksibel, serta bisa mencerminkan gaya hidup anak muda zaman sekarang. Segmentasi pasar Nimco adalah pria dan wanita dengan usia 15 hingga 30 tahun. Dalam menjaga kualitas dan layanan bagi konsumennya, Nimco telah melakukan berbagai pembenahan di bidang manajemen dan mendirikan gudang serta kantor sendiri.
Nimco menyediakan berbagai jenis pilihan pakaian yang dikenakan dari kepala hingga kaki misalnya seperti topi, kaos, kemeja, jaket, celana, sandal, dan sepatu. Selain itu Nimco juga menyediakan kebutuhan konsumen lainnya yang masih berhubungan dengan pakaian seperti gelang, kalung, kaos kaki, tas dan sabuk. Dengan banyaknya jenis produk yang disediakan, Nimco juga menjanjikan akan menghasilkan setiap detail produk dengan kualitas terbaik, serta dirilis dalam jumlah dan penawaran eksklusif dengan harga terjangkau.
Sejak berdirinya Nimco pada tahun 2006, perusahaan ini telah memiliki 114 titik distribusi tersebar di 34 provinsi Indonesia dan terus
bertambah seiring permintaan pasar. Selain itu Nimco juga telah memiliki empat distro (distribution outlet) yang berlokasi di kota Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Malang. Masing-masing dari distro tersebut bernama Nimco Royal Store, Nimco Mega Store, dan Nimco Giant Store.
Nimco Royal Store berdiri pada bulan Agustus tahun 2013 dengan manajemen yang masih ada di dalam satu bagian dengan Nimco Office. Nimco Royal Store terletak di Jl. Cendrawasih no. 25 Demangan Baru, Yogyakarta. Alasan Nimco mendirikan distro pertamanya di lokasi ini adalah karena lokasi ini sudah terkenal dengan lingkungan distro-nya pada persepsi konsumen, sehingga akan mudah bagi Nimco untuk melakukan penetrasi pasar. Promo setiap minggu merupakan salah satu cara Nimco agar tetap mengundang para konsumen yang biasanya akan ramai berkunjung pada hari Sabtu dan Minggu.
B. Visi dan Misi 1. Visi Nimco
Menjadi sebuah perusahaan di bidang industri fashion yang maju dan kreatif dalam menghasilkan setiap desain dan produknya serta mampu bersaing secara optimal di pasar global.
2. Misi Nimco
a. Memasarkan produk berkualitas dan inovatif.
b. Memberikan kepuasan pelanggan, menjaga komitmen dan kepercayaan pelanggan dengan pelayanan terbaik.
c. Memberikan hasil yang terbaik kepada stakeholder (pelanggan, manajemen, karyawan, pemerintah, dan lingkungan) pada tingkat yang optimal.
d. Membangun hubungan yang seimbang dan saling menguntungkan dengan seluruh mitra kerja.
e. Menjadikan Nimco sebagai pilihan utama konsumen khususnya kalangan muda dan segala usia.
C. Struktur Organisasi Nimco Royal Store
Gambar IV.1 Struktur Organisasi General Manager Creative Division Operation Division Finance Division HRD Division Warehouse Division
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Penulis akan memaparkan mengenai karakteristik responden, analisis data, serta pembahasannya di dalam bab ini. Karakteristik responden yang dipaparkan dalam bab ini meliputi usia, jenis kelamin, uang saku, serta dari mana responden mengetahui Nimco Royal Store (teman, keluarga, media sosial, dan diri sendiri). Analisis data dan pembahasan yang dipaparkan di dalam bab ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, heterokedastisitas, dan multikolinearitas), analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, dan uji beda (uji U). Pengolahan data dilakukan dengan IBM SPSS Statistics 16 dan Microsoft Excel 2007.
Instrumen yang digunakan oleh penulis dalam memperoleh data adalah kuesioner. Kuesioner yang telah disusun oleh penulis akan disebarkan kepada responden dengan kriteria konsumen yang sudah pernah minimal satu kali mengunjungi Nimco Royal Store dan sudah pernah minimal satau kali merasakan kinerja promosi penjualan dan pemasaran langsung dan digital Nimco Royal Store. Penyebaran kuesioner sebanyak 100 eksemplar dilakukan di Kampus I Universitas Sanata Dharma, Gedung Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya, Burjo wilayah Pringwulung, Burjo wilayah jalan Bromo, serta Gedung Jogja Expo Center.
A. Karakteristik Responden
Penulis telah membagi karakteristik responden sebagai berikut: 1. Usia
Penulis mengklasifikasikan usia ke dalam dua kelompok yaitu responden dengan usia di bawah atau sama dengan 20 tahun (18-20 tahun) dan responden dengan usia di atas 20 tahun (21-23 tahun).
Grafik V.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Sumber: Microsoft Excel Data Primer (2017)
Kesimpulan yang dapat diambil dari grafik V.1 responden dengan usia di bawah atau sama dengan 20 tahun yaitu lebih besar dengan 51% dibandingkan konsumen yang memiliki usia di atas 20 tahun yaitu sebesar 49%.
2. Jenis Kelamin
Penulis mengklasifikasikan jenis kelamin ke dalam dua kelompok yaitu laki-laki dan perempuan.
≤ 20 tahun > 20 tahun 51%
Grafik V.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Sumber: Microsoft Excel Data Primer (2017)
Berdasarkan grafik V.2 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian adalah laki-laki dengan persentase 62% dibandingkan perempuan dengan persentase 38%.
3. Uang Saku
Penulis mengklasifikasikan uang saku ke dalam dua kelompok yaitu di bawah Rp 1.500.000 dan di atas atau sama dengan 1.500.000.
Grafik V.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Uang Saku
Sumber: Microsoft Excel Data Primer (2017) Perempuan Laki-laki 62% 38% < Rp 1.500.000 ≥ Rp 1.500.000 41% 59%
Kesimpulan yang dapat diambil dari grafik V.3 adalah jumlah responden yang memiliki uang saku di atas atau sama dengan Rp 1.500.000 berjumlah 59%, sementara responden yang memiliki uang saku di bawah Rp 1.500.000 jumlahnya lebih kecil yaitu 41%.
4. Dari Mana Responden Mengetahui Nimco Royal Store
Penulis mengklasifikasikan dari mana responden mengetahui Nimco Royal Store menjadi teman, keluarga, media sosial, dan diri sendiri.
Grafik V.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Dari Mana Responden Mengetahui Nimco Royal Store
Sumber: Microsoft Excel Data Primer (2017)
Berdasarkan grafik V.4 dapat disimpulkan bahwa dari 100 responden penelitian, sebanyak 68% mengetahui Nimco Royal Store dari teman mereka. Sedangkan 14% dari media sosial, 12% dari diri sendiri, dan 6% dari keluarga. Teman Keluarga Media Sosial Diri Sendiri 68% 6% 14% 12%
B. Deskripsi Variabel Penelitian
Persepsi responden terhadap variabel-variabel penelitian diukur dengan 27 butir pernyataan menggunakan skala interval yaitu satu sampai lima. Skala satu menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi sangat tidak baik dengan pernyataan yang diberikan oleh penulis. Skala lima menunjukkan responden memiliki persepsi sangat baik dengan pernyataan yang diberikan penulis. Adapun skala data tersebut sebagai berikut:
Tabel V.1 Skala Variabel Penelitian
Skala Kelas Kategori
1 1.00 – 1.79 Sangat Tidak Baik 2 1.80 – 2.59 Tidak Baik 3 2.60 – 3.39 Netral 4 3.40 – 4.19 Baik 5 4.20 – 5.00 Sangat Baik
Frekuensi data yang didapatkan penulis setelah dilakukannya pengumpulan data dengan kuesioner adalah sebagai berikut:
Tabel. V2 Frekuensi Data Variabel Penelitian Variabel Butir Mean Kategori Total
Mean Keterangan
Produk
P1 4.09 Baik
3.88
Produk Nimco nyaman P2 3.75 Baik Desain produk menarik P3 3.98 Baik Opsi produk bervariasi P4 3.83 Baik Opsi warna bervariasi P5 3.73 Baik Produk saling berkaitan P6 3.76 Baik Informasi karyawan jelas P7 3.98 Baik Karyawan ramah P8 3.97 Baik Karyawan sopan
Harga
H1 3.59 Baik
3.72
Harga produk terjangkau H2 3.84 Baik Harga sesuai kualitas H3 3.67 Baik Banyak opsi harga H4 3.78 Baik Opsi harga memperluas
pilihan konsumen Promosi
Penjualan
PP1 3.54 Baik
3.66 Member card menarik PP2 3.88 Baik Diskon meringankan
PP3 3.68 Baik Diskon tepat waktu PP4 3.55 Baik Kontes menarik
Pemasaran Langsung dan Digital
PLD1 4.01 Baik
3.86
Medsos Nimco sumber terpercaya PLD2 3.91 Baik Promosi diinfokan di
medsos PLD3 3.74 Baik Konten medsos
mengundang berkunjung PLD4 3.77 Baik Konten medsos
menstimulasi minat beli PLD5 3.88 Baik Medsos menggambarkan
ragam produk
Minat Beli
MB1 3.48 Baik
3.47
Memberi perhatian khusus pada tren distro MB2 3.44 Baik Mencari info lebih
tentang Nimco MB3 3.50 Baik Ingin membeli produk
Nimco
MB4 3.38 Netral Lebih memilih Nimco dari pada pesaing MB5 3.41 Baik Yakin dengan kualitas
Nimco MB6 3.66 Baik Yakin Nimco dapat
memenuhi kebutuhan Sumber: Data Primer (2017)
Berdasarkan tabel V.2 maka dapat disimpulkan: 1. Variabel Produk
Persepsi konsumen terhadap produk Nimco Royal Store masuk dalam kateogori baik karena mean dari delapan butir pernyataan variabel produk adalah 3.88. Berarti produk Nimco Royal Store adalah produk yang nyaman digunakan, memiliki desain dan warna yang menarik, bervariasi, berkaitan antara satu dengan yang lainnya, serta pelayanan yang baik dari karyawan Nimco Royal Store.
2. Variabel Harga
Persepsi konsumen terhadap harga produk-produk Nimco Royal Store masuk dalam kateogori baik karena mean dari variabel harga adalah 3.72. Berarti harga produk-produk Nimco Royal Store terjangkau, sesuai dengan kualitas yang diberikan, serta banyaknya pilihan harga dapat memperluas pilihan konsumen.
3. Variabel Promosi Penjualan
Persepsi konsumen terhadap promosi penjualan Nimco Royal Store masuk dalam kateogori baik karena mean dari variabel promosi adalah 3.66. Berarti promosi penjualan Nimco Royal Store menarik untuk dimanfaatkan, meringankan konsumen, dan berada di kurun waktu yang tepat.
4. Variabel Pemasaran Langsung dan Digital
Persepsi konsumen terhadap pemasaran langsung dan digital Nimco Royal Store masuk dalam kateogori baik karena mean dari variabel pemasaran langsung dan digital adalah 3.86. Berarti pemasaran langsung dan digital Nimco Royal Store merupakan sumber informasi terpercaya, mengundang konsumen untuk berkunjung, serta menstimulasi minat beli konsumen.
5. Variabel Minat Beli
Persepsi konsumen terhadap minat beli pada produk-produk Nimco Royal Store masuk dalam kateogori baik karena mean dari variabel minat beli adalah 3.47. Berarti konsumen memperhatikan perkembangan tren distro seperti pada Nimco Royal Store, mencari informasi, ingin untuk membeli, dan percaya akan kualitas yang ditawarkan.
C. Analisis Kuantitatif 1. Uji Validitas
Nilai rhitung dari uji validitas akan dibandingkan dengan rtabel dari korelasi Product Moment (Pearson). Dalam uji validitas ini, suatu pernyataan dikatakan valid bila rhitung lebih besar dari rtabel. Cara untuk menentukan rtabel adalah df (degree of freedom) = n - 2, berarti df = 30 - 2 = 28 karena dalam uji validitas ini menggunakan 30 responden terlebih dahulu. Dengan begitu rtabel 28 dengan α=5% adalah 0.361.
Tabel V.3 Hasil Uji Validitas Variabel Produk Variabel Butir Pernyataan rhitung rtabel Keterangan Sebelum Sesudah Produk P1 .410 .418 .361 Valid P2 .161 - .361 Tidak Valid P3 .402 .382 .361 Valid P4 .378 .377 .361 Valid P5 .441 .409 .361 Valid P6 .579 .577 .361 Valid P7 .693 .724 .361 Valid P8 .559 .598 .361 Valid P9 .550 .564 .361 Valid Harga H1 .500 - .361 Valid H2 .504 - .361 Valid H3 .545 - .361 Valid
H4 .486 - .361 Valid Promosi Penjualan PP1 .487 - .361 Valid PP2 .459 - .361 Valid PP3 .486 - .361 Valid PP4 .683 - .361 Valid Pemasaran Langsung dan Digital PLD1 .418 - .361 Valid PLD2 .446 - .361 Valid PLD3 .646 - .361 Valid PLD4 .586 - .361 Valid PLD5 .544 - .361 Valid Minat Beli MB1 .623 .641 .361 Valid MB2 .134 - .361 Tidak Valid MB3 .725 .694 .361 Valid MB4 .562 .564 .361 Valid MB5 .640 .607 .361 Valid MB6 .617 .653 .361 Valid MB7 .566 .601 .361 Valid
Sumber: Hasil Data Primer (2017) Berdasarkan tabel V.3 dapat disimpulkan:
a. Variabel Produk
Butir pernyataan P2 variabel produk dinyatakan tidak valid karena rhitung < rtabel sehingga tidak dapat digunakan dalam penelitian. Butir pernyataan lainnya valid karena rhitung > rtabel.
b. Variabel Harga
Seluruh butir pernyataan variabel harga dinyatakan valid karena rhitung > rtabel.
c. Variabel Promosi Penjualan
Seluruh butir pernyataan variabel promosi penjualan dinyatakan valid karena rhitung > rtabel.
d. Variabel Pemasaran Langsung dan Digital
Seluruh butir pernyataan variabel pemasaran langsung dan digital dinyatakan valid karena rhitung > rtabel.
e. Variabel Minat Beli
Butir pernyataan MB2 variabel minat beli dinyatakan tidak valid karena rhitung < rtabel sehingga tidak dapat digunakan dalam penelitian. Sementara butir pernyataan lainnya dianggap valid karena rhitung > rtabel.
1. Uji Reliabilitas
Alpha Cronbach’s merupakan metode uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini. Di dalam Alpha Cronbach’s, suatu instrumen penelitian dapat dinyatakan lolos uji reliabilitas jika Alpha Cronbach’s > 0.6.
Tabel V.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian Variabel Cronbach’s Alpha Jumlah Butir
Pernyataan Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
P .792 .775 9 8
H .710 - 4 4
PP .735 - 4 4
PLD .756 - 5 5
MB .844 .804 7 6
Berdasarkan tabel V.4 dapat disimpulkan: a. Variabel Produk
Variabel produk dinyatakan reliabel karena Cronbach’s Alpha variabel produk lebih besar dari 0.60 yaitu 0.792 dengan delapan butir pernyataan.
b. Variabel Harga
Variabel harga dinyatakan reliabel karena Cronbach’s Alpha variabel harga lebih besar dari 0.60 yaitu 0.710 dengan empat butir pernyataan.
c. Variabel Promosi Penjualan
Variabel promosi penjualan dinyatakan reliabel karena
Cronbach’s Alpha variabel promosi penjualan lebih besar dari 0.60 yaitu 0.735 dengan empat butir pernyataan.
d. Variabel Pemasaran Langsung dan Digital
Variabel pemasaran langsung dan digital dinyatakan reliabel karena Cronbach’s Alpha variabel pemasaran langsung dan digital lebih besar dari 0.60 yaitu 0.756 dengan lima butir pernyataan. e. Variabel Minat Beli
Variabel minat beli dinyatakan reliabel karena Cronbach’s Alpha variabel minat beli lebih besar dari 0.60 yaitu 0.844 dengan enam butir pernyataan.
2. Analisis Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Kolmogrov-Smirnov of Fit Test (uji K-S). Uji normalitas dilakukan untuk menemukan apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak, karena salah satu syarat model regresi linier berganda yang baik adalah nilai residual terdistribusi normal. Syarat dari uji normalitas adalah nilai signifikansi uji K-S > 0.05 dan jika dilakukan uji P-P Plot maka persebaran titik-titik akan mengikuti garis.
Tabel V.5 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 30
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 2.35557974 Most Extreme Differences Absolute .109 Positive .109 Negative -.064 Kolmogorov-Smirnov Z .595
Asymp. Sig. (2-tailed) .871
Grafik V.5 P-P Plot Uji Normalitas
Sumber: Data Primer (2017)
Berdasarkan tabel V.9 dapat disimpulkan bahwa nilai residual yang terdapat dalam variabel penelitian terdistribusi dengan normal karena angka signifkansi uji K-S lebih besar dari 0.05 yaitu 0.840.
Berdasarkan grafik V.5 dapat disimpulkan bahwa nilai residual yang terdapat dalam variabel penelitian terdistribusi dengan normal karena persebaran data mengikuti garis P-P Plot.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan untuk menemukan ada tidaknya korelasi yang tinggi antar variabel bebas penelitian. Salah satu syarat regresi yang baik adalah tidak terdapatnya korelasi yang tinggi antar variabel bebas penelitian. Syarat untuk menyatakan ada tidaknya korelasi yang tinggi antar variabel bebas penelitian adalah dengan
melihat nilai VIF (Variance Inflation Factor). Jika VIF di bawah angka 10 maka tidak ada korelasi yang tinggi antar variabel bebas penelitian. Jika VIF di atas 10 maka terdapat korelasi yang tinggi antar variabel bebas penelitian.
Tabel V.6 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) P .812 1.231 H .694 1.441 PP .501 1.997 PLD .502 1.993 Sumber: Data Primer (2017)
Berdasarkan tabel V.6 dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang tinggi antar variabel bebas penelitian karena nilai VIF tidak ada yang mendekati angka 10.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menemukan ada tidaknya kesamaan varians pada nilai residual variabel penelitian. Salah satu syarat model regresi linier berganda yang baik adalah ada kesamaan varians pada nilai residual variabel penelitian dengan dilakukan uji scatter-plots, jika titik-titik tersebar secara acak maka terjadi homokedastisitas atau adanya kesamaan varians pada variabel penelitian.
Grafik V.6 Scatter-plots Uji Heterosdekastisitas
Sumber: Data Primer (2017)
Jika dilihat grafik V.6 dapat disimpulkan bahwa terjadi homokedastisitas karena titik-titik tersebar secara acak dan tidak membentuk pola khusus.
D. Hasil Analisis Data
1. Analisis Regresi Liniear Berganda
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda yang dilakukan dengan SPSS 16 ditemukan:
Tabel V.7 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.204 2.950 .747 .457 P .326 .076 .397 4.302 .000 H .358 .147 .225 2.442 .016 PP .045 .148 .031 .303 .763 PLD .132 .116 .109 1.135 .259
Sumber: Data Primer (2017)
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada tabel V.7 dapat diperoleh persamaan regresi:
Y = 2.204 + 0.326X1 + 0.358X2 + 0.045X3 + 0.132X4
2. Uji F (Uji Simultan)
Uji simultan ditentukan dengan membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel. Cara menentukan Ftabel adalah dengan menemukan df1 (N1) dan df2 (N2) yang akan menjadi acuan dalam melihat nilai Ftabel pada tabel F.
df1 = k – 1
Dimana:
k = jumlah variabel penelitian
n = ukuran sampel penelitian
Tahap-tahap melakukan uji F adalah sebagai berikut:
a. Menentukan Hipotesis Nol (H0) dan Hipotesis Alternatif (Ha)
H0: Tidak ada pengaruh simultan dari persepsi konsumen pada produk, harga, promosi penjualan, serta pemasaran langsung dan digital terhadap minat beli.
Ha: Ada pengaruh secara simultan dari persepsi konsumen pada produk, harga, promosi penjualan, serta pemasaran langsung dan digital terhadap minat beli.
b. Menentukan Risiko Kesalahan (Taraf Signifikan)
Taraf siginifikan atau α (alpha) yang digunakan di dalam penelitian adalah 5% (0.05).
c. Menentukan Fhitung
Tabel V.8 Hasil Uji F (Uji Simultan) ANOVAb
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 445.350 4 111.338 10.815 .000a
Residual 977.960 95 10.294 Total 1423.310 99
d. Menentukan Kriteria Uji F
Ho diterima jika nilai atau sig. ≥ 0.05 Ha diterima jika nilai atau sig. < 0.05 e. Membuat Kesimpulan
Ha diterima maka ada pengaruh simultan dari persepsi konsumen pada produk, harga, promosi penjualan, serta pemasaran langsung dan digital berpengaruh secara simultan terhadap minat beli karena 10.815 > 2.47.
3. Uji t (Uji Parsial)
Tabel V.9 Hasil Uji t Dua Sisi Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.204 2.950 .747 .457 P .326 .076 .397 4.302 .000 H .358 .147 .225 2.442 .016 PP .045 .148 .031 .303 .763 PLD .132 .116 .109 1.135 .259
Sumber: Data Primer (2017)
Uji t ditentukan dengan membandingkan antara thitung dengan ttabel. Cara untuk menemukan ttabel adalah dengan menentukan df yang dijadikan acuan menentukan nilai ttabel pada tabel t.
Dimana:
n = ukuran sampel penelitian
k = jumlah variabel bebas penelitian
Berdasarkan tabel V.9 dapat ditarik kesimpulan mengenai pengaruh