• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4. Metodologi penelitian

6. Uji Validitas dan uji reliabilitas penelitian

4.6.1 Uji Validitas

Validitas atau kesahihan adalah suatu indeks yang menunjukkan alat

ukur tersebut benar-benar mengukur apa yang diukur. Uji validitas pada

penelitian ini menggunakan uji face validity(Polit & Beck, 2012) dengan cara

peneliti telah mengkonsultasikan instrumen pola asuh orang tua kepada dosen

dibidang Komunitas Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yaitu

ibu Lufthiani S.Kep, Ns, M.Kes. Kuesioner yang sudah dikonsultasikan

diperbaharui dengan bahasa yang efektif dan sesuai dengan penelitian. Uji

validitas pada variabel harga diri tidak dilakukan karena menggunakan

instrumen yang telah baku milik Morris Rosenberg yaitu Rosenberg Self-

Esteem Scale (RSES).

4.6.2 Uji Reliabilitas

Sebelum dilakukan pengumpulan data, terlebih dahulu peneliti akan

menggunakan uji reliabilitas pada instrumen penelitian. Reliabilitas adalah

konsistensi atau ketepatan pengukuran yang dilakukan pada target yang

dihubungkan, reliabilitas juga mengenai keakuratan pada pengukuran (Polit

& Beck, 2012). Peneliti menggunakan analisa Cronbach’s Alpha yang

digunakan untuk mengukur keandalan indikator-indikator yang digunakan

dalam kuesioner penelitian. Reliabilitas menggunakan bantuan komputer

untuk mengukur realibilitas instrumen pola asuh orang tua.Untuk instrumen

Uji reliabilitas dalam penelitian ini akan dilakukan pada 30 responden di

SMA Katolik Mariana pada tanggal 27 Februari 2016 dengan kriteria yang

sama dan responden penelitian. Hasil uji reliabilitas instrumen pola asuh

adalah 0,755. Instrumen harga diri menggunakan instrumen yang telah baku

milik Morris Rosenberg yaitu Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) dengan

hasil uji relibialitas adalah 0,83.Instrumen pola asuh orang tua dan harga diri

adalah reliabel.

4.7 Pengumpulan Data

Pada tahap awal peneliti mengajukan permohonan izin kepada Komisi

Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Fakultas Keperawatan USU. Setelah lulus uji

etik, peneliti mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada institusi

pendidikan Fakultas Keperawatan USU, selanjutnya mengirimkan permohonan

izin penelitian yang diperoleh kepada Kepala SMA Katolik Tri Sakti Medan.

Setelah mendapat izin, peneliti menjelaskan kepada Kepala Sekolah tentang

maksud dan tujuan dari penelitian dan meminta kesediaannya agar peneliti dapat

menemui calon responden yang sudah ditentukan peneliti dengan kriteria yang

telah ditentukan.

Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10-11 Maret 2016 di SMA

Katolik Tri Sakti Medan, diberikan pada pukul 09.00 WIB. Peneliti didampingi

seorang guru bimbingan konseling untuk datang ke kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI

IPA 3, dan XI IPS 1 dan menemui calon responden yang memenuhi kriteria

dibutuhkan pada tiap-tiap kelas untuk data penelitian. Peneliti menemui calon

responden dan menjelaskan tujuan dari penelitian yang akan dilakukan dan

prosedur penelitian. Bagi calon responden yang bersedia menjadi responden

diminta untuk menandatangani informed consent dan diberikan kuesioner

penelitian.

Pada saat pengisian kuesioner, peneliti mendampingi dan memberi

kesempatan responden bertanya apabila pada saat pengisian kuesioner tidak

mengerti maksud dari pernyataan yang ada. Waktu pengisian kuesioner 30 menit.

Setelah selesai mengisi kuesioner, responden menyerahkan kuesioner kepada

peneliti untuk dikumpulkan dan dianalisa.

4.8 Analisis Data

Setelah seluruh data terkumpul, maka analisis data dilakukan pengolahan

data yang mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Editing

Peneliti memeriksa atau meneliti data yang telah diperoleh, dilakukan

ditempat pengumpulan data sehingga apabila ada kekurangan dapat segera

diperbaiki, kemudian data yang sesuai diberi kode untuk memudahkan peneliti

dalam melakukan tabulasi.

2. Entering

Peneliti memindahkan data yang telah diubah menjadi kode ke dalam

3. Cleaning

Pada tahap ini peneliti memeriksa atau mengecek kembali data yang telah

dimasukkan untuk mengetahui ada kesalahan atau tidak.

4. Analisis data

Data dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat.

4.1.8 Analisis Univariat

Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan gambaran data

demografi meliputi umur, kelas, jenis kelamin, agama, anak ke, pekerjaan ayah,

pekerjaan ibu, dan penghasilan orang tua perbulan. Analisis data numerik variabel

pola asuh orang tua dan variabel harga diri digunakan nilai mean, minimal dan

maksimal, dan 95% confident interval mean. Pada data numerik (pola asuh orang

tua dan harga diri) dilakukan uji asumsi dasar.Peneliti melakukan uji normalitas

dan uji linearitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah populasi

data berdistribusi normal atau tidak. Bila data berdistribusi normal, maka peneliti

dapat menggunakan uji statistik berjenis parametrik. Peneliti menggunakan uji

kolmogorov smirnov, data dikatakan berdistribusi normal dengan α >0,05.Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan

yang linear secara signifikan atau tidak. Hasil uji linearitas dilihat nilai signifikan

harus >0,05.

4.1.9 Analisis Bivariat

Selanjutnya peneliti melakukan analisis bivariat yang bertujuan untuk

tuadengan variabel dependen yaitu harga diri dengan menggunakan korelasi

pearson untuk membuktikan hipotesa penelitian yaitu ada hubungan pola asuh

orang tua dan perkembangan harga diri anak remaja di SMA Katolik Tri Sakti

Medan. Ketentuan r berkisar antara -1 sampai +1, dan untuk menentukan

hubungan signifikan yaitu α < 0,05 (Sugiyono, 2015)

Untuk menafsirkan hasil pengujian statistika tersebut lebih lanjut

digunakan penafsiran korelasi Pearson menurut Burns dan Groven (1993).

Tabel 4.8. Kriteria Penafsiran Korelasi

Nilai r Penafsiran Diatas -0,5 -0,3 sampai -0,5 -0,1 sampai -0,3 0 0,1 sampai 0,3 0,3 sampai 0,5 Diatas 0,5

Korelasi negatif tinggi

Hubungan negatif dengan interpretasi kuat

Korelasi negatif sedang

Hubungan negatif dengan interpretasi memadai

Korelasi negatif rendah

Hubungan negatif dengan interprestasi lemah

Tidak ada korelasi

Korelasi positif rendah

Hubungan positif dengan interprestasi lemah

Korelasi positif sedang

Hubungan positif dengan interprestasi memadai

Korelasi positif tinggi

Dokumen terkait