• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.2 Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kevalidan kuesioner. Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi alat ukurnya (Saiffudin Azwar, 2000).

Valid artinya data-data yang diperoleh dengan penggunaan instrument dapat menjawab tujuan penelitian.

Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 16 dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika rhitung positif atau rhitung > rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.

2) Jika rhitung negatif atau rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.

Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Butir1 37.8000 44.993 .390 .871 Butir2 37.8667 45.706 .401 .869 Butir3 37.6667 45.678 .427 .867 Butir4 38.0000 46.759 .418 .867 Butir5 38.0667 46.892 .386 .869 Butir6 38.2667 43.168 .692 .855 Butir7 38.3000 44.700 .534 .862 Butir8 37.9333 44.685 .589 .860 Butir9 38.0000 43.172 .682 .855 Butir10 37.9667 42.930 .636 .857 Butir11 37.9667 43.757 .679 .856 Butir12 38.0333 44.447 .628 .859 Butir13 38.4000 43.352 .519 .864 Butir14 38.1333 44.878 .406 .870 Butir15 37.8667 45.085 .493 .864

Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2012.

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan valid, hal ini dapat dilihat dari rhitung pada corrected item total correlation yang pada keseluruhan butir lebih besar dari rtabel (0,361).

4.2.2.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabiltas adalah suatu indek yang menunjukkan sejauh mana hasil suatu penelitian pengukur dapat dipercaya (Saiffudin Azwar, 2000). Hasil pengukuran dapat dipercaya atau reliable hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama, selama aspek yang diukur dalam dari subjek memang belum berubah.

Adapun cara yang digunakan untuk menguji reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus koefisien Cronbach Alpha (Saiffudin Azwar, 2000).

Untuk mengetahui kuesioner tersebut sudah reliabel akandilakukan

pengujian reliabilitas kuesioner dengan bantuan komputer program “SPSS 16.0 for Windows”.

Kriteria penilaian uji reliabilitas adalah :

a. Kuesioner tersebut reliabel, apabila hasil koefisien Cronbach Alpha lebih besar dari taraf signifikansi 60% atau 0,6 (Ghozali, 2005: 41-42).

b. Kuesioner tersebut tidak reliable, apabila hasil koefisien Cronbach Alpha lebih kecil dari taraf signifikansi 60% atau 0,6 (Ghozali, 2005: 41-42).

Tabel 4.10 Hasil Pengujian Reliabilitas

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.871 15

Sumber : hasil pengolahan SPSS (2012).

Pada pertanyaan dengan tingkat signifikansi 5% diketahui bahwa koefisien alpha adalah sebesar 0,871. Ini berarti 0,871 > 0,60 sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responden untuk dapat dijadikan sebagai instrumen penelitian ini.

Penyebaran uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan di fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara di luar sampel penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. 4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel kualitas produk, harga dan iklan secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian Honda. Analisis dilakukan dengan bantuan SPSS versi 16 dengan menggunakan metode enter. Metode enter digunakan untuk analisis regresi agar dapat mengetahui apakah variabel independent mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependent, dengan cara seluruh variabel akan dimasukkan ke dalam analisis. Selanjutnya dijelaskan pada Tabel 4.11 berikut ini:

Tabel 4.11 Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Iklan, Harga,

Kualitas Produka . Enter a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Pada tabel 4.11 (Variables Entered/Removedb) menunjukkan hasil analisis statistik yaitu sebagai berikut :

a. Variabel yang dimasukkan ke dalam persamaan adalah variabel independent yaitu (X1,X2, X3) berupa kualitas produk, harga dan iklan. b. Tidak ada variabel independent yang dikeluarkan (removed).

c. Metode yang digunakan untuk memasukkan data yaitu metode enter. Cara menginterpretasikan seberapa baik model yang dipilih adalah sebagai berikut :

4.2.3.1 Koefisien Determinan (R2)

Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pengaruh variabel-variabel bebas terhadap

variabel terikatnya.

Nilai koefisien determinasi untuk variabel bebas lebih dari 2 digunakan R Square, sebagai berikut :

Tabel 4.12 Koefisien Determinan (R2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .577a .333 .299 .91645

a. Predictors: (Constant), Iklan, Kualitas Produk, Harga b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS versi 16 dapat diketahui bahwa :

a. R2 = 0,577 berarti hubungan antara kualitas produk, harga dan iklan sebagai variabel bebas terhadap variabel terikat yakni keputusan pembelian sepeda motor Honda pada mahasiswa manajemen ekstensi angkatan 2009 Universitas Sumatera Utara sebesar 57,7%. Hal ini menunjukkan hubungan antar variabel cukup erat.

b. R Square = 0,333 berarti 33,3% faktor-faktor keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kualitas produk, harga dan iklan, sedangkan sisanya yaitu 66,7% keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.2.4 Pengujian Asumsi Klasik

Suatu model regresi yang baik harus bebas dari masalah penyimpangan terhadap asumsi klasik. Berikut ini adalah pengujian terhadap asumsi klasik dalam model regresi :

4.2.4.1 Pengujian Normalitas

Pengujian normalitas dilakukan terhdap residual regresi. Pengujian dilakukan dengan menggunakan grafik P-P Plot. Data yang

normal adalah data yang membentuk titik-titik yang menyebar tidak jauh dari garis diagonal. Hasil analisis regresi linier dengan grafik normal P-P Plot terhadap residual error model regresi diperoleh sudah menunjukkan adanya pola grafik yang normal, yaitu adanya sebaran titik yang berada tidak jauh dari garis diagonal.

Sumber : hasil pengolahan SPSS (2012)

Gambar 4.1 Hasil Pengujian Normalitas

Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa titik-titik berada tidak jauh dari garis diagonal. Hal ini berarti bahwa model regresi tersebut sudah berdistribusi normal.

4.2.4.2 Pengujian Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan Scatter Plot. Jika tidak terdapat variabel yang signifikan maka dapat disimpulkan tidak adanya masalah heteroskedastisitas.

Hasil pengujian pada lampiran sebagaimana juga pada Gambar 4.2 berikut ini:

Sumber : hasil pengolahan SPSS (2012)

Gambar 4.2 Scatterplot (Hasil Pengujian Heteroskedastisitas)

Hasil pengujian heteroskedastisitas menunjukkan tidak terdapat pola yang jelas dari titik-titik tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa model regresi tidak memiliki gejala adanya heteroskedastisitas, yang berarti bahwa tidak ada gangguan yang berarti dalam model regresi ini.

4.2.4.3 Pengujian Multikolinieritas

Suatu variabel menunjukkan gejala multikolinieritas bisa dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Factor) yang tinggi pada variabel-variabel bebas suatu model regresi. Nilai VIF yang lebih besar dari 10 menunjukkan adanya gejala multikolinieritas dalam model regresi.

Hasil pengujian multikolinieritas dengan nilai VIF adalah sebagai berikut :

Tabel 4.13 Hasil Pengujian Multikolinieritas

Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 Kualitas Produk .994 1.006 Harga .970 1.031 Iklan .971 1.029

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber : hasil pengolahan SPSS (2012)

Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua variabel yang digunakan sebagai prediktor model regresi menunjukkan nilai VIF yang cukup kecil, dimana semuanya berada di bawah 10 dan nilai tolerance lebih dari 0,1. Hal ini berarti bahwa variabel-variabel bebas yang digunakan dalam penelitian tidak menunjukkan adanya gejala

multikolinieritas, yang berarti bahwa semua variabel tersebut dapat digunakan sebagai variabel yang saling independen.

4.2.5 Pengujian Hipotesis

4.2.5.1 Uji Signifikan Simultan/ Uji Serentak (Uji-F)

Uji F untuk menunjukkan apakah semua variabel bebas yaitu X1, X2, X3 berupa kualitas produk, harga dan iklan yang dimasukkan pada model mempunyai pengaruh bersama-sama terhadap variabel terikat yaitu Y berupa keputusan pembelian sepeda motor Honda pada

mahasiswa manajemen ekstensi angkatan 2009 Universitas Sumatera Utara.

Kriteria Pengambilan Keputusan yaitu:

H0 diterima apabila Fhitung < Ftabelpada α = 10% H0 ditolak apabila Fhitung > Ftabelpada α = 10%

Tabel 4.14 Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 24.765 3 8.255 9.829 .000a

Residual 49.553 59 .840

Total 74.317 62

a. Predictors: (Constant), Iklan, Kualitas Produk, Harga b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Pada tabel 4.14 hasil uji-f, memperlihatkan bahwa nilai Fhitung

adalah 9,829 dengan tingkat signifikan 0,000. Sedangkan, nilai Ftabel pada tingkat signifikan 90% (α = 0,10) adalah 2,18 dengan begitu Ha

diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk, harga dan iklan secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada mahasiswa manajemen ekstensi angkatan 2009 Universitas Sumatera Utara.

4.2.4.2 Uji Parsial/Uji Individu (Uji t)

Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial variabel independen (kualitas produk, harga, iklan) terhadap variabel

dependen (keputusan pembelian sepeda motor Honda pada mahasiswa manajemen ekstensi angkatan 2009 Universitas Sumatera Utara).

Kriteria Pengambilan Keputusan, yaitu : H0 diterima, apabila thitung < ttabelpada α = 10% Ha diterima, apabila thitung > ttabelpada α = 10%

Berikut akan dijelaskan pengujian masing-masing variabel secara parsial:

Tabel 4.15 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.609 1.234 2.114 .039 Kualitas Produk .182 .068 .283 2.652 .010 Harga .202 .090 .241 2.233 .029 Iklan .183 .046 .427 3.957 .000

a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber : hasil pengolahan SPSS (2012)

Hasil Pengujian :

1. Variabel Kualitas Produk

Variabel kualitas produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada mahasiswa manajemen ekstensi angkatan 2009 Universitas Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari signifikan (0,010) dibawah (lebih kecil dari) 0,10 dan nilai thitung (2,652) > ttabel (1,296). Artinya jika ditingkatkan variabel kualitas produk sebesar satuan (unit) maka keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,182 satuan (unit).

2. Variabel Harga

Variabel harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada mahasiswa manajemen ekstensi angkatan 2009 Universitas Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari signifikan (0,029) dibawah (lebih kecil dari) 0,10 dan

nilai thitung (2,233) > ttabel (1,296). Artinya jika ditingkatkan variabel harga sebesar satuan (unit) maka keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,202 satuan (unit).

3. Variabel Iklan

Variabel iklan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda pada mahasiswa manajemen ekstensi angkatan 2009 Universitas Sumatera Utara. Hal ini terlihat dari signifikan (0,000) dibawah (lebih kecil dari) 0,10 dan nilai thitung (3,957) > ttabel (1,296). Artinya jika ditingkatkan variabel iklan sebesar satuan (unit) maka keputusan pembelian (Y) akan meningkat sebesar 0,183 satuan (unit).

4. Berdasarkan hasil output tersebut maka rumus persamaan regresinya adalah : Y = 2,609+0,182 X1+ 0,202 X2 + 0,183 X3 Keterangan : Y : Keputusan Pembelian X1 : Kualitas Produk X2 : Harga X3 : Iklan

Dokumen terkait