HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Uji T-Test
Hipotesis penelitian ini adalah “ Penggunaan Metode Tebak Kata dapat mengetahui hasil belajar bahasa Indonesia murid kelas IV SDN 186 Mannyaha, Kecematan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai. Untuk pengujian hipotesis di atas, terlebih dahulu disajikan data hasil belajar bahasa Indonesia, baik pretest dan
posttest. Hasil uji akan diuraikan di bawah ini.
Rumus yang digunakan adalah;
t =
∑ ( )
1. Tabel.10 ( lampiran V ) Menentukan “Mean dari perbedaan antara pretest dan posttest”. : Md
=
∑=
= 172. Menentukan/mencari “Jumlah kuadrat deviasi” dengan menggunakan rumus: ∑ = ∑ (∑ )
= 7200 (340) 20 = 7200 11560020
= 1420 3. Menentukan niai t Hitung
t =
∑ ( )t =
( )t =
t =
t =
√ ,t =
,t = 8,80
4.
Menentukan nilai t TabelUntuk mencari t Tabel peneliti menggunakan table distribusi t dengan taraf signifikan = 0,05 dan . = 1 = 20 – 1 = 19 maka diperoleh t 0,05 = 1,72
Setelah diperoleh tHitung= 8.80 dan tTabel = 1,72 maka diperoleh tHitung > tTabel atau 8,80 > 1,72. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti bahwaada pengaruh Penggunaan Metode Tebak Kata terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 186 Mannyaha , Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai.
Menurut Aqib, (2013) “Metode pembelajaran Tebak Kata adalah metode pembelajaran penyampaian materi ajar dengan menggunakan kata-kata singkat dalam bentuk permainan sehingga peserta didik dapat menerima pesan pembelajaran melalui kartu”. Metode pembelajaran Tebak Kata ini dilaksanakan dengan cara peserta didik menjodohkan kartu soal teka-teki dengan kartu jawaban yang tepat. Selain peserta didik menjadi tertarik untuk belajar juga memudahkan dalam menanamkan konsep pelajaran dalam ingatan peserta didik. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode tebak kata adalah pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik tertarik dan menjadi berminat untuk belajar dan memudahkan dalam menanamkan konsep dalam ingatan peserta didik.
Faridawati, (2011:18) mengemukakan bahwa , Hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi peserta didik dan dari sisi pendidik”. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif dan psikomotor.
Dalam hal ini dapat diuraikan adanya Metode Tebak Kata dapat dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar adalah adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki murid setelah ia menerima pengalaman belajarnya atau perubahan tingkah
laku dari belum dapat melakukan sesuatu yang dapat dilakukan ukuran yang menyatakan taraf kemampuan berupa penguasaan konsep, keterampilan, dan sikap yang dicapai siswa sebagai hasil dari sesuatu yang dipelajari selama waktu tertentu. solusi yang baik untuk membantu murid meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut di atas, pada kenyataannya secara umum
murid kelas IV SD 186 Mannyaha Kecematan Sinjai Borong Kabuaten Sinjai yang menjadi sampel penelitian ini memiliki hasil belajar bahasa Indonesia berada pada tingkat yang masih kurang pada saat diberikan Pretest atau sebelum diberikan perlakuan penggunaan Metode Tebak Kata.
Hasil penelitian terhadap 20 murid sebelum diberikan perlakuan berupa Metode Tebak Kata menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar bahasa Indonesia murid kelas IV berada pada kategori tinggi. Adapun cici-ciri kurangnya hasil belajar bahasa Indonesia yang secara umum adalah tidak pernah mengajukan pertanyaan, lambat dalam memberikan jawaban/tidak mampu menanggapi suatu peristiwa, bersikap pasif ketika diminta mengemukakan pendapat, kurang aktif dalam proses Tanya jawab, tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam tes, tidak tenang dan sering mengganggu temannya pada saat belajar. Namun setelah diberikan Metode Metode Tebak Kata hasil belajar bahsa Indonesia murid kelas IV mengalami peningkatan.
Dalam proses penelitian ini murid diberikan berupa Metode Metode Tebak Kata yang terdiri dari 4 kali pertemuan yang sudah termaksud pretest dan posttest dengan materi sama dengan murid dengan merefleksikan pelatihan Metode Tebak Kata sehingga diharapkan setelah melakukan kegiatan ini murid dapat belajar dengan baik.
Berdasarkan hasil pengelolahan data sebelumnya menujukkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SDN 186 Mannyaha Kecamatan Sinjai Borong
Kabupaten Sinjai . sebelum diterapkannya dapat dikatakan masih tergolong Rendah, hal ini sesuai dengan hasil (Pretest) yang terdapat bahwa pada kategori Sangat tinggi hanya terdapat 1 orang siswa yang mampu mencapai nilai Tuntas dengan kata lain 5%, sedangkan untuk kategori tinggi hanya terdapat 2 orang siswa dengan persentase 10%, kemudian untuk kategori Sedang terdapat 4 orang siswa dengan persentase 20%, dan pada kategori Rendah terdapat 6 orang siswa dengan persentase 30% sedangkan untuk kategori Sangat kurang terdapat 7 orang siswa dengan persentase 35%. Jika kategori-kategori tersebut dimasukkan ke dalam ketuntasan hasil belajar, maka akan diperoleh bahwa dari 20 jumlah keselurahan siswa kelas IV SDN 186 Mannyaha Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai. Hanya ada 7 orang siswa yang mampu mencapai nilai tuntas sedangkan yang lainnya yaitu 13 orang siswa berada pada kategori nilai belum tuntas atau berada di bawah nilai KKM yaitu 70.
Selanjutnya hasil analisis data hasil belajar siswa setelah memberikan perlakuan menunjukkan bahwa terdapat 16 siswa atau 80% siswa mencapai ketuntasan sedangkan siswa yang tidak mencapai ketuntasan minimal atau individu sebanyak 4 siswa atau 20% Hal ini berarti bahwa pemberian perlakuan dapat membantu siswa untuk mencapai ketuntasan klasikal.
Dan setelah diberikan perlakuan, maka diketahui bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SDN 186 Mannyaha Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai mengalami peningkatan. Hal ini sesuai dengan hasil postest. Terdapat bahwa pada
ketegori hasil belajar Sangat tinggi terdapat 6 orang siswa dengan persentase 30%, sementara pada kategori Tinggi berjumlah 6 siswa dengan persentase 30%, untuk kategori Sedang terdapat 4 orang siswa dengan persentase 20% Dan untuk kategori Rendah terdapat 2 siswa dengan persentase 10%. Sedangkan kategori Sangat Rendah masih terdapat 2 siswa dengan persentase 10%.
Berdasakan hasil analisis data inferensial dengan uji-t untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan tebak kata terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SDN 186 Mannyaha Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinja. Diperoleh nilai t-test sebesar 8,80 yang disebut sebagai thitung selanjutnya nilai thitung tersebut dikonsultasikan dengan ttabel dengan derajat kebebasan (db) pada keseluruhan distribusi yang diteliti dengan rumus db=N. Oleh karena jumlah keseluruhan siswa yang menjadi sampel pada penelitian ini sebanyak 20 siswa, maka db-nya 20. Sehingga nilai yang diperoleh pada ttabel yaitu 1,72 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian kesimpulannya adalah bahwa nilai thitung > tabe l maka H0 ditolak dan menerima Ha , yang artinya ada pengaruh penggunaan tebak kata terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SDN 186 Mannyaha Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai Tahun Ajaran 2018.
Hasil diatas dapat menujukkan bahwa jika dengan diterapkannya metode perlakuan pada penggunaan tebak kata secara terus-menerus oleh guru maka tidak menutup kemungkinan hasil belajar Bahasa kelas IV SDN 186 Mannyaha Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai akan semakin meningkat. Sebagaimana hal ini sejalan dengan pernyataan Susilowati & Aisyah (2011). Dengan demikian,
hipotesis dari penelitian ini yang menyatakan terdapat pengaruh penggunaan tebak kata terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SDN 186 Mannyaha Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai diterima.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Misnawati (2009), yakni dengan judul “Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Tebak Kata terhadap Mata Pelajaran Sains Materi Bumi dan Alam Semesta untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII MTS Pasir Putih” hasil penelitian Saudari Minasawati menunjukkan motivasi belajar siswa semakin meningkat.
Serta penelitian yang dilakukan oleh oleh Doni Harfiyanto (2011), dengan judul”perbedaan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran permainan tebak kata dengan metode ceramah bervariasi pada bidang studi IPS Sejarah VIII Siswa SMPN 1 Sinjai Borong Kabupaten Sinjai Tahun pelajaran 2011’’ menyatakan bahwa permainan Tebak Kata dapat meningkatkan hasil belajar siswa ada mata pelajaran IPS Sejarah. Penelitian ini menghasilkan nilai rata-rata hasil post-tes kelas eksperimen 8,16 dan kelas control 7,65. Sehingga dapat di simpulkan ada perbedaan hasil belajar antara kelas yang diberi pembelajaran dengan metode permainan Tebak Kata Dengan kelas yang diberikan pembelajaran dengan metode cermah.
Penelitian yang dilakukan oleh Angen Melia Pertiwi (2012) yang bejudul penerapan permainan Tebak Kata untuk meningkatan kemamuan berbicara bahasa arab siswa kelas VII MTS Pasir Putih”terdapat 4 siklus. pada kemampuan berbicara
siswa setelah dilaksanakan pembelajaran bahasa Arab menggunakan kartu tebak kata mengalami peningkatan yang cukup pada siklus 1, dan ada siklus II peningkatan lebih baik lagi dari siklus I. Permainan Kartu Tebak membuktikan bahwa pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan media ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Penggunaan Metode Tebak Kata pada mata pelajaran bahasa Indonesia menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan mengajarkan yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Jadi penggunaan Metode Tebak Kata berpengaruh positif terhadap hasil belajar murid.
BAB V