• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Penelitian

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

G. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Penelitian

Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2000). Uji validitas menggunakan validitas isi dan validitas tampang terhadap skala harga diri dan skala berpikir positif. Validitas isi menujukkan sejauh mana aitem-aitem pada skala mencakup keseluruhan kawasan

isi yang hendak diukur. Sedangkan validitas tampang menunjukkan sejauh mana suatu skala bertampang mengukur konstruk tertentu (Azwar, 2000). Uji validitas kedua skala adalah sebagai berikut:

a. Skala Harga Diri

Uji validitas tampang dilakukan dengan memberikan skala harga diri yang sudah disusun oleh peneliti kepada 3 siswa dan 3 siswi SMA untuk melihat apakah pernyataan-pernyataan dalam skala harga diri tersebut sudah dimengerti oleh anak SMA. Dalam hal ini juga dilihat pemakaian tata bahasanya. Peneliti melihat bahwa uji validitas tampang perlu dilakukan oleh subjek dikarenakan nantinya yang akan mengerjakan skala tersebut adalah subjek. Jadi yang bisa memberikan informasi bahwa skala tersebut bertampang mengukur konstruk tertentu adalah subjek. Sedangkan uji validitas isi dilakukan oleh profesional judgment yaitu dosen pembimbing skripsi.

b. Skala Berpikir positif

Uji validitas isi dan tampang pada skala berpikir positif dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Situasi dan respon dalam skala berpikir positif disusun oleh 6 orang anak SMA yang terdiri dari 3 perempuan dan 3 laki-laki. Hal ini dilakukan dengan alasan subjek adalah orang yang memahami permasalahan yang terjadi pada masa remaja.

b. Pernyataan situasi dan respon yang telah disusun kemudian diberikan kepada 6 orang anak SMA yang terdiri dari 3 perempuan

dan 3 laki-laki. Langkah ini ditempuh untuk mengklarifikasi pemahaman anak-anak SMA pada setiap pernyataan.

c. Pernyataan yang telah direvisi oleh 6 anak tersebut kemudian diberikan kepada 3 perempuan dan 3 laki-laki yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi yang memahami kontruksi tes untuk diteliti apakah respon dari setiap situasi telah mengandung pernyataan positif dan negatif.

2) Seleksi Item

a. Skala harga diri

Uji kesahihan item menggunakan korelasi aitem total dengan program SPSS Versi 17.0 for windows. Untuk mengambil item-item yang sahih ditetapkan batasan ≥ 0,30 karena item yang mencapai koefisien minimal 0,30 daya bedanya dianggap memuaskan (Azwar, 2000). Item yang memiliki indeks daya diskriminasi kurang dari 0,30 dinyatakan gugur. Seleksi item menghasilkan 54 aitem sahih dengan koefisien korelasi > 0,30.

Item-item yang sahih meliputi 6 item untuk indikator penampilan fisik, 6 item untuk indikator kemampuan akademik, 3 aitem untuk kemampuan atletik, 8 item untuk indikator penerimaan sosial, 10 item untuk indikator tata perilaku, 8 item untuk indikator kompetensi pekerjaan, 5 item untuk indikator daya tarik romantik, dan 8 aitem

untuk indikator persahabatan karib. Blue print skala harga diri setelah seleksi item dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 6

Aitem-aitem skala harga diri setelah seleksi aitem

Indikator Nomor Item JumlahItem

Favorabel Unfavorabel Penampilan fisik 2, 12, 22, 40 38, 45 6 Kemampuan 6, 27, 30, akademik 33, 48, 52 6 Kemampuan 3, 18, 23 3 atletik Penerimaan 13, 26, 29, 46 9, 25, 41, 54 8 sosial Tata perilaku 4, 17, 24, 36 1, 11, 31, 43, 50, 53 10 Kompetensi 8, 15, 39, 51 19, 35, 47, 49 8 pekerjaan Daya tarik 20 10, 32, 34, 44 5 romantik Persahabatan 5, 14 7, 16, 21, karib 28, 37, 42 8

Jumlah item total 54

b. Skala berpikir positif

Uji kesahihan skala berpikir positif dilakukan dengan metode expert judgment. Peneliti meminta 6 orang mahasiswa Fakultas Psikologi yang terdiri dari 3 perempuan dan 3 laki-laki untuk melakukan penilaian. Penilaian ini melihat apakah item yang ditulis

sudah sesuai blue print, melihat apakah item-item yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan yang benar dan melihat apakah item-item yang ditulis masih mengandung sosial desirability yang tinggi. Metode ini ditempuh oleh peneliti dengan alasan bahwa item-item skala berpikir positif merupakan item-item dikotomi yang hanya mempunyai dua pilihan jawaban positif dan negatif sehingga apabila dianalisis menggunakan data empiris maka akan banyak item yang gugur. Langkah-langkah penilaiannya sebagai berikut:

1) Peneliti memberikan skala berpikir positif kepada 6 orang yang sebelumnya sudah diberi penjelasan mengenai teori berpikir positif.

2) Peneliti meminta 3 orang penilai yaitu mahasiswa psikologi yang memahami kontruksi tes untuk melakukan penilaian mulai dari nomor item atas sedangkan 3 orang lainnya diminta untuk menilai dari nomor item bawah. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek kelelahan dan kebosanan dari penilai.

3) 6 orang penilai tersebut diminta untuk memberikan penilaian dengan memberikan tanda (9) pada kolom sangat baik, baik, tidak baik, dan sangat tidak baik.

4) Hasil penilaian dari 6 orang tersebut kemudian dianalisis oleh peneliti dengan menggugurkan item-item yang mendapatkan respon tidak baik dan sangat tidak baik sehingga item yang dianggap sahih hanya item yang mendapat respon sangat baik

dan baik oleh minimal 4 orang dari 6 orang penilai. Untuk hasil penilaian dapat dilihat pada lampiran.

Dari uji kesahihan aitem skala berpikir positif didapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel 7

Aitem-Aitem Skala Berpikir Positif Setelah Seleksi Aitem

Aspek Nomor Item Jumlah Item

Optimisme 2, 3, 5, 8, 10, 13, 15, 18, 21, 24, 27, 29, 32, 34, 36, 20 38, 40, 42, 43, 44 Affirmasi diri 1, 7, 12, 17, 20, 23, 26, 10 30, 33, 37 Memandang segala 4, 6, 9, 11, 14, 16, 19, 22,

sesuatu dari segi positif 25, 28, 31, 35, 39, 41 14

Jumlah Item Total 44

3. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2000). Peneliti menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach. Reliabilitas ditunjukkan dengan angka atau koefisien yang berkisar antara 0 dan 1. Reliabilitas kedua skala adalah sebagai berikut:

a. Skala harga diri

Reliabilitas skala harga diri dihitung dengan menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach pada program SPSS versi 17.0 for windows. Koefisien reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,929. Nilai koefisien tersebut menunjukkan bahwa reliabilitas skala harga diri tinggi.

b. Skala berpikir positif

Reliabilitas skala berpikir positif dihitung dengan menggunakan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach pada program SPSS versi 17.0 for windows. Koefisien reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,831. Nilai koefisien tersebut menunjukkan bahwa skala berpikir positif tersebut reliabel.

Dokumen terkait