BAB III METODE PENELITIAN
3.7. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan kepada 30 karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Tanah Itam Ulu diluar dari sampel penelitian.
3.7.1. Uji Validitas
Validitas adalah tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Instrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2008:172). Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel. Validitas data penelitian ditentukan oleh proses pengukuran yang akurat. Pengujian dilakukan melalui kriteria:
Jika rhitung≥ rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.
Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid
Jika nilai Corrected Item Total Corelation setiap pertanyaan lebih besar dari 0, 30 maka butir pertanyaan dianggap sudah valid.
3.7.1.1. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kemampuan Komunikasi (X1)
Uji validitas terhadap instrumen variabel kemampuan komunikasi (X1)
memperlihatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kemampuan Komunikasi (X1 No
)
Dimensi Butir Pernyataan r-
hitung r- tabel Keterangan Bijaksana dan kesopanan
1 Saya selalu berbicara sopan kepada siapapun pada semua tingkatan organisasi
.503 0,30 Valid
2 Saya mengetahui bagaimana cara
menempatkan diri dalam situasi yang berbeda-beda dengan orang lain yang sedang diajak berkomunikasi
.529 0,30 Valid
Penerimaan umpan balik
3 Saya menerima umpan balik dari
atasan .584 0,30 Valid
4 Saya menerima umpan balik dari
bawahan .517 0,30 Valid
5 Saya menerima umpan balik dari rekan
kerja .585 0,30 Valid
6 Saya sangat membutuhkan umpan
Lanjutan Tabel 3.3 Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kemampuan Komunikasi (X1
No
)
Dimensi Butir Pernyataan r-
hitung r- tabel Keterangan Berbagi informasi
7 Saya bersedia memberikan informasi tentang perusahaan kepada orang lain atau organisasi lain dengan izin perusahaan
.448 0,30 Valid
8 Jika menerima informasi yang
berguna bagi orang lain saya berusaha menyebarluaskannya
.567 0,30 Valid Maskulinitas
9 Saya sering membicarakan tentang
kesuksesan yang dicapai .616 0,30 Valid 10 Saya mendengarkan informasi yang
disampaikan orang lain .451 0,30 Valid 11 Saya berusaha memahami situasi yang
dihadapi .623 0,30 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2012 (Data diolah)
Berdasarkan Tabel 3.3 diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen variabel kemampuan komunikasi memiliki nilai r-hitung ≥ r-tabel (0,30). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan tentang variabel kemampuan komunikasi adalah valid sehingga dapat dipergunakan dalam penelitian.
3.7.1.2. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kecerdasan Emosional (X2) Uji validitas terhadap instrumen variabel kecerdasan emosional (X2)
Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kecerdasan Emosional (X2 No
)
Dimensi Butir Pernyataan r-
hitung r- tabel Keterangan Kesadaran diri
1 Saya dapat mengenali/mengetahui
faktor yang menyebabkan emosi saya meningkat
.688 0,30 Valid 2 Saya memahami emosi yang terjadi
pada diri saya .677 0,30 Valid
Pengaturan diri
3 Saya mampu mengendalikan emosi
diri sendiri .513 0,30 Valid
4 Saya dapat mengekspresikan emosi
dengan tepat .599 0,30 Valid
Motivasi
5 Saya selalu optimis dengan karir .593 0,30 Valid
6 Atasan mendorong saya untuk
berprestasi .554 0,30 Valid
Empati
7 Saya dapat merasakan perasaan orang
lain .580 0,30 Valid
8 Saya mengerti apabila orang lain
menghadapi masalah .529 0,30 Valid
Keterampilan Sosial
9 Saya selalu menjalin kerjasama
diantara karyawan .480 0,30 Valid
10 Saya dapat berkomunikasi dengan
sesama karyawan secara baik. .542 0,30 Valid 11 Saya dapat berkomunikasi dengan
atasan secara baik .443 0,30 Valid
Sumber : Hasil Penelitian, 2012 (Data diolah)
Berdasarkan Tabel 3.4 diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen variabel kecerdasan emosional memiliki nilai r-hitung ≥ r-tabel (0,30). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan tentang variabel kecerdasan emosional adalah valid sehingga dapat dipergunakan dalam penelitian.
3.7.1.3. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Uji validitas terhadap instrumen variabel kinerja karyawan (Y) memperlihatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 3.5
Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kinerja Karyawan (Y)
No Dimensi Butir Pernyataan r-
hitung r- tabel
Keterangan
Kualitas
1 Saya berusaha menjaga kualitas kerja
saya .537 0,30 Valid
2 Semua tugas dapat saya selesaikan
dengan teliti .409 0,30 Valid
Kuantitas
3 Saya menyelesaikan pekerjaan sesuai
dengan waktu yang telah diberikan. .698 0,30 Valid 4 Secara konsisten saya melakukan
pekerjaan sampai tujuan yang ditetapkan dapat dicapai
.534 0,30 Valid
Keandalan
5 Saya selalu memberikan ide baru
dalam mengatasi masalah pekerjaan. .426 0,30 Valid 6 Saya selalu melaksanakan pekerjaan
sesuai dengan instruksi yang diberikan .563 0,30 Valid
Sikap
7 Saya mengutamakan pekerjaan
dibandingkan hal-hal lain dalam hidup saya
.515 0,30 Valid
8 Saya menunjukkan antusias kerja
dengan kerja sama yang baik. .587 0,30 Valid Sumber : Hasil Penelitian, 2012 (Data diolah)
Berdasarkan Tabel 3.5 diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen variabel kinerja karyawan memiliki nilai r-hitung ≥ r-tabel (0,30). Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan tentang variabel kinerja karyawan adalah valid sehingga dapat dipergunakan dalam penelitian.
3.7.2.Uji Reliabilitas
Menurut Ghozali (2005:75) Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1) Repeated Measure atau pengukuran ulang: disini seseorang akan diberikan pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda dan kemudian dilihat apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya.
2) One Shot atau pengukuran sekali saja: disini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha≥ 0.60.
Untuk mempermudah menguji validitas angket dan reliabilitas angket akan dibantu dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 17.00.
3.7.2.1 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Kemampuan Komunikasi (X1) Kecerdasan Emosional (X2)dan Kinerja Karyawan (Y)
Uji reliabilitas yang dilakukan terhadap penelitian memperlihatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 3.6
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Kemampuan Komunikasi (X1)
Kecerdasan Emosional (X2
Variabel Cronbach's Alpha Keterangan Kemampuan Emosional .754 Reliabel Kecerdasan Emosional .752 Reliabel Kinerja Karyawan .747 Reliabel
)dan Kinerja Karyawan (Y)
Sumber : Hasil Penelitian, 2012 (Data diolah)
Berdasarkan Tabel 3.6 diperoleh bahwa hasil pengujian seluruh variabel penelitian memiliki nilai Cronbach's alpha ≥ (0.60). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan tentang variabel kemampuan komunikasi, kecerdasan emosional dan kinerja karyawan adalah reliabel, sehingga seluruh item layak dipergunakan dalam penelitian.